Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Indonesia pada perspektif terkini dihinggapi tiga penyakit yang mendasar. Yakni penyakit transaksional, oligarki dan feodalisme. Dan ini berimplikasi negatif kepada seluruh provinsi.

Dan sebanyak 296 bupati/walikota dari 500 lebih bupati dan walikota di seluruh Indonesia dipenjara karena persoalan hukum akibat budaya transaksional.

Demikian dinyatakan Direktur Eksekutif Indonesia Constitutional Watch yang juga calon angota DPR RI, Razman Arif Nasution,SH, S.Ag, MA, Ph.D dalam temu pers di sekretariat DPC Partai Gerindra Mandailing Natal, Panyabungan, Senin (1/7).

“Semuanya ditransaksi, semuanya dinilai dengan uang. You beri apa, aku beri apa. Untuk sesuatu komitmen tanpa uang, maka itu tak akan terwujud,” katanya.

Menurutnya, budaya transaksional terwujud dalam beberapa hal. Misalnya, ketika orang akan menjadi presiden maka dia akan membayar partai politik. Termasuk calon gubernur, bupati, walikota. Padahal budaya transaksi ini menurut perundang-undangan tidak disepakati.

Transaksi ini berlanjut sampai kepada rakyat, sehingga rakyat diajak bertransaksi. Transaksi inilah yang berbahaya karena menyebabkan biaya yang tinggi pada pilkada.

Dampaknya, 296 bupati/walikota dari 500 lebih bupati dan walikota di seluruh Indonesia dipenjara karena persoalan hukum. Praktis 50 persen lebih mereka dipenjara.

“Dalam sebuah penelitian kami, untuk maju sebagai bupati atau walikota dibutuhkan sekitar 25 hingga 50 milyar. Ini konkrit, ini data,” bebernya.

System politik yang terbangun dengan transaksional ini memunculkan tokoh-tokoh berduit namun tak memiliki kompetensi kepemimpinan.

“Penyakit kedua budaya oligarki. Oligarki kekuasaan, turun temurun. Ini sudah kita lihat ketika SBY menyatakan tidak menginginkan monarki, dia mengkritik Sri Sultan, ternyata SBY memelihara itu hari ini, apa itu, ketika bicara konteks politik nasional, apa itu, tidak ada satu partai politik di dunia ini yang ketua umumnya itu ayahnya, sekjen-nya anaknya,” ungkap mantan anggota DPRD Madina ini.

Menurutnya, kondisi rakyat yang begitu marah kepada SBY selaku kepala negara, karena SBY dinilai gagal meneruskan apa yang dibuat Soekarno, Soeharto, BJ Habibi, Gus Dur dan Megawati.

Di tangan SBY, Indonesia menjadi negara yang konotasinya auto pilot, negara yang tanpa ada sopirnya pun tetap berjalan. Ini dinilainya berbahaya.

“Kenapa dibilang oligarki? Dia bicara bagaimana menteri untuk tidak berpolitik ketika di sidang kabinet. Tetapi pada sisi lain semua dirampok kembali sehingga jabatan sekjen, jabatan ketua umum, jabatan bendahara dikasih ke lingkungan keluarganya. Ini potret buram. Maka apapun ceritanya, Partai Demokrat sebagai pengusung presiden, orang melihat bahwa Indonesia sekarang makin suram di mata dunia,” sebut Razman.

Kondisi ini juga mejalar pada tataran penyaringan calon legislatif Partai Demokrat, dimana menurut Razman luar biasa nepotismenya. SBY selama ini dinilai sosok demokratis, bicaranya santun, tapi sekarang justru kebablasan.

“Penyakit ketiga,feodalisme. Feodalisme ini gayanya seperti Belanda, orang tidak lagi berfikir bagaimana memberikan kekuasaan kepada rakyat. Di dalam hati pemimpin itu harus ada rakyat, bukan di hati rakyat harus ada pemimpin,” lanjutnya.

Buktinya, kata Razman, ketika SBY dan Menteri SDM diberitahu harus ada upaya hemat BBM, keinginan menjadikan pemerintahan yang baik, keinginan hidup sederhana, keinginan memperkuat basis ekonomi kerakyatan, toh, pada saat yang bersamaan bupati dan walikota dalam prilakunya sehari-hari menggunakan 3 hingga 4 porades setiap hari.

“Ini pemborosan. Ini kotra produktif dengan yang didengung-dengungkan selama ini. Bahwa mereka bukan pada konteks pelayanan, tetapi dilayani,” katanya.

Peliput/editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paya Bulan

    Paya Bulan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Paya Bulan pada pagi hari. Paya Bulan terletak di Kabupaten Mandailing Natal memiliki panorama yang teramat indah. Nyaris berada di sisi Jalan Lintas Sumatera, sehingga para turis sangat mudah menjangkau Paya Bulan. (foto: “Puli” Mauhammad Yunus)

  • Masyarakat 4 Kecamatan Minta Bupati Tapsel Jangan Hanya Pikirkan Sipirok

    Masyarakat 4 Kecamatan Minta Bupati Tapsel Jangan Hanya Pikirkan Sipirok

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Masyarakat empat kecamatan di Kabupaten Tapuli selatan masing-masing Batang Toru, Muara Batang Toru, Marancar, dan Batang Angkola meminta Bupati H. Syahrul M Pasaribu jangan hanya memikirkan kepentingan warga Kecamatan Sipirok. “Kami juga bagian dari Tapsel, namun kok Bupati sepertinya belakangan ini hanya sibuk memikirkan kritik yang timbul pasca penetapan lokasi perkantoran di Sipirok. […]

  • Rapim I PD Muhammadiyah "Berantas Miras dan Judi"

    Rapim I PD Muhammadiyah "Berantas Miras dan Judi"

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pihak terkait diminta memberantas berbagai penyakit sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, seperti perjudian, minuman keras (miras), peredaran narkoba serta perbuatan maksiat lainnya. Demikian rekomendasi Rapat pimpinan (Rapim) I Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tahun 2011 yang digelar di aula Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Minggu (10/4). Dalam Rapim tersebut, […]

  • Tak Hadir Saat Sertijab Kades, Camat Panyabungan Timur Akan Panggil Pj Kades

    Tak Hadir Saat Sertijab Kades, Camat Panyabungan Timur Akan Panggil Pj Kades

    • calendar_month Selasa, 7 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR( Mandailing Online )- Camat Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina) Rahmad Riski Ramadhan terlihat kecewa karena minimnya kehadiran Pj Kepala Desa saat pelaksanaan serah terima jabatan( Sertijab ) dari Pj Kades kepada Kepala Desa terpilih yang berlangsung di Aula Beringin Kantor Camat Panyabungan Timur, Selasa 7/11/2023. “saya kecewa, minimnya kehadiran para PJ Kepala […]

  • UMP Rp2,4 juta bisa di Sumut

    UMP Rp2,4 juta bisa di Sumut

    • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Keinginan buruh di Sumatera Utara untuk segera menikmati Upah Minimum Provinsi (UMP) di kisaran Rp2,4 juta tampaknya bisa terwujud pada 2013 mendatang. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Dewan Pengupahan Daerah Sumatera Utara segera melakukan pertemuan untuk membahas tuntutan buruh tersebut. Kita akan coba bicarakan nantinya Upah Minimum Provinsi (UMP) yang diusulkan para […]

  • Minimarket Indomaret Disegel Pemkab Madina

    Minimarket Indomaret Disegel Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Akibat tidak mempunyai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) PT Indomaret yang bertempat di Kelurahan Sipolu- Polu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di segel oleh pemkab Madina,  melalui  Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) yang di bantu oleh Satpol PP, Jumat (31/01).(hol)

expand_less