Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
  • print Cetak

Catatan: Dahlan Batubara

Azwar Pulungan di lokasi Runding Farm

Runding Farm didirikan tahun 2015. Lokasinya di pinggiran hutan Desa Runding, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pendirinya Azwar Pulungan.

Dia selama ini dikenal sebagai ahli bertanaman. Saya dulunya mengenal dia sebagai orang pembudidaya bibit tanaman hingga bunga hias.

Saat ini Azwar dikenal sebagai petani muda yang bergerak di agrowisata: Runding Farm.

Di tahun 2015 itu luas lahan Runding Farm masih sekitar 2 hektar. Hingga tahun 2018 luasnya tak bertambah. Jenis tanaman utama adalah durian. Tumpang sari-nya pepaya dan pisang.

Azwar melakukan sistem pertanian terintegrasi. Penggabungan usaha peternakan dengan budidaya tumbuhan. Hewan yang dipelihara adalah lembu, kambing, ayam, bebek.

Tanaman membutuhkan pupuk. Pupuk organik lebih bagus untuk jangka panjang dibanding pupuk kimia. Hewan menghasilkan pupuk organik. Disebut pupuk kandang atau kohe (kotoran hewan) yang dipermentasi lalu digabungkan ke dalam tanah sehingga akar tanaman menyerap banyak nutrisi alami dari kohe tersebut.

Bertanaman buah di pinggir hutan bukanlah perkara mudah. Gangguan alami pasti muncul, terutama hewan pengganggu jenis kera.

Kera itu bergerombol. Dalam satu rombongan tidak sedikit, jumlahnya bisa mencapai ratusan kera. Yang setiap saat mengintip dari balik hamparan pepohonan karet. Ketika petani lengah sebentar maka rombongan kera akan menyerbu tanaman buah.

Saat saya mengunjungi Runding Farm tahun 2016 lalu, warga Runding geleng-geleng kepala dan berkata “Menjaga tanaman dari serbuan kera itu paling susah. Si Azwar itu harus memeluk tiap batang pepaya dan pisang dari pagi hingga sore agar kera tak menyerbu tanaman”.

Makanya banyak petani tidak berani menanam tanaman buah di pinggir hutan, karena berada di zona kekuasaan kera. Silap sedikit buah tanaman raib.

Tetapi, kerja keras selalu menghasilkan kebaikan. Keuletan dan daya tarung. Azwar harus bertarung melawan hegemoni kera. Berbagai upaya dilakukan, dari bunyi-bunyian menakuti kera hingga memasang jambu air berisi racun di areal hutan karet. Dalam beberapa bulan populasi kera berkurang dan tanaman buah relatif aman.

Kerja keras Azwar ini menghasilkan bukan saja perolehan laba finansial bagi Azwar, lebih dari itu nama Runding sebagai penghasil pepaya calina menghiasi jagat Mandailing Natal.

Produk pepaya calina dari Runding dihasilkan sejumlah petani di desa paling ujung Panyabungan Barat itu. Dipasarkan hingga ke kota-kota di luar Mandailing Natal seperti Medan.

Pada tahun 2019 luas lahan yang dikelola Azwar bertambah menjadi 12 hektar. Jumlah tanaman durian ditambah. Jenis lain juga ditanam: lengkeng, alpukat, rambutan, manggis, duku, jeruk manis, jambu kristal.

Sejak berdiri, lokasi ini dicita-citai Azwar sebagai agrowisata alias wisata buah. Suatu pengelolaan kebun tanaman buah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dengan kata lain mengelola kebun buah yang berorientasi menarik wisatawan menikmati buah.

Meski hama kera relatif sudah aman, bukan berarti persoalan selesai. Setiap unit usaha selalu menghadapi masalah. Dan itu membutuhkan kesabaran, ketekunan, keuletan plus daya juang yang mumpuni.

Persoalan pelik Runding Farm adalah air. Tidak ada aliran air di dekat lokasi itu. Padahal air adalah bahan vital bagi tanaman. Tanpa air tanaman mati atau minimal sulit berkembang. Ibarat manusia: tanpa makan minum maka manusia akan kurus kering lalu wafat.

Tanpa air tanaman akan gagal, kemudian usaha perkebunan akan terhenti.

Untungnya, di tengah hamparan lahan itu – di bagian lahan yang relatif cekung –
ditemukan mata air. Itu adalah secercah harapan untuk menyirami tanaman.

“Tetapi volume air dari mata air terlalu kecil,” kata Azwar di Runding Farm, Kamis (22/8/2024).

Lantas, dia menggali tanah dan membentuk waduk mini ukuran sekitar 30 meter x 30 meter. Selain mengumpul air dari mata air itu, waduk juga difungsikan menampung air hujan agar cadangan air tersedia selalu.

Air dari waduk mini disemprotkan ke seluruh tanaman seluas 12 hektar memakai pompa air dan selang. Biaya mahal? Apa boleh buat, masih lebih bagus dibanding tanaman gagal tumbuh.

Kesulitan yang dihadapi tetap saja ada. Di musim kemarau hujan tak akan turun berbulan-bulan. Tanah menjadi gersang, tanaman berkondisi memprihatinkan. Bahkan siraman dari waduk mini pun relatif kurang memenuhi kebutuhan air bagi tanaman. Tetapi, itu tetap menjadi perjuangan sedemikian rupa bagi Azwar agar tanaman tidak rusak di kala kemarau.

Saat ini jumlah tanaman di Runding Farm sudah banyak. Yang dimungkinkan menjadi agrowisata secara utuh tahun 2025 alias tahun depan. Meski masih tahun depan, tetapi sejak setahun lalu Runding Farm sudah mulai dikenal banyak orang dari mulut ke mulut plus postingan media sosial (sosmed kata orang).

Runding Farm juga telah menyedot tenaga kerja. Semuanya penduduk Runding. Pekerja rutin 6 orang, mulai perawatan hingga pengelola Lopo Kobun. Selainnya tenaga kerja musiman 5 orang.

Karena sudah relatif banyak orang yang datang ke Runding Farm, maka Azwar mulai membangun berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari cafe bernama Lopo Kobun, musolla dan kamar mandi.

Jumlah tanaman buah yang akan menyambut pengunjung Runding Farm meliputi:

Pohon durian 650 batang dari berbagai varietas: musang king, duri hitam, bawor, namlung, pelangi, montong, duri hijau.

Lengkeng 350 batang jenis new kristal, king long, ruby merah, mata lada.

Rambutan 100 batang, alpukat 150 batang, jeruk manis tumbuh di sela-sela durian.

Meski baru akan terwujud tahun 2025 secara utuh sebagai kunjungan wisata buah, pada tahun 2022 lakoasi ini sudah terdaftar di Dinas Pariwisata Mandailing Natal.

Azwar menyebut, target di tahun 2025 seluruh tanaman sudah berproduksi. Walaupun sebenarnya sejak tahun 2018 sebagian durian sudah berproduksi; tahun 2023 lengkeng sudah berbuah, tahun 2017 alpukat pun sudah berbuah. Tetapi, tahun 2015 seluruh tanaman sudah usia berbuah sehingga wisatawan akan menikmati banjir buah dan mengkonsumsi petik langsung.

Lantas bagaimana siasat Runding Farm menghadapi sela musim buah? Bukankah durian dan beberapa tanaman hanya berbuah sekali dalam setahun?

Solusi yang ditetapkan adalah menanam tanaman sela di antara musim, meliputi pisang, melon dan semangka dan lainnya.

Sedangkan infrastruktur jalan untuk mencapai lokasi Runding Farm sudah relatif membaik: 16 kilometer dari jalan negara titik Parbangunan sampai titik perkampungan Desa Runding sudah beraspal hotmix sejak tahun 2023. Tersisa sekitar 1 km dari perkapungan menuju lokasi Runding Farm yang masih lapen tua dan jalan tanah. (bersambung)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gepeng Menjamur

    Gepeng Menjamur

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) bahkan orang gila (orgil) mulai terlihat dan semakin menjamur di Gunung Tua, Padang Bolak, Paluta. Keberadaan mereka sangat mengganggu ketenteraman masyarakat. Menjamurnya gepeng dan orgil ini membuat pemandangan kurang baik. Pasalnya mereka terlihat di tepat-tepat keramaian, pusat pasar, jalanan dengan wajah dan dandanan yang kurang beretika dan jotok. Dikhawatirkan apabila […]

  • Wartawan Jadi Sasaran Petugas Keamanan PTPN 2

    Wartawan Jadi Sasaran Petugas Keamanan PTPN 2

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Persoalan lahan eks PTPN 2 Kebun Sei Semayang, sepertinya tak ada habisnya. Bahkan, masalah ini terus meluas. Buktinya, karena tak ada solusi dan penyelesaian dari instansi terkait, puluhan warga Kota Binjai yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani mencoba menguasai lahan eks PTPN 2 tersebut, Jumat (22/4). Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kejadian […]

  • Pelatih PSMS Tak Kenal Pemain Titipan

    Pelatih PSMS Tak Kenal Pemain Titipan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pelatih PSMS Medan Edi Syahputra terus melakukan persiapan terhadap timnya. Setelah menjaring 20 dari 50 pemain yang mengikuti seleksi tahap pertama, pihaknya kembali melakukan pencoretan terhadap sejumlah pemain yang mengikuti seleksi tahap kedua. Seleksi tahap kedua sendiri diikuti 38 pemain. "Ke-38 pemain yang mengikuti seleksi tahap kedua itu sudah termasuk 20 pemain hasil seleksi tahap […]

  • Pemko Tebing Tinggi tak Respon

    Pemko Tebing Tinggi tak Respon

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banjir Kiriman Rendam Dua Kelurahan TEBING TINGGI- Sungai Padang dan Sungai Behilang yang membelah Kota Tebing Tinggi meluap, Sabtu (2/4). Akibatnya, ratusan rumah warga di Kelurahan Persiakan dan Kelurahan Mandailing Kecamatan Tebing Tinggi Kota, terendam banjir. Banjir terparah dialami warga yang bermukim di Lingkungan I, II, III dan IV, Kelurahan Mandailing. Ketinggian air hampir mencapai […]

  • Batu Akik Asal Batam Ini Dibanderol Senilai Rp 5 Miliar

    Batu Akik Asal Batam Ini Dibanderol Senilai Rp 5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BATAM – Bongkahan batu permata masih menawarkan sejuta sensasi bagi penggemar atau pecinta batu akik. Mereka tanpa lelah mencari dan memburu batu hingga ke pelosok-pelosok daerah terpencil sekalipun di bagian negri ini.  Tak terkecuali dengan pencinta batu akik di kota Batam. Setelah melalui proses pencarian yang panjang, akhirnya mereka menemukan jenis batu yang menjadi ciri […]

  • DEGRADASI KUALITAS PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

    DEGRADASI KUALITAS PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Ennawaty Sari Mahasiswa STAIM   “Engkau Patriot Pahlawan bangsa…. Tanpa tanda jasa…” Sepenggal lirik tersebut selalu dinyanyikan pada saat  ulang tahun hari guru atau PGRI untuk mengenang pahlawan yang mengemban tugas negara dalam pencerdasan kehidupan bangsa. Begitu besar jasa mereka memang karena dengan merekalah kita bisa menjadi seperti yang sekarang. Karna dengan […]

expand_less