Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Percepatan Re-Operasionalisasi PT. SMGP Harus Diprioritaskan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perkembangan kemajuan yang berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan akan pasokan listrik, menjadi dasar untuk menempatkan upaya percepatan re-operasiolasasi PT. Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP) sebagai prioritas bagi pemerintah.

Demikian ditegaskan Mandailing Natal (Madina) Ali Mutiara Rangkuti dalam sebuah rilis pers yang dikirim ke redaksi Mandailing Online, Sabtu (14/2015).

Ali menjelaskan, uapaya percepatan pemenuhan listrik tersebut juga telah ditegaskan melalui Permen ESDM Nomor : 32 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga Atas Permen ESDM Nomor 15 Tahun 2010 tentang Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Tenaga Listrik yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara dan Gas Serta Transmisi Terkait.

Oleh sebab itu, jelas Ali lebih lanjut, segala persoalan-persoalan yang menyangkut perizinan maupun dampak sosial yang telah terjadi, harus segera diselesaikan secepatnya.

”Bagaimanapun juga, pemanfaatan panas bumi di Sorik Marapi Mandailing Natal ini telah menjadi bagian dari agenda nasional Fast Track Program (percepatan pembangkit listrik – red) Tahap I dan II 10.000 MW. Sehingga sesungguhnya tidak ada celah bagi kita, baik pemerintah maupun masyarakat untuk menolak agenda tersebut,” katanya.

Berbagai persoalan yang mungkin telah terjadi selama ini harus  dituntaskan oleh Kementerian ESDM dan intansi pemerintah terkait sebagaimana rekomendasi (kesimpulan hasil rapat) DPR-RI pada tanggal 28 Januari 2008 yang lalu.

 

Penolakan Masyarakat : Tak Kenal Maka Tak Sayang

Menyangkut adanya aksi penolakan masyarakat terhadap PT. SMGP, secara sederhana Ali menyatakan, bahwa rentetan kejadian tersebut sesungguhnya hanya disebabkan masyarakat belum mengenal secara baik tentang pemanfaatan panas bumi.

“Berbeda dengan di beberapa daerah yang lain, pemanfaatan panas bumi adalah sebuah hal baru di Mandailing Natal. Seiring dengan keterbatasan informasi tentang hal ini ditengah-tengah masyarakat, dan ditambah pula adanya segelintir kelompok kepentingan yang menghasut masyarakat, maka pemanfaatan panas bumi oleh PT. SMGP seolah-oleh menjadi ‘hantu Lapindo’ di mata masyarakat. Padahal jika kita menoleh sedikit saja, ke Sarulla atau Sibayak, dapat kita lihat bahwa apa yang ditakutkan oleh masyarakat itu tidak ada sama sekali. Jadi ini persoalan di masyarakat adalah tak kenal maka tak saying,” katanya.

“Hal yang pasti, Proyek Lapindo Brantas tidak lah sama dengan pemanfatan panas bumi oleh PT. SMGP. Mulai dari struktur tanah (geologi) yang akan dimanfaatan, proses pemanfaatannya, sampai dengan hasilnya, semuanya berbeda.” tegas Ali.

”Itulah sebabnya saya mendorong pemerintah daerah, bekerjasama dengan PT. SMGP, institusi-institusi pendidikan dan lembaga-lembaga infrastruktur masyarakat lainnya, untuk bersama-sama menciptakan sebuah media yang mampu memperkenalkan dengan detail apa sesungguhnya pemanfaatan panas bumi itu. Dan jika perlu, pemerintah silahkan undang atau hadirkan tokoh atau masyarakat yang menolak saat ini untuk melakukan semacam debat publik secara ilmiah,” imbuhnya.

“Pertarungan’ dalam forum-forum ilmiah tersebut, saya pikir tentunya akan lebih berarti dan terhormat untuk membuka mata dan pikiran masyarakat, dibandingkan dengan pertarungan fisik yang berpotensi mengakibatkan korban jiwa, seperti apa yang telah kita alami beberapa waktu yang lalu,” sebut Ali.

“Ada banyak dampak positif dari pemanfaatan panas bumi untuk Mandailing Natal pada umumnya, dan terlebih-lebih untuk masyarakat di sekitar proyek pemanfaatan panas bumi tersebut. Selain meningkatan PAD daerah, perbaikan infrastruktur disekitar proyek, namun juga berkembangnya ekonomi mikro, sebagai akibat dari meningkatnya perputaran barang dan jasa di wilayah tersebut. Dan yang terkahir ini, saya pikir adalah hal yang terpenting. Kenapa? Karena keramaianlah yang akan selalu membentuk sebuah ‘pasar atau transaksi’. Itu yang saya yakini!” pungkas Ali.

Editor    : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lewat Video, Warga Simpang Sordang Sampaikan Aspirasi ke Cabup Harun Mustafa Nasution

    Lewat Video, Warga Simpang Sordang Sampaikan Aspirasi ke Cabup Harun Mustafa Nasution

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online ) Sejumlah kaum ibu warga Simpang Sordang, Kecamatan Lingga Bayu mengeluhkan kondisi jalan ke calon Bupati dan wakil Madina nomor urut 1, Harun-Ihcwan lewat postingan rekaman video, Sabtu (2/11/2024). Salah satu warga Siti Salamah mengatakan, kami bermohon kepada Harun Mustafa Nasution untuk membangun jalan menuju RT 4, Desa Simpang Sordang, Kecamatan Lingga […]

  • 2012, Target PAD Alat Berat Dinas PU Harus Diawasi

    2012, Target PAD Alat Berat Dinas PU Harus Diawasi

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pendapatan asli daerah (PAD) dari pemakaian alat berat di Dinas PU Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diduga belum mencapai target yang telah ditentukan. Untuk itu ke depan harus dimaskimalkan dan diawasi penggunaanya secara transparan. Hal itu sampaikan Ketua Jaringan Aktifis Mahasiswa Sumatera Utara (JAMSU) Iswadi Batubara kepada wartawan di Panyabungan, Senin (02/01/2012). Katanya, tidak tercapainya […]

  • Komersialisasi Kursi Perguruan Tinggi, Bukti Pendidikan Berwajah Kapitalistik?

    Komersialisasi Kursi Perguruan Tinggi, Bukti Pendidikan Berwajah Kapitalistik?

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan lslam Perguruan Tinggi kini tengah dihebohkan dengan kasus Rektor Unila, Profesor Karomani. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Profesor Karomani dengan kasus dugaan suap dari jalur penerimaan mahasiswa baru. Tarif yang dipatok tidak main-main. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan nominal uang disekapati bervariasi. Kisaran minimal 100 juta hingga 350 […]

  • Tengah Malam, Baliho AYH dan Anis Dikantor Partai Demokrat Madina Diturunkan

    Tengah Malam, Baliho AYH dan Anis Dikantor Partai Demokrat Madina Diturunkan

    • calendar_month Sabtu, 2 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) buntut kekecewaan kader Partai Demokrat atas keputusan Anis Baswedan yang telah menyetujui Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai bakal calon wakil presidennya (Bacawapres). Kader Partai Demokrat Madina menurunkan Baliho AYH dan Anis Basewedan yang terpampang di Depan Kantor Demokrat Madina Jalan Willem Iskandar, Aek Galoga, Panyabungan kamis malam 31/8/2023 setelah keputusan […]

  • Madina WDP Sejak 2014

    Madina WDP Sejak 2014

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Enam tahun sudah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menetapkan Pemkab Madina dalam kategori WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Itu terungkap dalam laporan pertanggungjawaban (LPj) bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di DPRD Madina, Senin (24/8/2020). Dalam nota pengantar LPj tahun anggaran 2019 yang dibacakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution di sidang paripurna DPRD itu […]

  • Ini Perkembangan Kasus Tambang Emas Ilegal yang Sedang Ditangani Polisi di Madina

    Ini Perkembangan Kasus Tambang Emas Ilegal yang Sedang Ditangani Polisi di Madina

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Saat ini Polres Mandailing Natal (Madina) melalui Polsek Lingga Bayu sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan penyelidikan terkait korban tertimbun tanah longsor di tambang emas ilegal desa di Kecamatan Lingga bayu. Hal ini dijelaskan Kasi Humasy Polres Madina Iptu Bagus Seto, SH kepada wartawan, Selasa (03/06/2025). “Untuk korban AK (25) warga […]

expand_less