Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Bupati Madina Ke Depan Jangan Lagi Hobi Menangis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2015
  • print Cetak

 

Memperjuangkan wilayah Mandailing Natal menjadi sebuah Daerah Otonomi Baru bukanlah semudah membalik telapak tangan, karena itu membicarakan seorang bupati/wakil bupati (pemimpin) untuk wilayah kita sangat tidak elok sekali kalau seorang pemimpin suka menangis dan juga tak tegar. Sebab menjadi pemimpin di Bumi Gordang Sambilan harus tegar dan tidak boleh menangis menghadapi masyarakat.

Demikian sekelumit hasil wawancara dengan Wakil Ketua DPD Golkar Madina, Ir. Mohammad Amin Daulay yang juga aktivis di bidang penegakan hukum dan pemuda, di rumahnya, Sabtu (5/7) lalu. Berikut ini petikan wawancaranya:

Bagaimana anda melihat pemerintahan sekarang?

Tak tahu harus mulai dari mana. Sebab, takut nanti dikatakan kita melempar fitnah. Saya juga bingung melihatnya, karena kondisi sekarang sudah tak sesuai dengan visi dan misi yang tercantum dalam Lembaran Daerah. Saya juga bertanya-tanya, sebenarnya mau dibawa kemana Mandailing Natal kita ini sekarang?

Ingat lho, saya begini juga ikut memperjuangkan wilayah Mandailing Natal menjadi daerah otonomi baru. Bukan memuji diri, nyata kok dan banyak saksinya. Makanya, kalau saya jalan-jalan malam hari, khusus di Kota Panyabungan, saya ikut bingung. Kenapa tidak ada perkembangan kota Panyabungan sekarang? Mana yang salah dan mana yang harus dibereskan.

Mungkin pimpinannya yang salah?

Tak juga. Cuma kalau untuk wilayah Mandailing Natal yang dibutuhkan adalah seorang pemimpin yang tegar dan tidak suka menangis, sebab kalau pimpinan suka menangis, tentu rakyat atau anak buahnya mungkin meraung-raung. Kalau pimpinan sudah menangis, tentu tak tegar lagi kelihatan. Memang ada orang yang menangis kelihatan tegar? Nggak kan.

Bupati/wakil bupati Madina mendatang harus tegar dan kuat, serta mempunyai planing yang dapat menggairahkan ekonomi rakyat kita. Bukan pemimpin yang tak mempunyai visi yang baik. Sebab mindset yang kurang baik itu harus dirobah. Lihat kondisi sekarang, gimana kita lihat pemerintahan sekarang, sepertinya tak bergairah kerja, entah kenapa, kurang tau juga.

Lalu bagaimana memperbaikinya kembali?

Waduh, kok tanya saya? Tanya DPRD kita-lah, apa kerja mereka, pernahkah mereka melihat secara langsung kondisi masyarakat? Apa yang dibutuhkan oleh rakyat sekarang ini? Untuk kita ketahui bersama, Mandailing Natal itu punya potensi alam yang sangat baik andai kata dikelola dengan baik juga.

Percaya tidak, Mandailing Natal itu menghabiskan telor ayam sebanyak 1.000 butir setiap hari? Tentu siapa pun yang kita tanya, pasti mengatakan: “percaya”. Nah, kalau dikalikan Rp 1.000 jumlahnya tentu Rp 1 juta. Kalau satu bulan berarti 30 X 1000 = 30.000 telor. Lalu 30.000 X Rp 1.000,- sama dengan 30.000.000,00. Kenapa Pemerintah sekarang tak melihat itu, padahal ada programnya di Dinas Pertanian dan Peternakan.

Selain terlur ayam, Madina juga memasok ikan mas dari luar, yakni Pasaman Sumatera Barat. Apa pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Madina tak malu, setiap harinya masuk ikan mas dari Sumbar? Pernahkah persoalan ikan mas itu diprogramkan Pemkab Madina? Bukan gak pernah, justeru sudah berulang kali. Namun hasilnya nihil. Anehnya kok dibiarkan saja oleh Dewan? Heran kita kan.

Untuk memperbaikinya kembali, ini bukan mau mengajari limau berduri, kita kan mengetahui bahwa Pemerintah Mandailing Natal sejak era H. Amru Daulay, SH, daerah Pantai Barat sudah dijadikan wilayah perkebunan, wilayah Kotanopan pendidikan dan wilayah Panyabungan sebagai kota Pemerintahan. Sekarang kan sudah lari dari visi dan misi yang tertuang dalam Lembaran Daerah. Ini yang harus kitab luruskan.

Bagaimana Panyabungan sebagai ibukota Kabupaten, apakah sudah berubah menjadi lebih baik?

Ha ha ha ha ha…. Apanya yang berobah? Dulu Jalan Mesjid Raya bisa dilalui kenderaan roda empat, sekarang tak bisa. Dulu tidak pernah banjir di Pasar Lama Panyabungan, sekarang asal datang hujan pasti banjir. Itulah salah satu perubahannnya.

Sebenarnya, jika berkunjung ke Mandailing Natal, masyarakat luar Madina pasti akan melihat Ibukotanya bagaimana. Sebab, Panyabungan merupakan wajah Mandailing Natal. Tentu harus dirubah secara bersama-sama dengan segenap pihak yang ada. Itu baru pimpinan namanya.

Bagaimana dengan OKP/Ormas, kok sepertinya tidak dilibatkan Pemerintah?

Terus terang, jika jumpa dengan Drs. H. Dahlan Hasan Nasution saya ingin menyampaikan agar pemerintah memberdayakan OKP, Ormas dan KNPI. Misalnya, dalam hal gotong royong, dulunya hidup dan sekarang tak hidup lagi. Nah, untuk itu harus dimulai dengan menggerakkan generasi muda.

Berapa sih anggaran yang dibutuhkan untuk memberdayakan pemuda? Kenapa ketika APBD Madina masih sekitar Rp 450 Milyar dulu, kegiatan pemuda banyak sekali dan jelas membantu pemerintah dalam mengisi pembangunan. Sekarang, peranan pemuda itu mulai redup. Mungkin hanya menjelang pesta demokrasi, seperti Pilkada, para kandidat memakai tangan OKP atau pemuda, itu pun untuk mendukungnya dan setelah itu dilupakan lagi.

Peliput : Iskandar

Editor  : Ludfan Nasution

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ini Penetapan Jadwal Pemilukada

    Hari Ini Penetapan Jadwal Pemilukada

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari ini, Rabu (18/1), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan rapat pleno penetapan tahapan, program dan jadwal pemilukada digelar. “Rapat pleno dimulai sekira pukul 10.00 WIB,” ujar Ketua KPU Kota Psp Arbanur Rasyid. Soal gambaran tahapan, program dan jadwal pemilukada Kota Salak ini, sambung Arbanur bisa dilihat usai pleno. “Rancangan tahapan, program dan jadwalnya sudah […]

  • Ini Penjelasan Terkait Biaya Penyelenggaraan Haji 2024

    Ini Penjelasan Terkait Biaya Penyelenggaraan Haji 2024

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta-Mandailing Online : Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) telah menyelesaikan tugasnya membahas biaya haji. Panja yang beranggotakan Tim Komisi VIII dan Kementeria Agama menyepakati BPIH 1445 H/2024 M sebesar Rp93,4 juta. “Setelah melalui serangkaian rapat pembahasan dan kajian atas usulan awal biaya haji, kami bersama anggota Komisi VIII yang tergabung dalam panitia […]

  • Jeff Perkins: Islam Mendatangiku Lewat Musik

    Jeff Perkins: Islam Mendatangiku Lewat Musik

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Be you dust or be you star. To be what you must, just reach out for what you are. And though you travel many roads, there’s but one way and that’s the one you chose.” Lirik lagu itu mewakili perjalanan seorang berkebangsaan Inggris, Jeff Perkins (53 tahun) dalam menemukan Islam. Sementara pelantun lagu tersebut, Yusuf […]

  • Siap Edar

    Siap Edar

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kapolres Madina AKBP Fauzi SIK menunjukkan dua karung ganja siap edar yang ditemukan di salah satu rumah warga saat dilakukan penggerebekan di Desa Hutatinggi Kecamatan Panyabungan Timur, Rabu (14/9). (medanbisnis / henri) Sumber : Medanbisnis

  • Kasus Pejabat Keuangan Pemkab Madina Tembak Warga, Saksi Mata : Suara Tembakan Terdengar Keras

    Kasus Pejabat Keuangan Pemkab Madina Tembak Warga, Saksi Mata : Suara Tembakan Terdengar Keras

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jenis senjata dalam kasus penembakan terhadap warga Desa Hutanamale oleh pejabat Dinas Keuangan Pemkab Madina, Gong Matua Nasution berdeda dengan pengakuan saksi mata dan saksi korban. Sejumlah saksi mata yang dijumpai Mandailing Online di Desa Hunamale, Kamis (16/2/2017) lalu menyebutkan bahwa suara tembakan itu terdengar keras, kekuatan suara ledakan […]

  • Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu

    Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Usut Dugaan Mark Up di Sekretariat DPRD Psp MEDAN; Puluhan massa yang tergabung dalam Yayasan Kompak dan Komunitas Pinggiran Payung Hitam (Kopi Pahit) berunjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Tinggi Sumut, Kamis (10/2). Mereka meminta Kajatisu Sution Usman Adji SH segera mengusut dugaan korupsi di Sekreteriat DPRD Kota Padangsidimpuan tahun anggaran 2010. “Tindakan korupsi tersebut […]

expand_less