Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Puskesmas Rawat Inap, Atika Melawan Dahlan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
  • print Cetak

 

Di debat itu Dahlan Hasan Nasution menyalahkan Atika Azmi Utammi soal puskesmas rawat inap.

Puskesmas rawat inap itu mencuat ketika Calon Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution,B.AppFin,M.Fin mengemukakan gagasan agar puskesmas difungsikan sebagai rawat inap agar rakyat di pelosok yang sakit tak susah ke rumah sakit, terutama puskesmas yang jauh dari rumah sakit.

Gagasan Atika itu mendapat resfon sanggah dari Calon Bupati Madina (petahana) Dahlan Hasan Nasution.

Dahlan menyatakan bahwa puskesmas tidak boleh dijadikan rawat inap, sesuai hasil kordinasi para bupati dengan Kementerian Ksehetan RI, beberapa waktu lalu. Dan Dahlan Hasan menyindir agar Atika membaca peraturan yang berlaku.

Lalu Atika membalas, fakta membuktikan bahwa ada rawat inap di Puskesmas Kotanopan.

Pasca debat Pilkada Madina tanggal 13 November itu, publik pun ramai berdebat di Facebook dan WhatsApp.

Pendukung kubu 02 (Dahlan-Aswin) memuji Dahlan Hasan yang mampu menyanggah gagasan Atika.

Pendukung kubu 01 (Sukhairi-Atika) pun tak tinggal diam, mereka membuka tabir-tabir bahwa banyak puskesmas yang berfungsi rawat inap di berbagai belahan Indonesia bahkan di Sumatera Utara, juga bahkan di Madina sendiri.

Benarkah puskesmas tak boleh difungsikan sebagai rawat inap bagi pasien?

Website Kementerian Kesehatan membantah pernyataan Dahlan Hasan itu.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia 2019 justru membeberkan data-data banyak puskesmas di seluruh Indonesia yang berfungsi sebagai rawat inap, termasuk di Sumatera Utara, termasuk di Mandailing Natal (Madina).

Di dalam data PKM Sumut yang dirilis Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia 2019 itu melaporkan tabel terdapat 175 layanan rawat inap di puskesmas-puskesmas di Sumatera Utara. Data itu termasuk sebanyak 3 layanan rawat inap di Madina.

Data yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia 2019 itu menunjukkan adanya regulasi layanan rawat inap di puskesmas.

Data itu juga sekaligus membantah pernyataan Dahlan Hasan. Pun data itu membenarkan Atika Azmi Utammi Nasution.

Yang menjadi pertanyaan adalah : mengapa Dahlan Hasan yang berkuasa 7 tahun di Madina itu tidak mengetahui bahwa ada pusksesmas di Madina yang melayani rawat inap? Apakah Dahlan kecolongan di wilayah yang dikuasainya?

Jika memang ada relugasi yang melarang puskesmas melayani rawat inap, dimana regulasinya? Mengapa tak diperlihatkan Dahlan Hasan?

Dan sesungguhnya, gagasan Atika agar puskesmas di kawasan-kawasan jauh untuk difungsikan sebagai puskesmas rawat inap adalah gagasan yang sangat brilian dan patut dijempoli.

Mengapa Dahlan Hasan seolah menghalangi gagasan Atika itu? Tidakkah Dahlan Hasan memiliki hati untuk sekedar merasakan bagaimana sakitnya penduduk di desa-desa pelosok yang jauh dari rumah sakit?

Bayangkan jika saudara kita tinggal di Sibinail dalam keadaan sakit dan keluarganya harus bersusah payah membawanya ke rumah sakit di Panyabungan. Padahal di Muarasipongi ada pusksesmas.

Bayangkan jika saudara kita tinggal di Lubuk Kapundung, Muara Batang Gadis; atau di Bintungan Bejangkar. Para penduduk sakit harus dibawa ke RSU Natal yang sangat jauh.

Itu masih membawa orang sakit. Belum lagi keluarga yang harus berhenti mencari nafkah demi menemani anggota keluarga sakit di rumah sakit.

Banyak keluarga yang hidupnya pas-pasan, mencari hari ini hanya cukup untuk makan keluarga satu hari. Bagaimana jika tak mencari nafkah selama seminggu atau dua minggu selama anggota keluarga berada di rumah sakit?

Mungkin semua sepakat bahwa puskesmas yang dekat dengan rumah sakit tak boleh melayani rawat inap, seperti Puskesmas Mompang atau Puskesmas Panyabungan Jae, karena hanya berjarak beberapa kilo meter dari RSU Panyabungan. Tetapi bagimana dengan nasib penduduk di Muara Soma atau Sopo Tinjak?

Gagasan Atika menjadikan puskesmas-puskesmas melayani rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit patut diapresiasi dan harus diwujudkan. Karena rakyat Madina butuh layanan yang mudah. Bukan dipersulit. Karena mayoritas rakyat masih miskin. Terutama yang berada di desa-desa pelosok. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nurdin Lubis Resmi Jadi Sekda Provsu

    Nurdin Lubis Resmi Jadi Sekda Provsu

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho melantik Nurdin Lubis menjadi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut di aula Martabe Pemprov Sumut di Medan. Pelantikan dihadiri unsur muspida dan seluruh pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Sumut, dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI nomor 145/N tahun 2011 tanggal 21 September 2011. […]

  • Janda Miskin Diserang Tumor, Butuh Dermawan

    Janda Miskin Diserang Tumor, Butuh Dermawan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nur Hamidah (38) janda miskin menderita serangan tumor ganas di perut. Apa daya, uang tak punya. Warga Desa Gunung Manaon, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut ini hanya berdoa semoga ada dermawan yang datang membantu biaya operasi. Menjawab wartawan di rumah orangtuanya, Selasa (30/6/2020) Nurhamidah menuturkan gejala tumor itu dirasakannya sejak 2 […]

  • Kantor DPRD Dibobol Maling

    Kantor DPRD Dibobol Maling

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Walau merupakan hari kerja, namun seluruh PNS yang bertugas di Bagian Umum Sekretariat DPRD Tapanuli Selatan pada Senin (24/01/2011) tidak masuk kantor usai jam istirahat siang. Akibatnya ruang kerja bagian umum menjadi sasaran maling. Maling disebut merusak dan menggasak uang jutaan rupiah dari laci kerja salah seorang staf. Konon kabarnya, uang jutaan rupiah itu […]

  • Kadis Perdagangan Nilai Pembagian APBD Madina Tak Adil. Ada Perjalanan Dinas 1M lebih Namun Diefisiensi

    Kadis Perdagangan Nilai Pembagian APBD Madina Tak Adil. Ada Perjalanan Dinas 1M lebih Namun Diefisiensi

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fantastis, Anggaran Perjalanan Dinas di Dinas Perdagangan Tahun 2025 senilai Rp. 1.110.835.460. Dari data tersebut tercatat ada dua pos anggaran untuk perjalanan dinas. Perjalanan dinas biasa terdiri dari 10 item kegiatan dengan pagu anggaran Rp.705.775.460. Dana itu untuk kegiatan belanja perjalanan dinas biasa atau untuk 10 item kegiatan. Contoh realisasinya ada, […]

  • RSU Panyabungan Bau

    RSU Panyabungan Bau

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Air Kosong di Kamar Mandi MADINA-Air di kamar mandi Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan, Kabupaten Madina kosong. Akibatnya, seluruh ruangan di tempat bau busuk yang menyebabkan pasien dan keluarga pasien merasa resah dan merasa tidak nyaman. Amatan METRO, Kamis (9/2) sekitar pukul 11.00 WIB di beberapa kamar mandi RSU plat merah yang berada di Kelurahan […]

  • Pemda Madina Gelar Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran

    Pemda Madina Gelar Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan rapat evaluasi pelaksanaan program/kegiatan penyerapan anggaran OPD di Aula Kantor Bupati, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Senin (12/12). Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution itu membahas dampak inflasi menjelang natal dan tahun baru (nataru), mengevaluasi kinerja setiap dinas di Pemkab Madina […]

expand_less