Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Okt 2010
  • print Cetak

Presiden menegaskan pentingnya penghematan anggaran negara di semua lembaga negara.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya merespons berbagai kritik belakangan ini tentang pemborosan anggaran negara, khususnya yang menyangkut perjalanan dinas. Dia menegaskan pentingnya penghematan, tak cuma di kalangan pemerintah tapi juga di lembaga-lembaga negara lainnya.

“Saya mendengar kritik dan juga usulan dari beberapa kalangan masyarakat agar dilakukan penghematan anggaran negara termasuk perjalanan dinas bagi pejabat negara,” kata Presiden sebelum Sidang Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 7 Oktober 2010.

Presiden menyatakan menyambut positif segala kritik itu dan menegaskan bahwa upaya efisiensi bujet perlu segera dilakukan.”Penghematan juga berlaku bagi pemerintah pusat, termasuk lembaga kepresidenan,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti anggaran, mekanisme perizinan bagi pejabat yang akan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri juga digarisbawahi. Presiden menegaskan agenda perjalanan dinas haruslah konkret dan jelas.
“Tidak boleh pejabat negara berkunjung ke luar negeri menggunakan anggaran negara yang tidak sesuai dengan portofolio atau bidang tugasnya,” kata Presiden. “Menteri dan gubernur juga sering saya coret. Kalau hanya seminar atau konferensi kenapa harus diikuti?”

Waktu berkunjung pejabat negara yang terkadang terlalu lama juga merisaukan Presiden. Bahkan, untuk satu negara, kunjungan bisa selama tujuh hari. “Ini untuk apa? Paling lama di satu tempat dua hari,” Presiden mempertanyakan.

SBY juga menyoroti kecenderungan pemerintah daerah dan instansi pemerintah untuk begitu saja menghabiskan anggaran di penghujung tahun, tanpa mempedulikan peruntukannya. “Mendekati akhir tahun, biasanya banyak anggaran yang tidak digunakan. Terhadap itu, jangan lantas dicari-cari, dibikin-bikin, dihabis-habiskan. Kalau memang tak dipakai, kembalikan pada negara,” katanya.

Presiden mencontohkan pengembalian anggaran kepresidenan yang tak terpakai dari tahun ke tahun. Pada 2005, dana sebesar Rp36 miliar disetor kembali ke kas negara. Pada 2006, jumlahnya mencapai Rp61 miliar, 2007 Rp80 miliar, 2008 Rp61 miliar, dan tahun lalu Rp60 miliar.”

Sebelumnya, ramai dibahas soal nilai anggaran perjalanan dinas Dewan Perwakilan Rakyat dan lembaga pemerintahan. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) pada 19 September lalu merilis angka fantastis; besarnya pada anggaran tahun ini mencapai Rp19,5 triliun. Artinya, jika benar, nilainya empat kali lebih besar dari anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat yang cuma sekitar Rp4,5 triliun.

Anggaran Presiden

Bagaimana dengan anggaran kunjungan ke luar negeri Presiden sendiri?

Menurut Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, sebenarnya sudah diterapkan. Pemerintah telah memperkecil jumlah peserta yang ikut dalam rombongan. “Kami sudah bisa memperkecil jumlah itu. Dari yang terdahulu, berkurang 15 persen,” kata Sudi.

Dalam rombongan, Sudi melanjutkan, staf dan undangan yang ikut harus terkait agenda resmi kunjungan. “Staf khusus juga tidak semua dibawa, bergantian,” kata dia. Staf Khusus Presiden yang ikut disesuaikan dengan tema kunjungan, misalnya lingkungan hidup, ekonomi, atau ketahanan.

Jumlah peserta rombongan pun disesuaikan dengan kapasitas pesawat, yakni sekitar 70-90 orang untuk setiap lawatan. Namun, Sudi enggan menyebutkan berapa besar dana yang dihabiskan untuk pos kunjungan Presiden ke luar negeri. Menurut laporan Fitra, besarannya pada 2010 mencapai Rp179 miliar.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, besaran anggaran itu masih dalam batas wajar. Itu mengingat agenda yang wajib dihadiri Presiden di luar negeri lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Itu misalnya: pertemuan ASEAN, G20, Asia-Europe Meeting, APEC Meeting, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan pertemuan Global Climate Change. “Semua agenda itu sifatnya wajib. Jadi memang tak terhindarkan,” jelas Hatta.

SBY juga keras membantah data yang dirilis Fitra bahwa anggaran biaya pakaian presiden setahun adalah sebesar Rp893 juta. “Rp1 pun tak ada biaya pakaian saya memakai uang negara,” Presiden menegaskan. Menurutnya, sejak menjadi presiden pada tahun 2004, tak satu lembar pun pakaiannya yang dibeli memakai uang negara.

Selain itu, SBY juga menyanggah tuduhan Fitra yang lain tentang biaya mebel presiden yang mencapai Rp42 miliar. “Saya cek, ada pemeliharaan perabotan, bukan untuk rumah saya, tapi untuk kantor-kantor di lingkungan ini yang jumlahnya Rp149 juta, bukan Rp42 miliar.” (kd)
Sumber: VIVAnews

Tags
  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 1 PAN Madina

    DCS Dapil 1 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 1 PAN

  • Bangunan Talut PNPM Tak Dapat Difungsikan

    Bangunan Talut PNPM Tak Dapat Difungsikan

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Singkil, Bangunan talut Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di kawasan Trans Nelayan Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil dinilai mubazir karena tidak dapat difungsikan untuk apa pun juga. Bangunan talut permanen yang berada di luar kampung di pinggir ruas jalan provinsi itu dinilai syarat dengan kepentingan. Padahal diharapkan fungsinya sebagai saluran pembuangan menanggulangi banjir di […]

  • Pemkab Madina: Pendirian Tower di Madina Square Belum Ada Izin

    Pemkab Madina: Pendirian Tower di Madina Square Belum Ada Izin

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Mandailing Natal, Parlin Lubis menyatakan bahwa pendirian tower mini T-20 di atas salah satu ruko di kompleks Madina Square, Panyabungan belum memiliki izin. “Sampai sekarang ini tower tersebut belum memiliki izin, dan kita baru menerima permohonan izin mereka semalam, namun tidak kita proses akibat dari […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 21)

    MARSIDAO-DAO (episode 21)

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Muli tingon bagas Basiron i, iobarkon ia tu dadaboru nia nangkan poken na ro ma alai mangalao tu Bilah. “Alhamdulillah, bahat ma ita soni nalao tu Bilah. Oi baya, jop doma roangku, jabat tolu bagas kahanggi mandongani ita,” ning dadaboru i. “Imada, syukur ma ita. Harana mur martondi ma […]

  • Tarif CPNS Langkat Rp160 Juta

    Tarif CPNS Langkat Rp160 Juta

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di Tebing Tinggi, 15 Formasi Masih Kosong LANGKAT-Jumlah pelamar CPNS tahun 2010 baru mencapai 5.210, menurun hingga 50 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai angka 12.089 orang. Beredar isu, hal ini dikarenakan pelamar banyak yang kurang percaya dengan panitia seleksi CPNS Pemkab Langkat. Kabarnya, kuota CPBS tahun ini sudah diisi anak-anak pejabat dan ’orang kaya’ […]

  • Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA : Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun. Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan […]

expand_less