Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

Atika Tokoh Milenial Harapan Penerobos Ekonomi Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2020
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin

Catatan : Dahlan Batubara

Pemimpin muda itu agresif, penerobos. Bahkan dobrakan kebijakannya sangat deras.

Itulah jika pemimpin diangkat dari kalangan muda. Dari kaum milenial.

Pemimpin demikian sangat dibutuhkan menggerakkan pemerintahan daerah. Di era yang serba akurat, era dimana energi gebrakan kebijakan harus deras agar suatu daerah mampu berpacu menerobos dinamika tuntutan ekonomi globalisasi, digitalisasi, di era 0.4 saat ini.

Pemimpin tua meski tergolong lebih matang dari sisi kordinasi namun lemah dari sisi gebrakan; lamban karena banyak pertimbangan dan keraguan akibat faktor usia. Cenderung terjebak pada pujian sehingga melemahkannya di hadapan laporan ABS (asal bapak senang).

Speed pemimpin dari kaum tua itu lamban. Speed-nya masih di kecepatan era 0.3, padahal aktivitas manusia di semua sektor terkini sudah di 0.4.

Akibatnya, ekonomi rakyat di daerah masih begitu-begitu saja. Pola perkebunan rakyat tak berubah, pertanian, perikanan, peternakan bagai kecepatan keong. Pengangguran pun meningkat.

Itu karena pemerintahan yang dipimpin kaum tua gagal membaca kebutuhan dan pola zaman.

Postur APBD dari tahun ke tahun terlihat kurang menggambarkan penanganan cerdas terhadap perekonomian rakyat di sektor perkebunan, pertanian tanaman pangan, peternakan dan perikanan. Pun termasuk sektor UMKM dan jasa.

Lihatlah per kecamatan, apakah ada perubahan sentra produksi yang signifikan?

Apakah ada satu sektor agroindustri atau agribisnis yang melejit di tiap kecamatan?

Apakah ada sektor unggulan yang melejit di tiap kecamatan?

Justru persentase pengangguran di kalangan usia kerja meningkat. Solusi ril tak pernah terlihat.

Sekali lagi, pemerintahan yang dipimpin kaum tua gagal membaca kebutuhan zaman.

Darah kaum tua tak sederas aliran darah kaum muda. Pun daya gebraknya berbeda.

Otak kaum muda atau kaum milenial itu terus ‘bangun’. Ambisi mereka menyala-nyala.

Hampir semua anak muda pada dasarnya seperti itu. Kalau punya kemauan harus menjadi kenyataan. Kalau belum tuntas belum mau berhenti.

Itulah sebabnya hanya anak muda yang bisa membuat kemajuan besar. Yang tua bisa juga tapi sangat jarang.

Umur seperti milenial itulah tiga kehebatan bisa bersatu di satu tubuh : intelektual, ambisi, dan kemudaan.

Mereka sudah intelektual, setidaknya sudah lulus S-1 dan S-2. Otak intelektualitasnya sudah mendapat pendidikan logika dan sistematika.

Lihatlah pemimpin muda dunia. Mereka adalah pemimpin negara maupun aktivis yang mendedikasikan diri untuk kemaslahatan dunia. Ada yang mengundang pujian maupun decak kagum, meski ada pula aksi mereka yang kontroversial karena dobrakannya merangsang dan menggeliatkan sektor-sektor urgen.

Pemimpin milenial memiliki sifat optimistik, percaya diri, gesit, cepat.

Pola pikir cenderung idealis, jika ada aturan yang tidak sesuai maka tak ragu melakukan terobosan mengubahnya.

Pemimpin milenial cenderung kritis menyikapi sesuatu. Tak menelan bulat-bulat informasi atau laporan. Memilih melakukan cross check lebih jauh. Makanya milenial mengharamkan ABS (asal bapak senang) atau AIS (asal ibu senang).

Masa kini, Mandailing Natal (Madina) membutuhkan pemimpin muda, enerjik, gesit, mau menerobos, idealis, intlektual, berambisi kuat merubah sektor-sektor urgen perekonomian rakyat dari yang lamban menjadi cepat.

Madina beruntung atas kemunculan Atika dari kaum milenial. Kombinasi itu ada di diri Atika.

Nama lengkapnya Atika Azmi Utammi Nasution, B.App.Fin,M.Fin. Wanita milenial dari Kotanopan. Lulusan S-2 dari Universitas of New South Wales, Sydney, Australia.

Bakal calon bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution tidak salah memilih Atika sebagai calon wakil bupati.

Dalam beberapa pembicaraan saya dengan Jakfar Sukhairi, beliau menyadari betul bahwa Madina membutuhkan terobosan ekonomi yang gesit dan tidak lamban. Dan dia melihat itu ada pada diri Atika.

Oleh karena itu, Atika kelak akan memiliki kewenangan penuh melakukan perubahan-perubahan besar pada sektor ekonomi, meliputi perkebunan rakyat, pertanian tanaman pangan, perikanan laut dan darat, peternakan, perdagangan dan industri.

Dan pilihan itu termasuk jitu karena Atika memiliki potensi itu selaku gadis milenial yang berintlektual tinggi, menguasai makro ekonomi selaku magister finansial.

Karena pusat pertumbuhan ekonomi Madina itu sejatinya berada di desa desa. Dengan lahirnya usahawan usahawan muda di sektor perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan laut dan darat. ***

Dahlan Batubara saat ini menjabat pemimpin redaksi Mandailing Online. Mantan pemimpin redaksi surat kabar ekonomi Tondinta

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, Jalinsum Aek Latong Diselimuti Kabut Tebal

    Lagi, Jalinsum Aek Latong Diselimuti Kabut Tebal

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Hati-hati melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Aek Latong, Sipirok, Tapsel. Pasalnya, setelah beberapa hari menghilang, kabut tebal kembali menyelimuti jalanan, sehingga mengganggu jarak pandang pengguna lalu lintas, Selasa (23/11). Pengendara lalu lintas yang berlalu lalang di kawasan itu, terpaksa menghidupkan lampu kendaraan, agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Amatan METRO di lokasi, meski […]

  • Bupati Madina Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung SLTA

    Bupati Madina Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung SLTA

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung SMA Negeri 2 Kecamatan Muara Batang Gadis, pekan lalu. Pembangunan gedung sekolah ini dalam menjawab kebutuhan infrastrukur sekolah menengah di daerah Sulang Aling yang selama ini merupakan kawasan terisolir. Foto: Hendri Pulungan  

  • Siaga Darurat Covid-19, MUI Sumut Terbitkan Tausiyah

    Siaga Darurat Covid-19, MUI Sumut Terbitkan Tausiyah

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara merilis tausiyah menanggapi situasi siaga darurat Covid-19 di daerah ini. Lima poin disampaikan, termasuk mengharamkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 berada di tempat umum, termasuk masjid. Tausiyah itu diterbitkan tanggal 26 Maret 2020 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Sumut, Prof.Dr.H. Abdullah Syah, MA dan Sekretaris […]

  • Moncak di Mandailing

    Moncak di Mandailing

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

     LATAR BELAKANG Moncak adalah seni bela diri yang terdapat di dalam suku Mandailing. Baik di Mandailing Godang, Mandailing Julu dan Mandailing Angkola. Mocak ini mirip dengan seni bela diri Silat, juga hampir sama dengan Silek di Sumatera Barat. Di dalam suku Toba juga dinamakan Moncak (baca: Mossak). Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah penggiat budaya Mandailing, […]

  • 187 Pelamar CPNS di Tapsel

    187 Pelamar CPNS di Tapsel

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hingga hari ketiga dibukanya pendaftaran CPNS di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (23/11), pelamar yang telah mendaftar sebanyak 187 orang. Kepala BKD Tapsel, Drs Aswad Daulay MH ketika dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Penerimaan dan Perencanaan Pegawai, Syafi’I menuturkan, hari pertama pendaftaran Sabtu (20/11) lalu, jumlah yang melamar untuk tenaga kependidikan atau guru sebanyak 9 orang, […]

  • Songsong Produksi Film Biola Na Mabugang 2

    Songsong Produksi Film Biola Na Mabugang 2

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sanggar Amaloan Rekrut Pelajar SMU   Panyabungan (MO)-Menyongsong kegiatan produksi film “Willem Iskander” dan “Biola Na Mabugang 2” serta album kolaborasi musik tradisional mandailing-modern, Sanggar Amaloan akan melakukan audisi terhadap kalangan pelajar SMU, SMK dan MAN se-Mandailing Natal. Untuk kepentingan audisi terhadap pelajar tersebut, pihak sanggar melakukan pertemuan dengan para pimpinan/guru SMA,SMK dan MAN […]

expand_less