Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Bupati Madina Ke Depan Jangan Lagi Hobi Menangis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2015
  • print Cetak

 

Memperjuangkan wilayah Mandailing Natal menjadi sebuah Daerah Otonomi Baru bukanlah semudah membalik telapak tangan, karena itu membicarakan seorang bupati/wakil bupati (pemimpin) untuk wilayah kita sangat tidak elok sekali kalau seorang pemimpin suka menangis dan juga tak tegar. Sebab menjadi pemimpin di Bumi Gordang Sambilan harus tegar dan tidak boleh menangis menghadapi masyarakat.

Demikian sekelumit hasil wawancara dengan Wakil Ketua DPD Golkar Madina, Ir. Mohammad Amin Daulay yang juga aktivis di bidang penegakan hukum dan pemuda, di rumahnya, Sabtu (5/7) lalu. Berikut ini petikan wawancaranya:

Bagaimana anda melihat pemerintahan sekarang?

Tak tahu harus mulai dari mana. Sebab, takut nanti dikatakan kita melempar fitnah. Saya juga bingung melihatnya, karena kondisi sekarang sudah tak sesuai dengan visi dan misi yang tercantum dalam Lembaran Daerah. Saya juga bertanya-tanya, sebenarnya mau dibawa kemana Mandailing Natal kita ini sekarang?

Ingat lho, saya begini juga ikut memperjuangkan wilayah Mandailing Natal menjadi daerah otonomi baru. Bukan memuji diri, nyata kok dan banyak saksinya. Makanya, kalau saya jalan-jalan malam hari, khusus di Kota Panyabungan, saya ikut bingung. Kenapa tidak ada perkembangan kota Panyabungan sekarang? Mana yang salah dan mana yang harus dibereskan.

Mungkin pimpinannya yang salah?

Tak juga. Cuma kalau untuk wilayah Mandailing Natal yang dibutuhkan adalah seorang pemimpin yang tegar dan tidak suka menangis, sebab kalau pimpinan suka menangis, tentu rakyat atau anak buahnya mungkin meraung-raung. Kalau pimpinan sudah menangis, tentu tak tegar lagi kelihatan. Memang ada orang yang menangis kelihatan tegar? Nggak kan.

Bupati/wakil bupati Madina mendatang harus tegar dan kuat, serta mempunyai planing yang dapat menggairahkan ekonomi rakyat kita. Bukan pemimpin yang tak mempunyai visi yang baik. Sebab mindset yang kurang baik itu harus dirobah. Lihat kondisi sekarang, gimana kita lihat pemerintahan sekarang, sepertinya tak bergairah kerja, entah kenapa, kurang tau juga.

Lalu bagaimana memperbaikinya kembali?

Waduh, kok tanya saya? Tanya DPRD kita-lah, apa kerja mereka, pernahkah mereka melihat secara langsung kondisi masyarakat? Apa yang dibutuhkan oleh rakyat sekarang ini? Untuk kita ketahui bersama, Mandailing Natal itu punya potensi alam yang sangat baik andai kata dikelola dengan baik juga.

Percaya tidak, Mandailing Natal itu menghabiskan telor ayam sebanyak 1.000 butir setiap hari? Tentu siapa pun yang kita tanya, pasti mengatakan: “percaya”. Nah, kalau dikalikan Rp 1.000 jumlahnya tentu Rp 1 juta. Kalau satu bulan berarti 30 X 1000 = 30.000 telor. Lalu 30.000 X Rp 1.000,- sama dengan 30.000.000,00. Kenapa Pemerintah sekarang tak melihat itu, padahal ada programnya di Dinas Pertanian dan Peternakan.

Selain terlur ayam, Madina juga memasok ikan mas dari luar, yakni Pasaman Sumatera Barat. Apa pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Madina tak malu, setiap harinya masuk ikan mas dari Sumbar? Pernahkah persoalan ikan mas itu diprogramkan Pemkab Madina? Bukan gak pernah, justeru sudah berulang kali. Namun hasilnya nihil. Anehnya kok dibiarkan saja oleh Dewan? Heran kita kan.

Untuk memperbaikinya kembali, ini bukan mau mengajari limau berduri, kita kan mengetahui bahwa Pemerintah Mandailing Natal sejak era H. Amru Daulay, SH, daerah Pantai Barat sudah dijadikan wilayah perkebunan, wilayah Kotanopan pendidikan dan wilayah Panyabungan sebagai kota Pemerintahan. Sekarang kan sudah lari dari visi dan misi yang tertuang dalam Lembaran Daerah. Ini yang harus kitab luruskan.

Bagaimana Panyabungan sebagai ibukota Kabupaten, apakah sudah berubah menjadi lebih baik?

Ha ha ha ha ha…. Apanya yang berobah? Dulu Jalan Mesjid Raya bisa dilalui kenderaan roda empat, sekarang tak bisa. Dulu tidak pernah banjir di Pasar Lama Panyabungan, sekarang asal datang hujan pasti banjir. Itulah salah satu perubahannnya.

Sebenarnya, jika berkunjung ke Mandailing Natal, masyarakat luar Madina pasti akan melihat Ibukotanya bagaimana. Sebab, Panyabungan merupakan wajah Mandailing Natal. Tentu harus dirubah secara bersama-sama dengan segenap pihak yang ada. Itu baru pimpinan namanya.

Bagaimana dengan OKP/Ormas, kok sepertinya tidak dilibatkan Pemerintah?

Terus terang, jika jumpa dengan Drs. H. Dahlan Hasan Nasution saya ingin menyampaikan agar pemerintah memberdayakan OKP, Ormas dan KNPI. Misalnya, dalam hal gotong royong, dulunya hidup dan sekarang tak hidup lagi. Nah, untuk itu harus dimulai dengan menggerakkan generasi muda.

Berapa sih anggaran yang dibutuhkan untuk memberdayakan pemuda? Kenapa ketika APBD Madina masih sekitar Rp 450 Milyar dulu, kegiatan pemuda banyak sekali dan jelas membantu pemerintah dalam mengisi pembangunan. Sekarang, peranan pemuda itu mulai redup. Mungkin hanya menjelang pesta demokrasi, seperti Pilkada, para kandidat memakai tangan OKP atau pemuda, itu pun untuk mendukungnya dan setelah itu dilupakan lagi.

Peliput : Iskandar

Editor  : Ludfan Nasution

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua TP PKK Madina Tinjau Pelaksanaan BIAN di MTsN 2 Panyabungan

    Ketua TP PKK Madina Tinjau Pelaksanaan BIAN di MTsN 2 Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua TP PKK Mandailing Natal (Madina) melakukan peninjauan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Madrasah Tsanawiyah Islamiah Negeri (MTsN), Panyabungan, Rabu (21/9/2022). Peninjauan tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Madina dr. Syarifuddin. Syarifuddin mengatakan imunisasi yang diberikan adalah Vaksin MR atau Campak rubella dengan sasaran anak mulai usia 9 bulan sampai […]

  • Kabareskrim: Teror Aceh belum terungkap

    Kabareskrim: Teror Aceh belum terungkap

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Kabareskrim Polri) Komisaris Jenderal Sutarman belum menemukan dugaan motif tiga penembakan di Aceh, sejak malam pergantian tahun 2012. “Belum terungkap motifnya, dugaannya kriminal murni, tapi apakah ada motif lain karena mau pemilukada, masih dalam penyelidikan,” ujar Sutarman tadi malam. Dari tiga peristiwa penembakan yang menewaskan lima […]

  • Job Hugging, Efek Ketidakpastian Ekonomi Kapitalisme

    Job Hugging, Efek Ketidakpastian Ekonomi Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Muncul fenomena baru di dunia kerja yang disebut job hugging. Kalau dulu banyak orang sering pindah-pindah kerja atau job hopping demi mengejar tawaran gaji yang lebih tinggi. Kini, justru banyak pekerja memilih ‘memeluk’ pekerjaannya yang ada saat ini meskipun merasa merana dan tidak nyaman. Fenomena ini […]

  • BOC Gelar Seminar Kebebasan Finansial

    BOC Gelar Seminar Kebebasan Finansial

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Komunitas Business Owners Community (BOC) kembali mengadakan seminar di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Seminar berlangsung di Cafe Rumah Daun, kawasan Toguda-STAIN, Minggu (31/8/2025). Peserta seminar berasal dari kalangan santri, siswa SLTA, mahasiswa dan masyarakat umum. Seminar ini mengusung tema “Kebebasan Finansial” menghadirkan tiga pemateri. Tiga topik disampaikan pada seminar itu, yakni “Paradigma […]

  • Prabowo: Saksi-saksi Segera Tinggalkan KPU!

    Prabowo: Saksi-saksi Segera Tinggalkan KPU!

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Calon Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kepada seluruh saksi pasangan Prabowo-Hatta untuk tidak lagi hadir dan melanjutkan proses rekapitulasi nasional yang sedang berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Saya instruksikan saksi Prabowo-Hatta yang sedang hadir di KPU untuk tidak lagi lanjutkan proses rekapitulasi KPU," tegas Prabowo di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (22/7) Walau menegaskan menolak dan […]

  • Dugaan Pengendapan BPJS, Bupati Juga Bertanggungjawab

    Dugaan Pengendapan BPJS, Bupati Juga Bertanggungjawab

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt.Bupati Madina, Dahlan Hasan dinilai juga harus ikut bertanggung jawab terhadap dugaan pengendapan dana BPJS (Badan Penyelengara Jaminan Sosial) Kesehatan di Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina) sebesar Rp.5,1 Milyar pada salah satu bank di kota Panyabungan “Pencairan BPJS kesehatan ini tentu diketahui oleh Plt Bupati Madina, karena setiap pengeluaran uang […]

expand_less