Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
  • print Cetak

Catatan: Dahlan Batubara

Azwar Pulungan di lokasi Runding Farm

Runding Farm didirikan tahun 2015. Lokasinya di pinggiran hutan Desa Runding, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pendirinya Azwar Pulungan.

Dia selama ini dikenal sebagai ahli bertanaman. Saya dulunya mengenal dia sebagai orang pembudidaya bibit tanaman hingga bunga hias.

Saat ini Azwar dikenal sebagai petani muda yang bergerak di agrowisata: Runding Farm.

Di tahun 2015 itu luas lahan Runding Farm masih sekitar 2 hektar. Hingga tahun 2018 luasnya tak bertambah. Jenis tanaman utama adalah durian. Tumpang sari-nya pepaya dan pisang.

Azwar melakukan sistem pertanian terintegrasi. Penggabungan usaha peternakan dengan budidaya tumbuhan. Hewan yang dipelihara adalah lembu, kambing, ayam, bebek.

Tanaman membutuhkan pupuk. Pupuk organik lebih bagus untuk jangka panjang dibanding pupuk kimia. Hewan menghasilkan pupuk organik. Disebut pupuk kandang atau kohe (kotoran hewan) yang dipermentasi lalu digabungkan ke dalam tanah sehingga akar tanaman menyerap banyak nutrisi alami dari kohe tersebut.

Bertanaman buah di pinggir hutan bukanlah perkara mudah. Gangguan alami pasti muncul, terutama hewan pengganggu jenis kera.

Kera itu bergerombol. Dalam satu rombongan tidak sedikit, jumlahnya bisa mencapai ratusan kera. Yang setiap saat mengintip dari balik hamparan pepohonan karet. Ketika petani lengah sebentar maka rombongan kera akan menyerbu tanaman buah.

Saat saya mengunjungi Runding Farm tahun 2016 lalu, warga Runding geleng-geleng kepala dan berkata “Menjaga tanaman dari serbuan kera itu paling susah. Si Azwar itu harus memeluk tiap batang pepaya dan pisang dari pagi hingga sore agar kera tak menyerbu tanaman”.

Makanya banyak petani tidak berani menanam tanaman buah di pinggir hutan, karena berada di zona kekuasaan kera. Silap sedikit buah tanaman raib.

Tetapi, kerja keras selalu menghasilkan kebaikan. Keuletan dan daya tarung. Azwar harus bertarung melawan hegemoni kera. Berbagai upaya dilakukan, dari bunyi-bunyian menakuti kera hingga memasang jambu air berisi racun di areal hutan karet. Dalam beberapa bulan populasi kera berkurang dan tanaman buah relatif aman.

Kerja keras Azwar ini menghasilkan bukan saja perolehan laba finansial bagi Azwar, lebih dari itu nama Runding sebagai penghasil pepaya calina menghiasi jagat Mandailing Natal.

Produk pepaya calina dari Runding dihasilkan sejumlah petani di desa paling ujung Panyabungan Barat itu. Dipasarkan hingga ke kota-kota di luar Mandailing Natal seperti Medan.

Pada tahun 2019 luas lahan yang dikelola Azwar bertambah menjadi 12 hektar. Jumlah tanaman durian ditambah. Jenis lain juga ditanam: lengkeng, alpukat, rambutan, manggis, duku, jeruk manis, jambu kristal.

Sejak berdiri, lokasi ini dicita-citai Azwar sebagai agrowisata alias wisata buah. Suatu pengelolaan kebun tanaman buah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dengan kata lain mengelola kebun buah yang berorientasi menarik wisatawan menikmati buah.

Meski hama kera relatif sudah aman, bukan berarti persoalan selesai. Setiap unit usaha selalu menghadapi masalah. Dan itu membutuhkan kesabaran, ketekunan, keuletan plus daya juang yang mumpuni.

Persoalan pelik Runding Farm adalah air. Tidak ada aliran air di dekat lokasi itu. Padahal air adalah bahan vital bagi tanaman. Tanpa air tanaman mati atau minimal sulit berkembang. Ibarat manusia: tanpa makan minum maka manusia akan kurus kering lalu wafat.

Tanpa air tanaman akan gagal, kemudian usaha perkebunan akan terhenti.

Untungnya, di tengah hamparan lahan itu – di bagian lahan yang relatif cekung –
ditemukan mata air. Itu adalah secercah harapan untuk menyirami tanaman.

“Tetapi volume air dari mata air terlalu kecil,” kata Azwar di Runding Farm, Kamis (22/8/2024).

Lantas, dia menggali tanah dan membentuk waduk mini ukuran sekitar 30 meter x 30 meter. Selain mengumpul air dari mata air itu, waduk juga difungsikan menampung air hujan agar cadangan air tersedia selalu.

Air dari waduk mini disemprotkan ke seluruh tanaman seluas 12 hektar memakai pompa air dan selang. Biaya mahal? Apa boleh buat, masih lebih bagus dibanding tanaman gagal tumbuh.

Kesulitan yang dihadapi tetap saja ada. Di musim kemarau hujan tak akan turun berbulan-bulan. Tanah menjadi gersang, tanaman berkondisi memprihatinkan. Bahkan siraman dari waduk mini pun relatif kurang memenuhi kebutuhan air bagi tanaman. Tetapi, itu tetap menjadi perjuangan sedemikian rupa bagi Azwar agar tanaman tidak rusak di kala kemarau.

Saat ini jumlah tanaman di Runding Farm sudah banyak. Yang dimungkinkan menjadi agrowisata secara utuh tahun 2025 alias tahun depan. Meski masih tahun depan, tetapi sejak setahun lalu Runding Farm sudah mulai dikenal banyak orang dari mulut ke mulut plus postingan media sosial (sosmed kata orang).

Runding Farm juga telah menyedot tenaga kerja. Semuanya penduduk Runding. Pekerja rutin 6 orang, mulai perawatan hingga pengelola Lopo Kobun. Selainnya tenaga kerja musiman 5 orang.

Karena sudah relatif banyak orang yang datang ke Runding Farm, maka Azwar mulai membangun berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari cafe bernama Lopo Kobun, musolla dan kamar mandi.

Jumlah tanaman buah yang akan menyambut pengunjung Runding Farm meliputi:

Pohon durian 650 batang dari berbagai varietas: musang king, duri hitam, bawor, namlung, pelangi, montong, duri hijau.

Lengkeng 350 batang jenis new kristal, king long, ruby merah, mata lada.

Rambutan 100 batang, alpukat 150 batang, jeruk manis tumbuh di sela-sela durian.

Meski baru akan terwujud tahun 2025 secara utuh sebagai kunjungan wisata buah, pada tahun 2022 lakoasi ini sudah terdaftar di Dinas Pariwisata Mandailing Natal.

Azwar menyebut, target di tahun 2025 seluruh tanaman sudah berproduksi. Walaupun sebenarnya sejak tahun 2018 sebagian durian sudah berproduksi; tahun 2023 lengkeng sudah berbuah, tahun 2017 alpukat pun sudah berbuah. Tetapi, tahun 2015 seluruh tanaman sudah usia berbuah sehingga wisatawan akan menikmati banjir buah dan mengkonsumsi petik langsung.

Lantas bagaimana siasat Runding Farm menghadapi sela musim buah? Bukankah durian dan beberapa tanaman hanya berbuah sekali dalam setahun?

Solusi yang ditetapkan adalah menanam tanaman sela di antara musim, meliputi pisang, melon dan semangka dan lainnya.

Sedangkan infrastruktur jalan untuk mencapai lokasi Runding Farm sudah relatif membaik: 16 kilometer dari jalan negara titik Parbangunan sampai titik perkampungan Desa Runding sudah beraspal hotmix sejak tahun 2023. Tersisa sekitar 1 km dari perkapungan menuju lokasi Runding Farm yang masih lapen tua dan jalan tanah. (bersambung)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dini Hari Tadi, Satu Unit Rumah di Hutabargot Ludes Terbakar

    Dini Hari Tadi, Satu Unit Rumah di Hutabargot Ludes Terbakar

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) – terjadi dini hari tadi Kamis 17/8/2023 di Desa Sayur Maincat, Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Satu unit rumah terbuat dari kayu ludes di lalap sijago merah. Dari penuturan Rohana Batubara ( 53 ) awal mula api dari tungku masak rumah miliknya. Melihat api sudah membesar, Ia dan […]

  • Gerakan Pangan Murah Pemkab Madina, Harga Diklaim Paling Murah

    Gerakan Pangan Murah Pemkab Madina, Harga Diklaim Paling Murah

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Ketahanan Pangan gelar pasar murah. Agenda tersebut merupakan atensi pemerintah bagi masyarakat lantaran melonjaknya harga beras Jelang Ramadhan. Pantau Mandailing Online, pasar beras murah yang dilaksanakan di pasar lama panyabungan pagi tadi 4/3/2024 langsung di serbu warga. Antrian mendapatkan beras yang harga perkilonya Rp.10.250 itu […]

  • Suporter Sriwijaya FC Kecewa Dengan Kinerja Ivan Kolev

    Suporter Sriwijaya FC Kecewa Dengan Kinerja Ivan Kolev

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kelompok suporter Sriwijaya FC tidak ingin melihat Ivan Kolev melatih klub kesayangan mereka lagi musim depan. Performa tidak stabil yang diperlihatkan oleh Sriwijaya FC Palembang tampaknya tidak memuaskan suporter fanatik mereka. Oleh karena itu, suporter Sriwijaya meminta kepada manajemen agar tidak memperpanjang kontrak Ivan Kolev. Seperti yang dilansir oleh Sriwijaya Pos, dua kelompok suporter Sriwijaya […]

  • Pejabat Bupati Madina Serahkan SK CPNS Formasi Tahun 2010

    Pejabat Bupati Madina Serahkan SK CPNS Formasi Tahun 2010

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Pejabat Bupati Aspab Sopian Batubara menyerahkan Surat Keputusan pengangkatan dan penugasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2010 sebanyak 278 orang sementara 2 orang lagi gagal dikarenakan tidak mendaftar ulang di Lapangan Parkir Komplek Perkantoran Bupati Madina, Kamis (17/2). Aspan menyampaikan agar para CPNS tahun 2010 ini harus […]

  • Kejar Target Presiden, Atika Cek Gedung RSU Panyabungan Panatapan

    Kejar Target Presiden, Atika Cek Gedung RSU Panyabungan Panatapan

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memantau kesiapan gedung baru RSUD Panyabungan di Panatapan, Panyabungan, Jumat (16/5/2025). Atika sering memantau perkembangan bakal rumah sakit itu dalam beberapa pekan terakhir. “Pak Presiden punya beberapa program prioritas di sektor kesehatan, salah satunya peningkatan kelas RSUD dengan dukungan sarana prasarana,” […]

  • Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejak sepekan terakhir, ratusan ekor ayam di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mati mendadak. Mendengar laporan kejadian ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Madina, Sabtu (07/05/2011) langsung melakukan penyemprotan untuk menghindari penyakit ganas ini dan mengantisipasi bertambahnya ayam yang mati mendadak. Kejadian ini terungkap akibat keresahan masyarakat terhadap ayam […]

expand_less