Jumat, 4 Sep 2026
light_mode

Polisi Tidak Akan Periksa Ical

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
  • print Cetak


Ical: Ada Otak Rekayasa Lemahkan Golkar

JAKARTA-Berkas pemeriksaan dugaan tindak pidana Gayus Tambunan berwisata ke Nusa Dua Bali sudah selesai. Besok (22/11), berkas itu akan disampaikan pada Kejaksaan Agung. Itu artinya, Polri tidak akan menyelidiki lebih dalam apa kepentingan lain Gayus berada di Bali. Termasuk dugaan pertemuan Gayus dengan sejumlah tokoh politik selama menginap di Westin Resort, Nusa Dua, Bali.

“Sudah selesai, tidak ada pemeriksaan lagi, dan siap disetor,” kata seorang.

penyidik kemarin (20/11). Bagaimana dengan janji pengusutan motif pertemuan Gayus-Perwira itu mengaku tidak berani menjelaskan. “Kita ikuti petunjuk pimpinan,” singkat sumber Jawa Pos (grup Sumut Pos) itu.

Secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Ketut Untung Yoga menjelaskan polisi tidak mungkin memeriksa seseorang tanpa ada petunjuk awal atau bukti.
“Itu prinsip penyidikan yang diikuti Polri,” tegasnya.

Ketut juga menghimbau media agar tidak mengembangkan informasi soal pertemuan Gayus dengan sejumlah pihak tanpa didasari bukti.

“Hati-hati bisa fitnah dan juga pencemaran nama baik,” katanya.

Dia memastikan dugaan suap yang dilakukan Gayus pada petugas rutan Brimob sehingga Gayus bisa aman wisata ke Bali akan dituntaskan secara lengkap.

“Perintah Kapolri, ini akan diselesaikan maksimal 10 hari,” katanya.
Meski begitu, Ketut mengaku tidak tahu perkembangan berkas penyidikan terkini.
“Soal itu tanyakan ke penyidik,” katanya.

Nama Aburizal Bakrie selama beberapa hari terakhir disebut-sebut oleh berbagai media ada hubungan dengan kepergian Gayus ke Bali. Sebab, secara kebetulan, Ical, panggilan Aburizal Bakrie juga menonton turnamen tenis Commonwealth yang juga ditonton Gayus.

Pengacara Gayus, Adnan Buyung Nasution membantah kliennya bertemu Ical. Meski begitu, Buyung meminta polisi untuk memeriksa dugaan penyuapan yang dilakukan beberapa kelompok usaha yang sahamnya dimiliki Ical pada kliennya.

“Saya tidak sebut Ical, adik saya itu korupsi. Tapi, ini aneh, Gayus diperiksa tapi penyuapnya dibiarkan saja,” kata Buyung, Kamis (18/11) lalu.

Dalam penjelasan sebelumnya Kabareskrim, Komjen Ito Sumardi juga memilih berhati-hati menangani dugaan indikasi tindak pidana lain yang dilakukan Gayus selaij menyuap petugas rutan Brimob.

“Tolong ya, kita bekerja tidak berdasarkan isu. Kalau tidak ketemu masak harus dipaksakan bertemu,” kata Ito.
Secara terpisah, meski polisi terkesan angkat tangan soal motif Gayus ke Bali, Satuan Tugas Anti Mafia Hukum justru bersemangat. Lembaga yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto itu berjanji akan menyelidiki siapa saja pihak yang ditemui Gayus yang diketahui 68 kali keluar dari rutan Brimob.

“Kita akan dalami caranya, atas bantuan siapa saja, siapa yang ditemui dan bagaimana cara kembali ke rutan,” kata anggota Satgas Mas Achmad Santosa.

Pria yang akrab dipanggil Ota ini menjelaskan, Satgas akan menyelidiki informasi yang berkembang di masyarakat asal didukung bukti. “Kita justru senang kalau ada informasi yang valid soal siapa yang sebenarnya ditemui Gayus,” katanya.

Ota yang pertama kali membujuk Gayus pulang saat di Singapura Maret 2010 lalu itu mengaku mendapat banyak sms maupun email soal motivasi Gayus keluar rutan.

“Tapi, semuanya harus diverifikasi dulu,” katanya.

Saat ditanya soal isu Gayus bertemu dengan Ical, Ota tak bersedia berkomentar. “Kita tidak mau bicara orang per orang. Prosesnya juga belum selesai dan akan kami laporkan dulu pada presiden,” kata mantan anggota KPK ini.
Secara terpisah, Ical nampaknya sudah merasa gerah dengan isu negatif itu. Dirinya menegaskan akan mengajukan gugatan kepada siapapun pihak yang terus menggulirkan isu hubungan dirinya dengan Gayus.

Sasaran yang dituju oleh Ical adalah pemberitaan yang muncul di media. Menurut dia, bisa jadi Partai Golkar akan mengadukan media yang terus menerus mempolitisasi posisi dirinya dengan Gayus. “Kami sedang memikirkan untuk mengadu ke Dewan Pers,” kata Ical usai eksebisi tenis di Klub Elit Rasuna, Jakarta, kemarin (20/11).

Ical menegaskan, harus ada pembuktian atas semua informasi yang beredar ke publik. Termasuk kabar bahwa tiga perusahaan grup Bakrie, dianggap melakukan suap kepada Gayus demi “mengurangi” jumlah pembayaran pajak. Tiga perusahaan yang dimaksud adalah PT Kaltim Prima Coal, PT Bumi Resources dan PT Arutmin. “Saya dengar perusahaan (yang diduga melakukan suap) ada 43, tapi hanya diangkat tiga perusahaan,” sorotnya.

Dia menjelaskan, tiga perusahaan yang selalu disinggung-singgung adalah perusahaan publik. Bakrie adalah salah satu dari sekian banyak pemegang saham tiga perusahaan tersebut. “Hanya sebagian kecil saham yang dimiliki Bakrie (di tiga perusahaan),” ujarnya menjelaskan. Justru, kepemilikan terbesar saham adalah atas nama publik. Sehingga, kata dia, tidak bisa serta merta mengaitkan grup Bakrie dengan isu mafia pajak yang dilakukan oleh Gayus. “Jadi, itu hanya isu saja,” tegasnya.

Jika memang tiga perusahaan itu terkait, kata Ical, sebaiknya para penegak hukum segera memeriksa. Menurut Ical, polisi bisa melakukan pemeriksaan kepada para pengelola perusahaan. Dirinya sebagai pemegang saham tidak ikut campur dalam posisi operasional. “Saya bukan direktur, bukan komisaris, silakan saja periksa, jangan pakai ngomong keras-keras,” tandasnya.

Ical menegaskan, sebagai seorang politisi, dia menduga ada pihak yang mengatur Gayus bisa pergi ke Bali. “Ada yang tidak suka dengan kebangkitan Golkar,” katanya.

Namun, secara hukum, pelesiran Gayus tersebut harus diselesaikan secara hukum. Saat ini Gayus telah mengakui bahwa dia pergi ke Bali. Karena itu, harus ada penuntasan secara hukum atas seorang tersangka yang bisa melenggang bebas. “Dia (Gayus) terbang ke Bali, itu masalah hukum, itu persoalan pokoknya,” tandasnya.

Lantas, apa saja kegiatan Ical di Bali ketika itu” Ketua DPP Partai Golkar Rizal Mallarangeng menyatakan, sejatinya dirinya bersama anggota Klub Elite Rasuna yang mengajak Ical menonton tenis. Para anggota klub tak ingin menyia-nyiakan turnamen tenis International Commonwealth yang berlangsung di Bali. “Kami ingin menonton Ana Ivanovic (Petenis Serbia, red). Ana favorit kami,” kata Rizal secara terpisah.

Nah, para anggota klub tenis itu bertemu dengan Ical yang menginap di Hotel The Edge Uluwatu, Bali. Ical hadir di Bali bersama sejumlah keluarga, termasuk Ardie Bakrie dan Nia Ramadani yang menikah pada April lalu. Ical yang baru tiba dari Palembang pada Jumat (5/11), langsung diajak bergabung oleh para anggota klub tenis itu. “Kami jadi merasa agak berdosa dan bersalah karena mengajak Pak Ical,” ujarnya.

Pertemuan klub tenis dengan Ical tidak hanya sebatas nonton pertandingan final. Rizal menuturkan, pada Sabtu malam klub tenis juga merayakan ulang tahun Ical dengan makan malam bersama di The Edge. Klub tenis dan Ical juga menyempatkan diri bermain bersama pada Minggu (7/11) pagi. “Minggu sore kami nonton final. Malamnya kita makan malam. Sudah itu saja,” ujarnya panjang lebar.

Rizal menegaskan tidak ada pertemuan antara Ical dengan Gayus di Bali. Dia menyayangkan bahwa spekulasi itu malah berkembang liar menjadi informasi menyesatkan. “Kami baru dengar saat pulang. Informasi itu di luar akal sehat kami, namun sayangnya ditanggapi para intelektual dan tokoh hukum,” ujarnya.(rdl/bay/jpnn)

Mengapa Ical Dikaitkan?

Polisi memastikan tidak akan memeriksa Aburizal Bakrie dalam kaitan kepergian Gayus ke Bali. Mengapa nama Ical bisa muncul?

Dalam persidangan Gayus mengaku menerima dana dari tiga perusahaan PT KPC, Arutmin, dan Bumi Resources. Pengacara Gayus, Adnan Buyung Nasution menyebut pengakuan Gayus menerima suap dari tiga perusahaan besar dalam jaringan Bakrie Group tidak pernah disidik.Bantahan Ical : Tiga perusahaan itu perusahaan publik dan Ical hanya pemegang saham. Selain itu, tiga perusahaan itu sudah diaudit oleh auditor independen dan melapor secara berkala ke Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).
Gayus menonton tenis di Nusa Dua Bali pada 4-6 November 2010. Pada durasi waktu yang sama Ical dan rombongan Partai Golkar juga menonton turnamen yang sama.Bantahan Ical : Tidak mengenal dan sama sekali tidak bertemu Gayus. Rombongan ini menginap di hotel The Edge, Uluwatu Bali sedangkan Gayus menginap di Westin Resort, Nusa Dua.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Tudingan Menipu Warga 700 Juta, Bupati Madina: Itu Pencemaran Nama Baik

    Soal Tudingan Menipu Warga 700 Juta, Bupati Madina: Itu Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dituding melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp700 juta, serta akan dilaporkan ke Mabes Polri, Bupati Mandailing Natal (Madina) yang juga merupakan calon petahana, Dahlan Hasan Nasution menampik dan menyebut tuduhan itu termasuk pencemaran nama baik. Surat kabar Malintang Pos edisi Senin (21/9) melansir pernyataan Dahlan Hasan itu atas hasil […]

  • Bocah 5 Tahun Asal Kota Nopan Butuh Bantuan Dermawan

    Bocah 5 Tahun Asal Kota Nopan Butuh Bantuan Dermawan

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dewi Sri Laila Sari Gadis 5 Tahun Warga Desa Muara Botung, Kota Nopan Madina, butuh perhatian dermawan untuk biaya operasi, sebab lutut bengkok dan kaki lengket karena luka bakar pada saat usia 8 bulan. Dari penuturan Dahliana ibu kandung bocah itu pada wartawan di markas Forwakot Rabun28/8, kondisi kaki buah hatinya […]

  • Siswi SMAN 1 Matauli Pandan Raih Beasiswa ke Jerman

    Siswi SMAN 1 Matauli Pandan Raih Beasiswa ke Jerman

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pandan – Dua siswi terbaik dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan berhasil meraih beasiswa untuk belajar di Jerman. Di Jerman, mereka akan mendapatkan pendalaman kemampuan bahasa Jerman, serta tukar menukar budaya. "Dari hasil seleksi yang dilaksanakan koordinator PASCH-Goethe Institute Jerman, Ekadewi Indrawijaya, tanggal 30-31 Maret 2015 lalu, dari 20 siswa peserta seleksi sertifikat A-2 se […]

  • Sungai Batang Natal Meluap

    Sungai Batang Natal Meluap

    • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Sungai Batang Natal meluap. Hingga Rabu sore (18/8/2021) arus air tetap tinggi. Progres dinamika peluapan sudah mulai terlihat sejak kemarin. Sejumlah warga Muara Soma yang dihubungi, di sejumlah titik arus air telah mencapai permukaan tebing sungai. Dan dikhawatirkan arus bisa merembes ke pemukiman jika luapan kian tinggi. Sejauh ini […]

  • Gajah Sumatera

    Gajah Sumatera

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GAJAH SUMATERA Sejumlah gajah Sumatera jinak dewasa berada di dalam Sungai kawasan “Flying Squad” Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, pekan lalu. di kawasan Flying Squad di TNTN tersebut terdapat 10 gajah Sumatera jinak dewasa dan 4 anak gajah lainya yang masih membutuhkan pelatihan khusus. (nantara/fachrozi amri)

  • 20 Kementerian/Lembaga Sampaikan Usulan Reformasi Birokrasi

    20 Kementerian/Lembaga Sampaikan Usulan Reformasi Birokrasi

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Sebanyak 20 kementerian/lembaga telah menyampaikan dokumen usulan reformasi birokrasi pada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi E.E. Mangindaan selaku Ketua Tim Reformasi Birokrasi Nasional. “Tahun 2011 terdapat 20 kementerian/ lembaga yang telah menyampaikan dokumen usulan reformasi birokrasi,” kata Menpan dan RB, EE Mangindaan dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, di Jakarta, Senin. […]

expand_less