Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

SEJARAH KIAN KABUR

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Riani, S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Ranah pendidikan merupakan tempat menempa cikal bakal generasi, agar tercipta gambaran yang kuat pada peserta didik maka mata pelajaran (mapel) Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah satu sarananya. Namun amat disayangkan bila mapel SKI ini ikut tergerus arus moderasi.

Kementerian Agama meminta guru madrasah pengampu mata pelajaran Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) untuk menyampaikan materi secara komprehensif. Hal ini perlu dilakukan agar siswa memiliki pandangan yang utuh atas fakta-fakta sejarah Islam yang terjadi. “Sampaikan kepada peserta didik, fakta sejarah yang komprehensif agar siswa memahami sejarah Islam masa lalu secara utuh,” pesan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Muhammad Zain, di Tangerang, (25/2).

Kasubdit Bina GTK MA/MAK, M. Sidik Sisdiyanto menambahkan, kegiatan ini bagian upaya mengimplementasikan 3K. Yaitu, meningkatkan kualifikasi, meningkatkan kompetensi, dan meningkatkan kesejahteraan.“Besar harapan kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi guru, tidak hanya dalam mapel SKI tapi juga menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman terkait moderasi beragama di madrasah masing-masing,” ujarnya. (25/2)

Kampanye moderasi Islam menghadirkan sosok guru agama yang moderat atau mengambil jalan tengah, materi yang disampaikan secara komprehenship atau bermakna luas akan mengaburkan pengajaran sejarah yang cenderung kian dibatasi, ini dapat mengurangi nilai-nilai historis yang terkandung di dalamnya, serta mengubah sejarah yang harusnya obyektif menjadi subyektif. Selain itu moderasi dapat menyesatkan orientasi pengajaran materi sejarah. Sejarah kejayaan Islam dianggap hadir karena peradaban yang inklusif dan toleran sesuai perspektif liberal.

Materi atau kurikulum sejarah pada akhirnya ditentukan oleh dinamika politik dan orientasi liberal, menjadikan posisi kurikulum mapel SKI kerap bergerak mengikuti kehendak politik yang memanfaatkan pendidikan sebagai indoktrinisasi. Padahal jika benar ingin mengajarkan sejarah secara komprehensif semestinya mengajarkan sejarah secara utuh, tidak mendistorsi materi sejarah, sebagai contoh materi jihad, dihapus karena alasan tidak moderat, padahal jihadlah yang telah membuat Islam berkembang di seluruh penjuru dunia termasuk juga di Indonesia. Dengan semangat jihad, para pahlawan dulu berjuang melawan penjajah.

Islam menjadikan sejarah sebagai bukti nyata. Berbagai jenis peradaban Islam masih dapat disaksikan hingga kini. Peradaban Islam yang bersumber dari kitabullah dan sunatullah yang penyebarannya dilandasi semangat persatuan dibawah institusi negara. Peradaban Islam terus berkembang dari peradaban kebudayaan, bangunan, bahasa, adat istiadat, hingga pada ilmu pengetahuan dan banyak diadopsi hingga kini di dunia pendidikan.

Moderasi agama dalam ranah pendidikan terutama mapel SKI perlu diwaspadai, karena tentu saja implementasinya langsung ke peserta didik. Generasi merupakan aset negara, semangat yang muncul dengan mendalami sejarah secara utuh menjadikan sumbu pemantik semangat generasi dimasa depan. Wallahu’allam bishshawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atap Rumah Kompos Raib

    Atap Rumah Kompos Raib

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keberadaan Mesin Tak Jelas SIPIROK- Kurangnya perawatan, perhatian serta bertanggung jawab pemerintah daerah melalui instansinya terlihat dari keberadaan bangunan rumah kompos yang dibangun di Pasar Sipirok, Kabupaten Tapsel sudah tidak berfungsi lagi. Ketika METRO mengunjunginya Senin (19/9), kondisi gedung yang merupakan bantuan Danamon Peduli dengan ukuran sekitar 20X6 meter tersebut tidak memiliki atap lagi. Bukan […]

  • Izin Tujuh WPR Sudah Dikantongi Madina

    Izin Tujuh WPR Sudah Dikantongi Madina

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut telah mendapatkan izin pertambangan emas untuk tujuh lokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Itu diungkap Bupati Madina Saipullah Nasution dalam kegiatan rapat evaluasi di aula kantor bupati, Kamis (26/3/2026). Sayangnya, dari tujuh perizinan itu hanya satu yang layak untuk ditindaklanjuti. “Enam blok secara fisik sudah rusak dan […]

  • Pemkab Madina Akan Tertibkan Galundung Emas

    Pemkab Madina Akan Tertibkan Galundung Emas

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) akan menertibkan keberadaan galundung atau mesin pemisah emas dari batu dan tanah yang semakin marak bahkan sudah masuk inti Kota Panyabungan, Ibukota Madina. Hal itu disampaikan Sekda Madina Gozali Pulungan kepada wartawan di Panyabungan, Senin (21/03/2011). Dikatakan, pemerintah akan melakukan penertiban mesin galundung yang beroperasi di inti kota […]

  • Hutan Register 89 dirambah secara ilegal

    Hutan Register 89 dirambah secara ilegal

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Hutan Lindung Register 86 terletak di desa Siregar Aek Nalas Simarsarudung dan Desa Sampuara Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Samosir, persis di bibir pantai Danau Toba dirambah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Alhasil ekosistem danau toba yang di banggakan sebagai objek wisata Provinsi Sumatera ini terancam, baik erosi dan pendangkalan air danau […]

  • Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Setidaknya 12 orang perempuan tewas tertimpa longsor bekas tambang emas ilegal di Desa Banjar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis (28/4/2022). Selain itu, 2 orang dinyatakan selamat yang kini masih dirawat di puskesmas terdekat. Semuanya adalah ibu rumah tangga. Mereka sedang mencari emas di lokasi itu saat longosor […]

  • Sungai Bisa Jadi Sumber Penyakit. Ini Penjelasan Kadinkes Madina

    Sungai Bisa Jadi Sumber Penyakit. Ini Penjelasan Kadinkes Madina

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Kesehatan Madina Dr. Faisal Situmorang ungkap bahaya pada kesehatan jika sampah terus mencemari sungai. Pasalnya, Fenomena seperti Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, iritasi kulit, gatal gatal, diare dan lainnya bersumber dari lingkungan yang kotor atau sungai yang tercemar. “Bahaya kalo sungai jadi sarangnya sampah, yang pasti itu bisa […]

expand_less