Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Batara Bisa Urus DAK dan DAU

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
  • print Cetak

MEDAN, – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi (PUPE) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Chairul Windu Harahap menegaskan, perubahan mekanisme pembangunan kantor bupati dan DPRD tahun 2009 dari tahun tunggal (single years) ke tahun jamak (multi years) merupakan kebijakan Bupati Palas yang saat itu dijabat Basyrah Lubis.

“Pengalihan dari single years ke multi years itu keputusan bupati. Perubahan itu memang bisa dilakukan dengan kebijakan kepala daerah,” katanya saat menjadi saksi sidang dugaan korupsi proyek pembangunan kantor bupati dan DPRD Kabupaten Palas 2009 senilai Rp6,04 miliar, dengan terdakwa mantan Bupati Palas Basyrah Lubis di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (16/9/2013).

Menurutnya, keputusan ini dibicarakan pada pertemuan di kantor bupati yang dihadiri dirinya, Direktur cabang PT Bungo Pantai Bersaudara Batara Tambunan, Ketua DPRD Palas M Rido Harahap dan bupati sendiri.
Basyrah memperkenalkan Batara Tambunan sebagai rekanan yang berpengalaman membangun pusat pemerintahan satu atap dengan sistem multi years, seperti di Kabupaten Simalungun dan Toba Samosir (Tobasa). Batara juga berjanji akan membantu menguruskan ke pemerintah pusat agar Pemkab Palas memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk tahun-tahun berikutnya.

“Proyek multi years ini sudah menjadi tren di daerah pemekaran. Dan, sudah ada daerah lain yang berhasil seperti di Simalungun dan Tobasa,” katanya.

Karena optimis memperoleh DAK dan DAU tahun berikutnya, Bupati pun memutuskan pembangunan tidak hanya kantor bupati dan DPRD, tetapi seluruh kantor SKPD dengan biaya Rp216 miliar. Sehingga tender dilakukan untuk proyek senilai Rp216 miliar, bukan Rp8 miliar sesuai DPA SKPD PUPE 2009. Hal itu tertuang dalam kontrak yang dibuat sendiri oleh Batara Tambunan (rekanan).

“Kenyataannya memang DAK dan DAU 2010, 2011 dan 2012 tidak cair. Pembangunan kantor bupati dan DPRD juga berhenti,”ujarnya.

Alasan bupati mengalihkan sistem pembangunan menjadi multi years, lanjutnya, disebabkan tahun anggaran 2009 akan berakhir. Bila hingga 23 Desember 2009, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digelontorkan pemerintah pusat untuk pembangunan kantor bupati dan DPRD senilai Rp8 miliar itu tidak terealisasi, maka dananya harus dikembalikan ke pemerintah pusat.

“Dalam DPA SKPD memang tidak ada disebutkan pembangunannya secara multi years. Itu memang kebijakan bupati sendiri,” katanya.

Basyrah Lubis membantah jika pengalihan sistem pembangunan pusat pemerintahan Palas dari single years menjadi multi years merupakan keputusannya.
“Tidak benar pengalihan itu kebijakan saya. Itu tanggungjawab saksi karena saya sudah menguasakan proyek itu kepada saksi,”katanya.
Chairul pun langsung menyanggahnya. Dia kukuh pada keterangannya.
“Wah, Pak Bupati lah yang tanggungjawab. Mana mungkin saya bisa memutuskan soal itu,” katanya. (tribun-medan)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arfan Harapan Diangkat Jadi Kadis PU

    Arfan Harapan Diangkat Jadi Kadis PU

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ir.Arfan Harapan Siregar diangkat menjadi Plt Kepala Dinas PU Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengantikan Khairul Anwar yang saat ini ditahan KPK. Wakil Bupati, Dahlan Hasan Nasution, Senin (19/8) di kantor Dinas PU Madina berharap kepada Arfan agar mampu melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan di instansi itu yang selama ini penuh dengan kekacauan tender […]

  • Kejari Tetapkan Dua Tersangka, Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan Madina

    Kejari Tetapkan Dua Tersangka, Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Pos) – Kejari Madina menetapkan dua tersangka dugaan korupsi penggunaan anggaran dan kegiatan tahun 2012 di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Madina. Salah seorang diantaranya Kadis Kelautan dan Perikanan. Namun Kejari belum memperjelas Kadis yang menjabat sekarang atau sebelumnya. “Tersangka sudah ada, yang ditetapkan dua orang. Cuma identitasnya belum bisa kita publikasikan, karena […]

  • Pusuk Ni Otang Masih Primadona

    Pusuk Ni Otang Masih Primadona

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pusuk ni otang atau lebih populer sebutan pangkat, laris manis dan menjadi buruan konsumen di pasar Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) selama Ramadhan. Lalapan khas Mandailing ini tak diketahui persis sejak kapan bermula dan menjadi popular di Mandailing. Di kawasan Angkola, pucuk rotan ini dijadikan gulai berkuah santan tanpa cabai bermenu ikan […]

  • Butuh Pelayanan Maksimal.

    Butuh Pelayanan Maksimal.

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelayan Pemerintah Kecamatan Panyabungan Timur didalam memudahkan masyarakat Kelurahan Gunung Baringin untuk urusan administrasi sangat diharapkan, terutama dalam penempatan lurah pada kelurahan itu, dimana sudah 2 tahun kelurahan tersebut tidak mempunyai lurah.(MOL)

  • Sapma PP Madina Bantu Ringankan Beban Nenek Ana

    Sapma PP Madina Bantu Ringankan Beban Nenek Ana

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Natal) – Ketua Sapma PP Madina Ahmad Sarqawi menyambangi kediaman Nenek Ana (72 tahun) yang merawat 3 anak yatim piatu di Kelurahan Longat, Panyabungan Barat. Kedatangan Sarqawi yang didampingi Adian Ricky Nugraha pada Senin (20/6) dalam rangka meringankan beban Nenek Ana dengan menyerahkan bantuan atau tali asih berupa sembako dan uang tunai. Sarqawi […]

  • Tak Berkategori

    Bupati Madina Cs diperiksa KPK di Kantor Kejati Sumut

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online)- Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sejumlah orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan di Medan ke Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Selasa (14/5) malam. Mereka melakukan pemeriksaan di tiga ruangan yang ada di gedung itu. Sebelum ke kantor Kejati Sumut, anggota tim KPK meninggalkan rumah mewah milik Bupati […]

expand_less