PASAMAN BARAT (Mandailing Online) – Mahasiswa Kelompok 9 STAIN Mandailing Natal, Sumut melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar.
KKN pada Jum’at (26/07/2024) menggelar Edukasi Taharah dan Edukasi Tajhizul Mayid, dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 12 Ranah Batahan, Jorong Taming Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat.
Edukasi Taharah dan Edukasi Tajhizul Mayid merupakan salah satu program kerja prioritas para mahasiswa.
Pelaksanaan KKN berlangsung selama dua bulan, dari tanggal 10 Juli 2024 sampai dengan tanggal 5 September 2024.
Kegiatan edukasi ini dinarasumberi oleh Ulfa Aida, mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Mandailing Natal (Madina), menyampaikan materi terkait Edukasi Taharah yakni tata cara mandi wajib dan tata cara berwudu. Serta, Rinaldi Fauzi mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah STAIN Mandailing Natal, yang menyampaikan materi terkait Tajhizul Mayid yaitu tata cara memandikan, mengkafani, dan menyolatkan mayat.
Acara dibuka dengan penyampaian pentingnya belajar tata cara berwudu dan tata cara memandikan dan menyolatkan mayat oleh MC Intan Safitri Pulungan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, serta mengajak siswa untuk lebih aktif melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat dan positif.
Ulfa Aida membuka sesi dengan menjelaskan apa itu Taharah. “Taharah adalah merujuk kepada kondisi suci dan bersih yang wajib dimiliki oleh seorang muslim sebelum melaksanakan ibadah sholat. Ada dua jenis Taharah, yaitu Taharah besar dan Taharah kecil. Taharah besar adalah proses membersihkan diri dari hadas besar seperti junub (keluar mani), haid, dan nifas. Taharah besar dilakukan dengan mandi besar (mandi wajib). Thaharah kecil adalah proses membersihan diri dari hadas kecil seperti buang air kecil, buang air besar, kentut, tidur, atau terkena najis. Taharah kecil dilakukan dengan berwudu” jelasnya.
Setelah menjelaskan defenisi Taharah, berikutnya memaparkan materi mengenai rukun dan tata cara mandi wajib serta rukun dan tata cara berwudu yang kemudian dilakukan praktek bersama anak-anak terkhusus kelas 6 SDN 12 Ranah Batahan.
Guna Edukasi ini adalah mengajarkan kepada anak-anak kelas 6 SDN 12 Ranah Batahan bahwa belajar Taharah merupakan salah satu awal dalam mempelajari agama islam sebab Taharah adalah syarat sah solat.

Dalam sesi berikutnya, Rinaldi Fauzi memaparkan apa itu Tajhizul Mayid. “Tajhizul Mayid adalah istilah dalam islam yang merujuk pada proses pengurusan jenazah, mencakup serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan jenazah sebelum dimakankan,” jelasnya.

Secara umum tahapan Tajhizul Mayid adalah memandikan jenazah atau membersihkan tubuh jenazah dengan air suci, mengkafani atau membungkus tubuh jenazah dengan kain yang suci, mensalatkan, dan menguburkan jenazah.
Tahapan-tahapan ini disampaikan tata caranya bersamaan dengan praktek yang dilakukan dengan alat praktek yang dibawa sebelumnya. Tak hanya itu, mahasiswa juga mengajak siswa menghapalkan bacaan solat jenazah yang kemudian mengajak mereka mempraktekkan tata cara menyolatkan jenazah di depan kelas guna memberi pemahaman lebih dalam mengenai Tajhizul Mayid.
Edukasi Tajhizul Mayid sangatlah penting, bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban agama, tetapi juga memiliki banyak manfaat yang sangat baik bagi kehidupan manusia.
Dengan memahami tata cara mengurus jenazah mengingatkan akan kematian dan kehidupan akhirat, sehingga mendorong manusia untuk senantiasa berbuat baik dan bertaqwa kepada Allah SWT. (rel/dahlan batubara)