Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

DPRD Madina Upayakan Bank Untuk Rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 25 Apr 2018
  • print Cetak

Komisi III DPRD Madina di Sleman dengan pihak Bank Sleman

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Belajar dari Bank Sleman di Yogyakarta, Komisi III DPRD Mandailing Natal (Madina) melihat bahwa sudah saatnya Madina mendirikan bank yang dikelola pemkab untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Bank Sleman telah terbukti mampu menggenjot laju pertumbuhan produksi di tingkat masyarakat bawah dalam berbagai sektor usaha sehingga kehadiran Bank Sleman telah menjadi trend percontohan daerah-daerah lain di Indonesia.

Berdasar hasil penjajakan Komisi III DPRD Madina dalam kunjungan kerja ke Sleman pertengahan April lalu menunjukkan bahwa model Bank Sleman ini bisa diterapkan di Madina sebagai bank non komersil yang berfungsi mendorong pertumbuhan produksi di kalangan masyarakat bawah.

Bank ini bisa dalam bentuk Perusahaan Daerah juga bisa dalam bentuk Perusahaan Terbatas dimana saham masyarakat bisa memperkuat asset.

Tetapi persoalan bentuk badan bukan menjadi inti perhatian, tetapi bagaimana bank ini kelak mampu berperan aktif dan kuat dalam dinamika permodalan bagi kalangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Madina.

Sebab, ketika harga keret, misalnya, tetap terpuruk dan relatif tak ada tanda membaik menempatkan rakyat seolah tak memiliki kekuatan beralih ke usaha lain,” kata Ketua Komisi III DPRD Madina, Arsidin Batubara,SE didampingi Sekretaris, Ludfan Nasution serta anggota Komisi III, Mulyadi Nasution dan Bakhri Efendi kepada Mandailing Online, di gedung dewan, Rabu (25/4/2018).

Oleh karenanya, menurut Arsidin, untuk mendorong pertumbuhan prduksi di kalangan masyarakat membutuhkan kehadiran bank yang mudah terjangkau rakyat, baik dari segi pelayanan dengan tingkat kerumitan yang rendah serta bunga yang minim atau tanpa bunga dengan model syariah.

Wacana bank ini juga sesuai dengan visi misi Bupati & Waki Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution-Jakfar Sukhairi Nasution tentang upaya kemandirian ekonomi daerah yang tak banyak tergantung terhadap luar.

Kemandirian ekonomi itu menghendaki bahwa masyarakat harus berproduksi. Gerak produksi harus melebar ke segala sektor, bukan saja industri dan perdagangan serta jasa tetapi juga sektor perikanan, peternakan, perkebunan dan tanaman pangan dalam konsep agribisnis maupun agro industri.

Dan itu semua membutuhkan penopang permodalan melalui intervensi pemerintah daerah dalam banyak bentuk termasuk mendirikan lembaga keuangan publik.

Bank Sleman telah membuktikan itu, bank yang dikelola BUMD itu mampu mendorong pertumbuhan produksi masyarakat luas dalam pelbagai sektor. Kehadiran Bank Sleman kini telah menjadi bank pemerintah daerah yang paling sukses di Indonesia menumbuhkan ekonomi rakyat.

Bahkan dalam trend dana desa masa kini, kehadiran bank milik pemkab ini juga bisa menjadi mitra utama BUMDes yang berdiri di desa-desa.

Arsidin menyatakan, bank milik pemkab ini juga tidak akan mereduksi bank-bank konpensional yang sudah ada, bahkan akan menjadi mitra.

Soal kemungkinan adanya kekhawatiran bahwa bank milik pemkab ini akan membebani APBD, Arsidin Batubara menyatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan OJK, termasuk melakukan sharing dengan kalangan akademisi dan praktisi ekonomi dan bank. Tetapi, berdasar masukan-masukan yang diperoleh Komisi III DPRD Madina di Slemen bahwa Madina masuk kategori 4 yakni  di angka 3,5 milyar Rupiah sebagai syarat mendirikan bank.

Pihaknya juga akan membuka pintu diskusi bagi tokoh-tokoh masyarakat agar wacana pendirian bank ini dapat terwujud dengan kondisi baik dan sinergis.

Soal mengapa bukan koperasi, kenapa harus bank? Menurut Arsidin, koperasi sudah dicoba selama ini, tetapi tingkat penguapan dana terlalu banyak sehingga  tingkat daya dorongnya bagi pertumbuhan ekonomi rakyat relatif mandeg.

Dari sisi kredit macet, Bank Sleman menjadi contoh betapa kemacetan kredit sangat rendah. Bank Sleman memiliki banyak pola mengatasi itu, termasuk memperkuat divisi supervisi dan pembinaan calon kreditur juga melakukan kerjasama dengan kejaksaan.

Arsidin dan Ludfan menyatakan, Komisi III masih menyusun langkah-langkah bagi lahirnya peraturan daerah pendirian bank itu. Pihaknya akan mengajukan rancanngan peraturan daerah inisiatif DPRD.

“Kita berharap pimpinan dewan memberikan lampu hijau. Dan kita yakin pimpinan oke, karena unsur pimpinan juga turut serta di pelaksanaan kunjungan kerja ke Sleman itu,” kata Arsidin.

Arsidin juga menyatakan bahwa Komisi III sifatnya hanya menghantar untuk berdirinya bank ini. Kelak akan ada manajemen tersendiri yang menjalankannya.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tindak Tegas Oknum DPRD Madina Diduga Pemerkosa

    Tindak Tegas Oknum DPRD Madina Diduga Pemerkosa

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, LSM Republik Anti Korupsi (Reaksi) mengutuk keras tindakan salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berinisial DSN yang disebut-sebut memperkosa seorang gadis berinisial NH (22) di Medan beberapa waktu lalu. “Seorang anggota DPRD tidak seharusnya melakukan perbuat keji seperti itu, dia seharusnya melindungi masyarakat bukan malah merusaknya,” ujar Sekretaris LSM Reaksi Madina Jeffry […]

  • SIDIMPUAN EPISENTRUM TABAGSEL, GEJOLAK DAN BARA SEKAM (Bagian 3 – selesai)

    SIDIMPUAN EPISENTRUM TABAGSEL, GEJOLAK DAN BARA SEKAM (Bagian 3 – selesai)

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Menuju Sumteng, Sidimpuan Bersiap Menjadi Ibukota Kawasan Sudah tiba masanya Sidimpuan menegaskan diri sebagai episentrum Tabagsel. Membangun kolaborasi regional, bukan persaingan kecil antarwilayah, apalagi hanya sekedar pertarungan elit lama dan elit baru. Wacana Provinsi Sumatera Tenggara mungkin masih jauh. Mungkin juga bakal jadi desakan untuk menghentikan moratorium. Tetapi sejarah sering dimulai dari gagasan yang […]

  • Status Lahan Masih Kendala Bandara Madina

    Status Lahan Masih Kendala Bandara Madina

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Direncakan Beroperasi Tahun 2015 Panyabungan (MO) – Dirjen Perhubungan RI sudah memerintahkan Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk menuntaskan beberapa hal yang masih menjadi kendala, agar bandar udara di Kecamatan Bukit Malintang bisa beroperasi pada tahun 2015. Kepala Dinas Perhubungan Madina, Harlan Batubara, Kamis (16/2) menyatakan, kendala yang sedang dituntaskan meliputi status lahan […]

  • Gemasu Unjukrasa, Dukung Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Taman Raja Batu

    Gemasu Unjukrasa, Dukung Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Taman Raja Batu

    • calendar_month Rabu, 7 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sumatera Utara (Gemasu) berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera  Utara (Kejatisu), Selasa (6/3). Massa menyatakan mendukung penuh terhadap langkah Kejatisu dalam penyelidikan dugaan korupsi pembangunan objek wisata  Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri Syariah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang diduga […]

  • Pelebaran Jalur Panyabungan Timur

    Pelebaran Jalur Panyabungan Timur

    • calendar_month Rabu, 28 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dua alat berat sedang melakukan pelebaran badan jalan di jalur Panyabungan-Pagur di titik Desa Padang Laru. Sejak awal Maret 2018 badan jalan menuju Panyabungan Timur, Mandailing Natal ini diperlebar untuk memperlancar arus lalulintas. Amatan Mandailing Online,pekan lalu, lebar badan jalan ini mencapai 12 meter setelah diperlebar yang sebelumnya hanya sekitar 6 meter. Pelabaran jalan ini […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 42)

    MARSIDAO-DAO (episode 42)

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I jae ni dalan godang i, jongjog Si Isrot, Si Poso dohot si Pikek painte motor nangkan tenggeton ni alai tu Sidimpuan. Si Poso laing sandang do i abarana tas ganan ni pakeanna dohot pakean ni anggina. Soni muse si Isrot. Ngada sajia onok, ro ma tarida motor Aek […]

expand_less