Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

SEJARAH KIAN KABUR

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Riani, S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Ranah pendidikan merupakan tempat menempa cikal bakal generasi, agar tercipta gambaran yang kuat pada peserta didik maka mata pelajaran (mapel) Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah satu sarananya. Namun amat disayangkan bila mapel SKI ini ikut tergerus arus moderasi.

Kementerian Agama meminta guru madrasah pengampu mata pelajaran Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) untuk menyampaikan materi secara komprehensif. Hal ini perlu dilakukan agar siswa memiliki pandangan yang utuh atas fakta-fakta sejarah Islam yang terjadi. “Sampaikan kepada peserta didik, fakta sejarah yang komprehensif agar siswa memahami sejarah Islam masa lalu secara utuh,” pesan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Muhammad Zain, di Tangerang, (25/2).

Kasubdit Bina GTK MA/MAK, M. Sidik Sisdiyanto menambahkan, kegiatan ini bagian upaya mengimplementasikan 3K. Yaitu, meningkatkan kualifikasi, meningkatkan kompetensi, dan meningkatkan kesejahteraan.“Besar harapan kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi guru, tidak hanya dalam mapel SKI tapi juga menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman terkait moderasi beragama di madrasah masing-masing,” ujarnya. (25/2)

Kampanye moderasi Islam menghadirkan sosok guru agama yang moderat atau mengambil jalan tengah, materi yang disampaikan secara komprehenship atau bermakna luas akan mengaburkan pengajaran sejarah yang cenderung kian dibatasi, ini dapat mengurangi nilai-nilai historis yang terkandung di dalamnya, serta mengubah sejarah yang harusnya obyektif menjadi subyektif. Selain itu moderasi dapat menyesatkan orientasi pengajaran materi sejarah. Sejarah kejayaan Islam dianggap hadir karena peradaban yang inklusif dan toleran sesuai perspektif liberal.

Materi atau kurikulum sejarah pada akhirnya ditentukan oleh dinamika politik dan orientasi liberal, menjadikan posisi kurikulum mapel SKI kerap bergerak mengikuti kehendak politik yang memanfaatkan pendidikan sebagai indoktrinisasi. Padahal jika benar ingin mengajarkan sejarah secara komprehensif semestinya mengajarkan sejarah secara utuh, tidak mendistorsi materi sejarah, sebagai contoh materi jihad, dihapus karena alasan tidak moderat, padahal jihadlah yang telah membuat Islam berkembang di seluruh penjuru dunia termasuk juga di Indonesia. Dengan semangat jihad, para pahlawan dulu berjuang melawan penjajah.

Islam menjadikan sejarah sebagai bukti nyata. Berbagai jenis peradaban Islam masih dapat disaksikan hingga kini. Peradaban Islam yang bersumber dari kitabullah dan sunatullah yang penyebarannya dilandasi semangat persatuan dibawah institusi negara. Peradaban Islam terus berkembang dari peradaban kebudayaan, bangunan, bahasa, adat istiadat, hingga pada ilmu pengetahuan dan banyak diadopsi hingga kini di dunia pendidikan.

Moderasi agama dalam ranah pendidikan terutama mapel SKI perlu diwaspadai, karena tentu saja implementasinya langsung ke peserta didik. Generasi merupakan aset negara, semangat yang muncul dengan mendalami sejarah secara utuh menjadikan sumbu pemantik semangat generasi dimasa depan. Wallahu’allam bishshawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Panyabungan Tangkap 2 Orang Pembawa 5 Kg Ganja Kering

    Polsek Panyabungan Tangkap 2 Orang Pembawa 5 Kg Ganja Kering

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polsek Panyabungan berhasil menangkap 2 orang membawa ganja kering seberat 5 kilo gram, Rabu (17/2). Kedua tersangka masing-masing bernama R (21) dan MS (21), keduanya warga Banjar Silangit Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan, Mandaliling Natal. Kedua tersangka beserta barang bukti 5 bal ganja kering itu ditangkap saat keduanya sedang tidur di […]

  • Pencarian Identitas Diri Muslimah Spanyol

    Pencarian Identitas Diri Muslimah Spanyol

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        NEW YORK (Mandailing Onlne) – Kalene Santana (19 tahun) masih tergolong muda saat berani memutuskan berpindah keyakinan dari Katolik menjadi seorang muslimah. Perempuan Hispanik keturunan Puerto Rico dan Dominika ini merasa kehidupannya kini lengkap. Lantaran ia hidup dan mencintai kehidupan khas Spanyol, berbahasa Inggris, namun beribadah dengan cara Islam. Santana pun meyakinkan dirinya […]

  • Wikileaks: SBY Di Bawah Kendali Ibu Ani

    Wikileaks: SBY Di Bawah Kendali Ibu Ani

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Koran Australia The Age menggempur Presiden SBY atas penyalahgunaan kekuasaan. The Age bahkan menuding Ibu Negara Ani Yudhoyono, memegang kendali di belakang Presiden SBY dan mengeruk keuntungan finansial dengan posisi yang dipegangnya. The Age merilis bocoran Wikileaks soal kawat diplomatik Kedubes AS di Jakarta dalam berita utamanya edisi Jumat (11/3/2011). Di dalamnya termasuk […]

  • Perolehan PAD Masih 27 Persen

    Perolehan PAD Masih 27 Persen

    • calendar_month Sabtu, 4 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Hingga posisi Agustus 2012 realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih di kisaran 12 milyar rupiah. Demikian dilansir DPRD Madina, Jum’at (3/8). Angka 12 Mmlyar tersebut masih 27, 87 persen dari target 45 milyar yang dilisting APBD Madina TA 2012. “Dari target 45 milyar, baru terealisasi 12. 541.341.836 rupiah […]

  • Menciptakan Pemilu yang Berintegritas dan Damai

    Menciptakan Pemilu yang Berintegritas dan Damai

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Tak terasa Pemilu 2014 tinggal menghitung hari, karena tak lebih dari satu bulan lagi, atau hanya 24 hari lagi kita akan memasuki momentum terpenting dalam penyelenggaraan pemilu 2014, yaitu hari pemungutan dan penghitungan suara yang akan kita laksanakan pada tanggal 9 April tahun 2014. Sebagaimana telah kita maklumi bersama bahwa sebelum-sebelum ini kita telah melalui […]

  • Pengoplos Beras Ditangkap

    Pengoplos Beras Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Stabat, Masyarakat Stabat, Kabupaten Langkat resah. Pasalnya, beras palsu telah beredar di sejumlah pasar di daerah tersebut. Belum diketahui berapa ton beras palsu yang telah beredar dan masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Resahnya warga atas beredarnya beras palsu, telah dilaporkan ke Polres Langkat. Dari hasil penyelidikan, petugas akhirnya mengamankan Asiong (40) warga Jalan Sempurna, Kelurahan […]

expand_less