Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

FILM “BIOLA NAMABUGANG” KEMBALI MENJADI OBJEK PENELITIAN

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Popularitas film daerah berbudaya Mandailing, “Biola Namabugang”, belum juga memudar sejak dirilis akhir tahun 2011 lalu. Film yang menceritakan tokoh Kareen yang diperankan oleh Aulia Sani tersebut baru-baru ini kembali menjadi penelitian tesis S2 di salah satu universitas di Medan. Boru Ritonga, mahasiswa itu, menyebut tertarik pada film produksi Tympanum Novem Films tersebut karena muatan budaya dan jenakanya. “Saya mengangkat masalah ekstrinsik dalam film tersebut, terutama menyangkut muatan budaya Mandailing,” katanya. “Banyak hal menarik di dalamnya, terutama keunikan budaya yang melekat pada tokoh Safii dan Maliki,” tambahnya antusias.

Film “Biola Namabugang” memang menceritakan tokoh Safii dan Maliki yang terisolasi dari kehidupan masyarakat sejak kecil. Mereka lahir dan besar di hutan dan jauh dari sentuhan modernisasi. Itu karena orang tua keduanya melarikan diri ke hutan karena pernikahan satu marga yang ditentang adat. Sentuhan dan konflik budaya makin intens terutama setelah hadir tokoh Kareen, seorang peniliti dari perguruan tinggi luar negeri. Keragaman benturan budaya modern dan tradisional itu yang melahirkan kejenakaan. Itu yang mendominasi seluruh cerita dan menimbulkan daya tarik.

Film ini memang bukan sekedar film komedi badut-badutan. Menurut sutradara sekaligus penulis skenarionya, Askolani Nasution, sejak awal ia memang mengemas komedi dalam film ini secara bernas, sarat makna. “Saya tak ingin memancing tawa penonton hanya dengan adegan-adegan yang sifatnya murahan,” katanya. Ia lalu menambahkan, sebuah film, apapun genrenya, sepatutnya tetap menguji integritas kehidupan manusia, sarat makna, sedapat mungkin menimbulkan kontemplasi berpikir bagi penonton. Film harus mengubah cara berpikir orang, tambahnya.

Memilih film “Biola Namabugang” sebagai objek penelitian ilmiah memang bukan sekali ini saja. Tahun lalu, film yang dibuat dengan dana tujuh juta ini juga pernah menjadi objek penelitian studi S2 di Jurusan Humaniora Universitas Andalas. Lucunya, mahasiswa tersebut bukan penutur bahasa Mandailing. Karena itu, masih menurut Askolani, sebuah budaya acapkali lebih menarik bagi peneliti luar. Peneliti seperti itu biasanya lebih jernih dan logis memposisikan dirinya. Karena itu, kajian tentang Mandailing lebih marak di luar kawasan ini. Arsip-arsip tentang sastra dan budaya Mandailing, misalnya, justru lebih lengkap di universitas luar negeri.

Menanggapi itu, kita sepatutnya merasa miris. Ketika orang diberbagai belahan dunia ini bersemangat membicarakan entitas Mandailing, di kawasannya sendiri ia seperti dilupakan. “Orang, kalau mau mencari buku Dua Sajoli, malah larinya ke universitas Australia. Di sini malah tak ada,” tandas Askolani.

Karena itu, Tympanum Novem Films, setiap tahun secara massif memproduksi film-film berkarakter Mandailing. Selain film “Biola Namabugang”, komunitas ini juga telah memproduksi film berkarakter daerah lainnya, yakni “Tias 1”, “Tias 2”, “Lilu 1”, “Lilu 2”, dan “Senandung Willem”. Saat ini juga sedang dalam proses produksi dua film lainnya, “Si Gotap Ulu” dan “Holong Natarhalang”.

Menanggapi hal itu, Holik Nasution, yang juga anggota komunitas Tympanum Novem Films, mengatakan bahwa usaha-usaha tersebut merupakan usaha memperkenalkan entitas Mandailing ke berbagai kalangan. “Sebagus apapun budaya yang kita miliki, tanpa publikasi yang terkemas baik, tidak akan membuat orang bangga dengan budaya yang kita miliki,” katanya

Reporter : Dahlan Batubara

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target Bebas Pemadaman Listrik, PLN Sumut Sewa Kapal PLTGU dari Turki

    Target Bebas Pemadaman Listrik, PLN Sumut Sewa Kapal PLTGU dari Turki

    • calendar_month Selasa, 23 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN – PT PLN (Persero) menyewa Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) dari Karadeniz Powership Onur Sultan, Turki selama lima tahun. Ini dilakukan untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Kapal super besar ini luasnya tiga kali lapangan bola kaki memiliki kapasitas 240 […]

  • Demo CPNS Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Berkemah di Kantor Bupati Madina

    Demo CPNS Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Berkemah di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi Demonstrasi para pelamar CPNS Kabupaten Mandailing Natal (Madina) formasi tahun 2013 di kantor bupati Madina, Senin (2/6/2014) diiringi dengan aksi tabur bunga. Para pengunjukrasa bergantian menaburkan bunga terhadap foto Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang dipajang di depan pintu masuk kantor bupati. Penaburan bunga itu disebut sebagai ungkapan duka […]

  • Gerakan Koin Cinta Publikasi Laporkan Keuangan Donasi Untuk Rizky Wasiah

    Gerakan Koin Cinta Publikasi Laporkan Keuangan Donasi Untuk Rizky Wasiah

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Hingga Selasa (2/2) Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah telah berhasil mengumpul dana masyarakat luas sebesar Rp. 13.532.500. Dalam laporan keuangan awal Pebruari 2016 yang disampiakan Maradotang Pulungan, Ketua Panitia Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah, Selasa (2/2) menyebutkan dana total yang terkumpul sebesar Rp. 13.532.500. Sedangkan total dana yang telah […]

  • Banyak Halte di Panyabungan Kena Coret Tilisan “Tutup SMGP – Tangkap Riza Pasiki dan Aditiya”

    Banyak Halte di Panyabungan Kena Coret Tilisan “Tutup SMGP – Tangkap Riza Pasiki dan Aditiya”

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah halte dan dinding bangunan di berbagai titik  Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), menjadi sasaran aksi corat-coret. Coretan berupa tulisan di antaranya “Tutup SMGP, Tangkap Riza Pasiki dan Aditiya”. Coretan-coretan itu nampaknya menggunakan jenis pilok. Mulai marak terlihat sejak hari ini, Kamis (14/4/2022). Dari pantauan, lokasi titik halte jalan raya yang dicoret […]

  • KKM dan Taman Budaya Sumut Jajaki Kemitraan

    KKM dan Taman Budaya Sumut Jajaki Kemitraan

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menggenjot promosi seni budaya dan parawitasa Mandailing Natal (Madina), Kampoeng Kaos Madina (KKM) dan Taman Budaya Propinsi Sumatra Utara akan menjalin kerjasama ke depan. Menjawab wartawan, Senin (30/9/2013), pemilik KKM Sobir Lubis menyatakan penjajakan kerjasama dengan Taman Budaya Sumut ini diharapkan dapat terjalin kemitraan dalam promosi parawisata, seni dan budaya Mandailing […]

  • Ketua DPRD Madina : Pemda Harus Tegas Ke PLN Terkait Pembayaran LPJU

    Ketua DPRD Madina : Pemda Harus Tegas Ke PLN Terkait Pembayaran LPJU

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis menegaskan Pemerimtah Daerah harus tegas ke pihak PLN apabila PLN tidak mau rekonsoliasi MoU terkait pembayaran listrik LPJU ( Lampu Penerangam Jalan Umum ). Hal ini dikatakannya pada wartawan senin 14/8/2023. ” harus ada penghitungan yang akurat sehingga pembayaran yang dilakukan pemerintah […]

expand_less