Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Dana Desa Dinilai Gagal, Bupati Diminta Evaluasi PMD Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 24 Mei 2019
  • print Cetak

Iskandar Hasibuan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) Dana Desa di Mandailing Natal dinilai gagal mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Kucuran Dana Desa yang mencapai ratusan milyar per tahun per desa pun dinilai mubazir alias tak menghasilkan apa-apa bagi ekonomi masyarakat desa.

Kondisi ini dinilai akibat lemahnya visi pemerintahan desa sehingga tak mampu mensinergiskan pertumbuhan ekonomi ditengah kucuran Dana Desa saban tahun.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Mandailing Natal selaku OPD yang mengurusi Dana Desa pun dinilai mantul alias impoten untuk mencerdaskan pemerintahan desa.

“PMD Madina kita nilai mandul, sehingga Dana Desa tak memberikan banyak manfaat bagi desa, terutama mendorong ekonomi masyarakatnya,” kata Ketua PDI Pejuangan Madina, Iskandar Hasibuan kepada wartawan di Panyabungan, Jum’at (24/5/2019).

Menurutnya, jika PMD mampu memberikan pencerdasan kepada para kepala desa, maka Dana Desa tak akan sayang begitu saja.

Tetapi, karena kurangnya dorongan dan motivasi dari PMD mengakibatkan desa berjalan sendiri tanpa arah yang jelas dalam penganggaran Dana Desa.

“Bupati sudah sering mengungkapkan harapan agar Dana Desa mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, tetapi di bawah atau di OPD-nya malah terlihat memiliki gerakan untuk mewujudkan harapan itu,” kata Iskandar.

“Oleh karena itu, kita minta kepada bupati untuk mengevaluasi PMD dan Kepala Dinas-nya kembali,” ujarnya.

Jangan hanya gara-gara tidak mampu menjalankan tugas menyebabkan Dana Desa tak memiliki dampak luas bagi pertumbuhan ekonomi desa, pungkas Iskandar.

Bahkan, selain dinilai gagal mendorong pertumbuhan ekonomi desa, para kepala desa pun bahkan sudah banyak yang diadukan masyarakatnya akibat dugaan korupsi.

Terseretnya para kepala desa dalam dugaan korupsi itu menjadi carut marut perwajahan Dana Desa di Mandailing Natal.

“Bahkan kebakaran gedung perkantoran PMD Madina beberapa waktu lalu patut diduga memiliki mata rantai dengan carut marut Dana Desa,” ungkap Iskandar.

Oleh karenanya, dia menilai bahwa bupati sudah saatnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan Dana Desa.

 

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saipullah-Atika Menang di MK

    Saipullah-Atika Menang di MK

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan Paslon nomor urut 1, Harun Mustafa Nasution–M. Ikhsan Nasuton (ON MA) dalam sidang putusan yang digelar di Ruang Sidang MK, Jakarta pada Senin (24/2/2025) dalam perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (PHPU Kada) Madina tahun 2024. Dengan demikian Pilkada Mandailing Natal (Madina) tahun […]

  • Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

    Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Sarina br Sianipar alias Omek (47), istri mantan Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Pematangsiantar, almarhum Dohar Sidabutar, ditangkap Sat Narkoba Polres setempat, Selasa malam 10 Mei 201, saat menggelar pesta sabu-sabu di rumahnya Jalan Narumonda bawah, Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Timur. Selain itu, juga diamankan lima orang […]

  • NONA SI PENGEMIS CINTA TUAN

    NONA SI PENGEMIS CINTA TUAN

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Rina Youlida Nurdina Mentari bersinar menukik ceria, tapi angin masih segar meraba Berhembus menyapu kulit serasa berirama, menyapa dengan lembut penuh aroma Sungguh pagi yang amat indahnya, di depan pintu gerbang saat tiba Berdiri Tuan yang rupawan menggoda, penuh pesona dengan senyum menawannya Menjulurkan tangan ramah hendak menyapa, apalah daya Nona yang terpesona Pada […]

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian dua)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian dua)

    • calendar_month Minggu, 10 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980)   Bagi kami waktu masih kanak kanak, bulan Ramadhan ini adalah bulan dimana setan dan jin diikat. Entah ngikatnya dimana wallohualam. Ada pula yang bilang, di batang pisang di belakang rumah ompung Jamangkilang. Sok tau. Begitulah orang orang tua […]

  • Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kinahrejo terlihat lunglai. Desa yang biasanya begitu hijau kini telah layu. Rumah-rumah porak poranda, pohon-tanaman bertumbangan, hewan ternak teronggok tak bernyawa. Sejauh mata memandang, seluruh desa itu bersepuh debu vulkanik. Bangunan masjid terlihat masih berdiri. Di dekatnya, bangunan rumah telah hancur. Di antara puing-puing kayu bangunan itu, sesosok tubuh berhasil ditemukan rombongan tim SAR. Tubuh […]

  • Kasus Dugaan Korupsi Bansos 2007, Pejabat Pemko Siantar Masih Diperiksa KPK di Jakarta

    Kasus Dugaan Korupsi Bansos 2007, Pejabat Pemko Siantar Masih Diperiksa KPK di Jakarta

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR: Lanjutan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabar dan staf pegawai Pemko Pematangsiantar di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta masih berlanjut, Selasa (1/12). Juru Bicara KPK, Johan Budi saat dikonfirmasi mengatakan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan KPK itu untuk meminta keterangan terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) tahun 2007 sebesar Rp16 miliar lebih. Menurutnya, […]

expand_less