Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

SEJARAH KIAN KABUR

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Riani, S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Ranah pendidikan merupakan tempat menempa cikal bakal generasi, agar tercipta gambaran yang kuat pada peserta didik maka mata pelajaran (mapel) Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah satu sarananya. Namun amat disayangkan bila mapel SKI ini ikut tergerus arus moderasi.

Kementerian Agama meminta guru madrasah pengampu mata pelajaran Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) untuk menyampaikan materi secara komprehensif. Hal ini perlu dilakukan agar siswa memiliki pandangan yang utuh atas fakta-fakta sejarah Islam yang terjadi. “Sampaikan kepada peserta didik, fakta sejarah yang komprehensif agar siswa memahami sejarah Islam masa lalu secara utuh,” pesan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Muhammad Zain, di Tangerang, (25/2).

Kasubdit Bina GTK MA/MAK, M. Sidik Sisdiyanto menambahkan, kegiatan ini bagian upaya mengimplementasikan 3K. Yaitu, meningkatkan kualifikasi, meningkatkan kompetensi, dan meningkatkan kesejahteraan.“Besar harapan kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi guru, tidak hanya dalam mapel SKI tapi juga menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman terkait moderasi beragama di madrasah masing-masing,” ujarnya. (25/2)

Kampanye moderasi Islam menghadirkan sosok guru agama yang moderat atau mengambil jalan tengah, materi yang disampaikan secara komprehenship atau bermakna luas akan mengaburkan pengajaran sejarah yang cenderung kian dibatasi, ini dapat mengurangi nilai-nilai historis yang terkandung di dalamnya, serta mengubah sejarah yang harusnya obyektif menjadi subyektif. Selain itu moderasi dapat menyesatkan orientasi pengajaran materi sejarah. Sejarah kejayaan Islam dianggap hadir karena peradaban yang inklusif dan toleran sesuai perspektif liberal.

Materi atau kurikulum sejarah pada akhirnya ditentukan oleh dinamika politik dan orientasi liberal, menjadikan posisi kurikulum mapel SKI kerap bergerak mengikuti kehendak politik yang memanfaatkan pendidikan sebagai indoktrinisasi. Padahal jika benar ingin mengajarkan sejarah secara komprehensif semestinya mengajarkan sejarah secara utuh, tidak mendistorsi materi sejarah, sebagai contoh materi jihad, dihapus karena alasan tidak moderat, padahal jihadlah yang telah membuat Islam berkembang di seluruh penjuru dunia termasuk juga di Indonesia. Dengan semangat jihad, para pahlawan dulu berjuang melawan penjajah.

Islam menjadikan sejarah sebagai bukti nyata. Berbagai jenis peradaban Islam masih dapat disaksikan hingga kini. Peradaban Islam yang bersumber dari kitabullah dan sunatullah yang penyebarannya dilandasi semangat persatuan dibawah institusi negara. Peradaban Islam terus berkembang dari peradaban kebudayaan, bangunan, bahasa, adat istiadat, hingga pada ilmu pengetahuan dan banyak diadopsi hingga kini di dunia pendidikan.

Moderasi agama dalam ranah pendidikan terutama mapel SKI perlu diwaspadai, karena tentu saja implementasinya langsung ke peserta didik. Generasi merupakan aset negara, semangat yang muncul dengan mendalami sejarah secara utuh menjadikan sumbu pemantik semangat generasi dimasa depan. Wallahu’allam bishshawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 152 hakim nakal di Sumut dilaporkan

    152 hakim nakal di Sumut dilaporkan

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Komisi Yudisial (KY) pada tahun 2013 sampai dengan triwulan ketiga (Januari-September) telah menerima 1664 laporan pelanggaran kode etik dan kehormatan hakim. Laporan terbanyak dugaan pelanggaran hakim berasal dari Jakarta, sebanyak 363 laporan. “Laporan yang masuk berjumlah 1644, dengan 5 daerah terbanyak adalah Jakarta 363 laporan, Jawa Timur 179 laporan, Sumatera Utara […]

  • Madina Bakal Peroleh 2000 Unit Listrik Tenaga Surya

    Madina Bakal Peroleh 2000 Unit Listrik Tenaga Surya

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kabupaten Madina bakal memperoleh listrik tenaga surya sebanyak 2000 unit. Rencananya akan dipasang sebagai penerangan jalan di 23 kecamatan. Terutama jalan-jalan yang belum dimasuki jaringan kabel PLN. Ini merupakan bantuan jenis hibah dari Lembaga Pengelolaan Proyek Badan Kongres Internasional Forum Budaya dan Warisan Dunia (LPP-BIFBWD) untuk Madina (Mandailing Natal). Kepastian hibah […]

  • Pilkada akan dikembalikan ke DPRD

    Pilkada akan dikembalikan ke DPRD

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang selama ini telah dilakukan secara langsung terancam kembali ke DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). Bocoran draft RUU (Rancangan Undang-Undang) Pilkada yang telah disiapkan Kementerian Dalam Negeri ada wacana Pilkada akan dikembalikan ke DPR. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Joehermansyah Johan juga mengakui sinyalemen tersebut. Pemilihan gubernur yang […]

  • Curi- Curi Pandang, Murid SMP Dicabuli Gurunya

    Curi- Curi Pandang, Murid SMP Dicabuli Gurunya

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN :Salah satu guru SMP berpacaran dengan muridnya di sebut saja namanya KS, 28, warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal tega mencabuli siswinya sendiri yang masih berusia 16 tahun. Kasus itu berawal saat KS yang masih melajang ini mengajar di salah satu sekolah tingkat SMP swasta di Kabupaten Mandailing Natal . KS sering […]

  • HISTORISME MANDAILING

    HISTORISME MANDAILING

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan Mandailing Pengantar Nama Mandailing acapkali diletakkan pada kerangka historis yang tidak sesuai. Peletakan itu tentu karena tidak pernah melalui kajian sejarah dan arkeologi yang relevan. Hal itu yang menyebabkan distorsi sosial dalam berbagai kebutuhan. Historime Mandailing Tentu tidak mudah untuk menentukan kapan manusia dan kebudayaan Mandailing muncul pertama kali di […]

  • Bupati Madina Lepas Kontingen Porsadin

    Bupati Madina Lepas Kontingen Porsadin

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution melepas 29 peserta asal Madina mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Sumatera Utara (Sumut) di Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Jumat (14/10/2022). Porsadin kali ini, Kabupaten Madina mengikuti 12 cabang yaitu, cabang puisi islam, cabang […]

expand_less