Rabu, 23 Sep 2026
light_mode

Menunggu Perusahaan Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
  • print Cetak

Pemerintah daerah terus didorong untuk mandiri dari sisi anggaran belanja dan secara berangsur meminimalkan ketergantungan dari pemerintah pusat. Dan, sudah lama pula diidamkan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) sebagai salah satu mesin pengisi pundi-pundi pendapatan asli daerah.

Namun, dilema BUMD juga ada, setidaknya terdapat dua sisi. Pertama, dari sisi eksternal, UU No. 5 Tahun 1962 sebagai payung hukum pendirian BUMD terasa sudah kadalursa, tak mampu mengikuti perkembangan zaman, yang “divonis” para pengamat sebagai penyebab BUMD tidak sinergis berinovasi.

Ada kemauan politik di masa pemerintahan Megawat Soekarno Putri memperluas ruang gerak BUMD, sayangnya tak berujung hingga kini. Pemerintah pusat juga masih terkesan setengah hati. Di Kementerian Dalam Negeri, BUMD hanya diurusi pejabat setingkat kepala subdirektorat. Bandingkan dengan BUMN, yang dibina kementerian sendiri, yakni Menteri BUMN.

Karena hanya dibina pejabat setingkat kepala subdirektorat di Kemendagri menjadikan BUMD lebih dilihat sebagai urusan pemerintahan, bukan sebagai lembaga bisnis. Masalah ini sering menjadi kendala berkembangnya BUMD sebagai entitas bisnis.

Kedua, dari sisi internal. Sisi ini bicara tentang manajemen BUMD. Pola manajemen dan rekrutmen personalia yang terlalu berbau birokratis dianggap sebagai salah satu tumpulnya ketajaman kuku enterprenur BUMD. Lalu diperparah masuknya pengaruh kalangan politisi dalam manajemen BUMD.

Tak heran banyak jajaran direksi BUMD di daerah termasuk di Madina diisi oleh pengurus atau pesanan dari partai politik tertentu. Kentalnya warna birokrasi dan pengaruh politisi ini menyebabkan BUMD tak mampu hidup, bahkan menjadi beban terhadap anggaran daerah. Sebab, para direksi maupun pengawas BUMD adalah orang-orang yang kurang memahami bisnis. Padahal, BUMD harus luwes dan lincah di tengah kancah dunia bisnis.

Oleh karena itu, kita berharap pemerintah daerah Madina, jika kelak menghidupkan kembali BUMD Madina atau menggantinya berbentuk Perusahaan Daerah, sebisa mungkin harus menyerahkan pengelolaannya kepada orang-orang yang memiliki etos bisnis. Kalangan anggota DPRD Madina dan partai politik juga harus menahan diri, termasuk para tim sukses pilkada, jangan memaksakan kepentingannya seperti yang selama ini terjadi.

Selain itu, kita juga berharap bahwa UU No. 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah yang dinilai salah satu penyebab sisi lemah BUMD ini, tidak menjadi faktor penghambat semangat Pamkab Madina. Sebab, banyak daerah lain BUMD-nya berhasil dan maju.

Toh, sejumlah daerah sudah menyiasati persoalan payung hukum ini dengan menjadikan BUMD sebagai perseroan terbatas. Caranya, dengan menjadikan aset perusahaan daerah sebagai setoran modal PT BUMD lewat inbreng. Dengan demikian, aset BUMD menjadi aset yang sudah dipisahkan dari aset pemerintah daerah. Pijakannya Pasal 177 UU No. 32 Tahun 2004 tantang Pemerintahan Daerah.

Ketika sudah menjadi PT, secara hukum BUMD mengikuti UU Perseroan Terbatas. Cara ini lebih memberi kepastian hukum kepada pengelola BUMD serta menjadikan gerak bisnis BUMD lebih luwes dan lincah. Birokratisasi pengambilan keputusan bisnis bisa diminimalkan.

Keterlibatan pihak swasta di BUMD sangat urgen, sebab merekalah yang memahami seluk beluk rimba bisnis yang rumit. Sebab, bisnis tak bisa dikelola oleh orang yang tidak matang dengan pahit asinnya rimba bisnis, meskipun modal finansial sudah ada.

Persoalannya, maukah pemkab Madina menjadikan BUMD berbadan hukum perseroan terbatas. Alasan bahwa BUMD dikhawatirkan tidak bisa menjalankan fungsi public services karena harus dikelola dengan pendekatan bisnis murni, harus dihilangkan. Tentu ada inovasi-inovasi yang bisa dimainkan. Misalnya, meski BUMD berbentuk perseroan, pemerintah daerah sebagai pemilik saham bisa menitipkan kebijakan tersebut dalam setiap rapat umum pemegang saham, yang harus berlangsung setiap tahun. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • UKT Ditengah Pandemi

    UKT Ditengah Pandemi

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elsa Novia Wita Siregar, S.Si   Seperti kita ketahui, semenjak wabah melanda dunia termasuk Indonesia banyak kegiatan yang dilakukan dirumah termasuk kegiatan belajar mengajar dimulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Proses belajar mengajar dilakukan secara online dirumah masing-masing. Kegiatan ini otomatis mengharuskan setiap peserta didik menyiapkan kuota setiap kelas online diadakan. Tentu […]

  • 3 Kandidat Bertarung Rebut Ketua BEM di BLU-STAI Madina

    3 Kandidat Bertarung Rebut Ketua BEM di BLU-STAI Madina

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sebanyak tiga kandidat, masing-masing Nisman, Jureid, dan M Ihsan Matondang, akan bertarung merebut kursi ketua BEM Badan Layanan Umum Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal, pada pemilihan rakyat, Sabtu (29/1). Ketiga kandidat dan pasangannya sudah menerima nomor urut. Untuk nomor urut 1 dipegang Nisman-Hamidun Ari, pasangan nomor urut 2 Jureid-Sartika Nasution, disusul M Ihsan Matondang- […]

  • Pastikan Pilkades Aman, Bupati Madina Kunjungi Sejumlah TPS

    Pastikan Pilkades Aman, Bupati Madina Kunjungi Sejumlah TPS

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Pastikan Pelaksanaa Pilkades berjalan aman, Bupati Mandailing Natal H.M.Ja’far Sukhairi Nasution didampingi Dandim 0212/TS Letkol.Inf. Amrizal Nasution melakukan kunjungan ke sejumlah TPS di wilayah Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Utara, Bukit Malintang. Senin 21/8/2023. Dalam kunjungan itu, Bupati berbincang langsung dengan Panitia Pilkades menanyakan kendala dalam pelaksanaan Pilkades di TPS serta tingkat parsitipasi […]

  • Temui Warga yang Demo, Atika: Muslih Akan Tetap Jadi Pj Kepala Desa

    Temui Warga yang Demo, Atika: Muslih Akan Tetap Jadi Pj Kepala Desa

    • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menemui warga Desa Simangambat Tambangan yang demo terkait pemberhentian Muslih Lubis sebagai pejabat (Pj) kepala desa tersebut, Kamis (6/1). Dalam peremuan yang digelar di aula kantor Bupati itu, Atika menyampaikan penggantian Muslih sebagai Pj kepala desa karena ada surat permintaan warga Desa […]

  • Rumput Laut Strategis sebagai Bahan Bakar Utama

    Rumput Laut Strategis sebagai Bahan Bakar Utama

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Komoditas rumput laut dinilai sangat strategis dijadikan sebagai bahan bakar nabati utama dan Indonesia harus menetapkan strategi penggunaan rumput laut sebagai bahan bakar nabati utama. Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Soen`an H Poernomo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat menyebutkan, rumput laut harus dijadikan prioritas antara […]

  • Tolak BBM naik, buruh ancam demo besar

    Tolak BBM naik, buruh ancam demo besar

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mengancam akan melakukan demo besar-besaran jika harga bahan bakar minyak (BBM) tetap naik. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menegaskan, KSPI akan melakukan aksi pemanasan pada Rabu (17/9/2014) se-Jabotabek. “Lalu akan ada aksi pengerahan massa besar-besaran sebanyak 50 ribu buruh se-Indonesia pada 2 Oktober 2014,” ungkap dia, […]

expand_less