Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Harga Raskin di Batu Sondat Batahan Tembus Rp2.120/Kg

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
  • print Cetak


Panyabungan,
Program pemerintah membantu masyarakat miskin melalui program beras untuk rakyat miskin (Raskin) ternyata belum dinikmati masyarakat dengan baik. Hal itu terbukti dari investigasi wartawan di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (09/07/2011) lalu.

Berdasarkan pantauan wartawan di Batu Sondat pada saat aparat Desa Batu Sondat menyalurkan raskin, harga jual raskin tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

Konfirmasi wartawan dengan beberapa warga yang sedang membeli raskin di lokasi pengambilan beras mengatakan, mereka membeli beras bersubsidi tersebut seharga Rp106. 000 per karung yang beratnya 50 kilogram tanpa pernah diberi penjelasan berapa harga perkilonya.

Sementara, harga yang tetapkan pemerintah hanya Rp1.600 per kg. Jadi apabila Rp1.600 x 50 kg = Rp80.000. Namun harga yang ditetapkan pemerintah sangat jauh berbeda dengan harga yang ditetapkan perangkat Desa Batu Sondat yakni sebesar Rp2.120 per kg. Penjualan raskin dipimpin langsung Kepala Desa Batu Sondat Herman.

Kepala Desa Batu Sondat Herman saat dikonfirmasi terkait harga raskin yang tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah menjawab, soal penjualan raskin ini beliau hanya meneruskan harga ataupun ketentuan yang selama ini telah berjalan di Desa Batu Sondat.

“Saya hanya meneruskan dari harga raskin yang lalu, dan masalah harga raskin ini telah kita musyawarahkan dengan masyarakat Desa Batu Sondat pada saat selesai Sholat Jumat dan semua warga menerima ataupun menyetujui harga raskin ini,” jelas Herman.

Dijelaskan Herman, Desa Batu Sondat menerima beras raskin perbulannya sebanyak 6.930 kg yang akan dibagikan kepada 520 kepala keluarga. Apabila ada raskin yang tidak diambil warga, maka beras tersebut akan disumbangkan kepada anak yatim di Desa Batu Sondat.

Namun keterangan Kepala Desa Batu Sondat Herman tidak sesuai dengan apa yang dinyatakan warga yang dikonfirmasi wartawan di Desa Batu Sondat. Salah seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengatakan, warga tidak pernah mengetahui adanya musyawarah terkait tentang harga raskin yang akan dibagikan di desa mereka.

“Hanya saja, pada saat kita baru selesai melaksanakan Sholat Jumat di masjid, perangkat desa ataupun Kepala Desa hanya menyampaikan bahwasanya beras raskin kita telah tiba dan bisa diambil atau dibeli di tempat yang biasa. Hanya begitu saja dari dulu, tidak lebih,” ungkapnya. (BS-026)
Sumber : .beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tak Hadir di Paripurna Pidato Kenegaraan DPRD Madina

    Bupati Tak Hadir di Paripurna Pidato Kenegaraan DPRD Madina

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution tidak menghadiri paripurna mendengar pidato kenegaraan Presiden Jokowi di DPRD Madina, Jum’at (14/8/2020). Baru kali ini seorang bupati di Madina yang tak mengahadiri agenda kenegaraan itu. Sekretaris DPRD Madina, Afrizal Nasution yang dihubungi via WhatsApp membenarkan ketidak hadiran bupati. “Benar tidak hadir, diwakili Sekda, kalau alasannya […]

  • Bupati Madina Himbau PTPN IV Serahkan Plasma Kepada Warga

    Bupati Madina Himbau PTPN IV Serahkan Plasma Kepada Warga

    • calendar_month Kamis, 19 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAHAN (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan menhimbau agar PTPN IV memberikan areal plasma kebun sawit kepada warga Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan. Itu dinyatakan bupati ketika melakukan kunjungan kerja di Batahan, Rabu (18/11) didampingi Mudir Ponpes Mustofawiyah Purba Baru H Mustafa Bakhri dan anggota DPRD Madina Suandi Lubis yang dihadiri beberapa manager PTPN […]

  • Kapolda Copot Kapolres Siantar

    Kapolda Copot Kapolres Siantar

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dilaporkan Siksa Wartawan Trans TV, AKBP Fatori Membantah Diusut Propam, Diancam Sanksi Kode Etika dan Pidana MEDAN- Sikap tak terpuji Kapolres Siantar AKBP Drs Fatori SIK membuat Kapoldasu Irjend Pol Oegroseno berang. Dampaknya tak tanggung-tangung, Fatori dicopot dari jabatannya lantaran diduga menganiaya Andi Siahaan (37), wartawan kontributor Trans TV di Pematang Siantar. ”Indikasi ada. Sekarang […]

  • Janda Miskin Diserang Tumor, Butuh Dermawan

    Janda Miskin Diserang Tumor, Butuh Dermawan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nur Hamidah (38) janda miskin menderita serangan tumor ganas di perut. Apa daya, uang tak punya. Warga Desa Gunung Manaon, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut ini hanya berdoa semoga ada dermawan yang datang membantu biaya operasi. Menjawab wartawan di rumah orangtuanya, Selasa (30/6/2020) Nurhamidah menuturkan gejala tumor itu dirasakannya sejak 2 […]

  • SMAN Plus Madina diklat P4GN

    SMAN Plus Madina diklat P4GN

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – SMA Negri Plus Mandailing Natal laksanakan diklat pendidikan tingkat SMA,SMK, MA tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ditengah-tengah pelajar dan masyarakat di daerah itu selama tiga hari di Hotel Madina Sejahtera Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan. Hal tersebut dikatakan kepala sekolah SMA Negri Plus Madina, Zulkarnain Lubis, malam ini. Pelaksanaan diklat […]

  • Itak Poul-Poul Makanan Khas Mandailing Mulai Hilang

    Itak Poul-Poul Makanan Khas Mandailing Mulai Hilang

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Itak poul-poul salah satu makanan khas Mandailing yang dulunya sangat terkenal dan diminati, namun belakangan ini mulai hilang. Itak Poul-Poul terdiri dari dua kata, Itak (tepung beras), sedangkan poul-poul (dikepal-kepal). Jadi, Itak poul-poul adalah makanan yang terbuat dari tepung beras dan campuran lainnya yang kemudian cara pembuatannya di-poul-poul (dikepal-kepal/digenggam) sehingga menimbulkan bekas jari tangan di […]

expand_less