Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Indonesia pada perspektif terkini dihinggapi tiga penyakit yang mendasar. Yakni penyakit transaksional, oligarki dan feodalisme. Dan ini berimplikasi negatif kepada seluruh provinsi.

Dan sebanyak 296 bupati/walikota dari 500 lebih bupati dan walikota di seluruh Indonesia dipenjara karena persoalan hukum akibat budaya transaksional.

Demikian dinyatakan Direktur Eksekutif Indonesia Constitutional Watch yang juga calon angota DPR RI, Razman Arif Nasution,SH, S.Ag, MA, Ph.D dalam temu pers di sekretariat DPC Partai Gerindra Mandailing Natal, Panyabungan, Senin (1/7).

“Semuanya ditransaksi, semuanya dinilai dengan uang. You beri apa, aku beri apa. Untuk sesuatu komitmen tanpa uang, maka itu tak akan terwujud,” katanya.

Menurutnya, budaya transaksional terwujud dalam beberapa hal. Misalnya, ketika orang akan menjadi presiden maka dia akan membayar partai politik. Termasuk calon gubernur, bupati, walikota. Padahal budaya transaksi ini menurut perundang-undangan tidak disepakati.

Transaksi ini berlanjut sampai kepada rakyat, sehingga rakyat diajak bertransaksi. Transaksi inilah yang berbahaya karena menyebabkan biaya yang tinggi pada pilkada.

Dampaknya, 296 bupati/walikota dari 500 lebih bupati dan walikota di seluruh Indonesia dipenjara karena persoalan hukum. Praktis 50 persen lebih mereka dipenjara.

“Dalam sebuah penelitian kami, untuk maju sebagai bupati atau walikota dibutuhkan sekitar 25 hingga 50 milyar. Ini konkrit, ini data,” bebernya.

System politik yang terbangun dengan transaksional ini memunculkan tokoh-tokoh berduit namun tak memiliki kompetensi kepemimpinan.

“Penyakit kedua budaya oligarki. Oligarki kekuasaan, turun temurun. Ini sudah kita lihat ketika SBY menyatakan tidak menginginkan monarki, dia mengkritik Sri Sultan, ternyata SBY memelihara itu hari ini, apa itu, ketika bicara konteks politik nasional, apa itu, tidak ada satu partai politik di dunia ini yang ketua umumnya itu ayahnya, sekjen-nya anaknya,” ungkap mantan anggota DPRD Madina ini.

Menurutnya, kondisi rakyat yang begitu marah kepada SBY selaku kepala negara, karena SBY dinilai gagal meneruskan apa yang dibuat Soekarno, Soeharto, BJ Habibi, Gus Dur dan Megawati.

Di tangan SBY, Indonesia menjadi negara yang konotasinya auto pilot, negara yang tanpa ada sopirnya pun tetap berjalan. Ini dinilainya berbahaya.

“Kenapa dibilang oligarki? Dia bicara bagaimana menteri untuk tidak berpolitik ketika di sidang kabinet. Tetapi pada sisi lain semua dirampok kembali sehingga jabatan sekjen, jabatan ketua umum, jabatan bendahara dikasih ke lingkungan keluarganya. Ini potret buram. Maka apapun ceritanya, Partai Demokrat sebagai pengusung presiden, orang melihat bahwa Indonesia sekarang makin suram di mata dunia,” sebut Razman.

Kondisi ini juga mejalar pada tataran penyaringan calon legislatif Partai Demokrat, dimana menurut Razman luar biasa nepotismenya. SBY selama ini dinilai sosok demokratis, bicaranya santun, tapi sekarang justru kebablasan.

“Penyakit ketiga,feodalisme. Feodalisme ini gayanya seperti Belanda, orang tidak lagi berfikir bagaimana memberikan kekuasaan kepada rakyat. Di dalam hati pemimpin itu harus ada rakyat, bukan di hati rakyat harus ada pemimpin,” lanjutnya.

Buktinya, kata Razman, ketika SBY dan Menteri SDM diberitahu harus ada upaya hemat BBM, keinginan menjadikan pemerintahan yang baik, keinginan hidup sederhana, keinginan memperkuat basis ekonomi kerakyatan, toh, pada saat yang bersamaan bupati dan walikota dalam prilakunya sehari-hari menggunakan 3 hingga 4 porades setiap hari.

“Ini pemborosan. Ini kotra produktif dengan yang didengung-dengungkan selama ini. Bahwa mereka bukan pada konteks pelayanan, tetapi dilayani,” katanya.

Peliput/editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi I DPRD Madina Akan Periksa SD Negeri 126 Gunung Baringin

    Komisi I DPRD Madina Akan Periksa SD Negeri 126 Gunung Baringin

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina), H.Dahler Nasution,SP menyatakan akan segera meninjau SD Negeri 126 Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur terkait adanya keluhan warga soal dugaan rendahnya kualitas pendidikan di sekolah itu. “Mungkin jika tak ada halangan, besok kami akan kunjungan kerja ke sekolah itu,” kata politisi PPP ini, […]

  • Kabut Asap di Langit Madina Kian Tebal

    Kabut Asap di Langit Madina Kian Tebal

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir asap menyelimuti wilayah Mandailing Natal (Madina). Dan sejak Rabu hingga hari ini Kamis (2-3/9) ketebalan asap kian meningkat. Pantauan Mandailing Online, Kamis (3/9), asap ini membuat warga resah. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat memakai masker saat melaju di jalanan. Sejauh ini data resmi belum diperoleh dari pemerintah […]

  • Mahasiswa Jangan Terkecoh Rayuan Calo

    Mahasiswa Jangan Terkecoh Rayuan Calo

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mahasiswa diminta berhati-hati, jangan tertipu calo untuk mendapatkan bewasiswa dari Pemkab Madina. “Proses seleksi ini sangat rentan dimamfaatkan dan dijadikan alat meraih keuntungan bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Madina M. Yasir Nasution, S.Pd, kemarin. Himbauan itu terkait masih berlangsungnya proses penyeleksian penerima beasiswa untuk mahasiswa berprestasi […]

  • Foto Prewedding, Apakah Boleh Dalam Islam?

    Foto Prewedding, Apakah Boleh Dalam Islam?

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Taqiyya Ativis dakwah/mompreneur, tinggal di Tapanuli Utara   Sudah tidak asing lagi bukan mendengar kata “Prewedding“? Prewedding mempunyai arti pranikah atau sebelum pernikahan. Laki-laki dan perempuan yang ingin menikah tak jarang mengabadikan momen sebelum nikah dengan acara foto yang disebut foto prewedding. Hal ini semakin menjadi trend di kalangan pasangan yang hendak menikah. […]

  • Ini Update Kondisi Warga Desa Aek Baru Julu Yang Diterjang Banjir Bandang

    Ini Update Kondisi Warga Desa Aek Baru Julu Yang Diterjang Banjir Bandang

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Kepala BPBD Mandailing Natal ( Madina ) Muksin Nasution memastikan, kondisi warga di Desa Aek Baru Julu, Kecamatan Batang Natal aman dari banjir bandang sungai aek baru Senin 13/11/2023. ” tim BPBD yang berada dilokasi telah melaporkan bahwa kondisi warga dipastikan telah aman, hanya satu rumah warga yang terendam banjir […]

  • Desa Sido Makmur Beri Penghargaan 27 Tokoh Transmigrasi

    Desa Sido Makmur Beri Penghargaan 27 Tokoh Transmigrasi

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Warga Desa Sido Makmur Kecamatan Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memberikan penghargaan kepada 27 tokoh-tokoh transmigrasi dan warga yang berjasa dalam membangun di desa tersebut. Demikian disampikan Kepala Desa Sido Makmur, Sudarno kepada wartawan, Selasa (23/4/2013) usai memberikan penghargaan. Salah satu yang mendapat penghargaan adalah Abu Hanifah yang berjasa dalam membina […]

expand_less