Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

DPR Minta Garuda Beri Sanksi Operator Lalai

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


Jakarta – Sejumlah anggota Komisi V DPR meminta kepada manajemen PT Garuda Indonesia untuk memberi sanksi tegas kepada operator pada sistem operasi baru BUMN Penerbangan itu.

“Jika hasil investigasi menunjukkan ada unsur `human error` (kelalaian manusia) pada operatornya, maka Garuda harus beri sanksi tegas,” Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Muhidin M. Sahid, kepada pers usai Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran direksi PT Garuda Indonesia, di Jakarta, Kamis.

Dia mengakui, sebenarnya kecewa dengan Garuda sebab bagaimana mungkin bisa terjadi kekeliruan sistem teknologi informasi (TI) yang baru itu.

Oleh karena itu, tegasnya, jika hasil dari tim investigasi tersebut telah keluar, maka pihak Garuda diwajibkan untuk menyebarkan informasi tersebut kepada pemerintah.

“Hal ini sebagai tindak tanggung jawab Garuda kepada pemerintah akibat kekacauan sistem baru itu. Selain itu, juga harus disampaikan ke publik secara terbuka,” katanya.

Bukan Sabotase

Direktur Teknologi Informasi dan Strategis Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan, pada kesempatan yang sama menyatakan, sudah melakukan penelitian lebih lanjut mengenai penyebab ambruknya jaringan sistem “Integrated Operational Control System (IOCS)”.

“Sebelumnya, sempat sampaikan kabel copot. Kami bilang itu sebagai sebab karena memang yang paling mudah dikenali secara visual. Tapi ternyata ambruknya sistem disebabkan oleh adanya aplikasi atau pengguna sistem,” kata Elisa.

Aplikasi ini secara langsung mengirimkan data secara masif ke perangkat kontrol komunikasi sehingga membuat sistem bermasalah.

“Sementara di saat bersamaan, operator tidak disiplin dalam proses memasukkan data terakhir mengenai pergerakan awak kabin, pesawat, dan jadwal penerbangan ke dalam sistem,” katanya.

Elisa juga mengungkapkan, operator hanya memasukkan data terbaru itu ke sistem baru.

Padahal, seharusnya data krusial itu dimasukkan ke dalam sistem lama maupun ke IOCS.

Namun demikian, ia membantah adanya unsur kesengajaan atau sabotase dalam hal tersebut.

“Jadi, bukan sistem barunya yang bermasalah. Kesalahan utama kami adalah tidak disiplin melakukan `cut over` karena input data hanya ke satu sistem,” katanya.

Oleh karena itu, tegasnya, pihaknya melihat ada kemungkinan unsur kelalaian. Kami tidak pernah katakan ini sabotase, orang yang mengembangkan itu,” katanya.(*)
(T.E008/M012/R009)
Sumber : Antara News

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 39 Anggota Polres Tebingtinggi Naik Pangkat

    39 Anggota Polres Tebingtinggi Naik Pangkat

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tebingtinggi. Sebanyak 39 anggota Polresta Tebingtinggi naik pangkat, masing-masing tiga orang menjadi perwira dan 36 selebihnya dari pangkat Brigadir, Sabtu (31/12). Pengambilan sumpah tugas dilakukan langsung oleh Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi SIK didampingi oleh Waka Polres Tebingtinggi Kompol Safwan Khayat MHum, di Halaman Mapolres Tebingtinggi. Tiga personel perwira yang naik pangkat adalah Iptu […]

  • Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab

    Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Musim panas tahun 1991, Aisha Roberson menemukan ajaran Kristen di dalam Alquran. Ini dilakukannya selama dua tahun, sebelum akhirnya ia memutuskan menjadi Muslim. Alhamdulillah. “Aku menemukan kebenaran dalam Alquran. Aku baca surat Al-Maidah ayat 82-85. Ini menguatkan kerinduanku menjadi Muslim,” kenang dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (20/11). Aisha mengalami perubahan drastis dalam hidupnya selama menjalani […]

  • Kejatisu harus tahan Buyung Ritonga

    Kejatisu harus tahan Buyung Ritonga

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar bukan hanya menyeret Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin saja. Tetapi juga turut didalamnya mantan bendahara umum sekaligus pemegang kas Pemkab Langkat, Buyung Ritonga. Jika Syamsul Arifin, kasusnya ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK, sedangkan Buyung Ritonga ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Buyung […]

  • Hujan Masuk ke Dalam Sekolah

    Hujan Masuk ke Dalam Sekolah

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online): Memprihatinkan kondisi Gedung SMP Negeri 4 Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal, karena itu seluruh masyarakat berharap Bupati Madina Cq. Kadis Pendidikan dapat melihat kondisi ril gedung pendidikan bagi masyarakat di daerah itu. Pantauan pekan lalu, terharu melihat bentuk fisik gedung sekolah yang mana lantai sudah pecah-pecah. Pintu-pintu […]

  • DCS Dapil 3 PAN Madina

    DCS Dapil 3 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 PAN Madina

  • Bupati Madina Lepas Kontingen MQK Tingkat Nasional

    Bupati Madina Lepas Kontingen MQK Tingkat Nasional

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kontingen Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) dari Mandailing Natal (Madina), Sumut akan berkompetisi di tingkat nasional awal Oktober ini. Pelepasan kontingen dilaksanakan Bupati Madina Saipullah Nasution di Kantor Kementerian Agama Madina, Panyabungan, Senin (29/9/2025). Mereka akan bertolak ke Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan, tempat pelaksanaan MQKN 2025. Dari 20 peserta […]

expand_less