Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Bupati Madina Harus Bisa Jadikan BUMD Traktor PAD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal, Ir Aspan Sofyan Batubara MM harus memutar balik keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Madina sebagai perusahaan plat merah yang di biayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setiap tahun menjadi tractor Penghasilan Asli Daerah (PAD).

“BUMD Madina harus punya SOP (Standar Operasional Prosedur) dan punya pemimpin yang punya kualifikasi dan kemampuan dalam menjalankan perusahaan. Sebab sejak berdirinya Kabupaten Mandailing Natal selama 11 Tahun dengan terus mendapat kucuran dana APBD belum dapat memberikan deviden dan masih saja berinvestasi,” sebut Pengamat Ekonomi Madina Raden Saleh SE di Panyabungan, Minggu baru-baru ini.

Dikatakannya, Pemkab Madina harus melihat apa yang telah di hasilkan oleh BUMD miliknya selama ini. Mungkin terdapat segudang persoalan yang harus dirombak agar bias bekerja sesuai dengan tugasnya. BUMD harus mampu menghasilkan deviden terhadap daerah sehingga BUMD ini akan menjadi traktor PAD yang ikut membantu pembangunan Mandailing Natal.

“Pemkab Madina harus menghitung APBD Madina selama 11 tahun untuk menjadikan BUMD sebagai sarana untuk menghasilkan PAD sehingga harus ada timbale balik. Jangan uang rakyat tersebut hanyut begitu saja tanpa ada balasan, karena BUMD bertanggung jawab menghasilakan keuntungan bagi daerah,” sebutnya.

Menurutnya, BUMD yang diharapkan menopang PAD jauh dari harapan. Alih-alih untuk disetorkan ke kas, setiap tahun masih digelontorkan ratusan juta rupiah. Eksekutif dan legislative harus pokus dalam pengelolaan asset, melakukan inovasi dan kreatifitas meningkatkan PAD tanpa membebani uang rakyat yang akan meningkatkan APBD Madina.

“BUMD harus di kelola secara propesional, lazimnya seperti perusahaan yang menggunakan pendekatan korporasi. Bukan sebaliknya membebani APBD agar bermanfaat terhadap rakyat,” sebutnya.

Keberadaan BUMD harus di desain sama halnya seperti perusahaan swasta lainnya yakni dijalankan sesuai business to business agar bias untung, maju dan memberikan hasil kepada rakyat.

“Mengelolah BUMD gampang-gampang susah. Namun, faktor penentunya adalah manusia atau sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci faktor penentu maju mundurnya BUMD. Utamanya, manager yang ditunjuk pemerintah untuk mengelolah secara langsung.

Manager bersangkutan harus memiliki leadership atau enterpreneur yang baik serta terpecaya menentukan hitam diatas putih menjalankan BUMD. Intinya, dalam menjalankan penetapan harus diikuti dengan pemberian kewenangan yang luas sehingga manajemen bisa bekerja optimal,” sebutnya.

Keberadaan BUMD, selain meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), ke depan harus ada upaya-upaya kreatif dan inovatif setiap kepala daerah untuk menemukan sumber-sumber alternatif bagi pemasukan pelayanan publik yang optimal, yang sebagian besar diantaranya tidak ditampung di dalam pos-pos anggaran APBD.

“Kepala Daerah harus bias menciptakan pelaku usaha dan mendinamisasi dunia usaha bisa saja lewat kerjasama operasional (KSO) atau melakukan sinergi dengan perusahaan inti rakyat yang tersebar di Pantai Barat. Melalui strategi ini, keberadaan BUMD sangat mungkin dapat mengembangkan pertumbuhan dunia usaha di daerah ini,” katanya.

Menurutnya, BUMD yang sehat jangan dilupakan mengenai persoalan kepemimpinan (leadership). Mengapa faktor leadership menjadi penting karena persoalan kebijakan yang langsung ataupun tidak langsung melahirkan para pelaku usaha baru atau pemula. (man)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun ini Pemkab Madina Optimalisasi Sumber Sumber PAD 

    Tahun ini Pemkab Madina Optimalisasi Sumber Sumber PAD 

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal optimalisasi potensi sumber sumber PAD guna tingkatkan pendapatan. Di tahun 2025 target PAD Madina ditargetkan senilai Rp.187 Miliar lenih dari berbagai jenis pajak, retribusi, dan sumber pendapatan lainnya yang sah. Kata Dedek Ispensah selaku Kepala Bidang Pelayanan Perhitungan dan Penagihan Pajak […]

  • Komisi IIITinjau Proyek di Panyabungan Timur

    Komisi IIITinjau Proyek di Panyabungan Timur

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Komisi III DPRD Madina Kamis, 04 Desember 2014 melakukan peninjauan proyek yang dinilai bermasalah di Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal. (Hol)

  • Panwascam Se Madina Dilantik

    Panwascam Se Madina Dilantik

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ketua Panwaslu Madina Henri Ssos melantik Panwascam se Kabupaten Mandailing Natal, Senin (23/9) di sekretariat Panwaslu Madina, Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan.(mo/metro)

  • Raja-Raja Mandailing Bantah BPA Meninggal Dunia

    Raja-Raja Mandailing Bantah BPA Meninggal Dunia

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Para raja-raja yang ada di Mandailing Natal (Madina) tidak dapat menerima jika Badan Pemangku Adat (BPA) disebut telah meninggal dunia dan telah uzur serta tidak dapat lagi melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Itu dikatakan Ketua BPA Madina, Baginda Mangaraja Soaloon Nasution kepada wartawan,Senin (10/11) di Panyabungan. Disebutkannya, kalimat “telah meninggal dunia dan […]

  • USU Tak Masuk 10 Besar di Indonesia Versi Webometrics

    USU Tak Masuk 10 Besar di Indonesia Versi Webometrics

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Berdasarkan data Webometrics pada Januari 2015, Universitas Sumatera Utara (USU) tidak masuk dalam peringkat 10 besar perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Versi Webometrics, USU berada di peringkat 34. Tidak hanya kalah dengan perguruan tinggi di Jawa, USU peringkat USU juga lebih rendah dibanding sejumlah PT lainnya di Sumatera. Sementara untuk peringkat dunia, USU yang beralamat […]

  • Komisi B DPRD Sumut : PTPN 4 Wajib Kembalikan Lahan Rakyat di Batahan

    Komisi B DPRD Sumut : PTPN 4 Wajib Kembalikan Lahan Rakyat di Batahan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Komisi B DPRD Sumut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (13/7/2020) membahas konflik lahan 1.200 Ha milik KUD Pasar Baru Batahan. Lahan di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina) itu diduga dicaplok PTPN 4 dalam kurun 12 tahun. Komisi B DPR Sumut akhirnya merekomendasikan 2 hasil RDP itu. Diantaranya, pertama, meminta PTPN 4 mengembalikan izin lokasi seluas 1.200 Ha […]

expand_less