Senin, 7 Sep 2026
light_mode

Atika Tokoh Milenial Harapan Penerobos Ekonomi Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2020
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin

Catatan : Dahlan Batubara

Pemimpin muda itu agresif, penerobos. Bahkan dobrakan kebijakannya sangat deras.

Itulah jika pemimpin diangkat dari kalangan muda. Dari kaum milenial.

Pemimpin demikian sangat dibutuhkan menggerakkan pemerintahan daerah. Di era yang serba akurat, era dimana energi gebrakan kebijakan harus deras agar suatu daerah mampu berpacu menerobos dinamika tuntutan ekonomi globalisasi, digitalisasi, di era 0.4 saat ini.

Pemimpin tua meski tergolong lebih matang dari sisi kordinasi namun lemah dari sisi gebrakan; lamban karena banyak pertimbangan dan keraguan akibat faktor usia. Cenderung terjebak pada pujian sehingga melemahkannya di hadapan laporan ABS (asal bapak senang).

Speed pemimpin dari kaum tua itu lamban. Speed-nya masih di kecepatan era 0.3, padahal aktivitas manusia di semua sektor terkini sudah di 0.4.

Akibatnya, ekonomi rakyat di daerah masih begitu-begitu saja. Pola perkebunan rakyat tak berubah, pertanian, perikanan, peternakan bagai kecepatan keong. Pengangguran pun meningkat.

Itu karena pemerintahan yang dipimpin kaum tua gagal membaca kebutuhan dan pola zaman.

Postur APBD dari tahun ke tahun terlihat kurang menggambarkan penanganan cerdas terhadap perekonomian rakyat di sektor perkebunan, pertanian tanaman pangan, peternakan dan perikanan. Pun termasuk sektor UMKM dan jasa.

Lihatlah per kecamatan, apakah ada perubahan sentra produksi yang signifikan?

Apakah ada satu sektor agroindustri atau agribisnis yang melejit di tiap kecamatan?

Apakah ada sektor unggulan yang melejit di tiap kecamatan?

Justru persentase pengangguran di kalangan usia kerja meningkat. Solusi ril tak pernah terlihat.

Sekali lagi, pemerintahan yang dipimpin kaum tua gagal membaca kebutuhan zaman.

Darah kaum tua tak sederas aliran darah kaum muda. Pun daya gebraknya berbeda.

Otak kaum muda atau kaum milenial itu terus ‘bangun’. Ambisi mereka menyala-nyala.

Hampir semua anak muda pada dasarnya seperti itu. Kalau punya kemauan harus menjadi kenyataan. Kalau belum tuntas belum mau berhenti.

Itulah sebabnya hanya anak muda yang bisa membuat kemajuan besar. Yang tua bisa juga tapi sangat jarang.

Umur seperti milenial itulah tiga kehebatan bisa bersatu di satu tubuh : intelektual, ambisi, dan kemudaan.

Mereka sudah intelektual, setidaknya sudah lulus S-1 dan S-2. Otak intelektualitasnya sudah mendapat pendidikan logika dan sistematika.

Lihatlah pemimpin muda dunia. Mereka adalah pemimpin negara maupun aktivis yang mendedikasikan diri untuk kemaslahatan dunia. Ada yang mengundang pujian maupun decak kagum, meski ada pula aksi mereka yang kontroversial karena dobrakannya merangsang dan menggeliatkan sektor-sektor urgen.

Pemimpin milenial memiliki sifat optimistik, percaya diri, gesit, cepat.

Pola pikir cenderung idealis, jika ada aturan yang tidak sesuai maka tak ragu melakukan terobosan mengubahnya.

Pemimpin milenial cenderung kritis menyikapi sesuatu. Tak menelan bulat-bulat informasi atau laporan. Memilih melakukan cross check lebih jauh. Makanya milenial mengharamkan ABS (asal bapak senang) atau AIS (asal ibu senang).

Masa kini, Mandailing Natal (Madina) membutuhkan pemimpin muda, enerjik, gesit, mau menerobos, idealis, intlektual, berambisi kuat merubah sektor-sektor urgen perekonomian rakyat dari yang lamban menjadi cepat.

Madina beruntung atas kemunculan Atika dari kaum milenial. Kombinasi itu ada di diri Atika.

Nama lengkapnya Atika Azmi Utammi Nasution, B.App.Fin,M.Fin. Wanita milenial dari Kotanopan. Lulusan S-2 dari Universitas of New South Wales, Sydney, Australia.

Bakal calon bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution tidak salah memilih Atika sebagai calon wakil bupati.

Dalam beberapa pembicaraan saya dengan Jakfar Sukhairi, beliau menyadari betul bahwa Madina membutuhkan terobosan ekonomi yang gesit dan tidak lamban. Dan dia melihat itu ada pada diri Atika.

Oleh karena itu, Atika kelak akan memiliki kewenangan penuh melakukan perubahan-perubahan besar pada sektor ekonomi, meliputi perkebunan rakyat, pertanian tanaman pangan, perikanan laut dan darat, peternakan, perdagangan dan industri.

Dan pilihan itu termasuk jitu karena Atika memiliki potensi itu selaku gadis milenial yang berintlektual tinggi, menguasai makro ekonomi selaku magister finansial.

Karena pusat pertumbuhan ekonomi Madina itu sejatinya berada di desa desa. Dengan lahirnya usahawan usahawan muda di sektor perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan laut dan darat. ***

Dahlan Batubara saat ini menjabat pemimpin redaksi Mandailing Online. Mantan pemimpin redaksi surat kabar ekonomi Tondinta

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vonis Rendah, Jaksa KPK Banding Vonis Penyuap Bupati Mandailing Natal

    Vonis Rendah, Jaksa KPK Banding Vonis Penyuap Bupati Mandailing Natal

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Medan (Mandailing Online) – Pemilik PT Sige Sinar Gemilang Surung Panjaitan, yang menjadi terdakwa penyuap Bupati Mandailing Natal, Sumatra Utara, Muhammad Hidayat Batubara senilai Rp1 miliar untuk mendapatkan proyek pembangunan RSUD Panyabungan, divonis 2,5 tahun penjara. Dalam pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan pada Senin (21/10), majelis hakim yang diketuai Agus Setiawan, […]

  • PLN Putus Listrik Kantor DPRD Asahan

    PLN Putus Listrik Kantor DPRD Asahan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KISARAN- Kantor DPRD Asahan yang dibiayai atas nama rakyat kembali tercemar. Pasalnya, di kantor para anggota dewan terhormat itu, PLN melakukan pemutusan listrik sebab menunggak pembayaran listrik sebesar Rp 27 juta selama tiga bulan terhitung Oktober hingga Desember. Hal itu membuat berang Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Asahan Darwin Tambunan SH. Kepada Bendahara DPRD Asahan […]

  • Basarnas Hentikan Pencarian Korban

    Basarnas Hentikan Pencarian Korban

    • calendar_month Rabu, 13 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Tim Basarnas menyatakan, Rabu (13/2) menghentikan kegiatan pencarian korban di reruntuhan tambang rakyat Huta Bargot, Mandailing Natal. Pernyataan penghentian ini dinyatakan Ketua Tim Basarnas, Andi Pandawa kepada wartawan di Panyabungan. Dengan demikian, tim Basarnas tersebut akan meninggalkan Mandailing Natal dan pulang ke pangkalannya di Sibolga. Alasan penghentian ini, tim tak mampu mengeluarkan […]

  • Dahlan Hasan : Aswin Parinduri Selalu Dampingi Saya ke Jakarta

    Dahlan Hasan : Aswin Parinduri Selalu Dampingi Saya ke Jakarta

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dahlan Hasan Nasution menyatakan bahwa Aswin Parinduri merupakan tokoh yang memiliki perhatian kuat dalam pembangunan Mandailing Natal. Aswin Parinduri selama ini sangat banyak meluangkan waktu membantunya di Jakarta untuk meyakinkan pemerintah Indonesia dalam memperoleh dukungan pembangunan daerah. “Pak Aswin lah yang selama ini selalu mendampingi saya ke Jakarta,” ungkap […]

  • Golkar Harus Klarifikasi Mosi DPRD Madina

    Golkar Harus Klarifikasi Mosi DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan-MO Partai Golkar Sumut harus melakukan klarifikasi terhadap aksi mosi tidak percaya 26 anggota DPRD Madina kepada Ketua DPRD Madina, As Imran Khaytami Daulay SH. Resfon Golkar Sumut diperlukan karena As Imran Khaytami adalah ketua DPD Golkar Madina. Pamerhati politik Madina, Abdul Muis Pulungan kepada Mandailing Online, Senin (30/1) di Panyabungan menyatakan, ancaman 26 anggota […]

  • Polres Madina Didesak Proses Pengaduan Warga Gunungtua Jae

    Polres Madina Didesak Proses Pengaduan Warga Gunungtua Jae

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Madina didesak untuk lebih serius memproses pengaduan warga Desa Gunungtua Jae, Kecamatan Panyabungan. Sebab, sampai kini pihak Polres Madina terkesan lamban menangani pengaduan warga. “Pihak Polres kami harapkan bisa menyunggul LHP itu supaya proses bisa lanjut,” ujar Muhammad Rum didampingi Muhammad Daud dan beberapa warga kepada Mandailing Online, Jum’at (3/7/2020). […]

expand_less