Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Kampung Mandailing di Kedah, Malaysia Dikukuhkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Jul 2017
  • print Cetak

Peresmian kampung Mandailing di Kampung Je¬rung Atas, Sg Petani, Kedah oleh Presiden IMAMI dan penduduk setempat

 

KEDAH, MALAYSIA (Mandailing Online) – Tidak banyak yang mengetahui keberadaan masyarakat suku Man­­dailing di Kampung Je­rung Atas, Sg Petani, Negeri Kedah, Malaysia.

Masyarakat Mandailing telah bertempat tinggal di Kedah sejak 1880. Kedah merupakan salah satu negeri di Malaysia yang berdekatan perbatasan dengan Thailand.

Untuk memeriahkan kem­bali suasana perkampungan masyarakat Mandailing itu, satu aktivitas menarik dilakukan atas inisiatif Ikatan Mandai­ling Malaysia-Indonesia (IMAMI) Cabang Kedah dan Pulau Pinang, beberapa hari Idulfitri 2017 lalu.

Program pertama yang menarik perhatian ialah jamuan Hari Raya Aidilfitri selepas upa­cara Peresmian Perkampungan Mandailing Kedah yang disempurnakan oleh Presiden IMAMI Malaysia, Dato’ Ahmad Tamimi Siregar.

Perkampungan Mandailing di Sg Petani, Negeri Kedah, Malaysia

Pimpinan IMAMI Cabang Kedah dan Pulau Pinang, Padzil Othman Pulungan berkata, pelbagai aktivitas lain akan dilakukan setelah lebaran ini dalam usaha memperkenalkan masyarakat itu kepada umum.

Beliau berkata, usaha itu juga inisiatif mereka untuk terus me­ngukuhkan ikatan kekeluargaan masyarakat Mandailing di Kedah.

“Saya gembira sekali karena masyarakat Mandailing yang tinggal di sekitar negeri Kedah dan Pulau Pinang memberi kerjasama dan hadir di program tersebut,” katanya.

Padzil Othman berkata, usaha-usaha akan giat dilakukan supaya aktivitas kunjung mengunjungi dapat dilakukan dalam kalangan masyarakat itu nantinya.

Padzil Othman mengingkapkan, masyarakat Mandailing saat ini menyebar di seluruh negara, tetapi generasi mudanya tidak berupaya untuk me­nguasai bahasa leluhur Mandai­ling dengan baik antara satu sama lain.

“Saya berharap seluruh anggota keluarga masyarakat Mandailing yang tinggal di 25 rumah di Kampung Jerung Atas di sini dapat mempelajari semula untuk terus bertutur bahasanya setiap hari,” katanya.

“Dulu ada kira-kira 70 rumah penduduk masyarakat Mandai­ling tinggal di sini tetapi ramai antara mereka berpindah, termasuk bekerja di tempat lain serta mengikut pasangan masing-masing setelah berkahwin,” katanya.

Ghazali Aziz (59), salah satu penduduk di kampung itu menyatakan, pelbagai peristiwa lama dikenang sejak nenek moyang mereka, terutama dari Sumatera Utara melakukan mugrasi ke Tanah Melayu antara 120 dan 150 tahun lalu.

“Bagaimanapun, banyak per­kara menarik berjaya dilakukan oleh Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia setelah ia ditubuh beberapa tahun lalu,” ujarnya.

“Asal nenek moyang masyarakat Mandailing terdiri daripada empat daerah, iaitu Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara serta satu pihak berkuasa perbandaran di Padang Sidimpuan,” katanya.

Penduduk lainnya di kampung itu, Bashariah Abdul Rahman Pulungan (57) menyatakan, dia lahir di Kampung Jerung Atas dan kini tinggal bersama keluarga di Kampung Charuk Kelian, Pulau Baling.

“Dulu ada ibu bapa berupaya bercakap Mandailing dengan baik tetapi generasi kami sudah ramai tidak boleh (bisa) lagi menguasai bahasa itu.”

“Saya berharap IMAMI dapat melakukan sesuatu selepas perjumpaan di sini,” katanya.

Seorang gadis di kampung itu, Salwa Hanim Mohd. Ghozali (24) menyatakan, dia begitu gembira sekali dengan adanya perjumpaan seperti ini.

“Saya sendiri tidak boleh (bisa) lagi bercakap bahasa Mandailing.

“Pertemuan begini begitu bermakna sekali dalam menjalin hubungan baik antara keluarga kami termasuk yang datang dari jauh dan dekat,” katanya.

Sejumlah pria Mandailing di Kampung Je¬rung Atas, Sg Petani, Negeri Kedah “mangalomang”

Sementara itu, Presiden IMAMI Malaysia, Dato’ Ahmad Tarmimi Siregar menyatakan, nantinya akan lebih banyak papan tanda perkampungan Mandailing akan didirikan di seluruh negara, termasuk di Johor, Perak, Negeri Sembilan dan Selangor.

“Jika anak-anak muda ada masalah, sila rujuk sahaja berkaitan dengan tata cara kehidupan masyarakat Mandailing kepada pemimpin tempatan. Sebelum ini, kehidupan masyarakat Mandailing agak diketepikan.

“Sesungguhnya, generasi baru yang lahir hari ini perlu ambil berat mengenainya dan mereka ada keluarga masing-masing serta ada adat resam sendiri,” katanya.

Sumber : Utusan Malaysia

Penerjemah : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Serahkan Seluruh Gajinya kepada Petugas Kebersihan

    Bupati Madina Serahkan Seluruh Gajinya kepada Petugas Kebersihan

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Jakfar Sukhairi Nasution menyerahkan seluruh gajinya bulan ini kepada para petugas kebersihan. Gaji itu diserahkannya secara langsung, Rabu (1/9/2021) di lapangan parkir perkantoran Pemkab Madina. Ini adalah gaji perdana Jakfar Sukhairi Nasution pasca dilantik menjadi bupati akhir Juli. Petugas kebersihan itu meliputi tukang sapu, pekerja, sopir, penjaga TPA […]

  • Kapitalisme Tidak akan Mampu Memuliakan Kaum Perempuan

    Kapitalisme Tidak akan Mampu Memuliakan Kaum Perempuan

    • calendar_month Jumat, 9 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Aktivis Dakwah Pada tanggal 25 November 2022 kemarin Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan mengadakan siaran pers dengan tema hari peringatan kekerasan terhadap perempuan. Mereka melakukan ini karena melihat banyaknya kaum perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, ada yang mengalami luka-luka ringan dan berat, bahkan ada […]

  • DPRD Madina Akan Usut Nasib Rekomendasi Pansus Palmaris

    DPRD Madina Akan Usut Nasib Rekomendasi Pansus Palmaris

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Madina akan memanggil seluruh pejabat Pemkab Madina yang terkait dengan PT. Palmaris mempertanyakan mengapa eksekusi pencabutan izin PT. Palmaris tak jalan. Itu dikatakan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Hj. Leli Artati, S.Ag menjawab wartawan di ruang kerjanya, gedung DPRD Madina, Selasa (29/3). Hanya saja, dia belum bisa memastikan kapan DPRD […]

  • MMI : Jokowi-JK Membawa Misi Anti Agama

    MMI : Jokowi-JK Membawa Misi Anti Agama

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menantang tim sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk melakukan debat terbuka terkait rencana pencabutan peraturan daerah (perda) Syariat.  Lewat siaran persnya, MMI mengungkapkan, wacana penarikan Perda Syariah tersebut merupakan halusinasi kaum anti agama. Sebelumnya, Ketua Timses Jokowi-JK Trimedya Panjaitan mengungkap kepada publik tentang harapannya agar perda syariat Islam […]

  • MENEGUHKAN PERAN ULAMA SEBAGAI MITRA PENGUASA

    MENEGUHKAN PERAN ULAMA SEBAGAI MITRA PENGUASA

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin pernah mengingatkan bahwa tujuan dari MUI adalah melayani umat (khadimul ummah) dan menjadi mitra pemerintah (shadiqul hukumah). Ia lalu menegaskan bahwa ke depan kemitraan antara MUI dan Pemerintah harus diperkuat (Gatra.com, 27/7/2019). Pengganti KH Ma’ruf Amin, yakni KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum MUI yang baru […]

  • Dua Korban Hanyut di Sulangaling Ditemukan

    Dua Korban Hanyut di Sulangaling Ditemukan

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    Sulangaling (Mandailing Online) – Dua korban hanyut di wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Mandailing Natal (Madina) pada Senin (20/12) kemarin kembali ditemukan tim gabungan Polda Sumatra Utara (Poldasu), Polres Madina, dan Basarnas Sumut. Adapun korban yang ditemukan pada hari ini, Kamis (23/12) berjenis kelamin perempuan. Sebelumnya pada Rabu (22/12) kemarin telah ditemukan satu […]

expand_less