Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Okt 2010
  • print Cetak

Presiden menegaskan pentingnya penghematan anggaran negara di semua lembaga negara.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya merespons berbagai kritik belakangan ini tentang pemborosan anggaran negara, khususnya yang menyangkut perjalanan dinas. Dia menegaskan pentingnya penghematan, tak cuma di kalangan pemerintah tapi juga di lembaga-lembaga negara lainnya.

“Saya mendengar kritik dan juga usulan dari beberapa kalangan masyarakat agar dilakukan penghematan anggaran negara termasuk perjalanan dinas bagi pejabat negara,” kata Presiden sebelum Sidang Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 7 Oktober 2010.

Presiden menyatakan menyambut positif segala kritik itu dan menegaskan bahwa upaya efisiensi bujet perlu segera dilakukan.”Penghematan juga berlaku bagi pemerintah pusat, termasuk lembaga kepresidenan,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti anggaran, mekanisme perizinan bagi pejabat yang akan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri juga digarisbawahi. Presiden menegaskan agenda perjalanan dinas haruslah konkret dan jelas.
“Tidak boleh pejabat negara berkunjung ke luar negeri menggunakan anggaran negara yang tidak sesuai dengan portofolio atau bidang tugasnya,” kata Presiden. “Menteri dan gubernur juga sering saya coret. Kalau hanya seminar atau konferensi kenapa harus diikuti?”

Waktu berkunjung pejabat negara yang terkadang terlalu lama juga merisaukan Presiden. Bahkan, untuk satu negara, kunjungan bisa selama tujuh hari. “Ini untuk apa? Paling lama di satu tempat dua hari,” Presiden mempertanyakan.

SBY juga menyoroti kecenderungan pemerintah daerah dan instansi pemerintah untuk begitu saja menghabiskan anggaran di penghujung tahun, tanpa mempedulikan peruntukannya. “Mendekati akhir tahun, biasanya banyak anggaran yang tidak digunakan. Terhadap itu, jangan lantas dicari-cari, dibikin-bikin, dihabis-habiskan. Kalau memang tak dipakai, kembalikan pada negara,” katanya.

Presiden mencontohkan pengembalian anggaran kepresidenan yang tak terpakai dari tahun ke tahun. Pada 2005, dana sebesar Rp36 miliar disetor kembali ke kas negara. Pada 2006, jumlahnya mencapai Rp61 miliar, 2007 Rp80 miliar, 2008 Rp61 miliar, dan tahun lalu Rp60 miliar.”

Sebelumnya, ramai dibahas soal nilai anggaran perjalanan dinas Dewan Perwakilan Rakyat dan lembaga pemerintahan. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) pada 19 September lalu merilis angka fantastis; besarnya pada anggaran tahun ini mencapai Rp19,5 triliun. Artinya, jika benar, nilainya empat kali lebih besar dari anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat yang cuma sekitar Rp4,5 triliun.

Anggaran Presiden

Bagaimana dengan anggaran kunjungan ke luar negeri Presiden sendiri?

Menurut Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, sebenarnya sudah diterapkan. Pemerintah telah memperkecil jumlah peserta yang ikut dalam rombongan. “Kami sudah bisa memperkecil jumlah itu. Dari yang terdahulu, berkurang 15 persen,” kata Sudi.

Dalam rombongan, Sudi melanjutkan, staf dan undangan yang ikut harus terkait agenda resmi kunjungan. “Staf khusus juga tidak semua dibawa, bergantian,” kata dia. Staf Khusus Presiden yang ikut disesuaikan dengan tema kunjungan, misalnya lingkungan hidup, ekonomi, atau ketahanan.

Jumlah peserta rombongan pun disesuaikan dengan kapasitas pesawat, yakni sekitar 70-90 orang untuk setiap lawatan. Namun, Sudi enggan menyebutkan berapa besar dana yang dihabiskan untuk pos kunjungan Presiden ke luar negeri. Menurut laporan Fitra, besarannya pada 2010 mencapai Rp179 miliar.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, besaran anggaran itu masih dalam batas wajar. Itu mengingat agenda yang wajib dihadiri Presiden di luar negeri lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Itu misalnya: pertemuan ASEAN, G20, Asia-Europe Meeting, APEC Meeting, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan pertemuan Global Climate Change. “Semua agenda itu sifatnya wajib. Jadi memang tak terhindarkan,” jelas Hatta.

SBY juga keras membantah data yang dirilis Fitra bahwa anggaran biaya pakaian presiden setahun adalah sebesar Rp893 juta. “Rp1 pun tak ada biaya pakaian saya memakai uang negara,” Presiden menegaskan. Menurutnya, sejak menjadi presiden pada tahun 2004, tak satu lembar pun pakaiannya yang dibeli memakai uang negara.

Selain itu, SBY juga menyanggah tuduhan Fitra yang lain tentang biaya mebel presiden yang mencapai Rp42 miliar. “Saya cek, ada pemeliharaan perabotan, bukan untuk rumah saya, tapi untuk kantor-kantor di lingkungan ini yang jumlahnya Rp149 juta, bukan Rp42 miliar.” (kd)
Sumber: VIVAnews

Tags
  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usia Masih Baru, SMA Negeri 2 Siabu Gemilang

    Usia Masih Baru, SMA Negeri 2 Siabu Gemilang

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Meski barus berusia muda, SMA Negeri 2 Siabu  termasuk sekolah yang mampu bersaing di Kecamatan Siabu dengan sekolah lain. Soalnya SMA Negeri 2 ini yang berdiri pada tahun 2013  sudah mampu meraih berbagai prestasi, dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang mereka proleh, teramusk di bidang seni. Sekolah ini memenangi perlombaan bidang seni […]

  • Paskibraka Madina Dikukuhkan

    Paskibraka Madina Dikukuhkan

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah dikukuhkan, Senin (15/8). Pengukuhan yang berlangsung di Parkir Timut BKD, Kompleks Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, disaksikan langsung oleh Bupati H. M. Jafar Sukhairi Nasution, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Kapolres AKBP HM Reza CAS, Ketua TP-PKK Eli Mahrani, Kesubdenpom Kapten CPM […]

  • Paca Kerusuhan, Danrem Persatukan Warga Pardomuan dan Sihepeng

    Paca Kerusuhan, Danrem Persatukan Warga Pardomuan dan Sihepeng

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Pemkab Tapsel, Pemkab Madina, tokoh masyarakat Desa Parmouan (Aek Badak Siture) dan Desa Sihepeng melakukan  pertemuan, pasca kerusuhan. Pertemuan yang dimediasi Danrem 023/KS Kolonel Inf Richard TH Tampubolon yang juga dihairi unsur Polres Tapsel dan Polres Madina itu dilaksanakan di Ranto Natas, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanili Selatan, Rabu (21/9). […]

  • DPRD usulkan perampingan SKPD Madina

    DPRD usulkan perampingan SKPD Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Gemuknya’ SKPD (Satuan Kerja Perangkat daerah) Pemerintah Kabupaten Manndailing Natal (Madina) akan berdampak kepada pemborosan anggaran belanja sehingga perlu dirampingkan. Menurut anggota Fraksi Demokrat DPRD Mandailing Natal, Ali Mutiara Rangkuti, perampingan struktur organisasi di lingkungan Pemkab Madina perlu guna penghematan anggaran APBD. Jumlah SKPD di lingkungan Pemkab Madina saat ini sebanyak 47 unit […]

  • Kasus CPNS Dilaporkan ke KPK

    Kasus CPNS Dilaporkan ke KPK

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan segera melaporkan kasus dugaan suap dalam penentuan kelulusan CPNS di 33 pemkab dan pemko se Sumatera Utara Tahun 2010 ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Hal ini dikatakan Direktur LBH Medan Nuriono di Medan, Sabtu (01/01/2011). Dijelaskannya, kasus yang sama terjadi di Pemkab Padang Lawas pada Tahun 2009 lalu. Saat itu, […]

  • Malaysia Babat Habis Hutan RI

    Malaysia Babat Habis Hutan RI

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggaran Ludes, Kemenhut Batasi Operasi JAKARTA- Cukong-cukong Malaysia semakin giat melancarkan operasi penggundulan hutan ilegal di wilayah Indonesia. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan, tindak kejahatan kehutanan dan pembalakan liar meningkat tajam pada Desember. Kejadian itu karena para pelaku ilegal logging tahu bahwa kementerian sudah tidak memilki anggaran untuk operasi pengawasan hutan. “Pengambilan kayu dilakukan dengan […]

expand_less