Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Masyarakat Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meradang. Kebun plasma kelapa sawit yang dijanjikan PT Gruti Pratama Lestari (GPL), hingga kini tak kunjung terealisasi.

Warga meradang, anggota dewan tak tinggal diam. Komisi II DPRD Madina lantas memanggil pihak perkebunan, kenapa kebun plasma untuk masyarakat tak kunjung direalisasikan.

Pada pertemuan di Kantor DPRD Madina, Panyabungan, Rabu (09/02/2011), akhirnya terungkap, belum kebun plasma untuk masyarakat belum terealisasi karena lahan yang dimiliki PT GPL, kurang.

Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPRD Madina Ali Makmur Nasution didampingi Wakil Ketua Sofian Edi Syahputra, Sekretaris Erwin Effendi Lubis.

Kemudian Anggota Komisi II Syariful Sarling, Ilyas Siswadi, Ahmad Riadi Husnan, Zulkarnaen Nasution dan Zulfahri Batubara. Sedangkan PT GPL diwakili Manajer Perkebunan Sudiono.

Menjawab pertanyaan anggota dewan, Sudiono mengaku pihak perusahaan tidak bisa merealisasikan kebun plasma kepada masyarakat Sinunukan karena lahan yang mereka miliki kurang.

Pasalnya, dari 10.000 ha izin lokasi yang diusulkan pihak PTGLP Tahun 1999 silam, pihak perusahaan hanya mendapat izin HGU seluas 3.795, 04 ha.

Rinciannya, untuk tanaman menghasilkan 1.720 ha dan tanaman belum menghasilkan 1.832 ha yang arealnya termasuk sungai, jalan dan pemukiman.

Untuk merealisasikan kebun plasma kepada masyarakat, PT GPL juga pernah mengajukan permohonan untuk penambahan luas lahan sebanyak 1.500 ha.

Namun permohonan itu tidak disetujui pemerintah daerah. Malah izin diberikan kepada PTPN IV. Saat ini PT GPL hanya memiliki lahan yang belum ditanam seluas 68, 67 ha.

Ketua Komisi II DPRD Madina Ali Makmur Nasution usai melakukan rapat dengan pihak PT GPL mengatakan, pihaknya segera melaksanakan cek lapangan ke perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Mengenai tidak adanya lahan plasma yang diberikan perusahaan kepada masyarakat Sinunukan, pihak perusahaan mengatakan bersedia membangun plasma untuk masyarakat apabila ada lahan dan diberikan kepada pihak perusahaan untuk dikelola,” jelasnya. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cipta Kerja Sah :  Pengusaha Happy, Rakyat Tercekik, Negara Tergadai !

    Cipta Kerja Sah : Pengusaha Happy, Rakyat Tercekik, Negara Tergadai !

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pengusaha menyambut baik pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) menjadi undang-undang (uu) melalui Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dilaksanakan pada hari Senin (5/10). Mereka juga memberikan apresiasi kepada pemerintah dan anggota dewan. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan […]

  • Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

    Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Kepala Inspektorat Daerah (Itda) Provinsi Kalimantan Timur (Itda Kaltim) Irfan Prananta mengakui adanya kasus perselingkuhan antar Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintahan daerah. Namun, pihaknya tidak bisa merinci berapa jumlah kasus yang ditangani setiap bulan. “Perselingkuhan intinya kita tahu ada terjadi. Kalau jumlah saya tidak […]

  • Dinas Ketahanan Pangan Madina Konsisten di Asta Cita Prabowo

    Dinas Ketahanan Pangan Madina Konsisten di Asta Cita Prabowo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) konsisten melaksanakan program ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo. Juga sesuai visi dan misi Bupati Madina Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Salah satu program yang bergulir adalah Gerakan Pangan Murah (GPM). “​Untuk Dinas Ketahanan Pangan, apa yang menjadi […]

  • Kepala Desa di Madina Nihil Visi Ekonomi, Akibatnya Dana Desa Tak Berdampak Memakmurkan Rakyat

    Kepala Desa di Madina Nihil Visi Ekonomi, Akibatnya Dana Desa Tak Berdampak Memakmurkan Rakyat

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mayoritas kepala desa di Mandailing Natal (Madina) tidak memiliki visi terhadap pengembangan perekonomian desa. Hal itu dibuktikan minimnya jumlah desa yang mengarahkan Dana Desa bagi upaya pertumbuhan ekonomi desa. “Niat pemerintah Indonesia memajukan ekonomi penduduk desa melalui Dana Desa justru mentok di tangan kepala desa,” kata Maruli Borotan, warga Panyabungan […]

  • Pelabuhan Laut Di Madina Mulai Dibangun

    Pelabuhan Laut Di Madina Mulai Dibangun

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Akan Menguras Biaya 183 M Panyabungan (MO) – Pelabuhan laut di Mandailing Natal mulai dibangun tahun ini. Bernama Pelabuhan Palimbungan, berlokasi di Kecamatan Batahan. Depertemen Perhubungan RI sudah menyiapkan anggaran Rp. 138 Milyar secara multi years, dari tahun anggaran 2012 hingga 2016. Pelabuhan ini ditarget mulai beroperasi di 2017. Dana pembangunan bersumebr dari APBN, sementara […]

  • Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Wabup Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta Rencana Pembangungan Jangka Panjang (RPJP) kabupaten terkait harus selaras dengan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Keselarasan itu diperlukan agar program pembangunan tidak saling bertolak belakang. Hal itu disampaikan Atika saat membuka Konsultasi Publik RPJP TNBG […]

expand_less