Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

DPRD Madina Upayakan Bank Untuk Rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 25 Apr 2018
  • print Cetak

Komisi III DPRD Madina di Sleman dengan pihak Bank Sleman

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Belajar dari Bank Sleman di Yogyakarta, Komisi III DPRD Mandailing Natal (Madina) melihat bahwa sudah saatnya Madina mendirikan bank yang dikelola pemkab untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Bank Sleman telah terbukti mampu menggenjot laju pertumbuhan produksi di tingkat masyarakat bawah dalam berbagai sektor usaha sehingga kehadiran Bank Sleman telah menjadi trend percontohan daerah-daerah lain di Indonesia.

Berdasar hasil penjajakan Komisi III DPRD Madina dalam kunjungan kerja ke Sleman pertengahan April lalu menunjukkan bahwa model Bank Sleman ini bisa diterapkan di Madina sebagai bank non komersil yang berfungsi mendorong pertumbuhan produksi di kalangan masyarakat bawah.

Bank ini bisa dalam bentuk Perusahaan Daerah juga bisa dalam bentuk Perusahaan Terbatas dimana saham masyarakat bisa memperkuat asset.

Tetapi persoalan bentuk badan bukan menjadi inti perhatian, tetapi bagaimana bank ini kelak mampu berperan aktif dan kuat dalam dinamika permodalan bagi kalangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Madina.

Sebab, ketika harga keret, misalnya, tetap terpuruk dan relatif tak ada tanda membaik menempatkan rakyat seolah tak memiliki kekuatan beralih ke usaha lain,” kata Ketua Komisi III DPRD Madina, Arsidin Batubara,SE didampingi Sekretaris, Ludfan Nasution serta anggota Komisi III, Mulyadi Nasution dan Bakhri Efendi kepada Mandailing Online, di gedung dewan, Rabu (25/4/2018).

Oleh karenanya, menurut Arsidin, untuk mendorong pertumbuhan prduksi di kalangan masyarakat membutuhkan kehadiran bank yang mudah terjangkau rakyat, baik dari segi pelayanan dengan tingkat kerumitan yang rendah serta bunga yang minim atau tanpa bunga dengan model syariah.

Wacana bank ini juga sesuai dengan visi misi Bupati & Waki Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution-Jakfar Sukhairi Nasution tentang upaya kemandirian ekonomi daerah yang tak banyak tergantung terhadap luar.

Kemandirian ekonomi itu menghendaki bahwa masyarakat harus berproduksi. Gerak produksi harus melebar ke segala sektor, bukan saja industri dan perdagangan serta jasa tetapi juga sektor perikanan, peternakan, perkebunan dan tanaman pangan dalam konsep agribisnis maupun agro industri.

Dan itu semua membutuhkan penopang permodalan melalui intervensi pemerintah daerah dalam banyak bentuk termasuk mendirikan lembaga keuangan publik.

Bank Sleman telah membuktikan itu, bank yang dikelola BUMD itu mampu mendorong pertumbuhan produksi masyarakat luas dalam pelbagai sektor. Kehadiran Bank Sleman kini telah menjadi bank pemerintah daerah yang paling sukses di Indonesia menumbuhkan ekonomi rakyat.

Bahkan dalam trend dana desa masa kini, kehadiran bank milik pemkab ini juga bisa menjadi mitra utama BUMDes yang berdiri di desa-desa.

Arsidin menyatakan, bank milik pemkab ini juga tidak akan mereduksi bank-bank konpensional yang sudah ada, bahkan akan menjadi mitra.

Soal kemungkinan adanya kekhawatiran bahwa bank milik pemkab ini akan membebani APBD, Arsidin Batubara menyatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan OJK, termasuk melakukan sharing dengan kalangan akademisi dan praktisi ekonomi dan bank. Tetapi, berdasar masukan-masukan yang diperoleh Komisi III DPRD Madina di Slemen bahwa Madina masuk kategori 4 yakni  di angka 3,5 milyar Rupiah sebagai syarat mendirikan bank.

Pihaknya juga akan membuka pintu diskusi bagi tokoh-tokoh masyarakat agar wacana pendirian bank ini dapat terwujud dengan kondisi baik dan sinergis.

Soal mengapa bukan koperasi, kenapa harus bank? Menurut Arsidin, koperasi sudah dicoba selama ini, tetapi tingkat penguapan dana terlalu banyak sehingga  tingkat daya dorongnya bagi pertumbuhan ekonomi rakyat relatif mandeg.

Dari sisi kredit macet, Bank Sleman menjadi contoh betapa kemacetan kredit sangat rendah. Bank Sleman memiliki banyak pola mengatasi itu, termasuk memperkuat divisi supervisi dan pembinaan calon kreditur juga melakukan kerjasama dengan kejaksaan.

Arsidin dan Ludfan menyatakan, Komisi III masih menyusun langkah-langkah bagi lahirnya peraturan daerah pendirian bank itu. Pihaknya akan mengajukan rancanngan peraturan daerah inisiatif DPRD.

“Kita berharap pimpinan dewan memberikan lampu hijau. Dan kita yakin pimpinan oke, karena unsur pimpinan juga turut serta di pelaksanaan kunjungan kerja ke Sleman itu,” kata Arsidin.

Arsidin juga menyatakan bahwa Komisi III sifatnya hanya menghantar untuk berdirinya bank ini. Kelak akan ada manajemen tersendiri yang menjalankannya.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sedang Nyari Emas, Dua Warga Lubuk Sibegu Tewas Tertimbun Material Tanah

    Sedang Nyari Emas, Dua Warga Lubuk Sibegu Tewas Tertimbun Material Tanah

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Dua Pria asal Lubuk Sibegu kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan Mandailing Natal (Madina) tewas tertimbun material tanah saat sedang mencari emas di pinggiran sungai batang gadis. Kejadiannya sekitar pukul 17:00, senin sore 8/7/2024. Kata Warga yang minta identitasnya dirahasiakan. Lokasi kejadian Memang selain tempat pengambilan pasir dan batu, juga dibuat tempat mencari […]

  • Kabulkan Gugatan FPI, MA Nilai Daerah Paling Kompeten Mengatur Miras

    Kabulkan Gugatan FPI, MA Nilai Daerah Paling Kompeten Mengatur Miras

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengeluhkan pembatalan Keppres No 3/1997 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol. Menurut Gamawan kini terjadi kekosongan rujukan pengendalian miras. Mahkamah Agung (MA) tidak sependapat karena masih ada peraturan dan perundang-undangan yang mengatur perdagangan termasuk peredaran miras. “Masih ada beberapa UU mengenai perdagangan, yang penting adalah pasca putusan ini adalah kebijakan […]

  • Status Tertinggal, Dana Desa Sopo Batu Tahun 2025 Rp 571 Juta. Untuk Energi Alternatif Rp130 Juta, Buat Jalan Desa Cuma Rp30 Juta

    Status Tertinggal, Dana Desa Sopo Batu Tahun 2025 Rp 571 Juta. Untuk Energi Alternatif Rp130 Juta, Buat Jalan Desa Cuma Rp30 Juta

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan|| Mandailing Online – Meski berstatus desa tertinggal, Desa Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan, dari data yang diperoleh dari laman kementerian desa baru merealisasikan Dana Desa thun 2025 sebesar Rp571,3 juta dari total pagu Rp894 juta. Serapan anggaran itu setara 63,9%. Penyaluran dilakukan dua tahap. Tahap Satu Rp428,8 juta (75,06%) dan Tahap Dua Rp142,4 juta (24,94%). […]

  • Akhirnya! DK PBB Keluarkan Resolusi Penghancuran Senjata Kimia Suriah

    Akhirnya! DK PBB Keluarkan Resolusi Penghancuran Senjata Kimia Suriah

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    NEW YORK, – Dewan Keamanan PBB akhirnya mengesahkan resolusi yang memerintahkan penghancuran senjata kimia Suriah. Dengan suara bulat, negara-negara anggota DK PBB juga mengecam serangan gas beracun di Damaskus, Suriah bulan Agustus lalu. Ini merupakan resolusi DK PBB pertama mengenai konflik Suriah yang telah berlangsung 30 bulan. Sebelumnya, tiga resolusi mengenai Suriah selalu digagalkan oleh […]

  • Jajaran Pemkab Madina Pererat Silaturahmi Lewat Halalbihalal

    Jajaran Pemkab Madina Pererat Silaturahmi Lewat Halalbihalal

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jajaran Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) mulai dari kepala daerah sampai honorer/TKS mempererat silaturahmi lewat acara halalbihalal yang dilaksanakan di Masjid Agung Nur Alan Nur Aek Godang Panyabungan. Momen saling meminta dan memberi maaf ini dihadiri oleh Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Sekda […]

  • Taman Kota Panyabungan Jadi Ruang Publik Multifungsi

    Taman Kota Panyabungan Jadi Ruang Publik Multifungsi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH Madina) gulirkan program peremajaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Alun alun Panyabungan yang lebih optimal. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Khairul ST,. Melalui Kepala Bidang P2KLH Edy Hamzah menjelaskan Taman Kota Panyabungan yang berada di kelurahan Kayu Jati merupakan Refrsentasi dari program DLH […]

expand_less