Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
  • print Cetak

Ringankan Beban Tatap Muka di dalam Kelas

JAKARTA – Perhitungan jam mengajar saat ini memicu polemik. Banyak guru bersertifikat gagal mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP). Pemicunya mereka gagal mengejar beban mengajar 24 jam tatap muka per pekan. Sistem perhitungan beban mengajar itu segera diubah.

Rencana pengubahan sistem penghitungan beban jam mengajar ini tertuang dalam revisi Peraturan Pemerintah 74/2008 tentang Guru. Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidikan (Kapus Bangprodik) Kemendikbud Unifah Rosyidi menuturkan, revisi PP tersebut sampai sekarang belum rampung.

“Di antara yang dibahas dan membuat pembahasan PP ini lama adalah tentang pengaturan baru beban jam mengajar,” kata Unifah. Dia menuturkan Mendikbud Mohammad Nuh sudah mengeluarkan sikap bahwa pembahasan PP itu harus sudah tuntas di internal Kemendikbud akhir tahun ini.

Unifah menjelaskan sejalan dengan implementasi kurikulum baru, maka skema penghitungan beban jam mengajar guru diubah. Saat ini beban mengajar guru murni hanya dihitung dari tatap muka di kelas. Untuk mengajar target minimal memperoleh TPP, guru harus mengajar selama 24 jam tatap muka per pekan.

Meskipun belum ditetapkan, Unifah mengatakan sudah ada bayangan tentang skema penghitungan beban jam mengajar yang baru. “Dasarnya adalah prinsip kurikulum 2013,” katanya. Dimana tugas guru tidak hanya mengajar di ruang kelas saja.

Tetapi dalam kurikulum baru itu, guru juga dituntut untuk bisa mendampingi siswa di luar kelas. Seperti pengamatan, penelitian, dan sebagainya. Bahkan aktivitas diluar pengajara, seperti merancang tugas, mengoreksi, dan mengisi rapor juga bisa dihitung menjadi beban mengajar.

Unifah menuturkan secara detail skema baru penghitungan jam mengajar masih digodok sampai saat ini. Dia berharap para guru menunggu dengan sabar hingga kebijakan baru ini benar-benar rampung. “Intinya penerapan kurikulum baru memiliki konsekuensi terhadap perhitungan beban kerja guru,” tandasnya.

Jika skema baru ini dimulai tahun depan, berarti belum semua guru akan menjalaninya. Sebab sampai tahun depan, belum seluruh sekolah di Indonesia menjalankan kurikulum baru. Sesuai dengan tujuan awal, pengubahan skema penghitungan jam mengajar ini mengacu implementasi kurikulum 2013.

Meskipun begitu Kemendikbud memandang bahwa skema baru penghitungan beban mengajar ini akan disambut baik oleh guru. Khususnya bagi guru yang saat ini kekurangan jam mengajar dan tidak bisa mendapatkan kucuran TPP. Dengan penghitungan aktivitas di luar mengajar di dalam kelas, para guru tadi tidak perlu mengajar di banyak sekolah untuk mengejar beban mengajar minimal. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bansos Pemprov Sumut, 4 Kecamatan di Madina Belum Tersalur

    Bansos Pemprov Sumut, 4 Kecamatan di Madina Belum Tersalur

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini bantuan bahan pangan dari Pemprov Sumut belum tersalurkan di 4 kecamatan di Madina. Penyaluran di Madina ini meleset dari batas akhir penyaluran yang ditarget Pemprov Sumut yakni hanya sampai 15 Juni 2020. Keempat kecamatan yang belum menerima itu adalah Panyabungan, Panyabungan Utara, Siabu dan Batang Natal. “Data yang masuk […]

  • Penebangan Hutan Diduga Penyebab Banjir Aek Rantopuran.

    Penebangan Hutan Diduga Penyebab Banjir Aek Rantopuran.

    • calendar_month Rabu, 20 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan, (Mandailingonline) – Pembukaan lahan perkebunan baru di hulu sungai Rantopuran diduga merupakan penyebab banjir bandang di Kecamatan Panyabungan. Banjir bandang yang melanda 6 desa ini selain selain menghanyutkan perumahan penduduk juga merusak sawah yang siap panen. Pemerintah Kabupaten mandailing Natal diminta tegas melakukan upaya upaya penghentian aksi penebangan hutan di hulu Aek Ranto puran. […]

  • 50 Persen Pengguna Narkoba Pelajar SMA

    50 Persen Pengguna Narkoba Pelajar SMA

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MASA depan bangsa ini tergantung sepenuhnya pada upaya pembebasan generasi muda dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba. Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional menunjukan jumlah penyalahguna narkoba pada kelompok pelajar mencapai 22 persen dari total penyalahguna berjumlah 4 juta orang. Dari 22 persen itu 50 persen penyalahguna merupakan pelajar SMA/K. Menanggapi hal itu Dedi Dwitagama, praktisi dan […]

  • Ini Persentase Mencoblos Pilgubsu di Madina

    Ini Persentase Mencoblos Pilgubsu di Madina

    • calendar_month Jumat, 29 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persentase penduduk Mandailing Natal dalam menyalurkan hak pilih di Pilgubsu 2018 bervariasi, walau tak mencolok jauh. Berdasar penelusuran Mandailing Online di infopemilu.kpu.go.id, Jum’at (29/6/2018), kisaran persentasenya berada di antara 55 hingga 78 persen. Kecamatan Batahan sekitar 60,4 %. Kecamatan Batang Natal sekitar 67,0 %. Kecamatan Bukit Malintang sekitar 69,1 %. Kecamatan […]

  • Kinerja Bidan Desa Dikeluhkan di Panyabungan Timur

    Kinerja Bidan Desa Dikeluhkan di Panyabungan Timur

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelayanan Bidan Desa di 4 desa  Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina) masih menjadi dikeluhan warga.  Pasalnya di Desa Rantonatas, Pardomuan, Hutabangun dan Desa Hutatinggi hingga saat ini dikabarkan pejabat bidan desa-nya tidak berdimisili di tempat kerja. Sementara kawasan 4 desa itu termasuk kawasan yang jauh dari puskesmas Gunung Baringin. […]

  • JK Masuk Daftar Dermawan di Asia Pasifik

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Majalah bisnis terkemuka, Forbes, kembali melansir daftar 48 orang paling dermawan di Asia Pasifik. Dari Indonesia muncul empat nama pengusaha dermawan, salah satunya adalah Jusuf Kalla yang juga adalah Ketua Forum CAPDI Asia Tenggara. Forbes mengambil 12 negara besar di Asia Pasifik dan setiap negara muncul empat nama. Dari Indonesia diwakili oleh empat […]

expand_less