Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Kereta Api Tembus Sumatera-Jawa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Jul 2012
  • print Cetak

Terhubung dengan Jembatan Selat Sunda

kereta api jakarta jawa

JAKARTA- Rencana pembangunan jalur kereta api (KA) Lampung-Aceh, yang disebut dengan Trans Sumatera Railways rupanya sudah digodok secara matang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Nantinya, jalur KA tersebut akan menembus dari ujung Sumatera hingga terhubung dengan Jembatan Selat Sunda untuk menuju Jawa.

Detil tahapan pembangunan bahkan sudah tertuang secara rinci dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas). Dengan kata lain, jalur KA lintas Sumatera ini nantinya menghubungkan jalur KA eksisting yang sudah ada yaitu di Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung menjadi jaringan jalur KA yang saling terhubung.

Setelah itu, rel tidak berhenti dan menyambung di Jembatan Selat Sunda yang sebelumnya telah dirancang.

Jalur yang ditargetkan beroperasi pada 2030 ini akan dilayani 145 lokomotif dan 1.435 unit kereta, untuk mengangkut penumpang sebesar 48 juta orang per tahun. Jumlah penumpang itu merupakan perkiraan yang dibuat kementerian yang kini dipimpin EE Mangindaan itu.

Sedangkan untuk angkutan barang dibutuhkan lokomotif sebanyak 760 unit dan gerbong sebanyak 15.170 unit untuk mengangkut barang sebesar 403.000.000 ton per tahun.

Sebelumnya Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, menyebutkan, studi untuk persiapan pembangunan sudah kelar 2012 ini.
“Studi sedang dilakukan pemerintah dan akan memperhatikan titik-titik ekonomi di wilayah yang akan dilewati jalur kereta tersebut. Mudah-mudahan studi bisa selesai Agustus 2012,” ujar Bambang Susantono.

Jalur kereta api trans Sumatera tersebut nantinya akan menghubungkan Lampung hingga Aceh sepanjang 2.168 kilometer. Mengenai rencana kebutuhan sarana perkeretapian tersebut, akan dipenuhi secara periodik. Kurun 2011-2015, 30 lokomotif dan 285 kereta. Kurun 2016-2020, sebanyak 50 lokomotif dan 470 kereta. Periode 2021-2025 sebanyak 85 lokomotif dan 815 kereta, dan 2025-2030 sebanyak 145 lokomotif dan 1.435 kereta.
Estimasi jumlah penumpang dan pergerakan antarprovinsi juga sudah dibuat secara rinci. Khusus dari Sumut ada 583 ribu penumpang per tahun.

Pergerakan penumpang dari NAD-Sumut 206 ribu, Sumbar-Sumut 119 ribu, Riau-Sumut 2.795.000, Jambi-Sumut 519 ribu, Sumsel-Sumut 2.203.000 .
Dijabarkan juga di Ripnas, selama kurun waktu 70 tahun (1939-2009) terdapat kecenderungan terjadinya penurunan prasarana jalan KA yang dioperasikan.

Panjang jalan KA yang beroperasi tahun 2009 sepanjang 4.684 km (Jawa sepanjang 3.464 Km dan Sumatera sepanjang 1.350 Km), mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 1939 yaitu total Jawa sepanjang 6.324 km dan Sumatera sepanjang 1.833 km.

Jumlah prasarana lainnya juga mengalami penurunan adalah stasiun, turun dari 1.516 stasiun pada tahun 1955/1956 menjadi sekitar 572 stasiun pada tahun 2009. Selain kuantitas, tipe/jenis jalan rel yang dimiliki cukup bervariasi, hal ini berpengaruh terhadap tonase yang dapat dilayani.

Mengenai tahapan pembangunan prasarananya, akan dilakukan secara bertahap. Pertama, pengembangan jaringan dan layanan kereta api antarkota. Yakni lintas utama dengan prioritas tinggi pada lintas mencakup Besitang – Banda Aceh, Duri – Pekanbaru – Muaro, Teluk Kuantan – Muaro Bungo, Betung – Simpang, Simpang – Tanjung Api-api, KM3 – Bakauheni, Teluk Kuantan – Muarobungo – Jambi, termasuk lintas Sei Mangkei – Bandar Tinggi – Kuala Tanjung, Stasiun Sukacita – Stasiun Kertapati, Tanjung Enim- Baturaja, Shortcut Rejosari – Tarahan, Solok – Padang.

Ketiga, pengembangan dan layanan kereta api perkotaan yaitu meliputi kota Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Bandar Lampung dan Batam.
Keempat, pengembangan jaringan dan layanan kereta api yang menghubungkan pusat kota dengan bandara yaitu Kualanamu (Medan), Minangkabau (Padang), SM Badarrudin (Palembang) dan Hang Nadim (Batam).

Kelima, pengembangan jaringan dan layanan kereta api yang menghubungkan wilayah sumberdaya alam atau kawasan produksi dengan pelabuhan meliputi: Lhokseumawe (NAD), Belawan (Sumatera Utara), Tanjung Api-api (Sumatera Selatan), Dumai (Riau), Teluk Bayur (Sumatera Barat), Panjang (Lampung).

Keenam, pengembangan jaringan dan layanan kereta api yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera (Interkoneksi) dengan pembangunan Jembatan Selat Sunda.

Untuk kebutuhan sarana perkeretaapian untuk pelayanan kereta api perkotaan diperkirakan mencapai 2.944 unit yang tersebar di beberapa kota seperti: Medan (384 unit), Palembang (384 unit), Pekanbaru (512 unit), Padang (512 unit), Lampung (256 unit) dan Batam (384 unit).

Wamenhub Bambang Susantono sebelumnya menjelaskan, studi pembangunan jalur kereta trans Sumatera ini sudah mulai dilakukan secara terpisah di sejumlah provinsi dan untuk realisasinya akan dilakukan melalui kerja sama pemerintah dan swasta (KPS). Sebab dana yang dibutuhkan untuk membangun rel kereta cukup besar sehingga perlu keterlibatan investor swasta.

“Perhitungan saat ini, pembangunannya akan menghabiskan dana sekitar Rp60 triliun-Rp 70 triliun. Rencananya, sekitar 70 persen sumber dana berasal dari pemerintah, sisanya sebesar 30 persen swasta,” tukasnya. (sam.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gatot-Tengku Resmi Pimpin Sumut

    Gatot-Tengku Resmi Pimpin Sumut

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN- Pasangan H Gatot Pujo Nugroho, ST, Msi – Erry Nuradu, (Ganteng) resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, Senin (17/6) siang setelah prosesi pelantikan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (mendagri) Gamawan fauzi. Pasangan ini resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur ke-18 Sumatera Utara. Bersama wakilnya Tengku Erry Nuradi, pasangan yang populer disebut GanTeng dilantik Menteri […]

  • Ruko Pasar Kotanopan Dijadikan Tempat Mesum

    Ruko Pasar Kotanopan Dijadikan Tempat Mesum

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Sumpah serapah, itulah yang keluar dari mulut seorang masyarakat tatkala melihat prilaku anak muda dan sebagian pelajar tingkat SLTA di ruko bagian belakang lantai 2 Pasar Kotanopan saat hari Sabtu lalu. Betapa tidak, perangai beberapa pasangan ini sudah tidak menunjukkan etika di depan umum dan dianggap melanggar nilai-nilai moral dan agama. […]

  • Brimob Poldasu Terjun ke Muara Saladi

    Brimob Poldasu Terjun ke Muara Saladi

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Polda Sumatera Utara menerjunkan pasukan Brimob Detasemen C Setingkat Satu Kompi untuk membantu percepatan pemulihan pemukiman Desa Muara Saladi pasca banjir bandang. Pasukan Brimob yang tiba Minggu (14/10) bersama masyarakat dan relawan lainnya bergotong royong membersihkan material banjir bandang untuk dipindahkan ke lokasi tertentu,  membantu membersihkan bangunan yang rubuh dan perkerjaan […]

  • Bupati Dahlan Hasan : “Santri Harus Percaya Diri”

    Bupati Dahlan Hasan : “Santri Harus Percaya Diri”

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PURBABARU (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan pesan agar santri selalu percaya diri. Sebab perasaan tidak percaya diri sering kali menyebabkan kehilangan gairah dan optimisme untuk belajar dan menggapai cita-cita. “Jangan pernah merasa sebagai orang miskin. Jangan pernah merasa rendah diri karena karena orang tua tidak mampu,” kata Dahlan Hasan di depan […]

  • Sekitar 430 Ha Sawah di Panyabungan Kekeringan

    Sekitar 430 Ha Sawah di Panyabungan Kekeringan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sedikitnya 430 hektar persawahan di kawasan Saba Palas, Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) mengalami kekeringan akibat kekurangan air. Kondisi tanah di persawahan saat sudah retak akibat kekeringan retak – retak dan terancam gagal panen. Kekurangan suplai air ke kawasan persawahan itu berlansung sejak masa persemaian. Hingga sekarang […]

  • Sobir Lubis Reses di Manyabar

    Sobir Lubis Reses di Manyabar

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina dari Partai Golkar, Sobir Lubis,SH melakukan reses di Desa Manyabar, Panyabungan, Senin (23/12/2019). Ini merupakan reses pertama Sobir Lubis dan semua anggota DPRD Madina hasil Pemilu 2019. Manyabar merupakan salah satu basis suara Sobir Lubis pada Pemilu lalu disamping desa-desa lain di Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Timur […]

expand_less