Minggu, 27 Sep 2026
light_mode

Kampung Mandailing di Kedah, Malaysia Dikukuhkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Jul 2017
  • print Cetak

Peresmian kampung Mandailing di Kampung Je¬rung Atas, Sg Petani, Kedah oleh Presiden IMAMI dan penduduk setempat

 

KEDAH, MALAYSIA (Mandailing Online) – Tidak banyak yang mengetahui keberadaan masyarakat suku Man­­dailing di Kampung Je­rung Atas, Sg Petani, Negeri Kedah, Malaysia.

Masyarakat Mandailing telah bertempat tinggal di Kedah sejak 1880. Kedah merupakan salah satu negeri di Malaysia yang berdekatan perbatasan dengan Thailand.

Untuk memeriahkan kem­bali suasana perkampungan masyarakat Mandailing itu, satu aktivitas menarik dilakukan atas inisiatif Ikatan Mandai­ling Malaysia-Indonesia (IMAMI) Cabang Kedah dan Pulau Pinang, beberapa hari Idulfitri 2017 lalu.

Program pertama yang menarik perhatian ialah jamuan Hari Raya Aidilfitri selepas upa­cara Peresmian Perkampungan Mandailing Kedah yang disempurnakan oleh Presiden IMAMI Malaysia, Dato’ Ahmad Tamimi Siregar.

Perkampungan Mandailing di Sg Petani, Negeri Kedah, Malaysia

Pimpinan IMAMI Cabang Kedah dan Pulau Pinang, Padzil Othman Pulungan berkata, pelbagai aktivitas lain akan dilakukan setelah lebaran ini dalam usaha memperkenalkan masyarakat itu kepada umum.

Beliau berkata, usaha itu juga inisiatif mereka untuk terus me­ngukuhkan ikatan kekeluargaan masyarakat Mandailing di Kedah.

“Saya gembira sekali karena masyarakat Mandailing yang tinggal di sekitar negeri Kedah dan Pulau Pinang memberi kerjasama dan hadir di program tersebut,” katanya.

Padzil Othman berkata, usaha-usaha akan giat dilakukan supaya aktivitas kunjung mengunjungi dapat dilakukan dalam kalangan masyarakat itu nantinya.

Padzil Othman mengingkapkan, masyarakat Mandailing saat ini menyebar di seluruh negara, tetapi generasi mudanya tidak berupaya untuk me­nguasai bahasa leluhur Mandai­ling dengan baik antara satu sama lain.

“Saya berharap seluruh anggota keluarga masyarakat Mandailing yang tinggal di 25 rumah di Kampung Jerung Atas di sini dapat mempelajari semula untuk terus bertutur bahasanya setiap hari,” katanya.

“Dulu ada kira-kira 70 rumah penduduk masyarakat Mandai­ling tinggal di sini tetapi ramai antara mereka berpindah, termasuk bekerja di tempat lain serta mengikut pasangan masing-masing setelah berkahwin,” katanya.

Ghazali Aziz (59), salah satu penduduk di kampung itu menyatakan, pelbagai peristiwa lama dikenang sejak nenek moyang mereka, terutama dari Sumatera Utara melakukan mugrasi ke Tanah Melayu antara 120 dan 150 tahun lalu.

“Bagaimanapun, banyak per­kara menarik berjaya dilakukan oleh Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia setelah ia ditubuh beberapa tahun lalu,” ujarnya.

“Asal nenek moyang masyarakat Mandailing terdiri daripada empat daerah, iaitu Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara serta satu pihak berkuasa perbandaran di Padang Sidimpuan,” katanya.

Penduduk lainnya di kampung itu, Bashariah Abdul Rahman Pulungan (57) menyatakan, dia lahir di Kampung Jerung Atas dan kini tinggal bersama keluarga di Kampung Charuk Kelian, Pulau Baling.

“Dulu ada ibu bapa berupaya bercakap Mandailing dengan baik tetapi generasi kami sudah ramai tidak boleh (bisa) lagi menguasai bahasa itu.”

“Saya berharap IMAMI dapat melakukan sesuatu selepas perjumpaan di sini,” katanya.

Seorang gadis di kampung itu, Salwa Hanim Mohd. Ghozali (24) menyatakan, dia begitu gembira sekali dengan adanya perjumpaan seperti ini.

“Saya sendiri tidak boleh (bisa) lagi bercakap bahasa Mandailing.

“Pertemuan begini begitu bermakna sekali dalam menjalin hubungan baik antara keluarga kami termasuk yang datang dari jauh dan dekat,” katanya.

Sejumlah pria Mandailing di Kampung Je¬rung Atas, Sg Petani, Negeri Kedah “mangalomang”

Sementara itu, Presiden IMAMI Malaysia, Dato’ Ahmad Tarmimi Siregar menyatakan, nantinya akan lebih banyak papan tanda perkampungan Mandailing akan didirikan di seluruh negara, termasuk di Johor, Perak, Negeri Sembilan dan Selangor.

“Jika anak-anak muda ada masalah, sila rujuk sahaja berkaitan dengan tata cara kehidupan masyarakat Mandailing kepada pemimpin tempatan. Sebelum ini, kehidupan masyarakat Mandailing agak diketepikan.

“Sesungguhnya, generasi baru yang lahir hari ini perlu ambil berat mengenainya dan mereka ada keluarga masing-masing serta ada adat resam sendiri,” katanya.

Sumber : Utusan Malaysia

Penerjemah : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

    Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Pembangunan Daerah Ekonomi nasional tengah mengalami kelesuan yang serius. Dalam situasi seperti ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus lebih sigap membaca kondisi perekonomian warganya, kelesuan ekonomi harus segera diantisipasi. Solusi tercepat tidak sekedar menunggu uluran tangan dari pemerintah pusat, melainkan dengan menciptakan produktivitas dan ekspansi pasar baru di tingkat lokal […]

  • Lokasi Ibu Kota Baru Jangan Jauh Dari Jakarta

    Lokasi Ibu Kota Baru Jangan Jauh Dari Jakarta

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto menyarankan bila nantinya ibukota negara jadi dipindahkan, maka baiknya lokasi baru tersebut tidak jauh dari Jakarta, tetapi juga tidak boleh terlalu dekat. Hal tersebut demi mencegah terjadinya konurbasi atau pembauran dari dua lokasi menjadi satu. Komentar tersebut disampaikan Djoko untuk menanggapi wacana pemindahan ibu kota yang kembali […]

  • Waspada Online akan tindak Kajati Sumut

    Waspada Online akan tindak Kajati Sumut

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    MEDAN – Penanganan kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa Tapanuli Selatan (TPAPD Tapsel), yang menjadikan Walikota Medan, Rahudman Harahap sebagai tersangka, mengundang keraguan publik. Meski Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menetapkan Rahudman sebagai tersangka, penuntasan kasus ini terkesan sengaja dibiarkan. Ketidakjelasan dan lambannya proses ini karena pihak Kejati Sumut disebut-sebut telah menerima […]

  • Ini Resep dari Putra Habibie untuk Memajukan Negeri

    Ini Resep dari Putra Habibie untuk Memajukan Negeri

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JOGJA – Kemiskinan menjadi faktor yang harus dituntaskan oleh pemerintah demi menciptakan negara maju yang se-jahtera. Pernyataan ini dilontarkan Ilham Akbar Habibie, putera Presiden RI keempat BJ Habibie, dalam Seminar Nasional Teknoin 2014 di Fakutas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII),  Sabtu (22/11). Selain meminimalisasi kemiskinan, ada tiga hal penting lain yang harus jadi perhatian […]

  • Jelang Tahun Politik, Kejari Madina Sosialisasi Dampak Media Sosial dan Narkoba

    Jelang Tahun Politik, Kejari Madina Sosialisasi Dampak Media Sosial dan Narkoba

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ditahun politik, sosial media menjadi salah satu alat bagi Calon untuk mempromosikan atau berkampanye. Namun sosial media tidak jarang digunakan ke hal yang mengarah pada tindakan menyalahi aturan sahingga banyak persoalan yang ditimbulkan akibat tidak pintar menggunkan sosil media. Untuk menghindari hal demikian, Kejaksaan Negeri Mandailing Natal selenggarakan Penerangan Hukum Serta […]

  • Paket Proyek PU Didominasi Jalan dan Jembatan

    Paket Proyek PU Didominasi Jalan dan Jembatan

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sedotan dana untuk proyek fisik yang sedang ditenderkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mandailing Natal (Madina) tahun ini didominasi sektor jalan dan jembatan. Rincian anggaran DAK dan DAU sebanyak 41 paket, meliputi program peningkatan jalan dan jembatan Rp.19,2 milyar, program pembangunan jalan jembatan Rp.3,2 milyar, pengembangan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan […]

expand_less