Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 18 Des 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Generasi muda Mandailing saat ini mulai mengalami gejala krisis “partuturon” (tutur sapa). Bahkan sudah banyak yang tak mengetahui dan memahami tentang “partuturon”.

Padahal, masyarakat Mandailing selama ini dikenal sebagai masyarakat yang sangat menjunjung tinggi etika. Dan salah satu unsur penting etika adalah “partuturon”.

“Untuk itu, penguasaan tentang “partuturon” harus diajarkan agar tetap dipahami,” kata Afifuddin Lubis pada pembukaan acara workshop Penguatan Adat Istiadat Budaya Mandailing di hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Selasa (17/12/2013).

Dikatakanya, “partuturon” mengatur dan menentukan bagaimana seseorang bersikap, berbicara dan bertutur terhadap orang lain, begitu juga sebaliknya.

Berdasarkan “partuturon” akan diketahui sejauh mana hubungan seseorang dengan orang lain berdasarkan hubungan darah, hubungan kekerabatan atau hubungan berdasarkan pekawinan.

Pada prinsipnya, “partuturon” merupakan etika, sikap dan tingkah laku sesorang jika berkomunikasi dengan orang lain.

“Tujuan penguasaan “partuturon” adalah untuk saling menghormati, menumbuhkan semangat persaudaraan, rasa persatuan dan semakin eratnya ikatan kekeluargaan yang harmonis,” bebernya.

Semakin baik seseorang dalam bertutur, dia akan dianggap mempunyai etika yang tinggi.

Prinsip “partuturon” didasarkan pada hubungan kekerabatan berdasarkan “Dalihan Na Tolu”. Dalam “partuturon” ketika digunakan sapaan “tulang”, “inangtulang” maka dapat dipastikan yang bersangkutan merupakan “mora” dari yang menyapa.

Kalau sapaan mengunakan “amangboru”, “namboru”, “babere”, “lae”, maka yang bersangkutan merupakan “anak boru” dari yang menyapa.

Juka sapaan menggunakan kata seperti “amangtua”, “amanguda”, maka yang bersangkutan merupakan “kahanggi”.

Agar krisis “partuturon” ini tak makin parah, diharuskan pengajaran melalui sekolah terutama pada tingkatan sekolah dasar dan sekola lanjutan tingkat pertama. Itu dianggap merupakan cara efektif dalam menumbuhkan budaya “martutur” di kalangan generasi muda.

Kemudian dorongan pengajaran melalui jalur keluarga. Juga melalui jalur kelompok seperti kelompok “parsadaan” semisal parsadaan marga. Serta melalui organisasi kemasyarakat yang berbasis budaya.

Diungkapkannya, sejauh ini kendala dalam pengajaran “partuturon” akibat masih kurangnya kesadaran sebagaian keluarga tentang pentingnya “partuturon”.

“Kemudian pada keluarga Mandailing yang tinggal di luar Mandailing banyak yang tidak dapat berbahasa Mandailing,” katanya.

Kadangkala sapaan “partuturon” yang mereka gunakan sudah mengikuti alur sapaan makcik digunakan untuk sapaan terhadap “namboru” atau “inangtulang” dan pakcik untuk “tulang” dan “amangboru”.

Peliput/editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    AGROFORESTRY KOPI MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Pihak importir dari Singapura sudah melakukan permintaan sekitar 2 ton per bulan kopi Mandailing dari Desa Simpang Banyak Julu dan Simpang Banyak Jae, Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina). Tetapi, petani di dua desa ini belum mampu memenuhi permintaan itu akibat masih rendahnya tingkat produksi biji kopi. Sejauh ini, kedua desa ini masih […]

  • Data Privasi Rakyat Tidak Aman di Era Kapitalisme

    Data Privasi Rakyat Tidak Aman di Era Kapitalisme

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurmala Sari, S.Pd Aktivis Dakwah, tinggal di Tapanuli Utara Kasus kebocoran data privasi rakyat kembali terjadi. Dilansir dari Liputan6.com, 21/08/22, 26 juta riwayat pencarian Indihome diduga bocor, nama dan NIK pelanggan terungkap dan dibagikan gratis di situs gelap. Isu ini mendapat komentar dari masyarakat, salah satunya dari akun di twitter Teguh Aprianto, yang mengatakan […]

  • Bagas Godang di Ulu Pungkut Peringkat Tiga Anugerah Pesona Indonesia

    Bagas Godang di Ulu Pungkut Peringkat Tiga Anugerah Pesona Indonesia

    • calendar_month Selasa, 6 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bagas Godang yang berada di Kelurahan Huta Godang Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut berhasil meraih juara tiga Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2022 untuk kategori Kampung Adat di Indonesia. Acara API Award 2022 ini diselenggarakan di Banda Aceh pada Jumat (25/11/2022) lalu. Penghargaan API Award 2022 merupakan bagian dari kegiatan […]

  • BNN Dibentuk di Sidimpuan

    BNN Dibentuk di Sidimpuan

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN-Direncanakan tahun ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) akan dibentuk di Kota Psp. Sekarang tinggal menunggu petunjuk dari BNN Pusat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Psp, Sarmadan Hasibuan SH MM kepada METRO, Jumat (10/2) mengatakan, direncanakan tahun 2012, BNN dibentuk di Kota Psp. Nantinya pimpinan BNN ini bisa dari kepolisian atau PNS aktif di Kota Psp yang […]

  • Contoh KKM Pelengkap RPP

    Contoh KKM Pelengkap RPP

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KKM B Bahasa Indonesia SMP Kelas 8

  • Dualisme di Tubuh PPP Madina Berakhir

    Dualisme di Tubuh PPP Madina Berakhir

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dualisme kepengurusan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mandailing Natal telah berakhir pasca putusan Mahkamah Agung. Itu dikatakan Ketua DPC PPP Mandailing Natal (Madina), Ahmad Rijal Lubis didampingi Sekretaris M. Ridwan Lubis kepada wartawan, kemarin. “Kami jelaskan, bahwa semua kisruh atau apapun namanya yang terjadi selama setahun ini sudah berakhir dan […]

expand_less