Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Indonesia pada perspektif terkini dihinggapi tiga penyakit yang mendasar. Yakni penyakit transaksional, oligarki dan feodalisme. Dan ini berimplikasi negatif kepada seluruh provinsi.

Dan sebanyak 296 bupati/walikota dari 500 lebih bupati dan walikota di seluruh Indonesia dipenjara karena persoalan hukum akibat budaya transaksional.

Demikian dinyatakan Direktur Eksekutif Indonesia Constitutional Watch yang juga calon angota DPR RI, Razman Arif Nasution,SH, S.Ag, MA, Ph.D dalam temu pers di sekretariat DPC Partai Gerindra Mandailing Natal, Panyabungan, Senin (1/7).

“Semuanya ditransaksi, semuanya dinilai dengan uang. You beri apa, aku beri apa. Untuk sesuatu komitmen tanpa uang, maka itu tak akan terwujud,” katanya.

Menurutnya, budaya transaksional terwujud dalam beberapa hal. Misalnya, ketika orang akan menjadi presiden maka dia akan membayar partai politik. Termasuk calon gubernur, bupati, walikota. Padahal budaya transaksi ini menurut perundang-undangan tidak disepakati.

Transaksi ini berlanjut sampai kepada rakyat, sehingga rakyat diajak bertransaksi. Transaksi inilah yang berbahaya karena menyebabkan biaya yang tinggi pada pilkada.

Dampaknya, 296 bupati/walikota dari 500 lebih bupati dan walikota di seluruh Indonesia dipenjara karena persoalan hukum. Praktis 50 persen lebih mereka dipenjara.

“Dalam sebuah penelitian kami, untuk maju sebagai bupati atau walikota dibutuhkan sekitar 25 hingga 50 milyar. Ini konkrit, ini data,” bebernya.

System politik yang terbangun dengan transaksional ini memunculkan tokoh-tokoh berduit namun tak memiliki kompetensi kepemimpinan.

“Penyakit kedua budaya oligarki. Oligarki kekuasaan, turun temurun. Ini sudah kita lihat ketika SBY menyatakan tidak menginginkan monarki, dia mengkritik Sri Sultan, ternyata SBY memelihara itu hari ini, apa itu, ketika bicara konteks politik nasional, apa itu, tidak ada satu partai politik di dunia ini yang ketua umumnya itu ayahnya, sekjen-nya anaknya,” ungkap mantan anggota DPRD Madina ini.

Menurutnya, kondisi rakyat yang begitu marah kepada SBY selaku kepala negara, karena SBY dinilai gagal meneruskan apa yang dibuat Soekarno, Soeharto, BJ Habibi, Gus Dur dan Megawati.

Di tangan SBY, Indonesia menjadi negara yang konotasinya auto pilot, negara yang tanpa ada sopirnya pun tetap berjalan. Ini dinilainya berbahaya.

“Kenapa dibilang oligarki? Dia bicara bagaimana menteri untuk tidak berpolitik ketika di sidang kabinet. Tetapi pada sisi lain semua dirampok kembali sehingga jabatan sekjen, jabatan ketua umum, jabatan bendahara dikasih ke lingkungan keluarganya. Ini potret buram. Maka apapun ceritanya, Partai Demokrat sebagai pengusung presiden, orang melihat bahwa Indonesia sekarang makin suram di mata dunia,” sebut Razman.

Kondisi ini juga mejalar pada tataran penyaringan calon legislatif Partai Demokrat, dimana menurut Razman luar biasa nepotismenya. SBY selama ini dinilai sosok demokratis, bicaranya santun, tapi sekarang justru kebablasan.

“Penyakit ketiga,feodalisme. Feodalisme ini gayanya seperti Belanda, orang tidak lagi berfikir bagaimana memberikan kekuasaan kepada rakyat. Di dalam hati pemimpin itu harus ada rakyat, bukan di hati rakyat harus ada pemimpin,” lanjutnya.

Buktinya, kata Razman, ketika SBY dan Menteri SDM diberitahu harus ada upaya hemat BBM, keinginan menjadikan pemerintahan yang baik, keinginan hidup sederhana, keinginan memperkuat basis ekonomi kerakyatan, toh, pada saat yang bersamaan bupati dan walikota dalam prilakunya sehari-hari menggunakan 3 hingga 4 porades setiap hari.

“Ini pemborosan. Ini kotra produktif dengan yang didengung-dengungkan selama ini. Bahwa mereka bukan pada konteks pelayanan, tetapi dilayani,” katanya.

Peliput/editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Atika Saat Jadi Pembina Upacara di SMPN 1 Panyabungan

    Pesan Atika Saat Jadi Pembina Upacara di SMPN 1 Panyabungan

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ada beberapa pesan yang disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution saat menjadi pembina upacara di SMPN 1 Panyabungan, Senin (14/2) pagi. Salah satunya agar para siswa pandai memilih dan memilah informasi di internet. “Kita harus pandai memilih dan memilah informasi di internet, tapi memilah itu lebih sulit,” […]

  • Muscam Golkar Panyabungan, Rifai Terpilih Secara Aklamasi

    Muscam Golkar Panyabungan, Rifai Terpilih Secara Aklamasi

    • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golongan Karya (Golkar) Panyabungan yang diselenggarakan di Wisata 3 Dimensi Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan pada Jumat (21/1) menetapkan Muhammad Rifai Nasution sebagai ketua terpilih. Rifai yang terpilih secara aklamasi akan memimpin kepengurusan Golkar Panyabungan periode 2020-2025. Rifai akan didampingi Muslih Nasution sebagai sekretaris dan Suaidah Nasution (Bendahara). Sesuai […]

  • Bintara Polri butuh pendidikan

    Bintara Polri butuh pendidikan

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Intimidasi atau teror yang kerap dilakukan oleh anggota kepolisian ditengarai karena kurangnya pendidikan terhadap para bintara Polri. “Padahal para bintara inilah yang berhubungan langsung dengan masyarakat, bukan para perwira,” terang Koordinator KontraS Sumut, Diah Susilowati, kepada Waspada Online, hari ini. Untuk itu, lanjutnya pihak Polri harus memberikan ilmu yang cukup kepada para bintaranya. […]

  • Diduga 7 OPD di Pemkab Madina Yang Tersandung TGR Terkait Perjalanan Dinas

    Diduga 7 OPD di Pemkab Madina Yang Tersandung TGR Terkait Perjalanan Dinas

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : 7 Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) di Pemkab Mandailing Natal ( Madina) dituntut TGR ( Tuntutan Ganti Rugi).ke 7 OPD tersebut adalah Dinas Pendidikan, Dinas Prawisata, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, BKPSDM, BPBD dan Bapenda. Diketahui, TGR tersebut terjadi pada tahun anggaran 2020-2023. Namun sampai tahun 2024 ini, TGR 7 […]

  • JADILAH UMAT RABBANI, BUKAN UMAT “RAMADHANI”

    JADILAH UMAT RABBANI, BUKAN UMAT “RAMADHANI”

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ramadhan memang telah berlalu. Namun seharusnya, semangat ketakwaan saat Ramadhan janganlah pudar. Sebabnya, hikmah ibadah shaum selama sebulan penuh justru untuk menguatkan dan menaikkan derajat kita ke level takwa (QS al-Baqarah [2]: 183). Bisyr al-Hafi, seorang ulama shalih, suatu saat berkata, “Seburuk-buruk kaum adalah yang tidak mengenal hak Allah, kecuali hanya pada bulan Ramadhan saja. […]

  • DCS Dapil 5 PPP Madina

    DCS Dapil 5 PPP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari PPP Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

expand_less