Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Buntut Penikaman dan Penembakan Usai Kibotan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 23 Sep 2011
  • print Cetak

Warga Serahkan 28 Senjata
Warga Hutatua di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, mengibarkan bendera putih pasca kisruh dengan desa tetangga saat acara kibotan dan penggerebekan ladang ganja. Sedikitnya 28 senapan rakitan dan 12 butir peluruh timah diserahkan kepada polisi.
(foto ridwan lubis)
SERAHKAN SENJATA: Warga Hutatua, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, menyerahkan 28 pucuk senjata api rakitan jenis senapan kepada polisi.
Kepala Desa Hutatua Mahlil didampingi beberapa tokoh masyarakat mendatangi Mapolres Madina, di Jalan Bhayangkari Panyabungan. Mereka membawa 28 pucuk senjata api rakitan, jenis senapan angin dan senapan locot plus 12 butir peluru timah, Selasa (20/9) sekitar pukul 17.00 WIB.
Mahlil saat dihubungi METRO, Rabu (21/9), menyebutkan, penyerahan senjata api ini dilakukan atas kesadaran sendiri. Pasca bentrok dengan warga desa lain, seluruh masyarakat merasa terbebani dan dihantui dengan tudingan yang menyebutkan warga Hutatua tipikal arogan.
“Atas dasar itu lah, seluruh warga sepakat untuk membantu polisi dalam hal pencarian pelaku pembacokan dan penembakan. Hasil musyawarah yang telah beberapa kali kami lakukan, seluruh warga juga sepakat menyerahkan senjata api yang dimiliki dengan catatan agar tidak ditindak oleh polisi. Sebab, senjata api rakitan itu hanya untuk alat berburu dan pengamanan saat bekerja,” beber Mahlil
Diakuinya, awalnya warga segan menyerahkan senjata api rakitan milik masing-masing. Mereka khawatir dikaitkan dengan pelaku penembakan dan pembacokan. Senjata api itu digunakan hanya untuk pengamanan berusaha. Pasalnya, Desa Hutatua ini berada tepat di tengah-tengah hutan. Dan, sebagian besar warganya berkebun di hutan.
“Namun seluruh warga sepakat untuk membantu polisi dan siap mematuhi hukum. Kami berhasil mengumpulkan 28 pucuk senjata api ini, meskipun kami tahu masih ada sejumlah warga yang belum menyerahkan. Dan, kami memberikan tenggat waktu kepada warga agar menyerahkannya paling lambat Jumat (23/9). Sejauh ini warga sangat terbebani mental dan moral atas kejadian itu hanya karena tindakan beberapa orang saja,” tambahnya
Sementara itu, Wakapolres Madina Kompol Haryatmoko Sik didampingi Kasat Reskrim AKP SM Siregar, mengatakan, polisi telah menyita 28 pucuk senjata api rakitan dengan rincian senjata laras panjang 15 pucuk dan laras pendek sebanyak 13 pucuk serta 12 butir peluru yang terbuat dari timah,
“Senjata api rakitan ini semuanya diserahkan langsung oleh warga, tokoh masyarakat dan Kepala Desa Hutatua, yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak Polres Madina,” sebutnya
Dikatakannya, penyerahan senjata rakitan ini dilakukan masyarakat dengan kepedulian dan kesadaran masayarakat sendiri. Selama ini, senjata Rakitan ini diduga dipergunakan masyarakat untuk menjaga kebun ladang ganja dan mengawal ganja yang akan dijual.
Dilanjutkannya, penyerahan senjata api ini diawali dengan peristiwa pembacokan dan penembakan yang terjadi di Gunung Baringin 2 pekan lalu, usai kejadian itu kades mendatangi Polres Madina dan menyatakan seluruh warga siap membantu tugas kepolisian dengan permintaan agar masyarakat pemilik senjata jangan ditindak karena senjata itu digunakan hanya sebagai alat pengamanan diri di hutan.
“Waktu kades datang ke Mapolres, Kapolres saat itu bilang kalau memang masyarakat mau bekerja sama dengan menyerahkan senjata api tidak akan ditindak kecuali terbukti bersalah dalam kasus penembakan dan pembacokan,” tambahnya. (wan)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak-anak Di Simangambat Tambangan Takut ke Sekolah, Pasca Penikaman 2 Bocah

    Anak-anak Di Simangambat Tambangan Takut ke Sekolah, Pasca Penikaman 2 Bocah

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Dampak penikaman terhadap dua bocah Desa Simangambat Tambangan, kini banyak anak-anak usia sekolah dasar di masih takut pergi ke sekolah. “Senin lalu, sekolah  di desa ini sempat di liburkan. Untuk hari Selasa semalam dan hari ini anak sekolah sudah masuk, namun kehadirannya hanya mencapai 50 persen. Masing-masing orangtua terpaksa mengantar anaknya […]

  • 5 Tahun, Petani di Tambangan Tonga Tak Dapat Jatah Air

    5 Tahun, Petani di Tambangan Tonga Tak Dapat Jatah Air

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    TAMBANGAN ( Mandailing Online ): 5 tahun sudah petani sawah di daerah Tambangan Tongan, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tidak lagi bisa menanam padi. Pasalnya sungai batang aek tambangan yang biasa mengairi persawahan warga sudah tidak berfungsi baik akibat tanggul yang jebol. Ada sekitar 15 hektar lahan persawahan warga tidak dapat jatah […]

  • Elpiji Mulai Langka

    Elpiji Mulai Langka

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    12 Kg Dijual Rp130 Ribu PALUTA- Dua pekan terakhir, warga Gunung Tua, Padang Bolak, Paluta mengeluhkan stok gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) yang mengalami kelangkaan. Jikapun ada, harganya mencapai Rp130.00 per kg. Biasanya gas elpiji tabung 12 kg dijual dengan harga Rp85.000, tapi karna keberadaannya langka, harganya mencapai Rp100.000 hingga Rp130.000 per tabung. Warga […]

  • Ludfan Nasution Optimis Masuk Nominasi KPID Sumut

    Ludfan Nasution Optimis Masuk Nominasi KPID Sumut

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah mengantongi surat dukungan dari 13 ormas dan lima tokoh masyarakat, Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode 2021-2024 Muhammad Ludfan Nasution S.Sos merasakan sangat optimis bisa lolos dalam Fit and Proper Test (uji kelayakan dan kepatutan) yang akan akan digelar pekan depan (21/1/2022). Arah tahap kedua dari uji […]

  • 23 Puskesmas di Madina Sudah Terakreditasi

    23 Puskesmas di Madina Sudah Terakreditasi

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari 26 jumlah total jumlah puskesmas di Madina, 23 sudah terakreditasi. Dari 23 itu, 20 puskemas diantaranya suratnya sudah turun dan 3 lagi masih dalam proses. Berdasar klasifikasi, dari 20 puskesmas tersebut terdapat 2 Akreditas Utama, 13 Akreditas Madya, dan 5 Akreditas Dasar. Itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan Mandailing […]

  • Pagu Dana Beasiswa Akan Dinaikkan Tahun 2021

    Pagu Dana Beasiswa Akan Dinaikkan Tahun 2021

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis menyatakan tak mungkin lagi merubah pagu dana Beasiswa karena sudah ditetapkan di KUA PPS. Itu dikatakannya menjawab Mandailing Online di gedung dewan, Rabu (18/12/2019) terkait harapan organisasi mahasiswa kepada legislatif agar menaikkan anggaran Beasiswa Miskin Berprestasi selama pembahasan RAPBD Madina TA 2020. Erwin mengungkapkan, […]

expand_less