Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Okt 2010
  • print Cetak

Presiden menegaskan pentingnya penghematan anggaran negara di semua lembaga negara.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya merespons berbagai kritik belakangan ini tentang pemborosan anggaran negara, khususnya yang menyangkut perjalanan dinas. Dia menegaskan pentingnya penghematan, tak cuma di kalangan pemerintah tapi juga di lembaga-lembaga negara lainnya.

“Saya mendengar kritik dan juga usulan dari beberapa kalangan masyarakat agar dilakukan penghematan anggaran negara termasuk perjalanan dinas bagi pejabat negara,” kata Presiden sebelum Sidang Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 7 Oktober 2010.

Presiden menyatakan menyambut positif segala kritik itu dan menegaskan bahwa upaya efisiensi bujet perlu segera dilakukan.”Penghematan juga berlaku bagi pemerintah pusat, termasuk lembaga kepresidenan,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti anggaran, mekanisme perizinan bagi pejabat yang akan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri juga digarisbawahi. Presiden menegaskan agenda perjalanan dinas haruslah konkret dan jelas.
“Tidak boleh pejabat negara berkunjung ke luar negeri menggunakan anggaran negara yang tidak sesuai dengan portofolio atau bidang tugasnya,” kata Presiden. “Menteri dan gubernur juga sering saya coret. Kalau hanya seminar atau konferensi kenapa harus diikuti?”

Waktu berkunjung pejabat negara yang terkadang terlalu lama juga merisaukan Presiden. Bahkan, untuk satu negara, kunjungan bisa selama tujuh hari. “Ini untuk apa? Paling lama di satu tempat dua hari,” Presiden mempertanyakan.

SBY juga menyoroti kecenderungan pemerintah daerah dan instansi pemerintah untuk begitu saja menghabiskan anggaran di penghujung tahun, tanpa mempedulikan peruntukannya. “Mendekati akhir tahun, biasanya banyak anggaran yang tidak digunakan. Terhadap itu, jangan lantas dicari-cari, dibikin-bikin, dihabis-habiskan. Kalau memang tak dipakai, kembalikan pada negara,” katanya.

Presiden mencontohkan pengembalian anggaran kepresidenan yang tak terpakai dari tahun ke tahun. Pada 2005, dana sebesar Rp36 miliar disetor kembali ke kas negara. Pada 2006, jumlahnya mencapai Rp61 miliar, 2007 Rp80 miliar, 2008 Rp61 miliar, dan tahun lalu Rp60 miliar.”

Sebelumnya, ramai dibahas soal nilai anggaran perjalanan dinas Dewan Perwakilan Rakyat dan lembaga pemerintahan. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) pada 19 September lalu merilis angka fantastis; besarnya pada anggaran tahun ini mencapai Rp19,5 triliun. Artinya, jika benar, nilainya empat kali lebih besar dari anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat yang cuma sekitar Rp4,5 triliun.

Anggaran Presiden

Bagaimana dengan anggaran kunjungan ke luar negeri Presiden sendiri?

Menurut Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, sebenarnya sudah diterapkan. Pemerintah telah memperkecil jumlah peserta yang ikut dalam rombongan. “Kami sudah bisa memperkecil jumlah itu. Dari yang terdahulu, berkurang 15 persen,” kata Sudi.

Dalam rombongan, Sudi melanjutkan, staf dan undangan yang ikut harus terkait agenda resmi kunjungan. “Staf khusus juga tidak semua dibawa, bergantian,” kata dia. Staf Khusus Presiden yang ikut disesuaikan dengan tema kunjungan, misalnya lingkungan hidup, ekonomi, atau ketahanan.

Jumlah peserta rombongan pun disesuaikan dengan kapasitas pesawat, yakni sekitar 70-90 orang untuk setiap lawatan. Namun, Sudi enggan menyebutkan berapa besar dana yang dihabiskan untuk pos kunjungan Presiden ke luar negeri. Menurut laporan Fitra, besarannya pada 2010 mencapai Rp179 miliar.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, besaran anggaran itu masih dalam batas wajar. Itu mengingat agenda yang wajib dihadiri Presiden di luar negeri lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Itu misalnya: pertemuan ASEAN, G20, Asia-Europe Meeting, APEC Meeting, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan pertemuan Global Climate Change. “Semua agenda itu sifatnya wajib. Jadi memang tak terhindarkan,” jelas Hatta.

SBY juga keras membantah data yang dirilis Fitra bahwa anggaran biaya pakaian presiden setahun adalah sebesar Rp893 juta. “Rp1 pun tak ada biaya pakaian saya memakai uang negara,” Presiden menegaskan. Menurutnya, sejak menjadi presiden pada tahun 2004, tak satu lembar pun pakaiannya yang dibeli memakai uang negara.

Selain itu, SBY juga menyanggah tuduhan Fitra yang lain tentang biaya mebel presiden yang mencapai Rp42 miliar. “Saya cek, ada pemeliharaan perabotan, bukan untuk rumah saya, tapi untuk kantor-kantor di lingkungan ini yang jumlahnya Rp149 juta, bukan Rp42 miliar.” (kd)
Sumber: VIVAnews

Tags
  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaksa Terus Dalami Dugaan Korupsi Konservasi Pasanggrahan Kota Nopan

    Jaksa Terus Dalami Dugaan Korupsi Konservasi Pasanggrahan Kota Nopan

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Dugaan korupsi pembangunan konservasi pasanggrahan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kecamatan Kota Nopan ,Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) bernilai Rp.2,398.646.000,00 dianggarkan di APBD Pemprovsu tahun 2022 dan dikerjakan CV.Sinar Jaya Abadi ( SJA ) terus di dalami Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Mandailing Natal. informasi terakhir yang didapat […]

  • Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing Julu

    Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing Julu

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah tokoh Madina meminta agar pembangunan monumen Jenderal Abdul Haris Nasution berlokasi di Mandailing Julu, bukan di Panyabungan. Pilihan Mandailing Julu sebagai lokasi monument berpijak pada sejarah kelahiran sang jenderal, karena Ulu Pungkut Jae yang berada di kawasan Mandailing Julu merupakan kampung halaman Jenderal Abdul Haris Nasution. Hal itu disampikan para […]

  • KPK Rilis Lima Nama Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Sumut

    KPK Rilis Lima Nama Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Sumut

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Komisi Pemberantasan Korupsi merilis lima nama tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara. Kelima tersangka ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jum’at malam (27/6). Lima tersangka itu adalah Topan Obaja Putra Ginting selaku Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut, Rasuli Efendi Siregar selaku Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Provinsi […]

  • Bencana Asap, Ini Instruksi Jokowi

    Bencana Asap, Ini Instruksi Jokowi

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Joko Widodo akan berangkat menuju Pekanbaru, Riau, menyusul terjadinya darurat asap di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan Kepala BNPB Syamsul Maarif usai menghadiri rapat terbatas terkait penanganan asap dengan presiden dan kementerian terkait di kantor kepresidenan, Jakarta, Jumat, (4/9). “Beliau akan berangkat ke Riau dalam waktu dekat, besok atau lusa. Tapi kami […]

  • Real Count Data C-1 Pleno: SAHATA Menang 50,6 %, ONMA 49,4 %

    Real Count Data C-1 Pleno: SAHATA Menang 50,6 %, ONMA 49,4 %

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution mendeklarasikan kemenangan dalam Pilkada Madina 2024, Rabu (27/11/2024) malam. Dalam deklarasi itu, Paslon Saipullah-Atika (SAHATA) didampingi oleh Ketua Tim Pemenangan Khoiruddin Faslah Siregar, para pimpinan partai politik pengusung dan pendukung, […]

  • Pusuk Ni Otang Masih Primadona Menu Buka Puasa

    Pusuk Ni Otang Masih Primadona Menu Buka Puasa

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Pusuk ni otang atau lebih populernya disebut pangkat masih jadi primadona menu buka puasa di bulan Ramahan tahun ini. Arifin salah seorang pembeli menjawab Mandailing Online di Pasar Lama Panyabungan, Rabu, (8/6)  mengaku bahwa pucuk rotan ini sudah merupakan menu pavorit saat berbuka puasa bagi keluarganya. Disebutkannya,  setiap bulan Ramadan […]

expand_less