Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
  • print Cetak

Askolani Nasution

Askolani Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pakar budaya Mandailing, Askolani Nasution menyatakan saat ini tak cukup 2 persen penduduk Mandailing Natal (Madina) yang menguasai aksara Tulak-Tulak.

Hal itu diakibatkan aksara ini tak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Ini adalah sebuah kecemasan  dan memerlukan upaya dari semua pihak mengatasinya.

Itu diungkap Askolani ketika menjadi narasumber di acara Konsolidasi Sosialisai Organisasi Pengembangan dan Pelestarian Adat dan Budaya se-Kabupaten Mandailing Natal di aula Hotel Abara, Panyabungan, Senin (24/10).

Selain itu, bahasa Mandailing asli juga kian pudar di dalam masyarakat pemiliknya yakni etnis Mandailing sendiri. Ini sangat ironis, sebab di Universitas Hawai, Amerika Serikat justru Bahasa Mandailing menjadi salah satu mata kuliah, di Mandailing sendiri bahasa Mandailing tak diajarkan.

Disi sisi lain, Askolani mengungkap bahwa kebudayaan Mandailing sebenarnya kebudayaan yang sudah tua. Bahkan peradaban Mandailing sudah ada sejak 500 tahun sebelum Masehi. Peninggalan peradaban Megalitikum itu dapat ditemukan di situs Padang Mardia, Hutasiantar, Panyabungan maupun di hutan Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat.

Bahkan aksara Tulak-Tulak merupakan aksara tertua di kawasan Tapanuli. Itu berdasar peta pergerakan huruf itu di kawasan Tapanuli yang ditemukan oleh tim arkeolog dari Universitas Hawai. Aksara Tulak-tulak itu bergerak dari arah selatan Tapanuli (kawasan Mandailing) menuju arah Sibolga terus ke Balige (Toba) hingga menyebar ke arah  Simalungun. Di Toba sendiri aksara ini bernama huruf Batak.   

Makin pudarnya penguasaan generasi sekarang terhadap aksara Tulak-tulak dan bahasa asli Mandailing patut menjadi kecemasan. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya mengatasinya.

Oleh karenanya, Forum Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi pelestarian dan penguatan budaya Mandailing di Mandailing Natal.

Peliput  : Dahlan Batubara 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Gratiskan Sewa Los Pasar Tapanuli 3 Bulan

    Bupati Gratiskan Sewa Los Pasar Tapanuli 3 Bulan

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) akan menggratiskan sewa los pasar Tapanuli selama tiga bulan kepada pedagang. Itu dikatakan Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution dalam acara dialog pedagang dengan pemerintah di Pasar Kuliling, Panyabungan, Jumat (26/9/2025). “Sewa los bagi pedagang sayur dan kue-kue basah gratis sampai akhir tahun. Pembayaran sewa baru […]

  • UMK Madina Tahun 2024 Senilai Rp. 2.911.736,13

    UMK Madina Tahun 2024 Senilai Rp. 2.911.736,13

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – melalui keputusan rapat dewan pengupahan kabupaten, Bupati Mandailing Natal ( Madina ) H.M.Ja’far Sukhairi Nasution menandatangani rekomendasi Upah Mininum Kabupaten ( UMK ) tahun 2024 senilai Rp. 2.911.736,13. Nilai ini naik dari sebelumnya yakni Rp.2.874.312,58. ” penetapan tersebut sesuai prosedur pengupahan atau regulasi Peraturan Pemerintah (PP) 51 Tahun 2023. Serta berdasarkan […]

  • Penggundulan Hutan di Sumut Luar Biasa Parah

    Penggundulan Hutan di Sumut Luar Biasa Parah

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Wakil Ketua DPRD Sumut, Ir H Kamaluddin Harahap MSi menilai, penggundulan atau penebangan hutan secara liar di Sumut saat ini sangat luar biasa dan makin parah. Untuk itu, aparat penegak hukum harus menindak oknum yang terbukti melakukan penebangan hutan secara liar. Dan harus proaktif mencari pelakunya. Hal itu disampaikan Kamaluddin setelah membuka dan […]

  • Media Massa Memiliki Kemampuan Membangun Opini

    Media Massa Memiliki Kemampuan Membangun Opini

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di era reformasi saat ini, pemahaman tentang realitas melalui media massa sangat urgen karena media massa memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pemikiran publik. “Namun demikian, sering kali media hanya menyoroti aspek-aspek tertentu saja, dan mengabaikan aspek-aspek lain dalam kenyataan, terkadang isi pesan media massa sangat tergantung pada kepentingan ekonomi dan ideologis media […]

  • Silangit Koi Lebih dari Sekadar Tempat Wisata

    Silangit Koi Lebih dari Sekadar Tempat Wisata

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Dalam 10 hari ke belakang nama Silangit Koi Hutasiantar menjadi perbincangan masyarakat Mandailing Natal (Madina). Di dunia maya pun beragam postingan yang menandai akun Silangit Koi berseliweran. Kehadiran Silangit Koi Hutasiantar yang dekat dari kota tetapi jauh dari kebisingan ini ternyata bukan sekadar tempat wisata. Jauh dari itu ada hal-hal fundamental […]

  • Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

    Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

    • calendar_month Kamis, 3 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Mulyadi Hakim Nasution, SH Anggota DPRD Mandailing Natal Disampaikan pada Kegiatan Konsolidasi Organisasi Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Mandailing Natal Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Kamis 3 Mei 201     Penguatan adat dan budaya daerah memang memerlukan peran berbagai pihak. Tidak memadai lagi kalau hanya semata-mata menjadi beban pelaku-pelaku adat […]

expand_less