Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

DPRD Madina Gagal Agendakan Naga Juang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Apr 2013
  • print Cetak

pertemuan 010413
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rapat dengar pendapat membahas kasus Naga Juang gagal dilaksanakan DPRD yang sejatinya dilaksanakan pada Senin (01/04/2013 sesuai janji pimpinan DPRD Madina As Imran Khaitamy dan Fakrizal Efendi Nasutioan kepada masyarakat Naga Juang.

Rapat itu beragenda meminta keterangan pihak muspida serta pihak PT. Sorikmas Mining (SM) serta masyarakat dalam rangka mencari format solusi persoalan antara warga Kecamatan Naga Juang dengan PT. SM terkait lahan pertambangan emas.

Informasi yang berkembang di DPRD Madina, kegagalan hari Senin itu akibat sejumlah fraksi enggan membuat persetujuan pelaksanaan rapat dengar pendapat, karena agenda tersebut memiliki nuansa kepentingan kelompok di DPRD Madina, bukan perbaikan nasib warga Naga Juang.

Keengganan sejumlah fraksi ini menyebabkan pihak sekretariat DPRD Madina kesulitan melakukan proses pengagendaan dan menerbitkan undangan rapat dengar pendapat itu.

Alhasil, pihak yang datang ke DPRD Madina hari itu hanya perwakilan masyarakat Naga Juang dan Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dari unsur pemkab. Sementara pihak muspida lainnya serta komisi-komisi di DPRD tidak hadir.

Sementara itu, Ketua DPRD Madina As Imran Khatamy Daulay dihadapan warga menyatakan bahwa pihak sekretariat sudah akan menerbitkan undangan, tapi sekretaris dewan belum juga menerbitkan.

“Alasan beliau karena belum berkoordinasi dengan pimpinan fraksi, memang benar. Tetapi hal ini harus sedemikian rupa, karena sifatnya urgen, persoalan ini menyangkut orang banyak,” katanya.

“Kita tidak ada maksud untuk memanfaatkan kepentingan tertentu, kita sejak awal sudah respek tentang persoalan masyarakat ini,” kata As Imran.

Sementara itu, pihak warga menyatakan bahwa harus ada kepastian jadwal ulang. Oleh karenanya mereka meminta pihak DPRD memastikan kapan rapat akan diselenggarakan dan agar seluruh pihak yang terkait dalam masalah harus hadir dalam rapat dengar pendapat itu nantinya.

Berdasar kordinasi antara DPRD, masyarakat dengan pemkab Madina direncanakan jadwal rapat akan dilakukan pada tanggal 5 April. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 12)

    MARSIDAO-DAO (episode 12)

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Imada, les adong ma dungkap-dungkap ni balanjo. Dungi, 35.000 utiop dope ambaen tambang tu Huraba. Harana adong angan-angan ni ami nangkan kehe marsidao-dao tu Huraba ancogot,” ning Si Imran. “Bo, maua ma langa saba i sadun,” ning Si Siti. “Dompak manyabi rupana maso on. Pala ngada dapot ancogot pangomoan […]

  • Polisi Fokus Kejar Aktor Intlektual Kerusuhan Mompang Julu

    Polisi Fokus Kejar Aktor Intlektual Kerusuhan Mompang Julu

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah menangkap 20 tersangka kasus rusuh Mompang Julu, kini polisi fokus memburu aktor intlektualnya. Aparat kepolisian terus melakukan pencarian terhadap tersangka termasuk aktor intelektual pada aksi demo Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berujung ricuh dan pembakaran dua unit mobil dan satu sepeda motor di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara […]

  • Buntut Penikaman dan Penembakan Usai Kibotan

    Buntut Penikaman dan Penembakan Usai Kibotan

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Serahkan 28 Senjata Warga Hutatua di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, mengibarkan bendera putih pasca kisruh dengan desa tetangga saat acara kibotan dan penggerebekan ladang ganja. Sedikitnya 28 senapan rakitan dan 12 butir peluruh timah diserahkan kepada polisi. (foto ridwan lubis) SERAHKAN SENJATA: Warga Hutatua, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, menyerahkan 28 pucuk senjata api rakitan […]

  • Monument Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

    Monument Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Rencana Pembangunan Monument Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution (lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma […]

  • Papua Kelaparan Ditengah Gemilang Kekayaan Para Kapital

    Papua Kelaparan Ditengah Gemilang Kekayaan Para Kapital

    • calendar_month Kamis, 10 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Yuni Yartina Aktivis Muslimah Papua, ujung negeri yang saat ini tengah berkonflik dengan adanya KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) masih harus menambah penderitaan. Enam orang dikabarkan meninggal akibat kelaparan. Khususnya menimpa wilayah Distrik Lambewi dan Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dampak dari adanya badai El-Nino mempengaruhi produktivitas panen. Masyarakat di daerah yang terdampak akhirnya […]

  • Barisan Raja Menguat Wujudkan Konsep Patujoloon Mandailing

    Barisan Raja Menguat Wujudkan Konsep Patujoloon Mandailing

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Raja-raja di Mandailing semakin menguatkan barisan dalam mewujudkan gagasan Patujoloon Mandailing, suatu konsep “standar baru kemajuan daerah”. Patujoloon Mandailing ini dipandang sebagai kerangka universal untuk menjawab kondisi Mandailing Natal (Madina) yang saat ini sedang juga-jage, jumarampar, jumarorap, suatu keadaan yang terus-terusan menghadapi permasalahan besar dan sangat kompleks. Hal itu terungkap pada […]

expand_less