Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

HUT Madina Selesai, Pemkab Berterimakasih

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Mar 2017
  • print Cetak

Sekda Madina, Syafe'i Lubis memimpin pertemuan dengan wartawan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelaksanaan HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke-18 telah selesai. Dan Pemkab Madina mengucapkan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat atas kesuksesan seluruh kegiatan.

Itu diungkap Sekda Madina, Syafe’i Lubis didampingi Asisten III, Sahnan Batubara, Kadis Infokom dan Kabag Humas Muktar Afandi di sekretariat ruang kerja Asisten II, Senin (13/3/2017) dalam konfrensi pers.  

Di sisi lain, Sekda atas nama bupati menyatakan minta ma’af jika ada pelayanan yang kurang pas dan akan menjadi masukan serta bahan evaluasi untuk tahun-tahun mendatang.

Sekda mengungkapkan, sejauh ini pelaksanaan rangkaian HUT berjalan sukses, baik pemaren pembangunan, sidang paripurna HUT, tausiah dan lainnya.

Tentang pameran pembangunan di Taman Raja Batu yang dibuka sejak 6 Maret dan berakhir 11 Maret, berdasar pantauan dan dialog Sekda dengan para pedagang tersimpulkan bahwa para pengusaha UKM yang memerkan hasil usaha rata-rata mengaku puas dari tinjauan kuantitas penjualan selama pameran berlangsung.

“Pedagang yang saya temui mengakui kenaikan omset penjualan lipat dua dibanding pada pameran pembanguna tahun lalu,” kata Sekda.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang harga stand yang terlalu mahal untuk kalangan UKM Madina, menurut Sekda, harga stand pameran yang disediakan pemerintah daerah melalui Even Organzer yang sebesar Rp.17.500.000 per stand itu diperuntukkan bagi SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan perusahaan-perusahaan besar. Sedangkan usaha-usaha UKM telah disediakan titik-titik lokasinya di lokasi pameran terpisah dengan stand bertarif.

Di sisi lain, Sekda menyatakan indikator-indikator keberhasilan pelaksanan pameran pembangunan meliputi jumlah pengunjung, keamanan, kenyamanan.

Jumlah pengunjung tergolong tinggi. Hanya saja jumlahnya tak tercatat. Indiaksi bludak pengunjung tergambar pada arus lalu lintas malam penutupan, dimana kepadatan lalulintas cukup tinggi dengan kecepatan laju kenderaan 1 jam dari titik Taman Raja Batu ke titik jembatan Batang Gadis berjarak sekitar 400 meter.

Sisi keamanan, sejauh ini tidak ada laporan insiden kericuhan maupun kehilangan kenderaan. Kenyamanan juga tercipta dengan baik karena pengunjung telah disediakan tempat-tempat duduk dan alur pergerakan yang nyaman.

Lokasi Taman Raja Batu yang berada di pinggir jalan nasional juga telah memberikan magnit tersendiri sebagai pusat kunjungan.

Peliput  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pohon Tumbang, Dua Rumah di Panyabungan Jae Rusak Berat

    Pohon Tumbang, Dua Rumah di Panyabungan Jae Rusak Berat

    • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – sebatang pohon berusia ratusan tahun di Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal tumbang dan merusak dua rumah warga. Kejadian ini terjadi siang tadi Kamis 25/5/2023. Dua warga yang rumah nya rusak milik Mahlil (60) dan tetangganya Khoiriah (58). Pohon jenis beringin itu tumbang akibat rapuh termakan usia dan […]

  • Jalan ke Aek Nabara Jenis Tanah dan Berbahaya

    Jalan ke Aek Nabara Jenis Tanah dan Berbahaya

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Kondisi jalan menuju Desa Aek Nabara Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih berjenis jalan tanah dan sempit hanya mampu dilewati kenderaan roda dan berbahaya jika tak hati-hati melewatinya. Desa ini sudah terlalu lama dalam penantian panjang mengharapkan infrastruktur yang memadai layaknya sebuah desa yang berada di wilayah negara […]

  • Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan Sepi

    Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan Sepi

    • calendar_month Kamis, 16 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Acara mendengarkan pidato kenegaraan di ruang paripurna DPRD Mandailing Natal (Madina), Kamis (16/8) sangat sepi. Hingga pukul 11.00 Wib atau satu jam setelah acara dimulai jumlah anggota dewan yang hadir hanya 12 orang dari total 40 orang jumlah anggota DPRD Madina. Acara dibuka oleh Ketua DPRD Madina, As Imran Kahytami Daulay ini […]

  • Mabes Polri Kembangkan Kasus Irwasda Polda Lampung

    Mabes Polri Kembangkan Kasus Irwasda Polda Lampung

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Markas Besar Kepolisian RI masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus penggunaan narkoba jenis sabu-sabu oleh Inspektur Pengawas Daerah Kepolisian Daerah Lampung Komisaris Besar Suyono. Penyidikan ini juga dikembangkan kepada pemasok sabu kepada perwira (pamen) menengah itu yang diduga melibatkan oknum-oknum Polri lainnya. Kepala Bagian Produksi dan Dokumentasi Divisi Hubungan Masyarakat Polri […]

  • Kodim 0212/Tapsel Terima Pengarahan Dari Tim Bintal Dam I/BB

    Kodim 0212/Tapsel Terima Pengarahan Dari Tim Bintal Dam I/BB

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Padang Sidempuan( Mandailing Online ) – Anggota Kodim 0212/Tapsel menerima pengarahan Bimbingan Mental ( Bintal ) dari Bintal Kodam I/BB, bertempat di Aula Daulay Simorangkir Makodim Jln. Imam Bonjol Kec. Padang Sidempuan Selatan Kota Padang Sidempuan, Rabu (06/09/2023) Kegiatan pengarahan Bintal yang mengusung Tema “Memantapkan Militasi Prajurit, PNS Dan Keluarga Guna Mendukung Tugas Pokok” diikuti […]

  • Pemekaran: Jalan Pintas Penguasaan atau Jalan Panjang Kesejahteraan?

    Pemekaran: Jalan Pintas Penguasaan atau Jalan Panjang Kesejahteraan?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ada satu kesalahan berpikir yang terus berulang setiap kali wacana pemekaran daerah muncul: seolah-olah membelah wilayah otomatis berarti membagi kesejahteraan. Padahal, pengalaman sejak era Reformasi 1998 justru menunjukkan hal yang lebih rumit — dan seringkali lebih pahit. Pemekaran, dalam praktiknya – baik untuk provinsi atau kabupaten/kota, terlalu sering menjadi […]

expand_less