Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

DPRD Sumut Panggil Poldasu, Pertanyakan Progres Pidana di PT SMGP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
  • print Cetak

Fahrizal Efendi Nasution,SH (kiri) saat RDP lintas Komisi DPRD Sumut dengan Poldasu, Rabu (10/3/2021).

MEDAN (Mandailing Online) – DPRD Sumatera Utara memanggil Polda Sumut, Rabu, salah satu bahasan terkait kelambanan penetapan tersangka kasus kematian 5 warga Desa Sibanggor, Mandailing Natal di wilayah kerja PT. SMGP.

Kelambanan Polda Sumut bisa menimbulkan dugaan bahwa kepolisian menganggap enteng penegakan hukum di Mandailing Natal.

“Hari ini beberapa elemen unjuk rasa di Mandailing Natal, menuntut keadilan terkait tragedi 25 Januari 2021,” kata Anggota DPRD Sumut, H.Fahrizal Efendi Nasution,SH.

Dia menyatakan kasus kematian warga Sibanggor Julu merupakan persoalan besar. Dan sudah menjadi issu internasional. Ada SOP (Standard Operating Procedure) yang tidak dijalankan sebagaimana mestinya oleh pihak perusahaan dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi.

Sebagaimana diketahui, 5 warga Sibanggor Julu tewas dan puluhan dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan zat H2S yang keluar dari sumur wellpad SMP-T02 saat dibuka pihak PT SMGP 25 Januari 2021.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi DPRD Sumut itu dihadiri Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, AKBP Patar Silalahi.

Berdasar penelusuran Fahrizal, PT SMGP bukan perusahaan besar, yang SOP-nya sangat stadar.

“Di pembukaan wellpat SMP-T02 itu menewaskan 5 warga, 54 dilarikan ke rumah sakit. Hari ini rakyat sudah unjukrasa, kok kita masih anggap biasa-biasa saja,” ujar Fahrizal dari Dapil Tabagsel.

“Semestinya kita sebagai sesama penyelenggara negara  harus saling mendengar. Jangan sampai chaos dulu di tengah masyarakat,” katanya tegas.

Dia mewanti-wanti bahwa ketidaksabaran rakyat Mandailing Natal yang menuntut keadilan bisa memuncak penyebab gerakan massa dan berpotensi anarkis. Jangan sampai polisi menangkap orang yang menununtut keadilan.

Oleh karena itu, polisi harus secepat mungkin merilis nama-nama tersangka dalam tragedi geothermal Sorik Marapi.

Mengulangi statemennya beberapa waktu lalu di media massa, Fahrizal menegaskan bahwa perdamian yang dilakukan manajemen PT SMGP dengan keluarga korban tewas tidak serta merta menggugurkan pidana.

“Hukum tetap dijalankan, direktur teknis harus bertanggungjawab, bukan karyawan si tukang buka pipa. Penjelasan pidana itu jelas: siapa yang memberi perintah itu dia yang bertanggungjawab,” katanya.

Di sisi lain dinyatakan, jika masyarakat mendesak agar izin perusahaan itu dicabut, itu permintaan wajar. Tetapi pada prinsipnya masyarakat pro investasi. Namun masyarakat akan menolak manakala perusahaan tidak menjalankan undang-undang.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, AKBP Patar Silalahi  menjawab Fahrizal menyatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan proses.

Unsur kelalaian ditangani oleh Kriminal Umum Polda karena ada yang meninggal dunia. Sedangkan yang sifatnya teknis di dalam kegiatan perusahaan itu ditangani Subdit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu).

Kelambanan terjadi karena Poldasu masih dalam proses kordinasi dengan kementerian ESDM. “Dimana disana ada inspektorat-nya yang lebih teknis, bilamana telah kami dapatkan, bisa kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” katanya.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umat Islam di Kanada Utara Berpuasa 19 Jam

    Umat Islam di Kanada Utara Berpuasa 19 Jam

    • calendar_month Kamis, 17 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      EDMONTON (Mandailing Online) – Sebagian besar umat Muslim di dunia telah menjalankan ibadah puasa pada Kamis (17/5/2018). Meski berawal serentak di tanggal yang sama, lama berpuasa berbeda-beda bagi setiap wilayah. Indonesia cukup beruntung dengan waktu berpuasa selama 13 jam. Di wilayah lain, waktu berpuasa bisa mencapai 19 bahkan 20 jam, termasuk di Kanada bagian […]

  • Setelah Sumut, Kini Sumbar Gaungkan Kemerdekaan

    Setelah Sumut, Kini Sumbar Gaungkan Kemerdekaan

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG (Mandailing Online) – Menyusul wacana Sumatera Utara merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia, kini Sumatera Barat (Sumbar) yang menggaungkan Sumbar merdeka. Lem¬baga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar kecewa kepada DPR RI yang mengesahkan RUU Desa, yang diusulkan pemerintah pusat, Rabu (18/12) lalu. Pemangku adat di Minang¬kabau ini sudah menolak RUU tersebut sejak dirancang […]

  • Dana Beasiswa Hanya 250 Juta

    Dana Beasiswa Hanya 250 Juta

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah absen sekitar 4 tahun, Pemkab Madina kembali menganggarkan dana untuk Beasiswa Miskin Berprestasi tahun anggaran 2020. Hanya saja, dana yang digelontorkan Pemkab Madina hanya sebesar Rp 250 juta. Kepastian besaran dana untuk beasiswa ini tertuang dalam RAPBD Madina TA 2020 dalam Nota Keuangan yang diajukan Pemkab Madina pada Rapat […]

  • Kentang Hutanagodang, Primadona Yang Mulai Langka

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Kentang Hutanagodang sejak dahulu kala sudah menjadi tanaman budidaya pavorit petani Ulupungkut, Mandailing Natal (Madina) dan menjadi kentang yang sangat digemari konsumen. Hanya saja, sejak dekade terakhir, volume produksi kentang yang memiliki cita rasa gurih ini terus merosot. “Belakangan minat masyarakat di Ulupungkut ini bertanam kentang mulai surut. Padahal pasarnya […]

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 8)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 8)

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980) Ada sejumput cerita tentang munculnya pasar bawah setiap pekan Ramadhan di kampung kami. Ya, orang orang menyebutnya pasar bawah karena lokasinya terpisah dengan pasar yang sebenarnya. Lokasinya sedikit tersembunyi  di tepi sungai, di sela sela pohon kopi.  Dingin dan […]

  • Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

    Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Data Kantor Bank Indonesia (BI) Medan mencatatkan, hingga Desember 2011, temuan uang palsu mencapai Rp 106,29 juta. Jumlah temuan ini merupakan rekapitulasi sepanjang tahun 2011 dengan total sebanyak 1.881 lembar. Jumlah nominal yang cukup besar ini tetap didominasi oleh pecahan Rp 50.000 sebanyak 1.271 lembar senilai Rp 63,5 juta. Sementara untuk pecahan Rp 100.000 […]

expand_less