Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Buntut Penikaman dan Penembakan Usai Kibotan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 23 Sep 2011
  • print Cetak

Warga Serahkan 28 Senjata
Warga Hutatua di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, mengibarkan bendera putih pasca kisruh dengan desa tetangga saat acara kibotan dan penggerebekan ladang ganja. Sedikitnya 28 senapan rakitan dan 12 butir peluruh timah diserahkan kepada polisi.
(foto ridwan lubis)
SERAHKAN SENJATA: Warga Hutatua, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, menyerahkan 28 pucuk senjata api rakitan jenis senapan kepada polisi.
Kepala Desa Hutatua Mahlil didampingi beberapa tokoh masyarakat mendatangi Mapolres Madina, di Jalan Bhayangkari Panyabungan. Mereka membawa 28 pucuk senjata api rakitan, jenis senapan angin dan senapan locot plus 12 butir peluru timah, Selasa (20/9) sekitar pukul 17.00 WIB.
Mahlil saat dihubungi METRO, Rabu (21/9), menyebutkan, penyerahan senjata api ini dilakukan atas kesadaran sendiri. Pasca bentrok dengan warga desa lain, seluruh masyarakat merasa terbebani dan dihantui dengan tudingan yang menyebutkan warga Hutatua tipikal arogan.
“Atas dasar itu lah, seluruh warga sepakat untuk membantu polisi dalam hal pencarian pelaku pembacokan dan penembakan. Hasil musyawarah yang telah beberapa kali kami lakukan, seluruh warga juga sepakat menyerahkan senjata api yang dimiliki dengan catatan agar tidak ditindak oleh polisi. Sebab, senjata api rakitan itu hanya untuk alat berburu dan pengamanan saat bekerja,” beber Mahlil
Diakuinya, awalnya warga segan menyerahkan senjata api rakitan milik masing-masing. Mereka khawatir dikaitkan dengan pelaku penembakan dan pembacokan. Senjata api itu digunakan hanya untuk pengamanan berusaha. Pasalnya, Desa Hutatua ini berada tepat di tengah-tengah hutan. Dan, sebagian besar warganya berkebun di hutan.
“Namun seluruh warga sepakat untuk membantu polisi dan siap mematuhi hukum. Kami berhasil mengumpulkan 28 pucuk senjata api ini, meskipun kami tahu masih ada sejumlah warga yang belum menyerahkan. Dan, kami memberikan tenggat waktu kepada warga agar menyerahkannya paling lambat Jumat (23/9). Sejauh ini warga sangat terbebani mental dan moral atas kejadian itu hanya karena tindakan beberapa orang saja,” tambahnya
Sementara itu, Wakapolres Madina Kompol Haryatmoko Sik didampingi Kasat Reskrim AKP SM Siregar, mengatakan, polisi telah menyita 28 pucuk senjata api rakitan dengan rincian senjata laras panjang 15 pucuk dan laras pendek sebanyak 13 pucuk serta 12 butir peluru yang terbuat dari timah,
“Senjata api rakitan ini semuanya diserahkan langsung oleh warga, tokoh masyarakat dan Kepala Desa Hutatua, yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak Polres Madina,” sebutnya
Dikatakannya, penyerahan senjata rakitan ini dilakukan masyarakat dengan kepedulian dan kesadaran masayarakat sendiri. Selama ini, senjata Rakitan ini diduga dipergunakan masyarakat untuk menjaga kebun ladang ganja dan mengawal ganja yang akan dijual.
Dilanjutkannya, penyerahan senjata api ini diawali dengan peristiwa pembacokan dan penembakan yang terjadi di Gunung Baringin 2 pekan lalu, usai kejadian itu kades mendatangi Polres Madina dan menyatakan seluruh warga siap membantu tugas kepolisian dengan permintaan agar masyarakat pemilik senjata jangan ditindak karena senjata itu digunakan hanya sebagai alat pengamanan diri di hutan.
“Waktu kades datang ke Mapolres, Kapolres saat itu bilang kalau memang masyarakat mau bekerja sama dengan menyerahkan senjata api tidak akan ditindak kecuali terbukti bersalah dalam kasus penembakan dan pembacokan,” tambahnya. (wan)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KMP Demo ke Kementerian ESDM, Pertanyakan Akuisisi Saham PT SMGP

    KMP Demo ke Kementerian ESDM, Pertanyakan Akuisisi Saham PT SMGP

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Komunitas Mandailing Perantauan (KMP), Rabu (18/5/2016) berunjuk rasa ke Kementerian ESDM, mempertanyakan akuisisi 100 persen PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) kepada KS Orka Renewables Pte Ltd Singapura (KS Orka) April 2016. PT. SMGP selama ini melakukan eksplorasi pertambangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kabuapten Mandailing Natal (Madina). Membawa […]

  • Madung Marbalun-Balun Boto Angkang Tururaan

    Madung Marbalun-Balun Boto Angkang Tururaan

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sangajo natangkang boto parmainanon, palan-palan songoni iresek-reseki amantai, mulo-muona irampingkonia, sapala ipainte ia santongkin mangolu-olu osa, hasidunganna itunjangkonia boto marbalun-balun doma jabatna tururaan, mangkasarbing gurung-gurungi songon gurung-gurung ni gulaen panyargutan ni borang. Anggoon madung osah pandokon ni halak Padang Bolah, nabahatan boto halak-halak nasalolot naon naraja parroa, nabeteng pangecek, nalandit songon bolut naigomukan, sapala bangkit […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 4)

    MARSIDAO-DAO (episode 4)

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Andos dope torang niari i, ma tarbege sora ni kuhuran ni Si Siti tingon dapur ni bagas i, marsitune-tunean dohot sora ni tarahim tingon masojid, ima namaraek kotu Subuh. Gamok-gamok dope ilala ia mata nia namangkuhuri. Alaklai nia si Imran les namodom dope i amparan parpodoman ni alai i […]

  • Majalah Charlie Hebdo Kembali Bikin Heboh, Bukti Demokrasi  Barat Itu Bobrok!

    Majalah Charlie Hebdo Kembali Bikin Heboh, Bukti Demokrasi Barat Itu Bobrok!

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pencetakan ulang kartun Nabi Muhammad oleh majalah Prancis, Charlie Hebdo, menuai kecaman dari puluhan ribu orang di seluruh Pakistan. Dalam aksi protes, Jumat (4/9/2020), warga Pakistan menyerukan boikot produk dari Prancis. Aksi protes itu digagas oleh partai islam garis keras Pakistan, Tehreek-e-Laibak Pakistan (TLP). Selain di […]

  • “Mayat” Ikut Mencoblos Pilkada Madina di Banjar Lancat

    “Mayat” Ikut Mencoblos Pilkada Madina di Banjar Lancat

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Borok Pilkada Mandailing Natal (Madina) 2020 terus bermunculan. Di Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina seorang yang sudah meninggal dunia dipastikan “ikut” mencobolos. “Jenazah” yang ikut mencoblos itu bernama Rohan dan tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) TPS-002 Desa Banjar Lancat. Rohan mengembuskan nafas terakhir pada usia 59 tahun […]

  • Curah Hujan Tinggi Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Curah Hujan Tinggi Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun. Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan di […]

expand_less