Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Tommy Winata Dituding Cukong SBY

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
  • print Cetak

The Age dan The Sunday Buka-bukaan

Tomy Winata: Saya Rela Jilat Sepatu Wartawan

JAKARTA-

Tomy Winata, pengusaha yang disebut sebagai cukong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengaku rela menjilat sepatu kotor para wartawan saat keterangan pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (13/3) petang.

“Jadi, andaikata saya ini harus jilat sepatu bapak-bapak (para wartawan) yang penuh dengan kotoran, harga diri saya itu tidak direndahkan oleh bapak-bapak. Demi 1 juta keluarga yang harus hidup bulan-bulan ke depan.
Asal itu jangan jadi berita yang dipercaya,” ungkap bos Artha Graha itu di hotel miliknya, Hotel Borobudur.
“Bukan saya ingin mempertahankan supremasi Tomy Winata dan segala macam. Tapi, demi 1 juta kepala keluarga mengantre di belakang kami,” lanjutnya.

Ditegaskan TW, berita yang dilansir The Age dan The Sydney Morning Herald sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan dan tidak benar. Kedutaan Besar Amerika Serikat sudah menyampaikan penyesalan dan membantah berita itu.

“Tapi berita itu sudah telanjur diambil WikiLeaks dan disiarkan lewat koran The Age dan koran The Sydney Morning Herald di Australia,” ujarnya.

Disinggung nama-nama yang dicantum dalam pemberitaan kedua harian itu, TW mengaku mengenalnya sebagai pemimpin bangsa, mantan pejabat tinggi negara, dan senior-seniornya.

“Saya memang kenal, hanya apa yang dituduhkan di dalam berita itu sama sekali tidak benar, tidak mendasar, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Nama Tomy Winata disebut dalam tulisan The Age memiliki hubungan dekat dengan Presiden SBY. Bos Artha Graha itu, berdasar dokumen Wikileaks juga dikenal sebagai figur dan anggota dunia hitam ‘Gang Sembilan’ atau ‘Sembilan Naga,’ sebuah sindikat perjudian terkenal. “Saya bingung dengan istilah 9 naga,” kata Tomy.

Tomy menjelaskan, dirinya ingin bertemu dengan penulis yang menyebut 9 naga itu. Dia ingin menanyakan dasar dan bukti tulisannya. Demikian juga perihal kaitan Tomy dengan dunia hitam.

“Saya menyatakan kabar yang itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan,” imbuhnya.

Tomy mengaku, keseharian dia biasa aktif di kegiatan Artha Graha peduli di 80 titik di Indonesia. Atau kalau ada waktu senggang dia biasa menghabiskannya di Hotel Borobudur menerima tamu.

“Saya bingung dengan tudingan itu, saya terkesima. Itu imajinasi yang merugikan saya,” terang Tomy.
Tomy menegaskan hubungannya dengan SBY dan Ibu Ani Yudhoyono adalah hubungan biasa antara dirinya sebagai warga negara dengan presiden dan ibu negara.

“Wikileaks sangat merugikan. Saya tidak pernah memberikan uang kepada siapapun juga yang ditujukan kepada Pak SBY dan ibu negara. Kegiatan kami selaku anak bangsa adalah menjalankan kewajiban kepada bangsa,” terang Tomy. “Kami juga akan mengirimkan hak jawab,” imbuhnya. (net/bbs/jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Mandailing Natal Jenguk Korban Penganiayaan

    Kapolres Mandailing Natal Jenguk Korban Penganiayaan

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kapolres Mandailing Natal AKBP Hirbak Wahyu Setiawan menjenguk warga Tabuyung korban penganiayaan di RS Panyabungan, Kamis (07/04/2011). Empat orang warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal dianiaya OTK pada Kamis (07/04/2011) sekira pukul 02.00 WIB. (Ist) Sumber : Beritasumut

  • Truk Laga Kambing di Lintas Timur Panyabungan, Supir Patah Kaki

    Truk Laga Kambing di Lintas Timur Panyabungan, Supir Patah Kaki

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandaiking Online ) Truk jenis coldiesel pagi tadi Selasa 01/8/2023 pukul 7.05 wib adu kambing di jalan lintas timur, kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Kecelakaan ini mengakibatkan salah seorang supir mengalami patah tulang kaki karena benturan keras. Dari keterangan warga, truk coldiesel pengangkut getah karet dari arah Padang menuju Medan melaju kencang, sang […]

  • GU Belum Cair, Mayoritas SKPD di Madina Menjerit

    GU Belum Cair, Mayoritas SKPD di Madina Menjerit

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mayoritas SKPD di Pemkab Mandailing Natal menjerit. Pasalnya hingga awal Maret 2021 GU belum cair dari Dinas Keuangan Mandailing Natal. Informasi itu diperoleh Mandailing Online dari sejumlah pejabat di Pemkab Mandailing Natal, Rabu (3/3/2021). Padahal GU itu sejatinya sudah bisa cair sejak Januari atau paling lambat awal Pebruari. Sedangkan UP pun […]

  • Ketidakpastian Nasib Honorer

    Ketidakpastian Nasib Honorer

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Ketidakpastian nasib sedang menyelimuti honorer Tenaga Suka Rela (TKS) di Mandailing Natal (Madina). Situasi ini bermula saat kepala OPD mengeluarkan surat edaran pada awal januari 2022 yang menyebutkan masa bakti tenaga honorer untuk tahun 2021 telah berakhir. Sejak saat itu sampai hari ini, Rabu (20/4) baik gaji maupun SK penugasan untuk […]

  • Surat Pindah Seorang Pejabat Madina Diduga Palsu

    Surat Pindah Seorang Pejabat Madina Diduga Palsu

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SURAT PALSU, Surat persetujuan perpindahan Pejabat Madina yang diduga palsu (kiri) dan yang betul-betul dikeluarkan oleh Bupati Labura (kanan). Surat yang diduga kuat palsu milik Drs Muhammad Idris Batubara ( abang Sekda Madina ). (nmedanbisnis / zamharir rangkuti)

  • KEBUDAYAAN MANDAILING (Bagian I)

    KEBUDAYAAN MANDAILING (Bagian I)

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

        Oleh : ASKOLANI NASUTION     PENGANTAR Harus diakui, amat sedikit referensi tentang kebudayaan Mandailing secara utuh. Beberapa sumber antropologi yang ada selama ini lebih menekankan Mandailing dari pendekatan ilmuan Barat yang memposisikan kebudayaan Mandailing sebagai sub kebudayaan Batak. Antropolog Kuntjoroningrat misalnya masih juga menyebut Mandailing dalam pendekatan orientalis seperti itu. Juga artikel-artikel […]

expand_less