Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Harga Sayur Mayur di Madina Turun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2014
  • print Cetak


PANYABUNGAN (Mandailing Online)
– Dalam beberapa hari terakhir harga berbagai jenis sayuran di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami penurunan.

Penurunan antara Rp.500 hingga Rp.2.000/ ikat dan / kg. Pantauan wartawan di Pasar Baru Panyabungan, Rabu (26/3/2014) turunya harga diakibatkan menumpuknya pasokan pedagang.

“Harga sayuran turun, karena kita masih banyak memiliki stok sebab pembeli berkurang,” ujar Nurjannah seorang pedagang.

Jannah mengatakan, penyabab lain turunya harga berbagai sayuran tersebut diipengaruhi masih masa penen raya tanaman holtikultura sehingga barang banyak pembeli menurun tentu harga akan turun.

Selain itu, menurunnya pendapatan masyarakat akibat melorotnya harga karet juga mempengaruhi harga sayu-mayur.

Jenis sayuran yang harganya turun antara lain, tomat Rp.3.000/ Kg dari sebelumnya Rp.5.000/ Kg, Cabe Merah Rp.16.000/ Kg dari Rp.20.000/ Kg, Daun Ubi Rp.1.000/ ikat dari Rp.1.500/ ikat, Kacang Panjang Rp.1.000/ ikat dari Rp.1.500/ ikat.

“Memang merosotnya harga berbagai komiditi masyarakat seperti karet, kulit manis benar-benar berdampak terhadap kita sebagai pedagang. Akan tetapi jika harga kedua jenis hasil masyarakat sudah naik harga bisa naik lagi,” katanya.

Hal senada juga disampikan Hotmiah pedagang di pasar pagi Gunungtua, Panyabungan bahwa pasca turunnya harga berbagai sayuran ini dia tidak lagi memperoleh keuntungan yang bagus.

“Jika sutuasi seperti ini kita bisa mengalami kerugian, makanya untuk menyiasatinya agar tidak merugi tentu harga kita turunkan,” ucapnya.

Holmes petani tomat, kacang panjang juga membenarkan adanya penurunan harga sehingga untuk meraih laba yang memuaskan tidak lagi diperolehnya.

“Kita hanya menjual tomat Rp.2.000/Kg kepada pedagang, begitu juga dengan kacang panjang hanya Rp.500 sampai Rp.700/ ikat, padahal sebelumnya kita masih menjual tomat Rp.2.500 hingga Rp.3.000/ Kg. Kita hanya bisa pasrah menunggu pereknomian masyarakat membaik yang pada akhirnya harga sayuran juga akan naik,” harapnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana SP PKK Desa Sido Makmur 65 Juta

    Dana SP PKK Desa Sido Makmur 65 Juta

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Koperasi Serba Usaha yang didirikan kaum ibu melalui PKK Cempaka di Desa Sido Makmur, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) semakin maju dan menunjukan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat. Indikasi kemajuan itu berdasar jumlah modal usaha simpan pinjam yang sudah mencapai 65 juta rupiah. Saat didirikan beberapa tahun lalu, modalnya masih 550.000 […]

  • BKSDM Madina Goreng Anggaran 226,7 Persen Untuk Sertifikasi Kelembagaan dan Kompetensi Tahun 2026

    BKSDM Madina Goreng Anggaran 226,7 Persen Untuk Sertifikasi Kelembagaan dan Kompetensi Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Badan Kepegawaian dan Sumberdaya Manusia (BKSDM) Pemkab Mandailing Natal kembali menjadi sorotan publik setelah menganggarkan Rp.2.024.018.000 untuk sertifikasi kelembagaan pembangunan kompetensi manajerial dan fungsional tahun 2026. Angka ini merupakan kenaikan drastis 226,7% dari tahun 2025 yang hanya Rp.619.599.000. Dada yang diperoleh anggaran senilai Rp.2.024.018.000 di diskripsi untuk penilaian kopetensi untuk pimpinan jabatan tinggi pratama […]

  • Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 2)

    Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 2)

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Dahlan Batubara   Tambang emas yang dikelola rakyat di Hutabargot dan Nagajuang harus dipandang sebagai suatu lapangan kerja yang diciptakan oleh rakyat. Itu bukan lapangan kerja yang diciptakan negara. Dan, seharusnya pemerintah daerah sebagai instrumen negara di tingkat daerah sudah sejatinya berterimakasih kepada rakyat yang mampu menciptakan lapangan kerja. Bukankah pemerintah daerah […]

  • Tanpa Sapujagat

    Tanpa Sapujagat

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Er Gham Kok Malaysia bisa. Padahal masalahnya sama. ———————– Membaca komentar Er Gham di Disway Jumat lalu itu saya langsung menghubungi ahli satu ini: Prof Dr Hendri Saparini. Dia terkenal dalam urusan “menghadirkan kembali fungsi negara dan rakyat untuk menegakkan kedaulatan pangan Indonesia”. Dia bisa bicara fasih apa yang dilakukan oleh Malaysia. Dr Saparini […]

  • Penyebar Spanduk Pungli Harusnya Buktikan Secara Hukum, Bukan Opini

    Penyebar Spanduk Pungli Harusnya Buktikan Secara Hukum, Bukan Opini

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penasehat Hukum Pemkab Mandailing Natal (Madina) Nur Miswari, SH mengingatkan bahwa ruang publik tidak seharusnya digunakan untuk membangun opini tanpa landasan fakta yang valid. Itu dinyatakan Miswari mewakili Pemkab Madina menanggapi fenomena munculnya spanduk-spanduk bernada tudingan pungutan liar (pungli) dan desakan mundur terhadap kepala daerah di sejumlah titik strategis. Pemkab […]

  • Kebijakan Sertifikasi Guru Tak Meningkatkan Mutu, Uang Negara Triliyunan Terbuang

    Kebijakan Sertifikasi Guru Tak Meningkatkan Mutu, Uang Negara Triliyunan Terbuang

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        BATANG NATAL (Mandailing Onlne) – Program pendanaan terhadap guru bersertifikasi dinilai tak memiliki output fositif, bahkan negara dirugikan triliyunan rupiah, sebab antara guru yang bersertifikasi dengan guru non sertifikasi tak ada bedanya, masa jam mengajar tetap sama. Uang triliyunan yang dikucurkan kepada para guru sertifikasi ini pun menjadi semacam uang berfoya-foya ditengah tidak […]

expand_less