Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
  • print Cetak

Askolani Nasution

Askolani Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pakar budaya Mandailing, Askolani Nasution menyatakan saat ini tak cukup 2 persen penduduk Mandailing Natal (Madina) yang menguasai aksara Tulak-Tulak.

Hal itu diakibatkan aksara ini tak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Ini adalah sebuah kecemasan  dan memerlukan upaya dari semua pihak mengatasinya.

Itu diungkap Askolani ketika menjadi narasumber di acara Konsolidasi Sosialisai Organisasi Pengembangan dan Pelestarian Adat dan Budaya se-Kabupaten Mandailing Natal di aula Hotel Abara, Panyabungan, Senin (24/10).

Selain itu, bahasa Mandailing asli juga kian pudar di dalam masyarakat pemiliknya yakni etnis Mandailing sendiri. Ini sangat ironis, sebab di Universitas Hawai, Amerika Serikat justru Bahasa Mandailing menjadi salah satu mata kuliah, di Mandailing sendiri bahasa Mandailing tak diajarkan.

Disi sisi lain, Askolani mengungkap bahwa kebudayaan Mandailing sebenarnya kebudayaan yang sudah tua. Bahkan peradaban Mandailing sudah ada sejak 500 tahun sebelum Masehi. Peninggalan peradaban Megalitikum itu dapat ditemukan di situs Padang Mardia, Hutasiantar, Panyabungan maupun di hutan Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat.

Bahkan aksara Tulak-Tulak merupakan aksara tertua di kawasan Tapanuli. Itu berdasar peta pergerakan huruf itu di kawasan Tapanuli yang ditemukan oleh tim arkeolog dari Universitas Hawai. Aksara Tulak-tulak itu bergerak dari arah selatan Tapanuli (kawasan Mandailing) menuju arah Sibolga terus ke Balige (Toba) hingga menyebar ke arah  Simalungun. Di Toba sendiri aksara ini bernama huruf Batak.   

Makin pudarnya penguasaan generasi sekarang terhadap aksara Tulak-tulak dan bahasa asli Mandailing patut menjadi kecemasan. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya mengatasinya.

Oleh karenanya, Forum Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi pelestarian dan penguatan budaya Mandailing di Mandailing Natal.

Peliput  : Dahlan Batubara 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran di Pasar Lama Panyabungan

    Kebakaran di Pasar Lama Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah ruko saat ini tengah kebakaran di Pasar Lama, Panyabungan, Mandailing Natal. Kebakaran terjadi sekira pukul 18. 35 WIB, Rabu (27/11/2019). Warga di Pasar Lama memukul tiang tiang telefon memberi aba-aba terjadinya kebakaran bersamaan aliran listrik dipadamkan oleh PLN. Pantauan Mandailing Online, ruko yang terbakar berada di sebelah Pebri […]

  • Surat Tulak-tulak

    Surat Tulak-tulak

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (I) Oleh : Z.Pangaduan Lubis) SuratTulak-Tulak. Masyarakat Mandailing memiliki aksara etnisnya sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak (bukan aksara Batak). Zaman sejarah ditandai oleh penggunaan aksara. Zaman sebelum adanya penggunaan sejarah dinamakan zaman pra-sejarah. Kita belum mengetahui sejak kapan masyarakat Mandailing menggunakan aksara Surat Tulak-Tulak dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita dengan […]

  • Persimpangan di Sekitar Rumah Dinas Bupati Madina Butuh Halte Bis

    Persimpangan di Sekitar Rumah Dinas Bupati Madina Butuh Halte Bis

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Sungguh sangat memprihatinkan nasib warga dari kawasan Panyabungan Barat yang hendak menunggu angkutan umum di Jalur Lintas Sumatera titik persimpangan Panyabungan-Longat. Mereka harus menanggung panas terik di musin kemarau dan basah dikala hujan. Pasalnya, tak ada halte di sekitar itu bagi yang hendak menunggu bus jurusan Kotanopan mapun jurusan Natal. […]

  • Ruhut: Soeharto Sangat Layak Jadi Pahlawan

    Ruhut: Soeharto Sangat Layak Jadi Pahlawan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggota Komisi III bidang hukum DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mendukung penuh pemberian gelar pahlawan bagi mantan Presiden Soeharto. Ruhut menilai, Soeharto sangat berjasa bagi pembangunan bangsa. “Soeharto sangat layak menjadi pahlawan,” kata Ruhut Sitompul di gedung DPR, Jakarta, Senin 25 Oktober 2010. Menurut Ruhut, Soeharto juga berjasa dalam membangun gedung-gedung dan fasilitas […]

  • Abaikan LHP Ombudsman, Kuasa Hukum Somasi DPRD dan Ancam Bongkar Dugaan Suap Seleksi KPID Sumut

    Abaikan LHP Ombudsman, Kuasa Hukum Somasi DPRD dan Ancam Bongkar Dugaan Suap Seleksi KPID Sumut

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)  – Kuasa Hukum 8 Calon Komisioner KPID Sumut 2021-2024 Ranto Sibarani menyomasi DPRD Sumut terkait belum dilaksanakanya tindakan korektif atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut. Surat somasi ditujukan kepada Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting c/q Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto. “Padahal surat monitoring kepada keduanya […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 2)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 2)

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sastra Klasik Seni sastra Mandailing ditularkan melalui tradisi yang khas, misalnya melalui medium berikut: [4] 1. Marturi.  Tradisi bercerita dalam konteks sosial Mandailing yang dilakukan secara verbal. Cerita ditularkan secara turun-temurun. Plot menggunakan alur maju dan banyak memuat ajaran tentang budi pekerti. 2. Ende Ungut-ungut dibedakan atas temanya. Ende merupakan ungkapan hati, ekspresi kesedihan karena […]

expand_less