Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Kemuliaan Bulan Rajab

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
  • print Cetak

 

Allah SWT telah menetapkan empat bulan utama sebagai bulan haram (bulan yang dimuliakan). Di dalam bulan-bulan tersebut Allah SWT menetapkan kemuliaan dan kehormatan yang wajib dijaga. Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Sungguh bilangan bulan menurut Allah ada dua belas bulan, dalam catatan Allah, saat Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya terdapat empat bulan haram [suci]. Itulah agama yang lurus. Karena itu janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan itu (QS at-Taubah [9]: 36).

Nabi Muhammad saw. menjelaskan bulan-bulan haram:

إنَّ الزَّماَنَ قَدْ اِسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اِثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُوْ الْقَعْدَةِ، وَذُوْ الْحِجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ شَهْرُ مُضَرّ الَّذِيْ بَيْنَ جُمَادِى وَشَعْبَانَ

Sungguh waktu itu telah diputar sebagaimana keadaannya saat Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Lalu Rajab bulan Mudharr yang terdapat di antara Jumadi dan Sya’ban (HR Muslim).

Dalam QS at-Taubah ayat 36 di atas, Allah SWT melarang kita menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan tersebut, termasuk pada bulan Rajab ini, apalagi menzalimi pihak lain. Imam al-Baihaqi menyatakan bahwa Allah SWT telah menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan haram tersebut—termasuk pada bulan Rajab ini—lebih besar. Begitu juga amal shalih dan pahalanya (yang dilakukan pada bulan-bulan haram tersebut) juga sangat besar (Al-Baihaqi, Syu’ab al-Îmân, III/370).

Bahkan Imam Syafii—rahimahulLâh—telah melipatgandakan diyat (uang tebusan) atas pembunuhan karena keliru (qatlu al-khatha’) yang dilakukan pada bulan-bulan haram karena bersandar pada riwayat dari Ibnu ‘Umar ra. dan Ibnu ‘Abbas ra. Inilah di antara kemuliaan bulan haram, termasuk bulan Rajab sekarang ini.

Dengan demikian di antara kemuliaan bulan-bulan haram (suci), termasuk bulan Rajab, adalah dosa atau pahala manusia dilipatgandakan.

Peristiwa Penting pada Bulan Rajab

Atas izin Allah SWT, banyak sekali kemuliaan bagi kaum Muslim terealisasi dalam bulan Rajab. Bulan Rajab, misalnya, menjadi momen hijrah kaum Muslim yang pertama ke Habasyah pada tahun ke-5 kenabian. Pada bulan Rajab pula Allah SWT meng-isra’-mikraj-kan Rasul saw. pada tahun ke-10 kenabian. Dalam Isra’ Mikraj itu Nabi saw. tidak hanya menerima titah kewajiban shalat. Beliau pun dikukuhkan sebagai pemimpin bagi seluruh umat manusia. Saat itu beliau dititahkan menjadi imam para nabi dan rasul terdahulu di Baitul Maqdis.

Atas kehendak Allah SWT, bulan Rajab pun menjadi momen pertemuan pertama kali Nabi saw. dengan kaum Anshar yang mempunyai kemuliaan. Melalui tangan merekalah Negara Islam pertama tegak di Madinah. Sejak itu seluruh hukum syariah pun bisa diterapkan secara total. Dengan itu kesucian darah, harta dan jiwa pun bisa terjaga (Lihat: Al-Hakim, Al-Mustadrak [IX/497], hadis penuturan Jabir bin Abdullah ra.).

Bulan Rajab juga telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai momen istimewa peralihan kiblat kaum Muslim, dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram (Ibnu Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, III/252-253).

Pada bulan Rajab pula, yakni pada tahun ke-2 Hijrah, Rasul saw. mengirimkan detasemen Abdullah bin Jahsy. Pengiriman detasemen ini menjadi pendahuluan atas peristiwa Perang Badar (Ibnu Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, III/248-249).

Demikian pula Perang Tabuk yang menggetarkan adidaya Romawi. Peristiwa ini terjadi pada bulan Rajab, yakni pada tahun 9 H (Ibnu Hisyam, As-Sîrah an-Nabawiyyah, V/195).

Bulan Rajab juga telah menjadi momen penting bagi perwujudan kemuliaan pada generasi setelahnya. Kota Damaskus (Syam) dibebaskan oleh kaum Muslim di bawah Panglima Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah ra. dan Khalid bin al-Walid ra. pada bulan Rajab tahun 14 H/635 M.

Perang Yarmuk, yang dipimpin oleh Khalid bin al-Walid ra., menghadapi Romawi, juga terjadi pada bulan Rajab, yaitu pada tahun 15 H/636 M (Ibnu Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, VII/4).

Khalid bin al-Walid ra. membebaskan Hirah, Irak, juga pada bulan Rajab (Ibnu Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, VI/343).

Baitul Maqdis pun berhasil direbut kembali oleh kaum Muslim pada bulan Rajab, tepatnya pada 28 Rajab 583 H/2 Oktober 1187 M, di bawah kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi, setelah mereka mengalahkan pasukan Salib dalam Perang Hittin. Saat itu pun azan kembali dikumandangkan dan shalat Jumat kembali dilaksanakan di Masjid al-Aqsha setelah 88 tahun diduduki tentara Salib.

Khilafah Islam Runtuh

Namun demikian, selain banyak menorehkan sejarah kegemilangan umat Islam, pada bulan Rajab juga terjadi awal petaka bagi kaum Muslim di seluruh penjuru dunia. Pada 28 Rajab 1342 H, tepatnya pada 3 Maret 1924 M, Kekhilafahan Islam Turki Utsmani dibubarkan oleh Mustafa Kemal Ataturk.

Pasca keruntuhan Khilafah, kehidupan masyarakat Turki berubah karena Turki menjadi negara sekuler. Islam yang berfungsi sebagai agama dan sistem hidup serta bermasyarakat dan bernegara mulai digantikan. Umat Islam yang sebelumnya bersatu dalam satu sistem pemerintahan Khilafah pada akhirnya tercerai-berai menjadi negeri-negeri kecil tak berdaya. Sudah 101 tahun umat ini hidup tidak berada di bawah naungan Kekhilafahan Islam. Kekuasaan mereka dirampok dan kekayaan mereka dijarah oleh kaum kafir penjajah.

Meraih Kemuliaan Bulan Haram

Kaum Muslim dulu telah begitu rupa memuliakan dan menjaga kehormatan bulan haram, termasuk Rajab. Pada bulan ini mereka mempersembahkan amal-amal mulia dan spektakuler serta prestasi monumental yang dicatat dengan tinta emas sejarah untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslim.

Karena itu seyogyanya kaum Muslim saat ini pun memuliakan bulan-bulan haram, termasuk bulan Rajab ini, dengan melipatgandakan amal-amal terbaik. Caranya setidaknya bisa dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama: Dengan berhenti dari apa saja yang menyalahi hukum Allah SWT, yang bisa mendatangkan murka-Nya. Misalnya, menghentikan muamalah-muamalah yang haram seperti riba; menjauhi hasad dan dengki; meninggalkan caci-maki; menjauhi segala tindakan yang melanggar hak orang lain. Termasuk dalam hal ini meninggalkan segala bentuk kezaliman dan tidak mendukung orang-orang zalim, sebagaimana firman Allah SWT:

وَلاَ تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ

Janganlah kalian cenderung kepada orang-orang zalim yang menyebabkan kalian disentuh api neraka… (QS Hud [11]: 113).

Apalagi jika pelaku kezaliman adalah para pemimpin, terutama yang suka berbohong. Rasul saw. bersabda, “Sungguh akan ada sesudahku para pemimpin. Siapa saja yang membenarkan kebohongan mereka dan membantu kezaliman mereka, ia bukan golonganku dan aku pun bukan golongannya, dan ia tidak akan masuk menemaniku di telaga.” (HR an-Nasa’i, al-Baihaqi dan al-Hakim).

Kedua: Dengan melaksanakan amal-amal salih, giat melaksanakan kewajiban-kewajiban dari Allah SWT dan memperbanyak amalan-amalan sunnah. Karena itu pada bulan Rajab ini, misalnya, kita harus makin disiplin dalam menunaikan shalat lima waktu; memperbanyak shalat sunnah, puasa sunnah dan sedekah; menasihati orang lain; membantu orang lain; melakukan amar makruf nahi mungkar; dan amal-amal salih lainnya.

Yang juga termasuk amal shalih adalah menunaikan fardhu kifayah. Salah satunya adalah menegakkan Khilafah, yakni dengan mengangkat dan membaiat imam/khalifah, yang bertugas menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.

Al-Imam al-Hafizh Abu Zakaria an-Nawawi asy-Syafii berkata, “Umat Islam wajib memiliki seorang imam (khalifah) yang menegakkan agama, menolong Sunnah, memberikan hak kepada orang yang dizalimi, menunaikan hak dan menempatkan hal tersebut pada tempatnya. Saya menyatakan bahwa menegakkan Imamah (Khilafah) adalah fardhu kifayah.” (An-Nawawi, Rawdhah ath-Thâlibîn wa Umdah al-Muftin, III/433).

Pelaksanaan kewajiban yang merupakan fardhu kifayah itu dijelaskan oleh Imam Abu Ishaq asy-Syathibi di dalam kitabnya, Al-Muwâfaqât (I/179). Beliau mengatakan, “Karena itu siapa saja yang mampu atas wilâyah (kekuasaan), ia dituntut menegakkan kekuasaan itu. Siapa saja yang tidak mampu atas kekuasaan tersebut, ia dituntut dengan perkara lain, yaitu mengangkat orang yang mampu dan memaksa dia untuk menegakkan kekuasaan itu. Jadi orang yang mampu dituntut menegakkan fardhu itu, sementara orang yang tidak mampu dituntut mengadakan orang yang mampu itu.”

Khatimah

Alhasil, hendaknya kita tidak mengabaikan kemuliaan bulan-bulan haram (suci), termasuk bulan Rajab. Hendaknya kita menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Termasuk di antaranya adalah menghalang-halangi dan mempersekusi orang-orang yang menyeru pada jalan kebenaran Islam (Lihat: QS al-An’am [6]: 52).

Hendaknya bulan Rajab ini pun kita jadikan momen untuk mengokohkan tekad, menggelorakan semangat dan berpartisipasi semaksimal mungkin untuk mewujudkan penerapan syariah Islam secara kâffah. Itulah wujud hakiki ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ketakwaan seperti inilah yang bakal mewujudkan aneka keberkahan dari langit dan dari bumi. WalLâhu a’lam.

—*—

Hikmah:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Andai penduduk negeri beriman dan bertakwa, Kami pasti akan membuka untuk mereka ragam keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (Kami). Karena itu Kami mengazab mereka karena perbuatan dosa yang telah mereka lakukan.  (QS al-A’raf [7]: 96)

 

Dicopy dari: Buletin Kaffah No. 231
(09 Rajab 1443 H/11 Februari 2022 M)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Sosialisasikan Pajak MBLB 10 Persen

    Pemkab Madina Sosialisasikan Pajak MBLB 10 Persen

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, menggelar sosialisasi Pajak Mineral Bukan Logan dan Batuan (MBLB) sebesar 10% dan pengenaan opsen pajak MBLB sebesar 25% dari pajak MBLB terutang. Pelaksanaan sosialisasi berlangsung di aula Ladang Sari Panyabungan, Rabu (22/01/2025) Kepala Bapenda Ahmad Yasir Lubis SP, dalam sambutanya menyampaikan sosialisasi […]

  • Madina Juara I Lomba Video Edukasi Kanker

    Madina Juara I Lomba Video Edukasi Kanker

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meraih juara Lomba Video Edukasi “Cegah Kanker Dengan Cerdik” berbahasa daerah se-Sumatera Utara (Sumut). Pemenang itu diumumkan pada peringatan Hari Kanker Sedunia oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sumut, Sabtu (4/2/2023). Peringatan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman 41 […]

  • Dana Bergulir di Desa Harus Diteruskan

    Dana Bergulir di Desa Harus Diteruskan

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Sekalipun Progam Nasional Pembangunan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan akan dilebur ke dalam program pembangunan desa sebagai Dana Desa, kegiatan dana bergulir Simpan Pinjam Perempuan (SPP) seharusnya terus bergulir seperti sebelum-sebelumnya. Selain tidak diperkenankan parkir di tangan pejabat atau staf kator camat, pergerakan SPP mesti harus berdasarkan kelompok. Ketua PDI Perjuangan […]

  • GERAKAN AMAL “KOIN CINTA UNTUK KARNIAWAN NASUTION”

    GERAKAN AMAL “KOIN CINTA UNTUK KARNIAWAN NASUTION”

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Balita Malang Lahir Tanpa Anus, Usus Terburai Dan Tanpa Testis) Oleh : Nurhakimah Lubis, S.Pd.I Ada ungkapan sindiran dan protes sosial “Orang Miskin Dilarang Sakit” yang sudah akrab ditelinga kita. Sebuah realitas miris yang berbanding lurus dengan kenyataan pahit yang dialami Karniawan Nasution (balita Malang dengan usia 15 bulan asal Desa Muara bangko Kec. Ranto […]

  • Pembangunan Transmisi Listrik PT.SMGP ke PLN Masih Tersendat

    Pembangunan Transmisi Listrik PT.SMGP ke PLN Masih Tersendat

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan jaringan transmisi 150 KV dari PT.SMGP ke Gardu Induk PLN masih tersendat. Soalnya, warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal masih belum menyetujui pemukiman mereka dilintasi jalur listrik tegangan tinggi itu. Sosialisasi yang diselenggarakan pihak PT. Sorik Marapi Geothermal Power kepada masyarakat Desa Purba Baru, Kamis (31/1/2019) […]

  • Bupati dan Ketua DPRD Sambangi SMP dan SMA Mereka

    Bupati dan Ketua DPRD Sambangi SMP dan SMA Mereka

    • calendar_month Jumat, 25 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution dan Ketua DPDR Madina Erwin Efendi Lubis mengenang masa kanak-kanaknya ketika menuntut ilmu di bangku sekolah dasar. Kedua tokoh politik Madina itu menyambagi sekolah dasar, SMP,SMA tempat mereka belajar calistung, Jumat (25/11). Sambil menbawa dan memberi bunga kepada guru, Sukhairi dan Erwin mendatangi […]

expand_less