Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Jalan Muara Sipongi-Pakantan Kuabangan Kerbau

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • print Cetak

PAKANTAN (Mandailing Online) – Kerusakan jalan jalur Muara Sipongi-Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) beberapa bulan terakhir semakin parah.

Kondisi ini menyebabkan waktu tempuh dari Muara Sipongi ke Pakantan memakan waktu yang lebih lama, plus kina menyulitkan mobilisasi barang dan orang.

Pantauan di lapangan, Rabu (14/8/2013), hampir disepanjang jalan ini aspalnya semuanya sudah terkelupas, yang tersisa hanya batu-batu di badan jalan. Kondisi ini diperparah dengan parit jalan yang tidak terurus menyebabkan air masuk ke badan jalan. Akibatnya, air tergenang di badan jalan dengan membentuk kubangan kerbau.

Kerusakan jalan ini semakin lengkap karena di sepanjang jalan terdapat material tumpukan longsor yang jatuh dari bagian atas bukit kemudian menimpa badan jalan.

Material longsoran dibiarkan menumpuk di badan jalan sehingga mengganggu pengguna jalan. Selama ini daerah tersebut memang terkenal kawasan rawan longsor, hampir setiap hujan datang, sepanjang daerah ini akan mengalami longsor di beberapa titik.

Abdul Manap Lintang, salah seorang warga Pakantan mengatakan, kerusakan jalan Muara Sipiongi-Pakantan ini sudah berlangsung hampir lima tahun terakhir. Sejak saat itu, jalur ini tidak pernah diperbaiki sehingga menimbulkan kerusakan parah hampir di semua badan jalan.

“Lihat saja kondisinya, aspalnya sudah terkelupas, jalan ini tidak ubahnya kubangan kerbau. Padahal jalur ini merupakan satu-satunya akses bagi 3.000 warga Pakantan,“ ujarnya.

Dikatakannya, di musim penghujan, kawasan ini pasti longsor. Kalau longsor sudah terjadi, biasanya daerah Pakantan akan terisolir selama 2-3 hari disebabkan harus menunggu alat berat datang dari Panyabungan.

Kondisi ini tentunya akan berdampak kepada ekonomi warga, begitu juga bagi mereka yang tiap hari menggunakan jalan ini, seperti anak sekolah, pedagang, PNS dan lainnya.

Sedangkan Rahmadsyah Lubis. yang juga warga Pakantan mengharapkan agar pemerintah segera memeperbaiki jalan ini.

“Kita mengharapkan agar Pemkab Madina segera memperbaiki jalan ini, sebab keberadaannya sangat urgen bagi warga ke delapan desa di Kecamatan Pakantan. Jalan yang jaraknya sekitar 10 Km ini harus ditempuh dengan satu jam perjalan, bahkan lebih,” terangnya.

Saat ini warga Pakantan merasa seperti dianak-tirikan dengan kecamatan lainnnya yang ada di Madina. Makanya ada yang mewacanakan Pakantan akan bergabung dengan Sumatera Barat kalau Pemkab Madina tidak memperhatikan mereka.

“Sudah hampir lima tahun lebih warga merasakan buruknya infrastruktur jalan ini, namun sampai saat ini belum ada perhatian dari aparat terkait,” kata Rahmadsyah.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Diminta Tuntaskan Desa Tertinggal

    Bupati Diminta Tuntaskan Desa Tertinggal

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS- Bupati Kabupaten Padang Lawas (Palas), Basyrah Lubis SH diminta menuntaskan persoalan desa tertinggal, karena Kabupaten Palas merupakan nomor 2 desa tertinggal di Sumut. Ketua Generasi Muda Peduli Pembangunan Palas, Husni Mubarrok Nasution mengatakan, Bupati sudah seharusnya membangun mulai dari desa terpelosok, bukan dengan membangun mulai dari pusat kota kabupaten, mengingat 2 tahun kepemimpinan Basyrah […]

  • Gubsu lantik pejabat Bupati Madina

    Gubsu lantik pejabat Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin melantik Aspan Sofian Batubara yang sebelumnya bertugas sebagai kepala Dinas Perkebunan Sumut, menjadi Penjabat Bupati Mandailing Natal. Pelantikan Penjabat Bupati Mandailing Natal yang dilaksanakan di Aula Martabe Pemprov Sumut di Medan, hari ini, dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.12-683 Tahun 2010. Dalam amanatnya Gubernur Syamsul Arifin mengatakan, […]

  • Pembunuhan di Janji Matogu : Istri Pakai Parang, Suami Pakai Martil

    Pembunuhan di Janji Matogu : Istri Pakai Parang, Suami Pakai Martil

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Polres Madina melaksanakan rekonstruksi ulang tragedi pembunuhan di Desa Janji Matogu, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina), Selasa (29/8/2017). Rekonstruksi dipimpin Kapolres Madina, AKBP Martry Sonni. Hadir penasehat hukum tersangka, Ridwan Rangkuti, SH.MH. Peristiwa itu terjadi pada 2 Agustus 2017, dimana DS (40) diduga membunuh istrinya Dewi Huatagalung (35) […]

  • Kasus Dugaan Korupsi TPAPD

    Kasus Dugaan Korupsi TPAPD

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengacara Ajukan Eksepsi, Sidang Ditunda SIDIMPUAN-; Sidang dugaan korupsi Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Pemkab Tapanuli Selatan tahun 2005 sebesar Rp1.590.944.500 yang seyogianya digelar Kamis (28/10), ditunda hingga Kamis (4/11) mendatang. Penundaan sidang dengan terdakwa mantan Pemegang Kas Sekretariat Kantor Bupati Tapsel, Amrin Tambunan ini dikarenakan pengacara terdakwa mengajukan eksepsi kepada majelis hakim. Sidang […]

  • Waralaba Khas Mandailing

    Waralaba Khas Mandailing

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Selama ini Mandailing terlalu lama berdiri di ujung rantai ekonomi: menanam, memetik, mengolah, lalu menjual murah. Sementara keuntungan besar justru sering dinikmati mereka yang datang belakangan: pemilik merek, pemilik jaringan, pemilik sistem, dan pemilik cerita. Kopi Mandailing tumbuh dari tanah pegunungan. Tetapi nilai paling mahalnya sering muncul setelah: * […]

  • Golkar Tak Khawatirkan Hak Angket Pajak

    Golkar Tak Khawatirkan Hak Angket Pajak

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Politisi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, mengaku heran dengan para politisi DPR yang mencabut dukungannya dalam usulan hak angket pajak yang sedang bergulir di parlemen. Partai Golkar, kata Priyo, tidak merasa khawatir dengan adanya usulan hak angket mafia pajak tersebut. Padahal, ia melanjutkan, semula Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie disebut-sebut berkaitan dengan […]

expand_less