Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Melirik Produksi Pupuk Organik di Desa Rumbio

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Okt 2016
  • print Cetak

Adar Mulo Rangkuti dan usaha yang dikelolanya bersama teman-temannya di Desa Rumbio

Adar Mulo Rangkuti dan usaha yang dikelolanya bersama teman-temannya di Desa Rumbio

Program kerjasama antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal telah berhasil membina kelompok usaha yang memproduksi pupuk organik bokasi, bio gas dan pestisida non kimia di Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara.

Keberhasilan itu terlihat dari produk-produk yang dihasilkan dari urin dan kotoran lembu yang diharapkan akan mampu menyuplai pupuk non kimia serta pestisida alami bagi inovasi pertanian tanaman pangan di Mandailing Natal dalam upaya menghasilkan produk tanaman pangan yang bebas dari kandungan  kimia sebagaimana permintaan pasar internasional dewasa ini.

Usaha yang dipimpin Adar Mulo Rangkuti yang juga Ketua Litbang Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Mandailing Natal itu itu memiliki output produk multi hasil, yakni pupuk organik bokasi padat, pupuk organik cair, pestisida dan gas.

Produk pupuk organik bokasi padat itu pun memiliki dua jenis produk, yakni pupuk organik bokasi biasa dan pupuk oragnik bokasi terintegrasi. Perbedaan bokasi biasa dan bikasi terintegrasi itu terletak pada komposisi campuran bahan-bahan lain diluar kotoran lembu. Bokasi terintegrasi lebih banyak jumlah campran non kotoran lembunnya dibanding bokasi biasa. Hanya saja keduanya sama-sama berbetuk serbuk.

Sedangkan pupuk organic cair dihasilkan dari gabungan air urin lembu dengan bahan-bahan non kotoran lembu.

Pestisida yang dihasilkan dari kegiata itu berasal dari air urin lembu ditambah dengan bahan-bahan lain non kotoran lembu.

Seluruh produk pupuk yang dihasilkan, baik bokasi padat biasa, bokasi padat terintegrasi maupun pupuk organik cair serta pestisida adalah produk non kimia alias alami sehingga tanaman yang memakai pupuk itu kelak tidak akan terkontaminasi dengan kimia sebagaimana permintaan pasar internasional terhadap produk pertanian yang bebas kandungan kimia.  

Oleh karenanya, produk-produk yang dihasilkan kelompok di Desa Rumbio itu sudah layak direkomendasikan oleh pemerintah daerah sebagai penghasil pupuk dan pestisida non kimia yang dianjurkan untuk dipakai oleh petani yang berbudidaya tanaman pangan.

 

Gas Kompor dan Gas Lampu

Untuk produk gas yang dihasilkan kelompok itu, terbagi dalam dua fungsi. Pertama untuk bahan bakar lampu. Kedua untuk bahan bakar kompor memasak.

Untuk bahan bakar lampu penerangan, gas yang dihasilkan dipipakan ke dalam selongsong petromak, sehingg gas itu berfungsi sebagai pengganti minyak. Jika selama ini orang selalu memakai minyak tanah sebagai bahan bakar lampu petromak, maka saat ini sudah bisa memakai bahan bakar bio gas tersebut.

Pola pemakaian bio gas untuk lampu itu juga sama penerapannya untuk kompor gas, dimana gas juga dipipakan ke dalam saluran masuk gas di dalam kompor gas yang biasa dipakai oleh ibu rumah tangga di dapur rumah mereka.

“Gas ini berasal dari box digester yang dipipakan ke dalam kompor gas dan petromak,” kata Adar Mulo Rangkuti.

 

Tahapan Proses

Baik pupuk organik bokasi maupun gas yang dihasilkan berasal dari jaringan proses yang sama. Karena bahan baku utamanya adalah kotoran lembu yang dipidahkan dari kandang lembu kemudian dimasukkan ke dalam box pengaduk.

Dari box pengaduk itu, kotoran lembu merembet ke dalam box digister. Di dalam digister inilah terjadi pemisahan gas dari material kotoran lembu. Gas yang memisah itu keluar dari digester melalui pipa kecil menuju satu titik stasiun, dan dari sini bergerak melalui pipa ke kompor dan lampu.

“Nah, setelah gas memisah dari materal kotoran lembu itulah material kotoran lembu telah menjadi pupuk setengah masak. Makanya digester ini berfungsi sebagai pengolah gas dan penetralisir pupuk,” kata Adar Mulo.

Selanjunya, materal yang telah tak mengandung gas tersebut merembet ke dalam bak lain. Dari bak itu kemudian memasuki tahapan pengeringan yang kemudian diolah menjadi pupuk bokasi, baik bokasi biasa mapun bokasi terintegrasi.

 

Baru 25 Ekor Lembu

Hingga kini setelah berjalan sekitar 2 tahun, usaha kelompok itu telah menghasilkan rata-rata 324 Kg pupuk bokasi padat per hari. Sedangkan pupuk bio cair terproduksi rata-rata 125 Kg per hari. Keseluruhan produk yang dihasilkan itu berasal dari lembu yang barjumlah 25 ekor.

Tentunya, produk akan kian meningkat jika jumlah lembu yang diternakkan di lokasi itu bertambah banyak.

“Oleh karenanya, kita terus akan mendorong dan membina untuk terus berkembang supaya peningkatan produksi bertambah,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Mandailing Natal,  Taufiq Zulhandra di lokasi itu, Sabtu (22/10).

Taufiq juga menyatakan, pihaknya juga terus berupaya agar pasar produk yang dihasilkan kelompok ini terkelola. Termasuk perlunya lisensi dari berbagai lembaga agar produk kelompok itu mampu memasuki pasar.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengupayakan menerbitkan draf Peraturan Daerah yang mendorong pemakaian pupuk dari kelompok ini pada setiap kegiatan program budidaya tanaman yang dikelola pemerintah daerah.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt. Bupati: Polemik Tambang Rakyat Akibat Kesalahan Pemerintah

    Plt. Bupati: Polemik Tambang Rakyat Akibat Kesalahan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati mengakui, bahwa selama ini pemerintah lah yang salah terkait maraknya tambang rakyat liar serta tidak tertatanya lokasi-lokasi gelondongan emas (galundung) yang menyebar di pemukiman-pemukiman penduduk. Dilema tambang rakyat di Madina selama ini terkait belum adanya penghunjukan WP yang diperlukan bagi tahapan awal bagi proses legalitas usaha tambang mineral maupun […]

  • Siapkan Sniper untuk Amankan Mudik, Polisi Dilarang Cuti

    Siapkan Sniper untuk Amankan Mudik, Polisi Dilarang Cuti

    • calendar_month Minggu, 5 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Surabaya, (MO)- Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2012, Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Hadiatmoko menegaskan personil kepolisian di wilayahnya diminta untuk tidak mengambil cuti. Larangan cuti kepada 13.982 anggota tersebut diambil guna memaksimalkan pengamanan serta kenyamanan perayaan Idul Fitri tahun ini, termasuk pengamanan arus mudik. “Nantinya, seluruh personel disiagakan di pos-pos pengamanan, objek vital dan […]

  • Isteri Surung Minta Suaminya Dituntut Ringan

    Isteri Surung Minta Suaminya Dituntut Ringan

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Isteri Surung Panjaitan, Blondina Marpaung, menangis dan meminta jaksa KPK untuk meringankan tuntutan hukum bagi suaminya. Permohonan tersebut diungkapkan anak pendiri RS Boloni, Medan, itu usai persidangan pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Tipikor Medan, Kamis (17/10/2013). Blondina yang berwajah muram meninggalkan keluarganya yang duduk di kursi lobi Pengadilan untuk menemui jaksa […]

  • Hutan Mangrove di Sumut Kian Kritis

    Hutan Mangrove di Sumut Kian Kritis

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Hutan mangrove di Sumut kian kritis. Hanya tersisa 50 persen. Pemusnahan hutan mangrove atau hutan bakau terjadi akibat alih fungsi ke perkebunan sawit oleh perusahaan-perusahaan kapitalis dan illegal loging. Berbagai undang-undang (UU) pun dinilai tak mempan menghempang pemusnahan mangrove. UU terkait hutan mangrove yakni UU No 41/1999 tentang Kehutanan, UU No 26/2007 tentang Penataan […]

  • Kabag Hukum: Itu Mobil Dinas Direktur RSUD

    Kabag Hukum: Itu Mobil Dinas Direktur RSUD

    • calendar_month Senin, 23 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Diduga telah dilakukan  pemalsuan plat mobil dinas  Kijang Innova putih dengan nomor polisi BB 1519 F yang merupakan mobil dinas Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan (Psp) dr Aminuddin. Kenderaan sebagai penunjang kinerja pejabat itu menurut plat dan warnanya jelas milik Direktur RSUD. Hal itu dipastikan Kabag Umum Tobonsyah Pulungan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/12). […]

  • Gatot-Tengku Resmi Pimpin Sumut

    Gatot-Tengku Resmi Pimpin Sumut

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN- Pasangan H Gatot Pujo Nugroho, ST, Msi – Erry Nuradu, (Ganteng) resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, Senin (17/6) siang setelah prosesi pelantikan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (mendagri) Gamawan fauzi. Pasangan ini resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur ke-18 Sumatera Utara. Bersama wakilnya Tengku Erry Nuradi, pasangan yang populer disebut GanTeng dilantik Menteri […]

expand_less