Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Usai Nonton Debat, Fahrizal Sebut Saipullah Calon Bupati Kelas Menteri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
  • print Cetak

Fahrizal Efendi Nasution

PALUTA (Mandailing Online) – Ketua DPD Partai Hanura Mandailing Natal (Madina) Fahrizal Efendi Nasution menilai wawasan dan pengalaman birokrasi calon bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, boleh dibilang sudah sekelas menteri. Dia menyampaikan penilaian itu usai menonton debat publik Pilkada Madina 2024.

“Wawasan dan pengalaman Saipullah itu boleh kita bilang sudah sekelas menteri,” kata Fahrizal usai menyaksikan langsung debat publik Pilkada Madina 2024 di ballroom Hotel Sapadia Gunungtua, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut), Kamis (14/11/2024) malam.

Itu sebabnya, anggota DPRD Sumatera Utara periode 2019-2024 ini mengajak masyarakat Madina bersyukur, karena dianugerahi satu putra terbaik yang mau mendedikasikan dirinya untuk memimpin kabupaten ini dengan pengalaman yang mumpuni sebagai calon bupati.

“Kita harus berterima kasih kepada Allah SWT. Harapan kita, masyarakat Mandailing Natal harus menjatuhkan pilihan kepada pemimpin yang betul-betul sangat mumpuni di birokrasi, punya pengalaman politik dan bidang lainnya,” katanya.

Saipulah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution saat Debat Publik di Pauta, Kamis (14/11/2024)

Menurut politisi bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam ini, Kabupaten Madina membutuhkan pemimimpin yang mampu mengentaskan kemiskinan. Juga pemimpin yang mampu membawa Madina mencapai seluruh target-target program pemerintah pusat menuju Indonesia Emas 2045.

Terkait debat publik, Fahrizal mengatakan debat kandidat digelar agar masyarakat Madina bisa melihat secara langsung kualitas calon pemimpin yang akan dipilih pada Pilkada Madina, 27 November 2024.

Namun, Fahrizal prihatin lantaran banyak hal yang tidak nyambung antara pertanyaan dan jawaban. “Nah, disitu nampak Paslon nomor urut 2 mampu membangun narasi yang jelas saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari panelis. Di situ menunjukkan Paslon ini sudah berpengalaman sebagai orang birokrasi. Dari situ kita bisa membedakan mana yang punya kualitas dari dua Paslon ini untuk dipilih rakyat,” ungkapnya.

Fahrizal menilai banyak jawaban Paslon nomor urut 1 yang tidak nyambung dengan pertanyaan yang disampaikan. Dia mencontohkan, saat Saipullah menyampaikan pemikirannya terkait pengentasan kemiskinan di Kabupaten Madina. Selain itu, kata dia, juga terkait upaya meningkatkan sumber-sumber anggaran dalam pelaksanaan pembangunan.

“Itu sering dijawab oleh Paslon nomor urut 1 yang tidak nyambung, karena hanya dengan mengatakan semacam koneksi (pertemanan) di pusat dan di provinsi. Padahal, semua Paslon bisa melakukan hal itu. Yang dimaksud Saipullah itu, bagaimana potensi alam Mandailing Natal bisa ditingkatkan dari segi pendapatan asli daerah,” paparnya.

Fahrizal lantas mengungkapkan, pemimpin yang bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) harus orang-orang yang visioner, inovatif, dan kreatif. “Tidak hanya bisa mengandalkan sedikit-sedikit Presiden kita Prabowo, karena asal dukungan kita dari partai pendukung Prabowo, tidak bisa,” tegasnya.

Sebab, Fahrizal menjelaskan, ada porsi APBN yang boleh dibangunkan (dialokasikan) ke satu daerah. Ada juga APBN yang alokasinya porsi provinsi. Ada juga yang porsi kabupaten/kota, yang notabene Rp1,7 triliun (APBD Madina).

“Persoalan kita hari ini, bagaimana fiskal APBD harus sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Secara ilmiah, kata dia, digitalisasi pengelolaan APBD sudah dituangkan dalam RPJMD Madina. “Kita bisa melihat, membuka, dan mepelajari orientasi pembangunan daerah kedepan itu di RPJMD,” pungkasnya. (rel)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Nyawa Hampir Melayang

    Dua Nyawa Hampir Melayang

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Isu penculikan anak kembali menelan korban. Diduga komplotan penculik anak, dua orang warga Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, nyaris tewas dihajar massa di Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan, Jumat (04/12/2010) dini hari. Kedua korban bernama Ali Marsuki dan Ibrahim. Akibat pengeroyokan itu, keduanya menderita luka parah sehingga harus mendapat perawatan secara […]

  • Gedung Malaria belum difungsikan

    Gedung Malaria belum difungsikan

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gedung Malaria dikecamatan Natal meskipun telah selesai dibangun namun sampai saat ini belum difungsikan padahal, warga masyarakat kecamatan natal sangat membutuhkan pelayanan kesehatan khususnya dalam penanggulangan penyakit malaria (MOL)

  • 4 Desa di Muara Batang Gadis Dihantam Arus Bandang

    4 Desa di Muara Batang Gadis Dihantam Arus Bandang

    • calendar_month Senin, 9 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Sebanyak 4 desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina dihantam banjir bandang Sungai Parlampungan, Minggu (8/10) sekira pukul  20.00 Wib, akibat curah yang tinggi. Keempat desa itu adalah Desa Hutaimbaru, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II dan Desa Ranto Panjang. Pihak berwenang Madina melaporakan, di  Desa Rantau Panjang 50 […]

  • TAHUN INI NAIK DITENGAH KETERBATASAN APBD

    TAHUN INI NAIK DITENGAH KETERBATASAN APBD

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait  Program Pendidikan Gratis PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebijakan di APBD Mandailing Natal tahun 2013 terhadap pembiayaan program pendidikan gratis masih pada program beasiswa, BOS Daerah, pakaian seragam SMA,SMK dan tunjangan tambahan bagi guru, sejauh ini masih tergantung kemampuan anggaran daerah. Untuk menjangkau semua pembiayaan pendidikan yang ditanggung para orang tua murid, belum sepenuhnya terwujud […]

  • Miniatur Gordang Sambilan

    Miniatur Gordang Sambilan

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    DUA MINIATUR MANDAILING – Dua gadis Mandailing memamerkan dua unit miniatur gordang sambilan yang tersusun di naungan bangunan berupa sopo, di base camp Kampoeng Kaos Madina, Mandailing Natal, Jum’at (14/6/2013). Kampoeng Kaos Madina sejauh ini tak henti mengembangkan industri kreatif berbasis kebudayaan. Selain pengembangan ekonomi kreatif, semangat yang disusung juga upaya mempopulerkan aksesoris-aksesoris kebudayaan Mandailing […]

  • Jabatan Yang Mengancam Rakyat

    Jabatan Yang Mengancam Rakyat

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Astuti Sibarani, Amd.Keb Aktivis Dakwah, Mahasiswi Video seorang wanita yang mengaku anak jenderal TNI memarahi ibunda dari anggota DPR RI di bandara, viral di media sosial. Pemicu permasalahan ini dikarenakan hal sepele yang berujung cekcok dan pengancaman antar pihak. Merasa antar pihak tidak terima dengan kejadian ini, mereka saling melapor ke pihak berwajib. (Tribunnews.com) […]

expand_less