Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Madina Habiskan 6 Milyar Per Bulan Beli Sayur Dari Luar Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 22 Sep 2012
  • print Cetak

Angkutan sayur 220912PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebutuhan sayur mayur dan buah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih lebih banyak dipasok dari luar daerah seperti Bukit Tinggi, Tapsel dan Karo. Nilai transaksi oleh para pedagang pemasok mencapai sekitar 6 milyar per bulan.

Jika petani lokal mampu memproduksi dan menyuplai ragam sayur mayur, maka uang sebesar itu tidak perlu melayang ke luar daerah.

Itu diungkapkan Wakil Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution kepada puluhan petani di Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, pekan lalu didampingi Kepala dinas pertanian dan peternakan Madina Taufik Zulhandra Ritonga.

Untuk itu, sejauh ini Pemkab Madina terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan, misalnya penyuluhan bagi para petani agar lebih kreatif dan produktif dalam menjalankan usaha taninya.

Sebab, kata Dahlan, hal yang paling kecil di lingkungan sendiri apabila dibiarkan sudah memeroleh keuntungan yang cukup besar bagi orang lain padahal masyarakat sendiri yang terkadang tidak serius mengerjakannya.

”Misalnya sayur-mayur, bayangkan saja bapak-ibu sekalian kita sudah menghabiskan uang ke daerah lain hanya untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah kita sehari-hari, untuk sebulan 6 miliar, atau sekira 72 miliar setahun. Itu jumlah yang sangat besar kita hamburkan hanya karena kemalasan kita sendiri,” ucap Dahlan.

Kata Dahlan, pada dasarnya Madina termasuk alam yang subur dan makmur dan diyakini bisa mengubah kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik dan sejahtera dan untuk mewujudkan itu tidak hanya tugas dan pekerjaan pemerintah saja tetapi masyarakat juga harus berpartisipasi dengan pemerintah.

“Saya kasihan melihat masyarakat kita sekarang, hanya untuk kebutuhan daun singkong, kangkung, sawi, dan jenis palawija lainnya kita harus mengeluarkan uang. Padahal dari kesuburan tanah Madina sepantasnya bisa memproduksi sayur-mayur untuk dijual ke luar daerah tetapi yang ada sebaliknya,” ungkapnya.

Cara yang lebih tepat, kata Dahlan, adalah bagi masyarakat petani agar tidak mengosongkan lahan pertaniannya dan mengisinya dengan tanaman lain yang tidak merusak tanaman pokok. “Seperti di sawah kan bisa ditanami sayur di sepanjang pinggir lahannya, dan begitu juga di kebun. Kita jangan berpikir lagi sebagai konsumen tetapi harus bisa menjadi produsen di bidang kita masing-masing demi kesejahteraan dan peningkatan taraf ekonomi kita semua,” pesannya.

Di tempat terpisah, salah seorang petani. Nurul (45) mengaku sadar kalau selama ini dia sendiri sudah lama tidak lagi menanami sayur-mayur seperti yang disampaikan wabup tersebut. Padahal sekitar 5 tahun lalu dia bisa memeroleh uang ratusan ribu rupiah setiap minggu dari tanaman sayur di pinggir sawahnya.

”Ada juga sedikit kendala karena selama ini banyak lahan kami yang tidak bisa digunakan lagi, karena itulah kami tidak mengerjakannya lagi selama bertahun-tahun. Padahal apabila terus dikerjakan tetap bisa menghasilkan uang,” katanya.(mt)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMK Madina Tahun 2024 Senilai Rp. 2.911.736,13

    UMK Madina Tahun 2024 Senilai Rp. 2.911.736,13

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – melalui keputusan rapat dewan pengupahan kabupaten, Bupati Mandailing Natal ( Madina ) H.M.Ja’far Sukhairi Nasution menandatangani rekomendasi Upah Mininum Kabupaten ( UMK ) tahun 2024 senilai Rp. 2.911.736,13. Nilai ini naik dari sebelumnya yakni Rp.2.874.312,58. ” penetapan tersebut sesuai prosedur pengupahan atau regulasi Peraturan Pemerintah (PP) 51 Tahun 2023. Serta berdasarkan […]

  • Kepala UPTD Wilayah I Stabat Apresiasi Pemilik Lahan Kembalikan Kawasan Hutan Lindung Kepada Pemerintah 

    Kepala UPTD Wilayah I Stabat Apresiasi Pemilik Lahan Kembalikan Kawasan Hutan Lindung Kepada Pemerintah 

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Langkat|| Mandailing Online- Kepala UPTD Wilayah I Stabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut, Sukendra Purba, mengaku sangat mengapresiasi pemilik lahan karena di lokasi tanah yang dimilikinya terdapat kawasan hutan lindung. Bahkan pihanya telah menerima surat pernyataan dari Mimpin Ginting selaku pemilik sebahagian lahan kawasan hutan di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. […]

  • Kholidah, Penyuluh Pertanian dari Madina Diundang ke Istana Negara Jakarta

    Kholidah, Penyuluh Pertanian dari Madina Diundang ke Istana Negara Jakarta

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang petugas Penyuluh Pertanian Lapangan dari Kabupaten Mandailing Natal bernama Kholidah diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara di Jakarta. Kholidah selama ini tercatat sebagai petugas PPL yang bertugas di Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina). Dia dinobatan sebagai salah satu PPL kategori PNS teladan tingkat nasional, sehingga di hari peringatan […]

  • Seluruh Galundung di Kota Panyabungan Ditertibkan Tahun 2015

    Seluruh Galundung di Kota Panyabungan Ditertibkan Tahun 2015

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seluruh unit-unit gelondongan batu emas (Galundung-bahasa Mandailing) yang berserak di pemukiman-pemukiman kota Panyabungan, Mandailing Natal akan ditertibkan pada tahun 2015. Pihak Polres dan Pemkab Madina sudah melakukan koordinasi terkait rencana penertiban ini. Saat ini pihak Pemkab Madina sudah menyatakan akan menampung anggaran dananya pada tahun 2015, sehingga program penertiban gelondongan […]

  • Timbas: Kami tidak Akan Bayar Honor Kalian

    Timbas: Kami tidak Akan Bayar Honor Kalian

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Honorer Sat Pol PP Kembali Berorasi BINJAI- Dikarenakan belum ada penjelasan yang memuaskan dari Pemerintah Kota (Pemko) Binjai terkait gaji selama 4 bulan yang belum dicairkan, membuat puluhan honorer Sat Pol PP semakin berang. Akibatnya, mereka kembali melakukan orasi ke kantor Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Rabu (20/4) sekitar pukul 10.00 […]

  • Karena Pilpres, Penetapan Tersangka Taman Raja Batu Ditunda

    Karena Pilpres, Penetapan Tersangka Taman Raja Batu Ditunda

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) : Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum juga menetapkan tersangka kasus pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Mandailing Natal. Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) beralasan tak mau mengganggu  penyelenggaraan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg). “Inikan mau pemilihan pilpres dan pileg, kita tidak mau mengganggu agenda pemerintah […]

expand_less