Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Waspadai Calo Mengatasnamakan PLN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
  • print Cetak


ADINA- Kepala PLN Ranting Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengingatkan seluruh masyarakat, terutama pelanggan PLN untuk tidak percaya calo yang mengatasnamakan PLN dalam bentuk apapun.

“Hal ini mengingat banyaknya oknum yang mengatasnamakan pegawai atau karyawan PLN untuk membuat sambungan baru atau hal lainnya,” ujar Kepala PLN Ranting Panyabungan, Pardomuan Nasution, kepada METRO, Jumat (12/11).

Menurut Pardomuan, akhir-akhir ini banyak oknum yang mengatasnamakan karyawan PLN untuk membantu pelanggan dalam penanganan segala bentuk pelayanan PLN dan oknum yang tanpa legalisasi dari pihak PLN tersebut, merayu calon pelanggan yang ingin memasang sambungan baru dan mengambil keuntungan dari tindakan tersebut. Padahal tindakan seperti itu di luar wewenang dan tanggung jawab dari PT PLN sendiri.

Pardomuan menambahkan, setiap pembayaran pemasangan sambungan baru listrik, pihaknya selalu menunjukkan kuitansi yang berlisensi atau legal. “Kita tak pernah menandatangani kuitansi yang tak resmi kecuali kuitansi bertanda TUL I-06 yang telah memiliki R/C. Artinya dengan kuitansi tersebut sebagai bukti setoran dari bank dan masuk ke rekening PT PLN,” terang Pardomuan.

Hal ini dilakukan PT PLN, sambungnya, agar masyarakat tak terkendala dengan pelayanan yang diberikan dan terhindar dari oknum yang mengatasnamakan karyawan PT PLN. Dan apabila ada hal seperti ini terjadi, Pardomuan mengimbau masyarakat untuk melaporkannya kepada PT PLN terdekat supaya ditindaklanjuti.

“Untuk selanjutnya, masyarakat yang curiga kepada oknum-oknum tersebut, tolong segera beritahukan kepada kantor PLN perwakilan terdekat dan jangan percaya kepada oknum yang tak ada kartu pengenal PLN. Sebab, itu di luar tanggung jawab PLN sendiri. Dan apabila oknum tersebut memberikan kuitansi yang tak resmi segera laporkan supaya bisa ditindaklanjuti kepada pihak yang berwajib atau bisa menghubungi kami,” tegasnya seraya menunjukkan nomor telepon yang bisa dihubungi yakni 0636-20139.

Ia juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan jasa pelayanan dari PLN supaya langsung datang atau menghubungi kantor PLN dan jangan melalui calo atau oknum yang memanfaatkan situasi tersebut. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSMS Medan kalah lagi

    PSMS Medan kalah lagi

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BONTANG – Bontang FC sukses menuai angka penuh di kandang setelah menundukkan PSMS Medan 2-0 di Stadion Mulawarman dalam lanjutan Liga Prima Indonesia (IPL) 2011/12, Sabtu (18/2). Raihan tiga angka mengangkat posisi Bontang FC ke peringkat tujuh klasemen sementara usai mengumpulkan poin sepuluh dari sembilan laga. Bontang FC menggeser Persiraja Banda Aceh, PSM Makassar dan […]

  • Khilafah Mampu Membendung Neoliberalisme dan Neoimperialisme

    Khilafah Mampu Membendung Neoliberalisme dan Neoimperialisme

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: KH M. Shiddiq Al-Jawi Neoliberalisme adalah perkembangan mutakhir ideologi kapitalisme yang meminimalkan peran negara dalam perekonomian dan menyerahkan perekonomian pada mekanisme pasar. Adapun neoimperialisme adalah penjajahan gaya baru, yakni penjajahan yang tidak lagi menggunakan militer sebagai instrumen dominasinya, melainkan instrumen dominasi lainnya seperti politik, ekonomi dan budaya. Neoliberalisme mulai diterapkan bagi publik secara […]

  • Tak Berkategori

    AGROFORESTRY KOPI MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Pihak importir dari Singapura sudah melakukan permintaan sekitar 2 ton per bulan kopi Mandailing dari Desa Simpang Banyak Julu dan Simpang Banyak Jae, Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina). Tetapi, petani di dua desa ini belum mampu memenuhi permintaan itu akibat masih rendahnya tingkat produksi biji kopi. Sejauh ini, kedua desa ini masih […]

  • Dua Santri Tewas Tenggelam di kolam PT.SMGP

    Dua Santri Tewas Tenggelam di kolam PT.SMGP

    • calendar_month Sabtu, 29 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Dua santri pesantrern Mustofawiyah Purba Baru meninggal dunia akibat tenggelam di kolam milik PT. SMGP, Sabtu (29/9/2018). Kedua santri itu bernama Irsanul Mahya (15) dan Muhammad Musawi (15). Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal di kolam penampungan air milik PT. Sorik Marapai Geothermal Power di Desa Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak […]

  • Nonton Bareng Pelantikan Presiden, Ketua Partai Gerindra Singgung Netralitas ASN di Pilkada Madina

    Nonton Bareng Pelantikan Presiden, Ketua Partai Gerindra Singgung Netralitas ASN di Pilkada Madina

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungann ( Mandailing Online ) : Hadiri kegiatan nonton bareng pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subiyanto di Posko Partai Gerindra Mandailing Natal ( Madina) Jalan Lintas Sumatera, Desa Gunung Tua. Calon Bupati Madina Harun Mustafa Nasution diteriaki Ribuan pendukung sebagai Bupati Madina yang baru. Minggua 20/10/2024. Dalam orasi politiknya Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra) […]

  • Utang Produktif ala LBP dalam Perspektif Islam

    Utang Produktif ala LBP dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui utang Indonesia mencapai Rp 7.000 triliun. Meskipun begitu, Luhut menegaskan utang tersebut merupakan utang produktif. “Kalau ada yang bilang utang Rp 7.000 triliun, benar tapi utang produktif. Seperti jalan tol ini (Tol Serang-Panimbang) akan dikembalikan sendiri,” […]

expand_less