Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 18 Des 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Generasi muda Mandailing saat ini mulai mengalami gejala krisis “partuturon” (tutur sapa). Bahkan sudah banyak yang tak mengetahui dan memahami tentang “partuturon”.

Padahal, masyarakat Mandailing selama ini dikenal sebagai masyarakat yang sangat menjunjung tinggi etika. Dan salah satu unsur penting etika adalah “partuturon”.

“Untuk itu, penguasaan tentang “partuturon” harus diajarkan agar tetap dipahami,” kata Afifuddin Lubis pada pembukaan acara workshop Penguatan Adat Istiadat Budaya Mandailing di hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Selasa (17/12/2013).

Dikatakanya, “partuturon” mengatur dan menentukan bagaimana seseorang bersikap, berbicara dan bertutur terhadap orang lain, begitu juga sebaliknya.

Berdasarkan “partuturon” akan diketahui sejauh mana hubungan seseorang dengan orang lain berdasarkan hubungan darah, hubungan kekerabatan atau hubungan berdasarkan pekawinan.

Pada prinsipnya, “partuturon” merupakan etika, sikap dan tingkah laku sesorang jika berkomunikasi dengan orang lain.

“Tujuan penguasaan “partuturon” adalah untuk saling menghormati, menumbuhkan semangat persaudaraan, rasa persatuan dan semakin eratnya ikatan kekeluargaan yang harmonis,” bebernya.

Semakin baik seseorang dalam bertutur, dia akan dianggap mempunyai etika yang tinggi.

Prinsip “partuturon” didasarkan pada hubungan kekerabatan berdasarkan “Dalihan Na Tolu”. Dalam “partuturon” ketika digunakan sapaan “tulang”, “inangtulang” maka dapat dipastikan yang bersangkutan merupakan “mora” dari yang menyapa.

Kalau sapaan mengunakan “amangboru”, “namboru”, “babere”, “lae”, maka yang bersangkutan merupakan “anak boru” dari yang menyapa.

Juka sapaan menggunakan kata seperti “amangtua”, “amanguda”, maka yang bersangkutan merupakan “kahanggi”.

Agar krisis “partuturon” ini tak makin parah, diharuskan pengajaran melalui sekolah terutama pada tingkatan sekolah dasar dan sekola lanjutan tingkat pertama. Itu dianggap merupakan cara efektif dalam menumbuhkan budaya “martutur” di kalangan generasi muda.

Kemudian dorongan pengajaran melalui jalur keluarga. Juga melalui jalur kelompok seperti kelompok “parsadaan” semisal parsadaan marga. Serta melalui organisasi kemasyarakat yang berbasis budaya.

Diungkapkannya, sejauh ini kendala dalam pengajaran “partuturon” akibat masih kurangnya kesadaran sebagaian keluarga tentang pentingnya “partuturon”.

“Kemudian pada keluarga Mandailing yang tinggal di luar Mandailing banyak yang tidak dapat berbahasa Mandailing,” katanya.

Kadangkala sapaan “partuturon” yang mereka gunakan sudah mengikuti alur sapaan makcik digunakan untuk sapaan terhadap “namboru” atau “inangtulang” dan pakcik untuk “tulang” dan “amangboru”.

Peliput/editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Partai Hanura Raih 2 Kursi di Dapil I

    Partai Hanura Raih 2 Kursi di Dapil I

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar penelusuran Mandailing Online di beberapa posko partai politik, Minggu hingga Senin (13-14/4/2014) perkiraan sementara perolehan kursi legislatif DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Dapil I (Daerah Pemilihan I) diprediksi Partai Hanura memperoleh 2 kursi. Dapil I meliputi Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Barat dan Panyabungan Timur. Dari kuota 10 kursi di Dapil I […]

  • MAMBAYU YANG MAKIN SEDIKIT

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Omline) – Meski jumlahnya tak banyak, masa sekarang aktivitas “mambayu” (mengayam tikar) di kalangan kaum ibu di Mandailing masih dijumpai di beberpa desa. Faktor ekspansi produk-produk tikar pabrikan, aktivitas mambayu di kalangan wanita Mandailing juga berfaktor mulai berubahnya pola hidup dan pola pandang masyarakat Mandailing secara umum kepada hal-hal yang bersifat pragmatis. Berbeda […]

  • Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

    Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Demi kesembuhan anaknya, demi menyelamatkan kaki anaknya dari ancaman amputasi, Marwan telah menggadaikan sawah. Tapi, uang dari hasil menggadaikan sawah itu tak cukup. Tak ada lagi yang bisa digadaikan, karena sawah itu hanya satu-satunya harta yang dipunya. Kini, Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan, Mandailing Natal itu […]

  • Rakyat Malaysia Tuntut Pemilu Bersih Besok

    Rakyat Malaysia Tuntut Pemilu Bersih Besok

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Meski dinyatakan sebagai perhimpunan haram oleh pemerintah Malaysia minggu lalu dan belum mendapatkan izin dari pihak Stadium Merdeka Kuala Lumpur, Gerakan Bersih akan tetap melancarkan unjuk rasa menuntut pemilu bersih di stadium tersebut besok, 9 Juli 2011. Gerakan yang dimulai pada tahun 2006 ini adalah koalisi 62 NGO yang menuntut pelaksanaan pemilu yang bersih dan […]

  • Progres Pembangunan RSU di Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan ke Madina

    Progres Pembangunan RSU di Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan ke Madina

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof.dr Ali Gufron Mukhti, MSc,PHD ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada 14-15 Januari kemarin memiliki momen yang signifikan terhadap harapan rakyat Madina terutama progres pembangunan rumah sakit umum daerah. Kunjungan wamenkes ini difokuskan meninjau langsung pertapakan bakal rencana pembangun RSU di perbukitan Paya Loting, Panyabungan, selain […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 44)

    MARSIDAO-DAO (episode 44)

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Itu rumah kakek kalian, Nak. Paman kalian sekarang yang tinggal di sini. Namanya Hamzah. Dia adik ayahmu,” ning dadaboru i tu Si Poso. Inotnoti Si Poso bagas i. “Onma najolo bagas ni ayangku,” ning roana. Bagas i ngada saru godang, hum sa bagas ni alai na i Mandailing i […]

expand_less