Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode

Jalan Muara Sipongi-Pakantan Kuabangan Kerbau

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • print Cetak

PAKANTAN (Mandailing Online) – Kerusakan jalan jalur Muara Sipongi-Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) beberapa bulan terakhir semakin parah.

Kondisi ini menyebabkan waktu tempuh dari Muara Sipongi ke Pakantan memakan waktu yang lebih lama, plus kina menyulitkan mobilisasi barang dan orang.

Pantauan di lapangan, Rabu (14/8/2013), hampir disepanjang jalan ini aspalnya semuanya sudah terkelupas, yang tersisa hanya batu-batu di badan jalan. Kondisi ini diperparah dengan parit jalan yang tidak terurus menyebabkan air masuk ke badan jalan. Akibatnya, air tergenang di badan jalan dengan membentuk kubangan kerbau.

Kerusakan jalan ini semakin lengkap karena di sepanjang jalan terdapat material tumpukan longsor yang jatuh dari bagian atas bukit kemudian menimpa badan jalan.

Material longsoran dibiarkan menumpuk di badan jalan sehingga mengganggu pengguna jalan. Selama ini daerah tersebut memang terkenal kawasan rawan longsor, hampir setiap hujan datang, sepanjang daerah ini akan mengalami longsor di beberapa titik.

Abdul Manap Lintang, salah seorang warga Pakantan mengatakan, kerusakan jalan Muara Sipiongi-Pakantan ini sudah berlangsung hampir lima tahun terakhir. Sejak saat itu, jalur ini tidak pernah diperbaiki sehingga menimbulkan kerusakan parah hampir di semua badan jalan.

“Lihat saja kondisinya, aspalnya sudah terkelupas, jalan ini tidak ubahnya kubangan kerbau. Padahal jalur ini merupakan satu-satunya akses bagi 3.000 warga Pakantan,“ ujarnya.

Dikatakannya, di musim penghujan, kawasan ini pasti longsor. Kalau longsor sudah terjadi, biasanya daerah Pakantan akan terisolir selama 2-3 hari disebabkan harus menunggu alat berat datang dari Panyabungan.

Kondisi ini tentunya akan berdampak kepada ekonomi warga, begitu juga bagi mereka yang tiap hari menggunakan jalan ini, seperti anak sekolah, pedagang, PNS dan lainnya.

Sedangkan Rahmadsyah Lubis. yang juga warga Pakantan mengharapkan agar pemerintah segera memeperbaiki jalan ini.

“Kita mengharapkan agar Pemkab Madina segera memperbaiki jalan ini, sebab keberadaannya sangat urgen bagi warga ke delapan desa di Kecamatan Pakantan. Jalan yang jaraknya sekitar 10 Km ini harus ditempuh dengan satu jam perjalan, bahkan lebih,” terangnya.

Saat ini warga Pakantan merasa seperti dianak-tirikan dengan kecamatan lainnnya yang ada di Madina. Makanya ada yang mewacanakan Pakantan akan bergabung dengan Sumatera Barat kalau Pemkab Madina tidak memperhatikan mereka.

“Sudah hampir lima tahun lebih warga merasakan buruknya infrastruktur jalan ini, namun sampai saat ini belum ada perhatian dari aparat terkait,” kata Rahmadsyah.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angka Bunuh Diri Generasi Tinggi, Apa Solusinya?

    Angka Bunuh Diri Generasi Tinggi, Apa Solusinya?

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Mahasiswa merupakan sosok intelektual dambaan umat. Tak sedikit masyarakat menumpukan harapannya di pundak mahasiswa. Mahasiswa seharusnya menjadi sosok yang segaris dengan harapan bangsa. Yakni menjadi insan cerdas nan mumpuni memberi solusi bagi umat. Namun, ditengah gempuran sekuler (pemisahan agama dengan kehidupan) terbentuklah pemuda yang lemah iman, mudah menyerah, putus asa, optimis, […]

  • Sungai Batang Gadis Mengamuk, Jalan Menuju Rambin Muara Siambak Putus

    Sungai Batang Gadis Mengamuk, Jalan Menuju Rambin Muara Siambak Putus

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis meluap, Jum’at (22/5) menyebabkan satu unit titi gantung di titik Desa Muara Siambak, Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) rusak berat. Terjangan arus sungai juga menghanyutkan memutuskan badan jalan menuju titi gantung sepanjang tiga meter. Pantauan wartawan, jalan menuju titi gantung berubah menjadi aliran sungai. Sedangkan bagian tiang yang […]

  • Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kinahrejo terlihat lunglai. Desa yang biasanya begitu hijau kini telah layu. Rumah-rumah porak poranda, pohon-tanaman bertumbangan, hewan ternak teronggok tak bernyawa. Sejauh mata memandang, seluruh desa itu bersepuh debu vulkanik. Bangunan masjid terlihat masih berdiri. Di dekatnya, bangunan rumah telah hancur. Di antara puing-puing kayu bangunan itu, sesosok tubuh berhasil ditemukan rombongan tim SAR. Tubuh […]

  • Atika Bawa Warga Sopobatu Berobat ke RSU Panyabungan

    Atika Bawa Warga Sopobatu Berobat ke RSU Panyabungan

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai kunjungan ke Desa Sopobatu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) calon wakil bupati nomor urut 2 Atika Azmi Utammi Nasution membawa warga berobat ke RSU Panyabungan. Atika awalnya berangkat ke Desa Sopobatu untuk menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu. Dara kelahiran 1993 itu bahkan rela mengandarai sepeda motor […]

  • Kabel Listrik Menjalar di Tanah

    Kabel Listrik Menjalar di Tanah

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Kabel listrik di sekitar Kantor Kehutanan Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menjalar di tanah dan ujung kabelnya yang telanjang berada di rerumputan. Kondisi ini dikhawatirkan mengundang bahaya. Pantauan METRO, Senin (22/11), di lokasi perkantoran Kehutanan di wilayah Aek Latong, satu unit gedung terlihat rata dengan tanah akibat terbakar beberapa bulan lalu, […]

  • Harga Bawang Merah Membuat Gerah

    Harga Bawang Merah Membuat Gerah

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Medan Johor Para ibu kembali dibuat gerah dengan kenaikan harga bahan pokok, terutama bawang, cabai, gula dan telur ayam mengalami tren kenaikan. Namun, dalam sistem ekonomi kapitalis sekuler saat ini tidak heran jika harga bahan pokok dipermainkan di pasar, sebab para pengusaha dan penguasa oligarki pun mencari kesempatan untuk mencari […]

expand_less