Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

FILM “BIOLA NAMABUGANG” KEMBALI MENJADI OBJEK PENELITIAN

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Popularitas film daerah berbudaya Mandailing, “Biola Namabugang”, belum juga memudar sejak dirilis akhir tahun 2011 lalu. Film yang menceritakan tokoh Kareen yang diperankan oleh Aulia Sani tersebut baru-baru ini kembali menjadi penelitian tesis S2 di salah satu universitas di Medan. Boru Ritonga, mahasiswa itu, menyebut tertarik pada film produksi Tympanum Novem Films tersebut karena muatan budaya dan jenakanya. “Saya mengangkat masalah ekstrinsik dalam film tersebut, terutama menyangkut muatan budaya Mandailing,” katanya. “Banyak hal menarik di dalamnya, terutama keunikan budaya yang melekat pada tokoh Safii dan Maliki,” tambahnya antusias.

Film “Biola Namabugang” memang menceritakan tokoh Safii dan Maliki yang terisolasi dari kehidupan masyarakat sejak kecil. Mereka lahir dan besar di hutan dan jauh dari sentuhan modernisasi. Itu karena orang tua keduanya melarikan diri ke hutan karena pernikahan satu marga yang ditentang adat. Sentuhan dan konflik budaya makin intens terutama setelah hadir tokoh Kareen, seorang peniliti dari perguruan tinggi luar negeri. Keragaman benturan budaya modern dan tradisional itu yang melahirkan kejenakaan. Itu yang mendominasi seluruh cerita dan menimbulkan daya tarik.

Film ini memang bukan sekedar film komedi badut-badutan. Menurut sutradara sekaligus penulis skenarionya, Askolani Nasution, sejak awal ia memang mengemas komedi dalam film ini secara bernas, sarat makna. “Saya tak ingin memancing tawa penonton hanya dengan adegan-adegan yang sifatnya murahan,” katanya. Ia lalu menambahkan, sebuah film, apapun genrenya, sepatutnya tetap menguji integritas kehidupan manusia, sarat makna, sedapat mungkin menimbulkan kontemplasi berpikir bagi penonton. Film harus mengubah cara berpikir orang, tambahnya.

Memilih film “Biola Namabugang” sebagai objek penelitian ilmiah memang bukan sekali ini saja. Tahun lalu, film yang dibuat dengan dana tujuh juta ini juga pernah menjadi objek penelitian studi S2 di Jurusan Humaniora Universitas Andalas. Lucunya, mahasiswa tersebut bukan penutur bahasa Mandailing. Karena itu, masih menurut Askolani, sebuah budaya acapkali lebih menarik bagi peneliti luar. Peneliti seperti itu biasanya lebih jernih dan logis memposisikan dirinya. Karena itu, kajian tentang Mandailing lebih marak di luar kawasan ini. Arsip-arsip tentang sastra dan budaya Mandailing, misalnya, justru lebih lengkap di universitas luar negeri.

Menanggapi itu, kita sepatutnya merasa miris. Ketika orang diberbagai belahan dunia ini bersemangat membicarakan entitas Mandailing, di kawasannya sendiri ia seperti dilupakan. “Orang, kalau mau mencari buku Dua Sajoli, malah larinya ke universitas Australia. Di sini malah tak ada,” tandas Askolani.

Karena itu, Tympanum Novem Films, setiap tahun secara massif memproduksi film-film berkarakter Mandailing. Selain film “Biola Namabugang”, komunitas ini juga telah memproduksi film berkarakter daerah lainnya, yakni “Tias 1”, “Tias 2”, “Lilu 1”, “Lilu 2”, dan “Senandung Willem”. Saat ini juga sedang dalam proses produksi dua film lainnya, “Si Gotap Ulu” dan “Holong Natarhalang”.

Menanggapi hal itu, Holik Nasution, yang juga anggota komunitas Tympanum Novem Films, mengatakan bahwa usaha-usaha tersebut merupakan usaha memperkenalkan entitas Mandailing ke berbagai kalangan. “Sebagus apapun budaya yang kita miliki, tanpa publikasi yang terkemas baik, tidak akan membuat orang bangga dengan budaya yang kita miliki,” katanya

Reporter : Dahlan Batubara

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Perampok Didor, 4 Lagi Melenggang

    3 Perampok Didor, 4 Lagi Melenggang

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KISARAN – Polres Asahan masih harus bekerja ekstra mengungkap kasus perampokan di Suka Makmur, Kecamatan Bandar Pasir (BP) Mandoge, Asahan, Jumat (29/5) sore, sekira pukul 16.00 WIB. Dari tujuh perampok yang berhasil merampas uang tunai sebanyak Rp50 juta dari tangan korbannya Jerry Sembiring (25), baru tiga pelaku yang tertangkap. Sementara empat orang lagi melenggang bebas […]

  • Afrika Berpotensi Batal Investasi Rp90 T

    Afrika Berpotensi Batal Investasi Rp90 T

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kemungkinan batalnya perusahaan Afrika, Sasol, disebabkan tidak adanya pasokan batu bara. Perusahaan asal Afrika Selatan, South Africa Coal, Oil, and Gas Corporation (Sasol) diperkirakan batal berinvestasi sekitar US$10 miliar atau setara Rp90 triliun di Indonesia. Kemungkinan batalnya Sasol itu disebabkan oleh tidak adanya pasokan batu bara yang mencukupi dari PT Bukit Asam Tbk. “Sasol sepertinya […]

  • Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Taman Pasar lama Panyabungan

    Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Taman Pasar lama Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga menemukan satu mayat pria tanpa identitas berusia dikisaran 40-an tergelatak di taman Pasar Lama Panyabungan, Mandailing Natal sekira pukul 11.00 Wib, Rabu (19/11). Penemuan mayat yang diduga sebagai tidak waras semasa hidupnya ini sempat mengegerkan warga dan anak- anak sekolah yang berhamburan melihat almarhum tergeletak di dalam taman. Hingga saat […]

  • Pemilihan Ketua HMPS HPI STAIN Madina Sukses

    Pemilihan Ketua HMPS HPI STAIN Madina Sukses

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam (HMPS HPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal, Sumut, periode 2024-2025 berjalan sukses, Selasa (25/6/2024). Nur Aisyah terpilih sebagai ketua dalam pemilihan langsung. Dia memperoleh 18 suara, menyaingi Affan Muhamad Hasibuan yang memperoleh 15 suara. Pemilihan berlangsung demokratis di gedung […]

  • Soal Oknum Polisi Pukuli Imam Salat Tarawih

    Soal Oknum Polisi Pukuli Imam Salat Tarawih

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Kapolres Tapsel: Pelaku Akan Diberhentikan SIDIMPUAN, – Kapolres Tapsel AKBP Rizal Engahu akan memberhentikan Bripka Sawal Harahap, oknum polisi yang memukuli M Nabis Batubara, imam salat tarawih, jika terbukti mengalami gangguan kejiwaan. AKBP Rizal Engahu kepada METRO, Selasa (23/7), mengatakan, kejadian itu terjadi di wilayah hukum Polres Psp. Dan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Psp […]

  • Adi Mansar: Harusnya Jangan Ada Lagi KTP ke PSU Pilkada Madina

    Adi Mansar: Harusnya Jangan Ada Lagi KTP ke PSU Pilkada Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Advokad hukum, Dr. H. Adi Mansar, SH,MHum mencuatkan warning agar data pemilih benar-benar valid di tiga TPS yang akan melaksanakan PSU Pilkada Madina. Itu disampaikan Adi Mansar dalam pesan WhatsAap diterima Mandailing Online, Selasa (20/4/2021). Data pemilih yang kurang valid akan berpotensi memberikan peluang kembali kepada Paslon tertentu mengulangi kecurangan. Padahal, […]

expand_less