Selasa, 11 Agu 2026
light_mode

Buntut Penikaman dan Penembakan Usai Kibotan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 23 Sep 2011
  • print Cetak

Warga Serahkan 28 Senjata
Warga Hutatua di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, mengibarkan bendera putih pasca kisruh dengan desa tetangga saat acara kibotan dan penggerebekan ladang ganja. Sedikitnya 28 senapan rakitan dan 12 butir peluruh timah diserahkan kepada polisi.
(foto ridwan lubis)
SERAHKAN SENJATA: Warga Hutatua, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, menyerahkan 28 pucuk senjata api rakitan jenis senapan kepada polisi.
Kepala Desa Hutatua Mahlil didampingi beberapa tokoh masyarakat mendatangi Mapolres Madina, di Jalan Bhayangkari Panyabungan. Mereka membawa 28 pucuk senjata api rakitan, jenis senapan angin dan senapan locot plus 12 butir peluru timah, Selasa (20/9) sekitar pukul 17.00 WIB.
Mahlil saat dihubungi METRO, Rabu (21/9), menyebutkan, penyerahan senjata api ini dilakukan atas kesadaran sendiri. Pasca bentrok dengan warga desa lain, seluruh masyarakat merasa terbebani dan dihantui dengan tudingan yang menyebutkan warga Hutatua tipikal arogan.
“Atas dasar itu lah, seluruh warga sepakat untuk membantu polisi dalam hal pencarian pelaku pembacokan dan penembakan. Hasil musyawarah yang telah beberapa kali kami lakukan, seluruh warga juga sepakat menyerahkan senjata api yang dimiliki dengan catatan agar tidak ditindak oleh polisi. Sebab, senjata api rakitan itu hanya untuk alat berburu dan pengamanan saat bekerja,” beber Mahlil
Diakuinya, awalnya warga segan menyerahkan senjata api rakitan milik masing-masing. Mereka khawatir dikaitkan dengan pelaku penembakan dan pembacokan. Senjata api itu digunakan hanya untuk pengamanan berusaha. Pasalnya, Desa Hutatua ini berada tepat di tengah-tengah hutan. Dan, sebagian besar warganya berkebun di hutan.
“Namun seluruh warga sepakat untuk membantu polisi dan siap mematuhi hukum. Kami berhasil mengumpulkan 28 pucuk senjata api ini, meskipun kami tahu masih ada sejumlah warga yang belum menyerahkan. Dan, kami memberikan tenggat waktu kepada warga agar menyerahkannya paling lambat Jumat (23/9). Sejauh ini warga sangat terbebani mental dan moral atas kejadian itu hanya karena tindakan beberapa orang saja,” tambahnya
Sementara itu, Wakapolres Madina Kompol Haryatmoko Sik didampingi Kasat Reskrim AKP SM Siregar, mengatakan, polisi telah menyita 28 pucuk senjata api rakitan dengan rincian senjata laras panjang 15 pucuk dan laras pendek sebanyak 13 pucuk serta 12 butir peluru yang terbuat dari timah,
“Senjata api rakitan ini semuanya diserahkan langsung oleh warga, tokoh masyarakat dan Kepala Desa Hutatua, yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak Polres Madina,” sebutnya
Dikatakannya, penyerahan senjata rakitan ini dilakukan masyarakat dengan kepedulian dan kesadaran masayarakat sendiri. Selama ini, senjata Rakitan ini diduga dipergunakan masyarakat untuk menjaga kebun ladang ganja dan mengawal ganja yang akan dijual.
Dilanjutkannya, penyerahan senjata api ini diawali dengan peristiwa pembacokan dan penembakan yang terjadi di Gunung Baringin 2 pekan lalu, usai kejadian itu kades mendatangi Polres Madina dan menyatakan seluruh warga siap membantu tugas kepolisian dengan permintaan agar masyarakat pemilik senjata jangan ditindak karena senjata itu digunakan hanya sebagai alat pengamanan diri di hutan.
“Waktu kades datang ke Mapolres, Kapolres saat itu bilang kalau memang masyarakat mau bekerja sama dengan menyerahkan senjata api tidak akan ditindak kecuali terbukti bersalah dalam kasus penembakan dan pembacokan,” tambahnya. (wan)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT. Inanta Jangan Diberi Izin

    PT. Inanta Jangan Diberi Izin

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Bupati Madina Hidayat Batubara diminta tegas, jangan memberikan izin kepada PT. Inanta karena dinilai akan membawa bencana kepada masyarakat sekitar Kecamatan Batang Natal. Kordintor ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) wilayah Sumut dan NAD, Syahrir Nasution SE kepada Mandailing Online melalui telpon selulernya, Selasa (14/2) menyatakan, lokasi yang diminta PT Inanta berlokasi pada […]

  • PT SMGP Diminta Jaga Harmonisasi dengan Masyarakat

    PT SMGP Diminta Jaga Harmonisasi dengan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT SMGP diminta untuk menjaga harmonisasi dengan masyarakat di wilayah kerja perusahaan (WKP) dengan melakukan berbagai langkah yang tepat dan tidak buru-buru mengklaim setiap permasalahan yang terjadi. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) saat mengikuti rapat investigasi lapangan terkait dugaan kebocoran gas yang mengakibatkan puluhan warga Desa Sibanggor dilarikan […]

  • Warga Tuntut Ketua DPRD Tapanuli Tengah Mundur

    Warga Tuntut Ketua DPRD Tapanuli Tengah Mundur

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapanuli Tengah: Unjuk rasa warga yang tergabung dalam Forum Lampu Merah (FLM) Pandan di depan Gedung DPRD Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Senin (25/10), diwarnai keributan. Kericuhan terjadi saat pendemo mendorong pagar kantor DPRD karena tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung. Petugas Satpol PP bersikeras tidak memasukkan para demonstran meski turun hujan. Salah satu ketua anggota […]

  • DPRD Madina Minta Audit Investigatif Defisit Keuangan

    DPRD Madina Minta Audit Investigatif Defisit Keuangan

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Enam fraksi di DPRD Mandailing Natal (Madina) mengusulkan dilakukan audit investigatif oleh BPK terkait terjadinya defisit keuangan pemkab tahun anggaran 2010. Hal tersebut disampaikan dalam pandangan fraksi-fraksi pada sidang paripurna pengesahaan Perubahan APBD 2010 yang dipimpin Ketua DPRD As Imran Khatamy Daulay SH dan dihadiri Pj Bupati Aspan Sopian Batubara, di gedung dewan, Panyabungan, […]

  • Pengrajin Kolang Kaling Mulai Menggeliat

    Pengrajin Kolang Kaling Mulai Menggeliat

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang bulan Ramadhan, para pengrajin kolang kaling di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai meningkatkan produksi. Pantauan di Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, kaum perempuan mulai disibukkan membuat kolang kaling untuk dijual kepada pedagang pengumpul. Pengrajin musiman juga terlihat aktif. Pekerjaan musiman ini memang hampir dilakoni banyak warga di desa itu. Sementara kaum […]

  • Tak Beraturan, Spanduk Bikin Inti Kota Semrawut

    Tak Beraturan, Spanduk Bikin Inti Kota Semrawut

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Hampir di sepanjang jalan di Sibuhuan banyak spanduk terpasang tidak beraturan. Spanduk yang bertebaran dengan berbagai merk dan ukuran tersebut tampak semrawut ketika melewati inti kota pemerintahan Kabupaten Palas. Artinya, belum ada ketegasan Pemkab Palas akan ketentuan tata tertib pemasangan spanduk di sepanjang jalan. Hanya terkesan asal pasang sesuka hati. Mahmud Ramadan Harahap, […]

expand_less