Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Kemelut DPRD, Kepentingan Daerah Dan Harapan Kepada Bupati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
  • print Cetak

Kemelut di DPRD Madina bisa dikatakan sudah membahayakan daerah. Sebab, kemelut tersebut sudah pada stadium menghambat agenda-agenda persidangan dewan, agenda yang sangat penting bagi kelanjutan perjalanan Kabupaten Madina.
Beberapa kali Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina gagal bersidang akibat dua kutup kekuatan kelompok di gedung dewan saling menyerang, saling mengganjal. Selesai maslah Bamus, muncul lagi persoalan kegagalan paripurna LKPJ 2011, beruntung dapat dibuka pada kamis lalu setelah mencukupi quorum.
Lalu, apakah paripurna LKPJ ini akan berakhir sukses? Jika iya, masih banyak agenda yang wajib dilakukan meliputi pembahasan PAPBD 2012, RAPBD 2013, KUA-PPS, paripurna reses. Belum lagi persoalan laporan Pansus Palmaris yang belum diketahui kapan diparipurnakan.

Ingat, waktu hanya tiga bulan sebelum 31 Desember 2012, itu artinya DPRD harus menggenjot agenda PAPBD 2012, KUA-PPS, RAPBD 2013 sebelum tahun baru. Jika DPRD gagal, maka Madina akan menghadapi kesulitan di 2013. Meski APBD 2013 akan memakai pagu APBD 2012, masalah tetap akan banyak yang timbul.
Asistensi pagu-pagu APBD 2013 akan semakin sulit dan membutuhkan energi ekstra, belum lagi banyaknya kemungkinan sorotan dan hambatan dari berbagai komponen terkait akan banyaknya persoalan yang timbul akibat tersendat-sendatnya perjalanan penganggaran. Dus, Madina akan mendapat rapor merah dan kemunduran dalam tataran penilaian dari sisi sinergitas dan kemandegan pemerintahan dan politik.

Kita tidak pada posisi memvonis siapa kutup yang benar dan yang salah di DPRD Madina. Kita hanya melihat bahwa kemelut itu jangan sampai merugikan daerah, menghambat kepentingan rakyat. Perbedaan adalah wajar dalam dinamika politik, tapi jika sudah menjadi kemelut yang berkepanjangan akan sangat merugikan Madina.
Meski kemelut tersebut lebih banyak disebabkan faktor eksternal, namun pada satu sisi, polemik tersebut bisa dinilai sebagai kelemahan Ketua DPRD Madina Imran Khaytami yang tidak mampu merangkul dan mengkondusifkan lembaga legislatif. Sebab, polemik berawal dari munculnya mosi tidak percaya kepada ketua DPRD Madina.
Faktor eksternal bisa diamati dari tataran munculnya ketidakpuasan sebagian anggota DPRD terutama PKS, PPP, Hanura terhadap kinerja eksekutif dan mencoba menyusun kekuatan dalam upaya meningkatkan posisi tawar bagi perubahan arah pemerintahan kepada yang lebih baik.

Pada sisi lain, kemelut DPRD bisa membahayakan bupati, sebab terganggunya kelancaran penganggaran dan legislasi akan merunyamkan perjalanan pemerintahan. Imbas-imbas yang diakibatkan kemelut DPRD akan membuat repot pemerintahan yang pada akhirnya menurunkan kinerja eksekutif dan bermuara pada melorotnya citra kepemimpinan bupati.
Oleh karena itu, bupati dimungkinkan melakukan mediasi dalam upaya menghentikan polemik DPRD. Sebagai unsur Muspida, bupati sah-sah saja memediatori pihak-pihak yang bertikai di DPRD untuk mencari titik temu dan kesepahaman dalam bingkai kedaerahan. Bupati tentunya diharapkan bisa merangkul semua kutb di DPRD Madina, menjauhkan pola-pola politik belah bambu.

Kita yakin, mediasi yang dilakukan bupati memiliki harapan berhasil sukses. Kunci itu ada di tangan bupati jika dilihat dari konstlasi yang ada, baik dari sisi internal maupun eksternal DPRD. Selain itu, harapan kepada ketua DPRD untuk menyelesaikan polemik internal DPRD ini juga dinilai sudah tak memungkinkan lagi karena ketua DPRD merupakan salah satu unsur polemik itu sendiri.

Dan bupati juga sebenarnya berada dalam posisi berkepentingan terhadap kekondusifan DPRD, karena selain untuk kelancaran pemerintahan daerah, polemik berkepanjangn di DPRD juga bisa saja “situasi” yang bisa menghancurkan Hidayat Batubara selaku bupati. Karena bisa saja salah satu partai yang saat ini dekat dengan Hidayat lah yang menyusun skenario rangkaian polemik itu untuk kepentingan jangaka panjang patainya.

Dalam hal ini, bupati diharapkan untuk lebih hati-hati menyikapi polemik DPRD. Terlalu dekat dengan salah satu kutub bertikai seraya menjauhkan diri dari kutub lain di DPRD (politik belah bambu) akan sangat berbahaya.
PKS, PPP,PKB itu adalah partai pengusung Hidayat-Dahlan. Terlalu dekat dengan Golkar sah-sah saja, menjadi ketua Demokrat sah-sah saja. Yang penting, bupati harus bisa merangkul semuanya.(dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • IYE Madina Nilai Kasus Dugaan Korupsi Stunting Madina Bualan Kejatisu

    IYE Madina Nilai Kasus Dugaan Korupsi Stunting Madina Bualan Kejatisu

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online : Meski Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejatisu ) telah melakukan pemanggilan beberapa kali terhadap sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Mandailing Natal ( Madina ) terkait dugaan korupsi proyek stunting tahun 2022-2023. Namun sampai hari ini perkembangan kasus tersebut masih jalan ditempat. Menanggapi hal ini Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE) Madina, Farhan Donganta, […]

  • Walbup Sampaikan LKPJ Bupati 2012

    Walbup Sampaikan LKPJ Bupati 2012

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menyampaikan nota pengantar Laporan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2012 pada paripurna DPRD Madina, Selasa (1/10/2013). Dalam nota pengantar disebutkan, realisasi pendapatan daerah sebesar Rp.791.409.493.295. Angka melenceng dari rencana pendepatan yang ditarget sebesar Rp.820.534.052.297 atau hanya tercapai 96,45 persen. Pendapatan itu terdiri dari PAD (Pendapatan […]

  • Laskar Jembatan Merah

    Laskar Jembatan Merah

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Satu adegan drama “Laskar Jembatan Merah”. Drama yang disutradarai Askolani Nasution ini bersetting tahun 1945-1949 di kawasan Mandailing, satu epik para pejuang yang membentuk laskar-laskar sendiri dalam menumpas penjajahan. Laskar itu juga ada yang berbasis di titik Jembatan Merah, persimpangan jalan Kotanopan-Natal. Dipentaskan oleh Jeges Art kerjasama dengan TP PKK Mandailing Natal di Taman […]

  • Spanduk “Usir TKA China” Raib dari Pagar Taman Panyabungan

    Spanduk “Usir TKA China” Raib dari Pagar Taman Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Spanduk yang bertulis “USIR TKA CHINA DARI BUMI GORDANG SAMBILAN” sudah raib dari pagar taman Panyabungan. Pantauan Mandailing Online, Sabtu (14/7/2018), spanduk itu tak ada lagi di pagar taman itu. “Saya juga tak tahu kapan spanduk itu diturunkan, siapa yang nurunkan juga tak tahu,” kata seorang pengemudi beca bermotor menjawab Mandailing […]

  • Golkar pasca Amru "Mau dibawa kemana"

    Golkar pasca Amru "Mau dibawa kemana"

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Perjalanan Pilkada madina telah usai namun bagi Golkar selama ini sebagai partai pendukung incumbent masih terus menyisakan banyak pertanyaan. Mungkin persoalannya masih agak sedikit mengambang, artinya memang perlu waktu tetapi kalau kritikan itu justru sangat mendasar dan disampaikan maka sudah semestinya perlu di terima, di evaluasi dan dikerjakan dengan lebih baik. Dari awal Partai golkar […]

  • Stadion Sahala Muda Pakpahan Telantar

    Stadion Sahala Muda Pakpahan Telantar

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Stadion Sahala Muda Pakpahan di Dusun Tanjung Medan, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terkesan ditelantarkan. Padahal, stadion ini yang merupakan satu-satunya yang memiliki lapangan berstandart nasional di Kecamatan Sipirok. Beberapa warga sekitar menyebutkan, sejak tahun 2008 lalu, kondisinya terkesan tanpa perawatan. Rumput yang tumbuh di sekeliling stadion menambah kesemrawutan […]

expand_less