Selasa, 11 Agu 2026
light_mode

Kampung Mandailing di Kedah, Malaysia Dikukuhkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Jul 2017
  • print Cetak

Peresmian kampung Mandailing di Kampung Je¬rung Atas, Sg Petani, Kedah oleh Presiden IMAMI dan penduduk setempat

 

KEDAH, MALAYSIA (Mandailing Online) – Tidak banyak yang mengetahui keberadaan masyarakat suku Man­­dailing di Kampung Je­rung Atas, Sg Petani, Negeri Kedah, Malaysia.

Masyarakat Mandailing telah bertempat tinggal di Kedah sejak 1880. Kedah merupakan salah satu negeri di Malaysia yang berdekatan perbatasan dengan Thailand.

Untuk memeriahkan kem­bali suasana perkampungan masyarakat Mandailing itu, satu aktivitas menarik dilakukan atas inisiatif Ikatan Mandai­ling Malaysia-Indonesia (IMAMI) Cabang Kedah dan Pulau Pinang, beberapa hari Idulfitri 2017 lalu.

Program pertama yang menarik perhatian ialah jamuan Hari Raya Aidilfitri selepas upa­cara Peresmian Perkampungan Mandailing Kedah yang disempurnakan oleh Presiden IMAMI Malaysia, Dato’ Ahmad Tamimi Siregar.

Perkampungan Mandailing di Sg Petani, Negeri Kedah, Malaysia

Pimpinan IMAMI Cabang Kedah dan Pulau Pinang, Padzil Othman Pulungan berkata, pelbagai aktivitas lain akan dilakukan setelah lebaran ini dalam usaha memperkenalkan masyarakat itu kepada umum.

Beliau berkata, usaha itu juga inisiatif mereka untuk terus me­ngukuhkan ikatan kekeluargaan masyarakat Mandailing di Kedah.

“Saya gembira sekali karena masyarakat Mandailing yang tinggal di sekitar negeri Kedah dan Pulau Pinang memberi kerjasama dan hadir di program tersebut,” katanya.

Padzil Othman berkata, usaha-usaha akan giat dilakukan supaya aktivitas kunjung mengunjungi dapat dilakukan dalam kalangan masyarakat itu nantinya.

Padzil Othman mengingkapkan, masyarakat Mandailing saat ini menyebar di seluruh negara, tetapi generasi mudanya tidak berupaya untuk me­nguasai bahasa leluhur Mandai­ling dengan baik antara satu sama lain.

“Saya berharap seluruh anggota keluarga masyarakat Mandailing yang tinggal di 25 rumah di Kampung Jerung Atas di sini dapat mempelajari semula untuk terus bertutur bahasanya setiap hari,” katanya.

“Dulu ada kira-kira 70 rumah penduduk masyarakat Mandai­ling tinggal di sini tetapi ramai antara mereka berpindah, termasuk bekerja di tempat lain serta mengikut pasangan masing-masing setelah berkahwin,” katanya.

Ghazali Aziz (59), salah satu penduduk di kampung itu menyatakan, pelbagai peristiwa lama dikenang sejak nenek moyang mereka, terutama dari Sumatera Utara melakukan mugrasi ke Tanah Melayu antara 120 dan 150 tahun lalu.

“Bagaimanapun, banyak per­kara menarik berjaya dilakukan oleh Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia setelah ia ditubuh beberapa tahun lalu,” ujarnya.

“Asal nenek moyang masyarakat Mandailing terdiri daripada empat daerah, iaitu Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara serta satu pihak berkuasa perbandaran di Padang Sidimpuan,” katanya.

Penduduk lainnya di kampung itu, Bashariah Abdul Rahman Pulungan (57) menyatakan, dia lahir di Kampung Jerung Atas dan kini tinggal bersama keluarga di Kampung Charuk Kelian, Pulau Baling.

“Dulu ada ibu bapa berupaya bercakap Mandailing dengan baik tetapi generasi kami sudah ramai tidak boleh (bisa) lagi menguasai bahasa itu.”

“Saya berharap IMAMI dapat melakukan sesuatu selepas perjumpaan di sini,” katanya.

Seorang gadis di kampung itu, Salwa Hanim Mohd. Ghozali (24) menyatakan, dia begitu gembira sekali dengan adanya perjumpaan seperti ini.

“Saya sendiri tidak boleh (bisa) lagi bercakap bahasa Mandailing.

“Pertemuan begini begitu bermakna sekali dalam menjalin hubungan baik antara keluarga kami termasuk yang datang dari jauh dan dekat,” katanya.

Sejumlah pria Mandailing di Kampung Je¬rung Atas, Sg Petani, Negeri Kedah “mangalomang”

Sementara itu, Presiden IMAMI Malaysia, Dato’ Ahmad Tarmimi Siregar menyatakan, nantinya akan lebih banyak papan tanda perkampungan Mandailing akan didirikan di seluruh negara, termasuk di Johor, Perak, Negeri Sembilan dan Selangor.

“Jika anak-anak muda ada masalah, sila rujuk sahaja berkaitan dengan tata cara kehidupan masyarakat Mandailing kepada pemimpin tempatan. Sebelum ini, kehidupan masyarakat Mandailing agak diketepikan.

“Sesungguhnya, generasi baru yang lahir hari ini perlu ambil berat mengenainya dan mereka ada keluarga masing-masing serta ada adat resam sendiri,” katanya.

Sumber : Utusan Malaysia

Penerjemah : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Emas Ilegal di Sininjom MBG Terus Beroperasi. Sulitnya Akses Lokasi Diduga Disengaja Pelaku Untuk Menghindari Petugas

    Tambang Emas Ilegal di Sininjom MBG Terus Beroperasi. Sulitnya Akses Lokasi Diduga Disengaja Pelaku Untuk Menghindari Petugas

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online) : Aktifitas tambang emas ilegal dengan menggunakan alat berat dikawasan hutan taman nasional batang gadis tepatnya di siulangaling sininjom, Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal terus beroperasi. Sulitnya jangkauan kelokasi mungkin menjadi salah satu cara pelaku melakukan aktifitas penambangan di lokasi secara bebas. Sumber Mandailing […]

  • Penuhi Janji, Bupati Bantu Pembangunan Masjid di Aek Galoga

    Penuhi Janji, Bupati Bantu Pembangunan Masjid di Aek Galoga

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi Nasution serahkan bantuan pembangunan Masjid Al-Abshor di lorong Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Selasa (5/7). Atas bantuan yang diserahkan Sukhairi, warga menyampaikan terima kasih. “Ini merupakan janji yang pernah Pak Sukhairi utarakan pada kami beberapa waktu yang lalu, untuk itu, saya beserta […]

  • Kades Selok Awar-Awar Tersangka Pembunuhan Salim Kancil

    Kades Selok Awar-Awar Tersangka Pembunuhan Salim Kancil

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Kepolisian Daerah Jawa Timur tak hanya menjerat Kepala Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jatim, Hariyono sebagai tersangka penambang pasir illegal. Namun, Haryono kini dijerat pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Haryono diduga terlibat pembunuhan terencana terhadap aktivis penolak tambang pasir, Salim Kancil. “Tadi habis gelar perkara dan kami putuskan dia […]

  • Cara Hilangkan Dendam

    Cara Hilangkan Dendam

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Oleh: Ahmad Syafiul Anam JAKARTA – Menjadi sebuah hal yang wajar ketika seorang membalas keburukan dengan keburukan serupa sebagaimana seorang membalas kebaikan dengan kebaikan yang serupa, bahkan lebih baik lagi. Islam mengajarkan untuk senantiasa membalas kebaikan orang lain. Ketika seseorang memberi uang 10 ribu rupiah kepada kita, kemudian suatu saat kita memberikan kepadanya 20 ribu […]

  • Tahun ini Aplikasi ROMA Akan Diluncurkan RSUD Panyabungan

    Tahun ini Aplikasi ROMA Akan Diluncurkan RSUD Panyabungan

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Panyabungan kembali buat terobosan baru, selain Sijegel yang menjadi karakter pelayanan RSU Panyabungan, kali ini bagi masyarakat yang hendak berobat ke RSU ini, jangka dekat ada aplikasi ROM A yang sudah di program. ROMA adalah Registrasi Administrasi Online merupakan inovasi program baru RSU […]

  • DPRD Sumut Panggil Poldasu, Pertanyakan Progres Pidana di PT SMGP

    DPRD Sumut Panggil Poldasu, Pertanyakan Progres Pidana di PT SMGP

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – DPRD Sumatera Utara memanggil Polda Sumut, Rabu, salah satu bahasan terkait kelambanan penetapan tersangka kasus kematian 5 warga Desa Sibanggor, Mandailing Natal di wilayah kerja PT. SMGP. Kelambanan Polda Sumut bisa menimbulkan dugaan bahwa kepolisian menganggap enteng penegakan hukum di Mandailing Natal. “Hari ini beberapa elemen unjuk rasa di Mandailing Natal, […]

expand_less