Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Okt 2010
  • print Cetak

Presiden menegaskan pentingnya penghematan anggaran negara di semua lembaga negara.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya merespons berbagai kritik belakangan ini tentang pemborosan anggaran negara, khususnya yang menyangkut perjalanan dinas. Dia menegaskan pentingnya penghematan, tak cuma di kalangan pemerintah tapi juga di lembaga-lembaga negara lainnya.

“Saya mendengar kritik dan juga usulan dari beberapa kalangan masyarakat agar dilakukan penghematan anggaran negara termasuk perjalanan dinas bagi pejabat negara,” kata Presiden sebelum Sidang Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 7 Oktober 2010.

Presiden menyatakan menyambut positif segala kritik itu dan menegaskan bahwa upaya efisiensi bujet perlu segera dilakukan.”Penghematan juga berlaku bagi pemerintah pusat, termasuk lembaga kepresidenan,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti anggaran, mekanisme perizinan bagi pejabat yang akan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri juga digarisbawahi. Presiden menegaskan agenda perjalanan dinas haruslah konkret dan jelas.
“Tidak boleh pejabat negara berkunjung ke luar negeri menggunakan anggaran negara yang tidak sesuai dengan portofolio atau bidang tugasnya,” kata Presiden. “Menteri dan gubernur juga sering saya coret. Kalau hanya seminar atau konferensi kenapa harus diikuti?”

Waktu berkunjung pejabat negara yang terkadang terlalu lama juga merisaukan Presiden. Bahkan, untuk satu negara, kunjungan bisa selama tujuh hari. “Ini untuk apa? Paling lama di satu tempat dua hari,” Presiden mempertanyakan.

SBY juga menyoroti kecenderungan pemerintah daerah dan instansi pemerintah untuk begitu saja menghabiskan anggaran di penghujung tahun, tanpa mempedulikan peruntukannya. “Mendekati akhir tahun, biasanya banyak anggaran yang tidak digunakan. Terhadap itu, jangan lantas dicari-cari, dibikin-bikin, dihabis-habiskan. Kalau memang tak dipakai, kembalikan pada negara,” katanya.

Presiden mencontohkan pengembalian anggaran kepresidenan yang tak terpakai dari tahun ke tahun. Pada 2005, dana sebesar Rp36 miliar disetor kembali ke kas negara. Pada 2006, jumlahnya mencapai Rp61 miliar, 2007 Rp80 miliar, 2008 Rp61 miliar, dan tahun lalu Rp60 miliar.”

Sebelumnya, ramai dibahas soal nilai anggaran perjalanan dinas Dewan Perwakilan Rakyat dan lembaga pemerintahan. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) pada 19 September lalu merilis angka fantastis; besarnya pada anggaran tahun ini mencapai Rp19,5 triliun. Artinya, jika benar, nilainya empat kali lebih besar dari anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat yang cuma sekitar Rp4,5 triliun.

Anggaran Presiden

Bagaimana dengan anggaran kunjungan ke luar negeri Presiden sendiri?

Menurut Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, sebenarnya sudah diterapkan. Pemerintah telah memperkecil jumlah peserta yang ikut dalam rombongan. “Kami sudah bisa memperkecil jumlah itu. Dari yang terdahulu, berkurang 15 persen,” kata Sudi.

Dalam rombongan, Sudi melanjutkan, staf dan undangan yang ikut harus terkait agenda resmi kunjungan. “Staf khusus juga tidak semua dibawa, bergantian,” kata dia. Staf Khusus Presiden yang ikut disesuaikan dengan tema kunjungan, misalnya lingkungan hidup, ekonomi, atau ketahanan.

Jumlah peserta rombongan pun disesuaikan dengan kapasitas pesawat, yakni sekitar 70-90 orang untuk setiap lawatan. Namun, Sudi enggan menyebutkan berapa besar dana yang dihabiskan untuk pos kunjungan Presiden ke luar negeri. Menurut laporan Fitra, besarannya pada 2010 mencapai Rp179 miliar.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, besaran anggaran itu masih dalam batas wajar. Itu mengingat agenda yang wajib dihadiri Presiden di luar negeri lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Itu misalnya: pertemuan ASEAN, G20, Asia-Europe Meeting, APEC Meeting, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan pertemuan Global Climate Change. “Semua agenda itu sifatnya wajib. Jadi memang tak terhindarkan,” jelas Hatta.

SBY juga keras membantah data yang dirilis Fitra bahwa anggaran biaya pakaian presiden setahun adalah sebesar Rp893 juta. “Rp1 pun tak ada biaya pakaian saya memakai uang negara,” Presiden menegaskan. Menurutnya, sejak menjadi presiden pada tahun 2004, tak satu lembar pun pakaiannya yang dibeli memakai uang negara.

Selain itu, SBY juga menyanggah tuduhan Fitra yang lain tentang biaya mebel presiden yang mencapai Rp42 miliar. “Saya cek, ada pemeliharaan perabotan, bukan untuk rumah saya, tapi untuk kantor-kantor di lingkungan ini yang jumlahnya Rp149 juta, bukan Rp42 miliar.” (kd)
Sumber: VIVAnews

Tags
  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tournament Bupati Cup I 2023 Madina Resmi Dibuka

    Tournament Bupati Cup I 2023 Madina Resmi Dibuka

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAM( Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhaeri Nasution resmi buka tournamen Sepak Bola Bupati Cup I tahun 2023 yang diadakan di Lapangan Yonif 123 Kompi Senapan B Mangga Dua, Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan. Senin (3/7/2023) Dalam sambutannya Bupati Madina memberikan support bagi para pemain yang akan bertanding kali ini. Bupati […]

  • Kemuliaan Bulan Rajab

    Kemuliaan Bulan Rajab

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Allah SWT telah menetapkan empat bulan utama sebagai bulan haram (bulan yang dimuliakan). Di dalam bulan-bulan tersebut Allah SWT menetapkan kemuliaan dan kehormatan yang wajib dijaga. Allah SWT berfirman: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ […]

  • Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejak sepekan terakhir, ratusan ekor ayam di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mati mendadak. Mendengar laporan kejadian ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Madina, Sabtu (07/05/2011) langsung melakukan penyemprotan untuk menghindari penyakit ganas ini dan mengantisipasi bertambahnya ayam yang mati mendadak. Kejadian ini terungkap akibat keresahan masyarakat terhadap ayam […]

  • Sorikmas Mining Bantu Penimbunan Jalan

    Sorikmas Mining Bantu Penimbunan Jalan

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Perusahaan PT Sorikmas Mining membantu penimbunan jalan lintas Malintang – Tanjung Sialang, Jumat (20/9). Jalan lintas desa Malintang Jae – Tanjung Sialang ini merupakan jalur vital masyarakat menuju sentra perkebunan masyarakat pada dua desa itu. (MO)

  • Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Sibolga

    Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Sibolga

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    JAKARTA, – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wijaya Corruption Watch (WCW) Provinsi Sumatera Utara, akan kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (5/8). Langkah tersebut ditempuh untuk menyampaikan sejumlah bukti tambahan adanya dugaan korupsi dalam pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) Sibolga. “Untuk yang keenam kalinya mungkin Senin (5/8) kita akan kembali mendatangi KPK. Kita […]

  • Bupati Madina Didemo untuk Desak Stop Kegiatan PT SMGP

    Bupati Madina Didemo untuk Desak Stop Kegiatan PT SMGP

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Sedikitnya 50 massa MPC Pemuda Pancasila (PP) Mandailing Natal (Madina) melaksanakan demo ke Pemkab Madina menuntut agar Bupati HM Hidayat Batubara menghentikan kegiatan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) karena keberadaannya meresahkan masyarakat. Desakan tersebut disampikan Tan Gojali salah seorang orator saat melakukan aksi demo di depan Pintu Masuk Kantor Bupati Madina dengan pengawalan […]

expand_less