Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Bupati Madina Ke Depan Jangan Lagi Hobi Menangis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2015
  • print Cetak

 

Memperjuangkan wilayah Mandailing Natal menjadi sebuah Daerah Otonomi Baru bukanlah semudah membalik telapak tangan, karena itu membicarakan seorang bupati/wakil bupati (pemimpin) untuk wilayah kita sangat tidak elok sekali kalau seorang pemimpin suka menangis dan juga tak tegar. Sebab menjadi pemimpin di Bumi Gordang Sambilan harus tegar dan tidak boleh menangis menghadapi masyarakat.

Demikian sekelumit hasil wawancara dengan Wakil Ketua DPD Golkar Madina, Ir. Mohammad Amin Daulay yang juga aktivis di bidang penegakan hukum dan pemuda, di rumahnya, Sabtu (5/7) lalu. Berikut ini petikan wawancaranya:

Bagaimana anda melihat pemerintahan sekarang?

Tak tahu harus mulai dari mana. Sebab, takut nanti dikatakan kita melempar fitnah. Saya juga bingung melihatnya, karena kondisi sekarang sudah tak sesuai dengan visi dan misi yang tercantum dalam Lembaran Daerah. Saya juga bertanya-tanya, sebenarnya mau dibawa kemana Mandailing Natal kita ini sekarang?

Ingat lho, saya begini juga ikut memperjuangkan wilayah Mandailing Natal menjadi daerah otonomi baru. Bukan memuji diri, nyata kok dan banyak saksinya. Makanya, kalau saya jalan-jalan malam hari, khusus di Kota Panyabungan, saya ikut bingung. Kenapa tidak ada perkembangan kota Panyabungan sekarang? Mana yang salah dan mana yang harus dibereskan.

Mungkin pimpinannya yang salah?

Tak juga. Cuma kalau untuk wilayah Mandailing Natal yang dibutuhkan adalah seorang pemimpin yang tegar dan tidak suka menangis, sebab kalau pimpinan suka menangis, tentu rakyat atau anak buahnya mungkin meraung-raung. Kalau pimpinan sudah menangis, tentu tak tegar lagi kelihatan. Memang ada orang yang menangis kelihatan tegar? Nggak kan.

Bupati/wakil bupati Madina mendatang harus tegar dan kuat, serta mempunyai planing yang dapat menggairahkan ekonomi rakyat kita. Bukan pemimpin yang tak mempunyai visi yang baik. Sebab mindset yang kurang baik itu harus dirobah. Lihat kondisi sekarang, gimana kita lihat pemerintahan sekarang, sepertinya tak bergairah kerja, entah kenapa, kurang tau juga.

Lalu bagaimana memperbaikinya kembali?

Waduh, kok tanya saya? Tanya DPRD kita-lah, apa kerja mereka, pernahkah mereka melihat secara langsung kondisi masyarakat? Apa yang dibutuhkan oleh rakyat sekarang ini? Untuk kita ketahui bersama, Mandailing Natal itu punya potensi alam yang sangat baik andai kata dikelola dengan baik juga.

Percaya tidak, Mandailing Natal itu menghabiskan telor ayam sebanyak 1.000 butir setiap hari? Tentu siapa pun yang kita tanya, pasti mengatakan: “percaya”. Nah, kalau dikalikan Rp 1.000 jumlahnya tentu Rp 1 juta. Kalau satu bulan berarti 30 X 1000 = 30.000 telor. Lalu 30.000 X Rp 1.000,- sama dengan 30.000.000,00. Kenapa Pemerintah sekarang tak melihat itu, padahal ada programnya di Dinas Pertanian dan Peternakan.

Selain terlur ayam, Madina juga memasok ikan mas dari luar, yakni Pasaman Sumatera Barat. Apa pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Madina tak malu, setiap harinya masuk ikan mas dari Sumbar? Pernahkah persoalan ikan mas itu diprogramkan Pemkab Madina? Bukan gak pernah, justeru sudah berulang kali. Namun hasilnya nihil. Anehnya kok dibiarkan saja oleh Dewan? Heran kita kan.

Untuk memperbaikinya kembali, ini bukan mau mengajari limau berduri, kita kan mengetahui bahwa Pemerintah Mandailing Natal sejak era H. Amru Daulay, SH, daerah Pantai Barat sudah dijadikan wilayah perkebunan, wilayah Kotanopan pendidikan dan wilayah Panyabungan sebagai kota Pemerintahan. Sekarang kan sudah lari dari visi dan misi yang tertuang dalam Lembaran Daerah. Ini yang harus kitab luruskan.

Bagaimana Panyabungan sebagai ibukota Kabupaten, apakah sudah berubah menjadi lebih baik?

Ha ha ha ha ha…. Apanya yang berobah? Dulu Jalan Mesjid Raya bisa dilalui kenderaan roda empat, sekarang tak bisa. Dulu tidak pernah banjir di Pasar Lama Panyabungan, sekarang asal datang hujan pasti banjir. Itulah salah satu perubahannnya.

Sebenarnya, jika berkunjung ke Mandailing Natal, masyarakat luar Madina pasti akan melihat Ibukotanya bagaimana. Sebab, Panyabungan merupakan wajah Mandailing Natal. Tentu harus dirubah secara bersama-sama dengan segenap pihak yang ada. Itu baru pimpinan namanya.

Bagaimana dengan OKP/Ormas, kok sepertinya tidak dilibatkan Pemerintah?

Terus terang, jika jumpa dengan Drs. H. Dahlan Hasan Nasution saya ingin menyampaikan agar pemerintah memberdayakan OKP, Ormas dan KNPI. Misalnya, dalam hal gotong royong, dulunya hidup dan sekarang tak hidup lagi. Nah, untuk itu harus dimulai dengan menggerakkan generasi muda.

Berapa sih anggaran yang dibutuhkan untuk memberdayakan pemuda? Kenapa ketika APBD Madina masih sekitar Rp 450 Milyar dulu, kegiatan pemuda banyak sekali dan jelas membantu pemerintah dalam mengisi pembangunan. Sekarang, peranan pemuda itu mulai redup. Mungkin hanya menjelang pesta demokrasi, seperti Pilkada, para kandidat memakai tangan OKP atau pemuda, itu pun untuk mendukungnya dan setelah itu dilupakan lagi.

Peliput : Iskandar

Editor  : Ludfan Nasution

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Objek wisata yang masih alami yang  banyak dikunjungi para wisatawan

    Objek wisata yang masih alami yang banyak dikunjungi para wisatawan

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Air Panas Sibanggor, di Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal, smut adalah objek wisata alami yang banyak dikunjungi wisatawan. (MOL)

  • Merasa Hukum Mati Suri, IMA Madina Somasi Polres Madina

    Merasa Hukum Mati Suri, IMA Madina Somasi Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) menilai Polisi Resort Madina seakan mati suri dengan banyaknya kasus-kasus yang semestinya dituntaskan, namun diduga tidak adanya penyelesaian bahkan semakin merajalela. Berdasar itu, IMA Madina melayangkan somasi kepada Polres Madina dengan surat somasi nomor 113/SEK-DPP IMA MADINA/B/V/2014 yang ditujukan kepada Kapolres Madina, AKBP, Mardiaz Kusin […]

  • 17 % anggota DPR tak pernah bicara

    17 % anggota DPR tak pernah bicara

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SEMARANG – Masih banyak anggota DPR RI yang belum pernah berkomentar bahkan tidak pernah menyampaikan gagasan dan ide yang sebenarnya menjadi salah satu tugas para wakil rakyat itu sejak dilantik pada 2009. “Jumlahnya sekitar 17 persen anggota DPR tak pernah bicara,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Pramono Anung di Semarang, siang ini. Padahal, menurut […]

  • Presiden Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng

    Presiden Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Presiden Joko Widodo melarang ekspor bahan baku minyak goreng/ crude palm oil (CPO) dan minyak goreng dalam rapat bersama menterinya. Larangan yang mulai berlaku pada Kamis (28/4/2022) itu dimaksudkan supaya harga minyak goreng di dalam negeri murah dan pasokan kembali melimpah. “Dalam rapat saya putuskan melarang ekspor bahan baku minyak goreng […]

  • Madina Raih 5 Besar Program TB Paru Se-Sumut

    Madina Raih 5 Besar Program TB Paru Se-Sumut

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Tahun 2012 ini Madina mampu menempati posisi 5 besar terbaik di Sumatera Utara dalam hal program penanganan penyakit TB Paru, sesuai surat Dinas Kesehatan Provinsi Nomor: 440.443/588/V/2012, tanggal 7 Juni 2012. Raihan itu berdasar hasil cakupan program TB (tuberculosis) Paru dari Januari hingga Desember 2011. Program TB paru sendiri sudah mulai diusung […]

  • Seputar Anggota DPRD Tiduri Pegawai Honor

    Seputar Anggota DPRD Tiduri Pegawai Honor

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Djafar: Saya Difitnah & Diperas MADINA; Anggota DPRD Mandailing Natal, Djafar Siddiq Nasution (40), mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, politisi dari PAN ini juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut. “Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan […]

expand_less