Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Puskesmas Rawat Inap, Atika Melawan Dahlan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
  • print Cetak

 

Di debat itu Dahlan Hasan Nasution menyalahkan Atika Azmi Utammi soal puskesmas rawat inap.

Puskesmas rawat inap itu mencuat ketika Calon Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution,B.AppFin,M.Fin mengemukakan gagasan agar puskesmas difungsikan sebagai rawat inap agar rakyat di pelosok yang sakit tak susah ke rumah sakit, terutama puskesmas yang jauh dari rumah sakit.

Gagasan Atika itu mendapat resfon sanggah dari Calon Bupati Madina (petahana) Dahlan Hasan Nasution.

Dahlan menyatakan bahwa puskesmas tidak boleh dijadikan rawat inap, sesuai hasil kordinasi para bupati dengan Kementerian Ksehetan RI, beberapa waktu lalu. Dan Dahlan Hasan menyindir agar Atika membaca peraturan yang berlaku.

Lalu Atika membalas, fakta membuktikan bahwa ada rawat inap di Puskesmas Kotanopan.

Pasca debat Pilkada Madina tanggal 13 November itu, publik pun ramai berdebat di Facebook dan WhatsApp.

Pendukung kubu 02 (Dahlan-Aswin) memuji Dahlan Hasan yang mampu menyanggah gagasan Atika.

Pendukung kubu 01 (Sukhairi-Atika) pun tak tinggal diam, mereka membuka tabir-tabir bahwa banyak puskesmas yang berfungsi rawat inap di berbagai belahan Indonesia bahkan di Sumatera Utara, juga bahkan di Madina sendiri.

Benarkah puskesmas tak boleh difungsikan sebagai rawat inap bagi pasien?

Website Kementerian Kesehatan membantah pernyataan Dahlan Hasan itu.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia 2019 justru membeberkan data-data banyak puskesmas di seluruh Indonesia yang berfungsi sebagai rawat inap, termasuk di Sumatera Utara, termasuk di Mandailing Natal (Madina).

Di dalam data PKM Sumut yang dirilis Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia 2019 itu melaporkan tabel terdapat 175 layanan rawat inap di puskesmas-puskesmas di Sumatera Utara. Data itu termasuk sebanyak 3 layanan rawat inap di Madina.

Data yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia 2019 itu menunjukkan adanya regulasi layanan rawat inap di puskesmas.

Data itu juga sekaligus membantah pernyataan Dahlan Hasan. Pun data itu membenarkan Atika Azmi Utammi Nasution.

Yang menjadi pertanyaan adalah : mengapa Dahlan Hasan yang berkuasa 7 tahun di Madina itu tidak mengetahui bahwa ada pusksesmas di Madina yang melayani rawat inap? Apakah Dahlan kecolongan di wilayah yang dikuasainya?

Jika memang ada relugasi yang melarang puskesmas melayani rawat inap, dimana regulasinya? Mengapa tak diperlihatkan Dahlan Hasan?

Dan sesungguhnya, gagasan Atika agar puskesmas di kawasan-kawasan jauh untuk difungsikan sebagai puskesmas rawat inap adalah gagasan yang sangat brilian dan patut dijempoli.

Mengapa Dahlan Hasan seolah menghalangi gagasan Atika itu? Tidakkah Dahlan Hasan memiliki hati untuk sekedar merasakan bagaimana sakitnya penduduk di desa-desa pelosok yang jauh dari rumah sakit?

Bayangkan jika saudara kita tinggal di Sibinail dalam keadaan sakit dan keluarganya harus bersusah payah membawanya ke rumah sakit di Panyabungan. Padahal di Muarasipongi ada pusksesmas.

Bayangkan jika saudara kita tinggal di Lubuk Kapundung, Muara Batang Gadis; atau di Bintungan Bejangkar. Para penduduk sakit harus dibawa ke RSU Natal yang sangat jauh.

Itu masih membawa orang sakit. Belum lagi keluarga yang harus berhenti mencari nafkah demi menemani anggota keluarga sakit di rumah sakit.

Banyak keluarga yang hidupnya pas-pasan, mencari hari ini hanya cukup untuk makan keluarga satu hari. Bagaimana jika tak mencari nafkah selama seminggu atau dua minggu selama anggota keluarga berada di rumah sakit?

Mungkin semua sepakat bahwa puskesmas yang dekat dengan rumah sakit tak boleh melayani rawat inap, seperti Puskesmas Mompang atau Puskesmas Panyabungan Jae, karena hanya berjarak beberapa kilo meter dari RSU Panyabungan. Tetapi bagimana dengan nasib penduduk di Muara Soma atau Sopo Tinjak?

Gagasan Atika menjadikan puskesmas-puskesmas melayani rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit patut diapresiasi dan harus diwujudkan. Karena rakyat Madina butuh layanan yang mudah. Bukan dipersulit. Karena mayoritas rakyat masih miskin. Terutama yang berada di desa-desa pelosok. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Orang Tertembak di Panyabungan Timur

    5 Orang Tertembak di Panyabungan Timur

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Onlie) – Sebanyak 5 orang warga Desa Rantonatas Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal tertembak di Desa Pardomuan, kecamatan yang sama, Kamis (11/2). Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat sekitar  50 warga desa Rantonatas sekitar pukul 5:30 WIB beramai-ramai ke Desa Pardomuan berjarak sekira 2 Km dari Desa Rantonatas hendak menangkap Munir […]

  • Sejumlah Kades, Camat dan Lurah Sambangi Rumdis Wakil Bupati Madina

    Sejumlah Kades, Camat dan Lurah Sambangi Rumdis Wakil Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Natal ) : Tidak ada agenda resmi dan di, Puluhan Kepala Desa sambangi Rumah Dinas Wakil Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Atika Azmi Utammi Nasution Jum’at pagi 20/9/2024 sekitar pukul 9.30 wib. Selain Kepala Desa Sejumlah Lurah dan Camat juga terlihat hadir. Kepala Desa yang hadir saat ditanyai tidak berkomentar, mereka […]

  • Jalinsum Gunung Tua-Psp Rusak

    Jalinsum Gunung Tua-Psp Rusak

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    PALUTA – Musim hujan yang melanda Padang Lawas Utara (Paluta) belakangan ini membuat beberapa jalan di Paluta rusak. Jalan aspal yang tadinya mulus menjadi rusak karena tergenang air hujan. Kondisi ini menyulitkan pengguna jalan. Salah satu lokasi kerusakan terdapat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Gunung Tua-Psp Km 5, Desa  Sukadame, Kecamatan Padang Bolak. Bahkan sedikit […]

  • Bertemu Cak Imin, Bupati Sukhairi Serahkan Oleh-Oleh Berupa Kopi Mandheling

    Bertemu Cak Imin, Bupati Sukhairi Serahkan Oleh-Oleh Berupa Kopi Mandheling

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    DELISERDANG (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menjumpai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa di ruang VIP Bandara Kualanamu, Deliserdang, Kamis (23/6). Dalam pertemuan tersebut Sukhairi menyerahkan kopi Mandheling sebagai oleh-oleh bagi Wakil Ketua DPR RI itu. Kedatangan pria yang akrab disapa Cak Imin ini ke Sumatera Utara dalam rangka menyampaikan […]

  • Antisipasi DBD, Pemdes Salambue Lakukan Penyemprotan dan Aksi Bersih Bersih

    Antisipasi DBD, Pemdes Salambue Lakukan Penyemprotan dan Aksi Bersih Bersih

    • calendar_month Jumat, 19 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Rentannya Potensi Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada setiap individu maupun kolektif, Pemerintah Desa Salambue, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) lakukan penyemprotan serta gotong royong bersihkan jalanan dan seluruh pekarangan warga Jum’at 19/01/2024. Sabaruddin Muhammad Kepala Desa Salambue mengatakan langkah tersebut merupakan atensi Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mengantisipasi menularnya […]

  • Digugat, Gambar Mengerikan di Bungkus Rokok

    Digugat, Gambar Mengerikan di Bungkus Rokok

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menurut para penggugat, gambar gigi busuk, jenazah, bisa membuat konsumen rokok depresi. Lima perusahaaan rokok menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) karena tidak setuju dengan undang-undang baru yang mengharuskan mereka memasang gambar peringatan kesehatan di bungkus rokok. Menurut mereka, hal tersebut melanggar kebebasan berekspresi sebagai warga negara dan bisa membuat mereka kehilangan […]

expand_less