Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Pemerintah Terbitkan Hak Paten Kopi Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
  • print Cetak

Bupati Madina dan Ketua MPIG didampingi tokoh perantau Mandailing memperlihatkan sertifikat hak paten usai diserahkan pemerintah

Bupati Madina dan Ketua MPIG didampingi tokoh perantau Mandailing memperlihatkan sertifikat hak paten usai diserahkan pemerintah di Jakarta

JAKARTA (Mandailing Online)Pemerintah Indonesia telah menerbitkan hak paten bagi kopi Mandailing, yakni Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing.

Sertifikat hak paten itu diserahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly  kepada Bupati Madina di gedung Graha Pengayom Kemenkum HAM RI, Jakarta, Kamis (3/11).

Demikian diungkap Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Georafis (MPIG) Kopi Arabika Sumatra Mandailing, Ir. Zubeir Lubis kepada wartawan via telefon seluler, Kamis siang.

Dikatakannya, penerbitan hak paten ini merupakan langkah kemajuan bagi masyarakat Mandailing Natal, yakni mengembalikan kembali nama besar Kopi Mandailing itu sendiri.

“Kita bersyukur hari ini perjuangan panjang masyarakat untuk Kopi Mandailing sudah kembali kepangkuan kita. Ucapan terima kasih kepada Pemkab Madina. Kepada masyarakat petani jangan menyia-nyiakan potensi ini, baik hulu dan hilir. Ini akan mendongkrak pereknomian masyarakat dan akan meningkatakan harga Kopi Mandailing hingga ke dunia internasional,” ujarnya.

Sejauh ini, Mandailing Online belum memperoleh penjelasan rinci tentang dampak penerbitan hak paten ini terhadap peñata-aturan ekspor Kopi Mandailing ke berbagai negara di dunia. Sebab, selama ini produk bubuk kopi mengatasnakaman “Mandheling Coffee” sebagai nomenclaturnya pada merek dagang mereka sudah mencapai ratusan di berbagai negara, tetapi bahan baku biji kopinya ditengarai bukan berasal dari daratan tinggi kawasan Mandailing.

Zubeir mengatakan program kedepan, MPIG akan mensinergikan dengan pemerintah tentang kegiatan yang akan dilaksanakan bagaimana agar produk dan kualitas kopi arabika Mandailing tetap terjaga.

“Memang selama ini banyak pihak yang mengatasnamakan Kopi Mandailing, akan tetapi tumbuhnya entah dimana-mana (bukan di tanah Mandailing-red). Nah dengan kita perolehnya hak paten tersebut, kita harus bekerja keras untuk mempertahankan bahkan harus ditingkatkan, sehingga menjadi salah satu produk unggulan di daerah kita,” katanya.  

 “Pak bupati sangat bangga, dan bersyukur. Karena kakayaan alam Bumi Gordang Sambilan kembali kepada masyarakat Madina. Dan bupati berharap agar petani, masyarakat dan pemerintah bisa mengembangkannya,” imbuh Zubeir yang juga Wakil Ketua DPRD Madina itu.

Hadir pada penyerahan hak paten itu antara lain Ketua MPIG dan Sekretaris Ahmad Gusti Ray; M.Yasir Lubis Kasi Perkebunan Dishutbun Madina serta bebarapa tokoh masyarakat Madina di Jakarta.

Dan disela acara penyerahan hak paten dibarengi stand pameran produk Kopi Arabika Sumatra Mandailing.

Peliput: Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejar Capaian Vaksinasi Kedua, Ketua Gerindra Madina Ajak 200-an Sopir Betor ke Mako Polres

    Kejar Capaian Vaksinasi Kedua, Ketua Gerindra Madina Ajak 200-an Sopir Betor ke Mako Polres

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    GUNUNGTUA (Mandailing Online) – Dalam rangka mengejar capaian vaksinasi tahap kedua, Ketua DPC Gerindra Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengajak 200-an sopir becak bermotor (betor) ke Mako Polres di Mompang, Panyabungan Utara. Para sopir becak ini diajak ke Mako Polres untuk mendapatkan vaksin tahap kedua, Kamis (10/2). Seperti yang diketahui dari data sementara, persentase […]

  • Polres Madina Ringkus 15 Pelaku Tindak Kejahatan

    Polres Madina Ringkus 15 Pelaku Tindak Kejahatan

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Polres Madina ringkus 15 pelaku tindak kejahatan dalam 3 kasus berbeda yaitu kasus Narkoba, judi dan perkara perambahan hutan di wilayah Kabupaten Madina. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan Sik didampingi Wakapolres Kompol Haryatmoko Sik, Kasat Reskrim AKP S. Siregar dan Kasat Intelkam AKP AH Daulay kepada wartawan, Jumat (12/11) mengatakan, penangkapan ke-15 tersangka […]

  • B A B I A T (Episode 4)

    B A B I A T (Episode 4)

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Halak Kotanopan Sekarang sudah tiga minggu sejak kemunculan sang harimau. Tapi belum ada kabar kalau si harimau sudah tertangkap atau setidaknya sudah meninggalkan area desa itu. Saat ini tidak cuma para petani yang resah, bahkan Oji Soleh, lelaki tua di desa itu itu mulai ikut uring uringan. Dia uring uringan karena sudah tiga minggu […]

  • Nafsu Kapitalisme di Bisnis Administrasi Pemudik Masa Pandemi?

    Nafsu Kapitalisme di Bisnis Administrasi Pemudik Masa Pandemi?

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam            Dosen/Pengamat Politik Para penumpang yang tertahan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, merasa keberatan harus membayar biaya rapid test sebesar Rp300.000 per orang. Rapid test ini adalah salah satu syarat kelengkapan dokumen yang harus dimiliki penumpang untuk bisa menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten. Sekitar 42 penumpang sudah […]

  • 4 polisi dipenjara 14 hari

    4 polisi dipenjara 14 hari

    • calendar_month Minggu, 18 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO)- Kelalaian dalam bertugas dan mengakibatkan 13 tahanan kabur dari penjara, 4 personel dari Polsekta Medan Area dihukum kurungan penjara selama 14 hari. Selain itu, mereka juga mendapat penundaan kenaikan gaji berkala serta demosi. Hal ini telah diputuskan dalam Sidang Disiplin kasus tahanan kabur di Aula Bhayangkara Polresta Medan. Sidang tersebut dipimpin Kabag Ren […]

  • Derita Atresia Karniawan Nasution,  BALITA MALANG LAHIR TANPA ANUS, BUTUH ULURAN TANGAN

    Derita Atresia Karniawan Nasution, BALITA MALANG LAHIR TANPA ANUS, BUTUH ULURAN TANGAN

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: M. Al-Hasan Nasution, S.Pd Pada tanggal 25 Maret 2015, sang ayah Karnan Nasution sedikit sumringah, lepas senyum bahagia terutas dibibirnya dengan kelahiran anaknya yang kedua. Anaknya laki-laki, lahir dibantu ibu bidan yang ada di dekat rumahnya lewat persalinan secara normal. Harapannya dengan kelahiran anaknya yang kedua yang diberi nama Karniawan Nasution ini akan membawa […]

expand_less