Senin, 20 Jul 2026
light_mode

Barisan Raja Menguat Wujudkan Konsep Patujoloon Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
  • print Cetak

SIABU (Mandailing Online) – Raja-raja di Mandailing semakin menguatkan barisan dalam mewujudkan gagasan Patujoloon Mandailing, suatu konsep “standar baru kemajuan daerah”.

Patujoloon Mandailing ini dipandang sebagai kerangka universal untuk menjawab kondisi Mandailing Natal (Madina) yang saat ini sedang juga-jage, jumarampar, jumarorap, suatu keadaan yang terus-terusan menghadapi permasalahan besar dan sangat kompleks.

Hal itu terungkap pada silaturrahim raja-raja di Bagas Godang Bonandolok, Kecamatan Siabu, Madina, Sumut, Rabu malam (22/5/2024).

Bagas Godang Bonandolok selaku tuan rumah silaturrahim 30 tokoh raja dan tokoh adat menunjukkan Mangaraja Porkas Paruhuman Hasibuan akan memperkuat barisan raja-raja Mandailing dalam mewujudkan perubahan melalui konsep Patujoloon Mandailing.

Menyambut kedatangan Patuan Mandailing dan rombongan, Mangaraja Porkas Paruhuman mengundang perangkat adat setempat dalam acara silaturrahmi itu.

“Kami sependapat, Mandailing Natal terus-terusan menghadapi permasalahan besar yang sangat kompleks. Keadaan Madina saat sedang juga-jage, jumarampar, jumarorap,” katanya.

Dia mengungkapkan, karena keadaan yang seperti itu, Madina memang membutuhkan seorang tokoh pemimpin tangguh yang mumpuni.

Sosok yang diyakini cukup siap untuk membawa Madina keluar dari problem yang melilit saat ini, yakni, H Ivan Iskandar Batubara, yang sebelumnya sudah dipilih untuk menerima gelar adat tertinggi, yakni Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing.

Persepsi dan permohonan Raja-raja Mandailing itu pun sudah dituangkan dalam satu naskah tertulis dan sudah disampaikan kepada Ivan. Sampai sekarang, sikap Pak Ivan Iskandar Batubara tetap sama: Inda mangilak tano ditinggang udan”.

Partisipasi “Marsialap Ari”

Di silaturrahmi itu Mangaraja Paruhuman menegaskan, “Sekarang, Patuan Mandailing yang hadir bersama Mangaraja Gunung dari Gunungtua, Mangaraja Enda Junjungan Panyabungan Tonga dan Suta Soalompoan dari Mompang hendak mengajak kita  yang berdomisili di Luat Bonandolok ini untuk mengambil peran atau partisipasi yang lebih besar.”

Menyahuti kalimat-kalimat pamangkal hata dari Mangaraja Porkas, Patuan Mandailing atau H Hasanul Arifin Nasution dari Bagas Godang Hutasiantar yang duduk melingkar bersama undangan menyampaikan tiga poin.

Pertama, komitmen Raja-raja Mandailing harus diteguhkan. Kedua, visi Raja-raja Mandailing dan Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing sudah dirangkai dalam satu konsep, narasi atau gerakan besar, yaitu: “Patujoloon Mandailing Natal, Standar Baru Kemajuan Daerah”.

Ketiga, narasi besar yang sudah berjalan itu harus direspon secara  partisipatif, atau dalam istilah Mandailing marsialap ari sebagaimana harapan dan kehendak yang sudah dituangkan dalam ajakan Patujoloon Mandailing itu.

Dalam budaya marsialap ari, lanjut Patuan Mandailing, “ada saatnya kita yang harus siap untuk di-sabat dan ada kalanya kita yang memberi tumpuk. Jika sekarang kita harus memberi sabat ada saatnya kita mendapat tumpuk”.

“Makanya, kita mesti ambil peran dengan dua hal: Satu, masuk dan lebur ke dalam narasi ini secara partisipatif. Dua, kita luruskan yang bengkok-bengkok dan tegakkan yang miring-miring sehingga keberadaan dan marwah kita kembali ke posisi sentral dinamika masyarakat. Kita ubah kebiasaan buruk. Hilangkan kebiasaan menerima amplop yang memunculkan cap “raja amplop”. Jangan lagi memilih pemimpin karena uang-nya,” imbuh Patuan Mandailing.

Penguatan Aspirasi
Hal yang lebih mendasar terungkap dari Drs. H Wildan Siregar yang dikenal sebaiknya pengurus parsadaan marga dan Ketua Parsulukan Simaninggir di Bonandolok.

Menurutnya, kalau memang Harajaon (tokoh/raja adat) sebagai pemimpin informal bersedia menjadi penyambung aspirasi masyarakat, perlu ada sejenis MoU (kesepakatan tertulis) Raja-raja Mandailing dengan calon bupati yang akan dipilih, yaitu Ivan Iskandar Batubara.

“Dengan begitu, Harajaon punya kekuatan yang tidak bisa diabaikan atau dilupakan begitu saja,” tegasnya.

Namun, pemikiran yang mengemuka tentang pemenangan di Pilkada, langsung ditanggapi Patuan Mandailing dengan menyebutkan, “Kalau pun nanti bicara pemenangan, yang harus dimenangkan itu, bukan individu atau kelompok, melainkan harapan besar kita, yaitu menerapkan Patujoloon Mandailing secara utuh dan berkesinambungan.”

Menutup pertemuan itu, Ustadz Sulhan Lubis pun memimpin doa secara khusus, salah satunya memohon agar konsep Patujoloon Mandailing itu nantinya benar-benar terwujud di Mandailing Natal.(rel)

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PNS Bakal Banjir Duit Juni Nanti

    PNS Bakal Banjir Duit Juni Nanti

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA- Surat petunjuk Menteri Keuangan (PMK) memang belum keluar. Namun, para pegawai negeri sipil bakal banji duit pada Juni mendatang. Pasalnya, mereka akan menerima rapelan kenaikan gaji enam persen sejak Januari ditambah gaji ke-13. "Rencananya Juni rapelan kenaikan gaji direalisasikan Juni seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Kabag Komunikasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi […]

  • Pegawai Honorer Jadi Kades. Ini Kata PMD Madina

    Pegawai Honorer Jadi Kades. Ini Kata PMD Madina

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Terkait Kepala Desa Batang Gadis yang masih ber status honorer di Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Madina Anjur Brutu mengatakan. Tidak ada aturan yang melanggar hal tersebut selagi Kades itu diberhentikan dari statusnya tenaga honorer apabila ia menang dalam pemilihan […]

  • PLN: Dua Bulan ke Depan Medan Masih Gelap

    PLN: Dua Bulan ke Depan Medan Masih Gelap

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 8Komentar

    Belawan, – Dua bulan ke depan warga Kota Medan masih tetap mendapat giliran pemadaman oleh PT PLN (Persero). Pasalnya, hingga pertengahan Nopember 2013 PLN masih memberlakukan pemadaman bergilir bagi warga Kota Medan. Hal itu dikatakan General Manager Pembangkitan PLN Sumatera Utara (Sumut) Benardus kepada anggota DPD asal Sumut Parlindungan Purba yang melakukan peninjauan ke PT […]

  • Bupati Madina Safari Jumat di Masjid Al-Abror Simangambat

    Bupati Madina Safari Jumat di Masjid Al-Abror Simangambat

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      SIMANGAMBAT (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal H. M. Ja’far Sukhairi Nasution melakukan Safari Jumat kali ini di Masjid Al-Abror Desa Simangambat, Siabu. Seperti biasa, selain melaksanakan salat Jumat, Bupati Sukhairi juga memberikan bantuan untuk kemakmuran masjid.   Peliput: Jakfar Nasution

  • Partuturan di Dalam Masyarakat Mandailing

    Partuturan di Dalam Masyarakat Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bahasa adalah refleksi dan identitas yang paling kokoh dari sebuah budaya. Bahasa Mandailing merupakan identitas orang Mandailing yang dipelihara dan dikembangkan sebagai pengemban kebudayaan dan tata kemasyarakatan Mandailing. Asal bahasa Mandailing merupakan perkembangan dari Proto- Malayo-Polinesia yang selanjutnya diklasififikasikan ke dalam sub kelompok Malayo Polinesia Barat (Western Malayo-Polynesia) menurut Robert Blust. Fungsi bahasa Mandailing menurut […]

  • Sengketa lahan di Paluta ricuh

    Sengketa lahan di Paluta ricuh

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GUNUNGTUA – Terkait sengketa lahan yang terjadi antara warga dengan PT Wonorejo Perdana di Ujung Gading, Kecamatan Simangambat Kabupaten Padanglawas Utara yang tak kunjung tuntas berujung kemarahan massa. Satu unit alat berat milik perusahaan PT Wonorejo Perdana dibakar massa, setelah buldozer tersebut melakukan perusakan lahan sawit masyarakat sehingga warga mengamuk. Dari peristiwa itu, empat warga […]

expand_less