Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Pemberhentian Keanggotaan Ludfan di PKB Belum Final

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Malintang Pos) – Pemberhentian Ludfan Nasution dari keanggotaan di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih belum final. Sebab, masih harus melalui proses hingga ke DPP.

Demikian hasil pertemuan delegasi sejumlah tokoh dari Hutasiantar (Kelurahan Kotasiantar) Panyabungan di sekretariat DPC PKB Mandailing Natal (Madina), Kamis (15/10), yang disampiakan ketua delegasi, Arpani Lubis sebagaimana dilansir surat kabar Malintang Pos edisi Senin (19/10).

Delegasi ini merupakan warga Kotasiantar yang tergabung dalam “Marsada Hata” suatu kumpulan masyarakat Kelurahan Kotasiantar yang memperjuangkan caleg dari PKB Ludfan Nasution pada Pemilu 2014 lalu.

Delegasi yang juga disertai Ketua LPM Kotasiantar Asman Hasibuan, Ketua PNNB Kotasiantar Abdul Gafur Mardia bersama rekan pengurus, perwakilan parkahanggian H. Muhammad Rapi Hasibuan dan Caleg Ludfan Nasution, diterima Ketua dan Sekretaris DPC PKB Madina, Khoiruddin Faslah Siregar dan Sekretaris Edi Anwar.

Dalam pertemuan itu, delegasi mengemukakan pembicaraan tentang Pilkada Madina 2015 dan pergantian antar waktu (PAW) Jakfar Sukhairi Nasution yang kini menjadi calon wakil bupati Madina di Pilkada tahun ini.

Ludfan Nasution berada di ranking 2 atau posisi perolehan suara terbanyak kedua setelah Jakfar Sukhairi Nasution. Hanya saja, sampai kini progres PAW itu masih belum dibahas di tingkat DPC PKB Madina.

Ludan Nasution dalam kesempatan itu menambahkan, ada dua hal mendasar yang sudah ditanggapi Faslah Siregar.

Pertama, kepengurusan dan keanggotaan. “Saya memang sudah tidak termasuk pengurus. Namun, saya tetap anggota atau kader Partai Kebangkitan Bangsa. Saudara Faslah Siregar mengakui, kalau pun selama ini sempat santer cerita tentang pemecatan saya, itu hanya sebatas pengurus, tanpa konfirmasi atau klarifikasi kepada saya dan itu tidak sesuai dengan AD/ART PKB,” ungkap Ludfan Nasution.

Kedua, pengisi lowongan PAW. “Nah, inilah yang tetap membingungkan bagi tokoh dan masyarakat Kotasiantar. Mengapa itikad baik untuk memperjelas siapa yang akan menggantikan H. Suheri di DPRD Madina tidak kelihatan. Saya harap teman-teman pengurus tidak salah membaca realitasnya sebelum terlambat,” tadasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Khoiruddin Faslah Siregar menjawab Mandailing Online, Senin (19/10) menyatakan bahwa keputusan rapat pleno DPC PKB Madina beberapa bulan lalu telah menetapkan pemberhentian Ludfan Nasution bersama beberapa pengurus lainnya dari kepengurusan dan keanggotaan PKB.

Hanya saja, berdasar mekanisme yang ada di AD/ART PKB bahwa status keanggotaan Ludfan ini masih harus diproses dan mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat PKB. Dan DPC PKB Madina juga masih memberikan peluang kepada Ludfan Nasution untuk melakukan pembelaan diri.

Soal wacana PAW, menurut Faslah, hingga kini DPC PKB Madina belum mengagendakannya.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upayakan Legalitas Tambang Rakyat

    Upayakan Legalitas Tambang Rakyat

    • calendar_month Minggu, 10 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini pemerintah Mandailing Natal masih mengalami kendala dalam melegalkan tambang rakyat di Huta Bargot. Sebab, memiliki dilema yang rumit. Di satu sisi, titik tambang itu berada di wilayah Kontrak Karya PT.Sorikmas Mining yang diberikan pemerintah Indonesia. Di sisi lain, ribuan rakyat Mandailing Natal sudah terlanjur menggantungkan pendapatan keluarga dari bertambang […]

  • Saipullah Ingin Ada Tim Kaji Penguatan Produk Lokal

    Saipullah Ingin Ada Tim Kaji Penguatan Produk Lokal

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution mengungkapkan, banyaknya bahan dagangan yang dikirim dari luar Madina menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Dia mengaku ke depan harus ada upaya optimalisasi produk lokal agar bisa menguasai pasar. Itu diungkap Saipullah usai meninjau pasar Kotanopan, Sabtu (29/3/2025). Untuk itu, Saipullah menyebutkan Pemkab Madina […]

  • Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

    Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Rektor UMTS Michwar Zaini diperiksa penyidik Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut, Rabu (8/2/2012) sebagai saksi terlapor atas dugaan data tesis palsu. Pemeriksaan Michwar Zaini itu disampaikan Kasubdit Tipiter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Yusuf Rizal saat ditanya Tribun terkait perkembangan kasus yang semula dilaporkan LSM Partabagsel. “Itu kita masih periksa rektornya. Pak […]

  • Animo Warga Tinggi, Vaksin di Muarasoma Kurang

    Animo Warga Tinggi, Vaksin di Muarasoma Kurang

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARASOMA (Mandailing Online) – Animo warga mememperoleh suntikan vaksinasi lumayan tinggi di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Pihak Puskesmas Muarasoma mencatat dalam beberapa hari terakhir rata-rata 400 warga per hari datang untuk divaksin covid-19. Akibatnya puskesmas yang berbasis di ibukota Kecamatan Batang Natal itu kekurangan vaksin pada Sabtu (25/9/2021). Kepala Puskesmas Muarasoma, […]

  • 22 dari 23 Kecamatan di Madina Endemik Malaria

    22 dari 23 Kecamatan di Madina Endemik Malaria

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) – Kecuali Kecamatan Pakantan, seluruh kecamatan di Mandailing Natal adalah kawasan endemik malaria. Itu artinya 22 dari 23 kecamatan merupakan kawasan sebaran virus berbahaya tersebut. Dan jenis malaria yang ada di Mandailing Natal (Madina) adalah jenis Plasmodium Palsifarum dan Plasmodium vivax. “Jenis Palsifarum yang paling bebahaya, karena merusak sekitar 86 persen sel […]

  • Kampung Tambahtin, Kampung Berbahasa Mandailing di Malaysia

    Kampung Tambahtin, Kampung Berbahasa Mandailing di Malaysia

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kampung Tambahtin ini berada di Pertang, Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia.  Satu dari tiga kampung yang berbahasa Mandailing di Negeri Sembilan. Penduduk kampung ini adalah etnis Mandailing yang bermigrasi dari Mandailing, Sumatera ke kawasan Negeri Perak di era 1800-an kemudian pindah ke kawasan Negeri Sembilan. Logat mereka berlanggam Mandailing Godang. Menurut Maznah Hasibuan, semua penduduk di […]

expand_less