Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Tertibkan Penambangan Emas Liar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
  • print Cetak

MADINA- Pemkab Madina diminta untuk tegas menindak penambang emas liar di Kecamatan Hutabargot dan Nagajuang. Pasalnya, kegiatan ini memunculkan kontraversi di tengah-tengah masyarakat bahkan memakan korban jiwa dan luka-luka
Desakan ini diajukan Keluarga Besar Mahasiswa (Gabema) Mandailing Natal (Madina) dan Fraksi Madina Bersatu DPRD Madina, kepada METRO, Senin (23/1).
Sekretaris Gabema Madina, Musliadi Nasution SPd menilai, Pemkab Madina terkesan tutup mata atas semua kondisi dan persoalan sosial di Madina terutama masalah tambang emas liar. Katanya, tambang liar ini memunculkan kontraversi di tengah-tengah masyarakat bahkan sudah memakan korban jiwa dan luka-luka. Belum lagi nantinya korban penyakit akibat merkuri yang digunakan penambang liar.
“Bila Pemkab Madina tidak melakukan tindakan terhadap penambangan liar ini, besar kemungkinan Kota Madina akan menjadi ‘kota penyakit’. Sudah jelas akibat dari tambang liar, yaitu, akan melahirkan penyakit, merusak lingkungan atau korban jiwa. Pemkab Madina terlalu lambat menyikapi persoalan ini, padahal tambang liar ini sudah bertahun-tahun dilakukan warga menggunakan merkuri,” sebut Musliadi.
Menurutnya, penertiban bukan berarti merusak penghidupan masyarakat penambang, tetapi setidaknya para penambang tidak melakukan pelanggaran hukum, baik dari segi undang-undang pertambangan termasuk Wilayah Pertambangan (WP), perusakan lingkungan dan sebagainya.
Artinya, penambangan yang dilakukan masyarakat harus sesuai dengan peraturan. Untuk itu kita ingin Pemkab Madina jangan mendiamkan masalah ini, dan tidak lambat menanganiya.
“Jangan Bila dibiarkan, korban akan semakin banyak baik korban jiwa maupun korban pelanggaran hukum. Masyarakat itu tidak akan tahu yang mereka lakukan merupakan pelanggaran hukum, karena mereka hanya mencari nafkah,” ujarnya.
Ketua Fraksi Madina Bersatu DPRD Madina, Zulkarnen Nasution SE bersama tiga anggota fraksinya yakni Siti Aminah Lubis SH, H Amiruddin dan Asmin Nasution berpendapat, selain menertibkan penambang liar, Pemkab juga harus menertibkan pendatang liar di dua kecamatan tersebut.
”Karena ini sudah banyak dikeluhankan masyarakat. Kami minta Pemkab Madina sama-sama membahas persoalan tambang ini secara global dan mengambil langkah-langkah penertiban. Kami yakin masih banyak cara untuk menertibkannya tambang dan pendatang liar ini,” ungkapnya.
Pekan lalu, Senin (16/1), Kabid Kependudukan dan Capil, Disdukcapil dan Nakertrans Pemkab Madina, Ibrahim Lubis SE menyebutkan, sekitar 500-an pendatang liar dari Bogor dan Tasik Malaya, Jawab Barat datang ke Hutabargot dan Nagajuang untuk menambang. Satupun tidak ada yang mengurus perpindahan administrasi kependudukannya.
Camat Nagajuang, Edi Sahlan SH mengatakan, kalau di Nagajuang juga sudah ada ratusan warga dari luar Madina yang datang menambang, namun belum ada seorangpun yang melaporkan keberadaannya. Pendatang liar tersebut ada yang tinggal di Nagajuang dan ada di Panyabungan.
”Kalau jumlahnya mungkin ada seratusan orang, tetapi sampai saat ini belum ada yang melaporkan perpindahan, begitu juga ke Kades belum ada,” akunya pekan lalu. (wan/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Pemuda Rantau yang Diabaikan Pemda Madina

    Potensi Pemuda Rantau yang Diabaikan Pemda Madina

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nanda Sri Wahyuni Pulungan Anak muda adalah aset negara. Kita percaya bahwa anak muda masih mempunyai banyak energi, ide-ide segar dan mau belajar. Mereka berani mengambil resiko dan tidak ragu mencoba hal-hal baru. Sudah saatnya, Mandailing Natal membuka mata, pikiran dan hati seluas-luasnya bahwa selamanya bumi Gordang Sambilan tidak akan pernah berkembang jika […]

  • Musda Golkar Madina, H. Aswin Terpilih Aklamasi

    Musda Golkar Madina, H. Aswin Terpilih Aklamasi

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H. Aswin Parinduri terpilih secara aklamasi untuk memimpin kembali DPD Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) priode 2020-2025. Aklamasi itu berlangsung pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DPD Partai Golkar Madina, Rabu (26/8/2020) di Aula Hotel Abara, Panyabungan. Aswin merupakan calon tunggal di Musda itu. Dengan demikian Aswin akan menjadi ketua DPD Golkar […]

  • Inilah Pria Diduga Menganiaya Loper Harian Tribun-Medan

    Inilah Pria Diduga Menganiaya Loper Harian Tribun-Medan

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SUNGGAL – Roni, pelaku pemerasan dan penganiayaan loper koran Tribun-Medan sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Sunggal Medan. Roni diduga memalak dan menganiaya loper koran Tribun-Medan, Dapot Panjaitan. Ia menyundut pipi korban dengan api rokok.(*) Sumber : Tribun medan

  • Kasus Cikeusik, bukti intelejen lemah

    Kasus Cikeusik, bukti intelejen lemah

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Minggu (6/2) kemarin bentrokan warga masyarakat dengan jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang menjadi peristiwa berdarah. Pasalnya, peristiwa itu menewaskan 3 orang, merusak sejumlah mobil dan rumah. Kejadian itu menjadi perhatian. Menkopolhukam, Kapolri, Menteri Agama dan Kejaksaan Agung menggelar rapat mendadak menyikapi kondisi yang terjadi. Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanudin, menilai kasus […]

  • Bau Busuk Terus Tercium Warga Tutup Parit Aliran Limbah PT Toba Surimi

    Bau Busuk Terus Tercium Warga Tutup Parit Aliran Limbah PT Toba Surimi

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    TAPTENG, – Pihak perusahaan pengolahan tepung ikan PT Toba Surimi hingga kini tak juga memperbaiki sistim pengolahan limbahnya. Alhasil, bau busuk pun terus tercium baik lewat udara maupun air. Hal ini tentu saja membuat warga di Kelurahan Pasir Bidang, Kecamatan Sarudik, Tapteng, berang. Warga pun kemudian bertindak dengan menutup parit yang diduga menjadi aliran limbah […]

  • “Naik Darah Tinggiku Ngurus Kartu Keluarga di Pemkab Madina Ini”

    “Naik Darah Tinggiku Ngurus Kartu Keluarga di Pemkab Madina Ini”

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    “Katanya bupati sekarang berjanji pelayanan ngurus KTP sama Kartu Keluarga mudah untuk rakyat Madina. Apanya yang mudah. Susahnya bikin darah tinggi saya naik,” kata Sarimuddin, warga Desa Gunung Tua Lumban Pasir, Kecamatan panyabungan, Sabtu (13/8) lalu di warung tak jauh dari Dinas Dukcapilsosnakertrans Madina. Betapa tidak naik pitam, sejak hari Rabu (10/8/2016) dia mengurus Kartu […]

expand_less