Senin, 31 Agu 2026
light_mode

Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
  • print Cetak

Askolani Nasution

Askolani Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pakar budaya Mandailing, Askolani Nasution menyatakan saat ini tak cukup 2 persen penduduk Mandailing Natal (Madina) yang menguasai aksara Tulak-Tulak.

Hal itu diakibatkan aksara ini tak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Ini adalah sebuah kecemasan  dan memerlukan upaya dari semua pihak mengatasinya.

Itu diungkap Askolani ketika menjadi narasumber di acara Konsolidasi Sosialisai Organisasi Pengembangan dan Pelestarian Adat dan Budaya se-Kabupaten Mandailing Natal di aula Hotel Abara, Panyabungan, Senin (24/10).

Selain itu, bahasa Mandailing asli juga kian pudar di dalam masyarakat pemiliknya yakni etnis Mandailing sendiri. Ini sangat ironis, sebab di Universitas Hawai, Amerika Serikat justru Bahasa Mandailing menjadi salah satu mata kuliah, di Mandailing sendiri bahasa Mandailing tak diajarkan.

Disi sisi lain, Askolani mengungkap bahwa kebudayaan Mandailing sebenarnya kebudayaan yang sudah tua. Bahkan peradaban Mandailing sudah ada sejak 500 tahun sebelum Masehi. Peninggalan peradaban Megalitikum itu dapat ditemukan di situs Padang Mardia, Hutasiantar, Panyabungan maupun di hutan Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat.

Bahkan aksara Tulak-Tulak merupakan aksara tertua di kawasan Tapanuli. Itu berdasar peta pergerakan huruf itu di kawasan Tapanuli yang ditemukan oleh tim arkeolog dari Universitas Hawai. Aksara Tulak-tulak itu bergerak dari arah selatan Tapanuli (kawasan Mandailing) menuju arah Sibolga terus ke Balige (Toba) hingga menyebar ke arah  Simalungun. Di Toba sendiri aksara ini bernama huruf Batak.   

Makin pudarnya penguasaan generasi sekarang terhadap aksara Tulak-tulak dan bahasa asli Mandailing patut menjadi kecemasan. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya mengatasinya.

Oleh karenanya, Forum Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi pelestarian dan penguatan budaya Mandailing di Mandailing Natal.

Peliput  : Dahlan Batubara 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabid Dikmenum Madina Raker Tingkatkan Mutu Pelajaran SMP-SMK

    Kabid Dikmenum Madina Raker Tingkatkan Mutu Pelajaran SMP-SMK

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seluruh kepala sekolah SMP dan SMK sederjat hadiri rapat kerja untuk meningkatkan mutu pelajaran disekolah untuk menghadapi ijian-ujian yang kan datang pada tahun 2010/ 2011 dan untuk meningkatkan proses belajar mengajar yang lebih baik, mencetak siswa/ siswi yang handal dan propesional untuk menuju masa depan siswa / siswi yang cerah di masa yang akan datang. […]

  • Sejarah Toge Taing Tumpat

    Sejarah Toge Taing Tumpat

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Pernah Dicicipi Amin Rais PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Siapa tak kenal toge Panyabungan. Toge ini mashur bukan saja bagi masyarakat Mandailing Natal, tetapi juga terkenal di Sumatera Utara. Salah satu toge Panyabungan yang populer adalah toge Taing Tumpat. Bahkan tokoh nasional, Amin Rais pernah singgah di sini. Toge Panyabungan adalah makananan sejenis kolak campuran dari […]

  • Jaminan Pasaran Ubi Kayu

    Jaminan Pasaran Ubi Kayu

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Meski upaya perluasan lahan ubi kayu mentok oleh SK 44, upaya harus tetap dilakukan untuk menyelamatkan industri keripik di Mandailing Natal (Madina). “Petani harus dirangsang untuk memanfaatkan lahan-lahan yang masih memungkinkan untuk tanaman ubi kayu,” kata Ketua KTNA (Kontak tani Nelayan Andalan) Madina, Monang Nasution menjawab Mandailing Online, Kamis (4/4/2013). SK […]

  • Informasi HIV/AIDS Tak Perlu Masuk Kurikulum

    Informasi HIV/AIDS Tak Perlu Masuk Kurikulum

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN-Tingginya angka penderita HIV/AIDS saat ini menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh pihak, termasuk Kemendiknas. Hal ini disikapi Kemendiknas dengan memberikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS melalui kampanye di sekolah. Penyampaian informasi tentang HIV/AIDS ini sangat penting, sehingga Kemendiknas saat ini sedang mengkaji kurikulum untuk disinergikan dalam mata pelajaran di sekolah. Namun, Kepala Disdik Medan Hasan Basri […]

  • Satpol PP Razia IMB

    Satpol PP Razia IMB

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Petugas gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal merazia sejumlah bangunan yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Panyabungan, Rabu (11/9). Dalam razia ini ditemukan 14 bangunan rumah dan kios yang tidak memiliki IMB. (metr)

  • 2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.000 massa kaum muslim melakukan zikir akbar dan istighostah di lapangan Jl.Abri, Panyabungan, Mandailing Natal dalam mendukung aksi demo Bela Islam Jilid II hari ini 4 November 2016 di Jakarta. Ummat Muslim berkumpul di lapangan itu usai solat Jum’at yang berdatangan dari berbagai penjuru Panyabungan serta luar Panyabungan. Untuk menghindari […]

expand_less