Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Harga Sayur Mayur di Madina Turun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2014
  • print Cetak


PANYABUNGAN (Mandailing Online)
– Dalam beberapa hari terakhir harga berbagai jenis sayuran di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami penurunan.

Penurunan antara Rp.500 hingga Rp.2.000/ ikat dan / kg. Pantauan wartawan di Pasar Baru Panyabungan, Rabu (26/3/2014) turunya harga diakibatkan menumpuknya pasokan pedagang.

“Harga sayuran turun, karena kita masih banyak memiliki stok sebab pembeli berkurang,” ujar Nurjannah seorang pedagang.

Jannah mengatakan, penyabab lain turunya harga berbagai sayuran tersebut diipengaruhi masih masa penen raya tanaman holtikultura sehingga barang banyak pembeli menurun tentu harga akan turun.

Selain itu, menurunnya pendapatan masyarakat akibat melorotnya harga karet juga mempengaruhi harga sayu-mayur.

Jenis sayuran yang harganya turun antara lain, tomat Rp.3.000/ Kg dari sebelumnya Rp.5.000/ Kg, Cabe Merah Rp.16.000/ Kg dari Rp.20.000/ Kg, Daun Ubi Rp.1.000/ ikat dari Rp.1.500/ ikat, Kacang Panjang Rp.1.000/ ikat dari Rp.1.500/ ikat.

“Memang merosotnya harga berbagai komiditi masyarakat seperti karet, kulit manis benar-benar berdampak terhadap kita sebagai pedagang. Akan tetapi jika harga kedua jenis hasil masyarakat sudah naik harga bisa naik lagi,” katanya.

Hal senada juga disampikan Hotmiah pedagang di pasar pagi Gunungtua, Panyabungan bahwa pasca turunnya harga berbagai sayuran ini dia tidak lagi memperoleh keuntungan yang bagus.

“Jika sutuasi seperti ini kita bisa mengalami kerugian, makanya untuk menyiasatinya agar tidak merugi tentu harga kita turunkan,” ucapnya.

Holmes petani tomat, kacang panjang juga membenarkan adanya penurunan harga sehingga untuk meraih laba yang memuaskan tidak lagi diperolehnya.

“Kita hanya menjual tomat Rp.2.000/Kg kepada pedagang, begitu juga dengan kacang panjang hanya Rp.500 sampai Rp.700/ ikat, padahal sebelumnya kita masih menjual tomat Rp.2.500 hingga Rp.3.000/ Kg. Kita hanya bisa pasrah menunggu pereknomian masyarakat membaik yang pada akhirnya harga sayuran juga akan naik,” harapnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banyak Desakan Produksi Film “Biola Namabugang 2”

    Banyak Desakan Produksi Film “Biola Namabugang 2”

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Film “Senandung Willeam” Butuh Setting Asli Tahun 1800-an Panyabungan (MO) – Sutradara film “Biola Na Mabugang”, Askolani Nasution, Jum’at (17/2) mengakui bahwa saat ini banyak desakan untuk lebih dulu meluncurkan film “Biola Namabugang II” dan membelakangkan produksi film film “Senandung Willeam”. Desakan itu berdasar banyaknya publik yang menunggu lanjutan kisah hidup Maliki dan Hanapi. Selain […]

  • Mendagri didesak nonaktifkan Bupati Madina

    Mendagri didesak nonaktifkan Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (DPP IMA Madina) hari ini menyurati Menteri Dalam Negeri ( Mendari) Gamawan Fauzi meminta agar Bupati Madina Hidayat Batubara yang saat ini dipenjarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur Jakarta terkait kasus suap segera di nonaktifkan. Menurut Ketua DPP IMA Madina Ahmad […]

  • Saipullah Minta Warga Laporkan ASN Terlibat Tambang Emas Ilegal

    Saipullah Minta Warga Laporkan ASN Terlibat Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )- Bupati Kabupaten Mandailing Natal, Saipullah Nasution meminta masyarakat melaporkan Aparatur Sipil Negara ( ASN ) yang terlibat dalam kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Hal ini diungkapkan Saipullah ketika dimintai keterangan terkait banyaknya ASN maupun honorer di Pemkab Madina yang terlibat baik sebagai penambang maupun sebagai donatur atau pendana. “Kita […]

  • Ribuan Teller Bank Bakal Menganggur

    Ribuan Teller Bank Bakal Menganggur

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Ribuan tenaga kerja outsourcing yang bekerja di sektor perbankan sebagai customer service (cs) dan teller saat ini masih belum jelas nasibnya. Pada 2013 mereka terancam menganggur dikarenakan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 13/52/PBI/2011 pada tanggal 9 Desember 2011 lalu. Peraturan tersebut melarang perbankan menggunakan jasa outsourcing untuk beberapa bidang inti pelayanannya yaitu customer […]

  • Keajaiban Zamzam di Mata Ilmuwan

    Keajaiban Zamzam di Mata Ilmuwan

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Seorang ilmuwan terkenal Jepang, Dr Masasro Imoto, pernah berkata, “Air zamzam memiliki beberapa keistimewan yang tidak tertandingi oleh air biasa.” Merujuk pada sejumlah kajian ilmiahnya terhadap air zamzam dengan teknik nano, ternyata hal itu tidak mampu mengubah karakteristiknya sedikit pun. Apabila setetes air zamzam dicampur ke dalam 1000 tetes air biasa, maka air tersebut akanmemiliki […]

  • Pemkab Madina Dinilai Gagal di Sektor Perikanan

    Pemkab Madina Dinilai Gagal di Sektor Perikanan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai gagal mengembangkan sektor perikanan di daerah ini. Padahal, berdasar luas lahan yang ada dan kondisi iklim Madina, sektor perikanan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. “Namun sampai saat ini, usia Madina sudah hampir 16 tahun, arah kesitu sepertinya belum ada. Kita bingung, sampai saat ini apa […]

expand_less